Posted in Humor, KyuGi Series, Romance

[KyuGi’s Story] Evil Devil Beside Me

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, Lee Donghae, Lee Taemin a.k.a Han Taemin

Genre : Comedy, Romance

Rate : PG 15

*****

Sendiri aku terduduk disebuah cafe yang diketahui bernama o’nice cafe, kuambil secangkir chococino yang ada dihadapanku dan meneguknya sedikit demi sedikit sambil sesekali mengedarkan pandanganku keluar jendela yang terbuka. Senang sekali rasanya melihat hujan sambil menikmati suasana cafe yang tenang ini. Wangi tanah yang tersiram oleh air hujan benar-benar menyenangkan, ya aku sangat suka wangi ini. Tapi kenapa sesaat aku teringat namja evil itu, hey jangan berpikir dia jahat karena aku menyebutnya dengan sebutan ‘namja evil’ justru sebaliknya menurutku dia adalah namja yang baik, walaupun dia sangat suka mengerjaiku ataupun berbuat iseng dan terkadang omongannya begitu pedas yang menyebabkan emosiku selalu naik bila berhadapan dengan dia. Bisa dibilang dia adalah pria yang tidak bisa bersikap manis terhadapku, menyebalkan memang jika sudah mengingatnya huh. Yaa!! Kenapa aku jadi memikirkan dia, daripada memikirkannya lebih baik memikirkan namjachinguku .

 

*****

Seperti biasa aku sedang berada dikelasku, melakukan aktifitas yang sering kulakukan bila sedang tak ada dosen yaitu membaca komik sambil mendengarkan musik melalui headset yang sudah terpasang di telingaku. Disamping itu, setiap aktifitas kesukaanku berlangsung disitu juga kesabaranku harus selalu di uji karena seseorang yang tidak kuharapkan selalu muncul tiba-tiba, yang langsung membuat mood baikku menjadi buruk.

“yaa tidak bisakah kau untuk tidak menarik hidungku ini huh” keluhku kepada namja dihadapanku yang selalu bersikap kekanak-kanakan jika bertemu denganku dan sudah pasti ia selalu menjalankan kebiasaannya untuk menarik hidungku. Aku heran kepada namja ini, apa enaknya sih menarik hidung orangku huh.

“siapa suruh kau punya hidung tidak mancung. Oleh karena itu aku berinisiatif untuk membantumu memancungkan hidungmu yang pesek itu yoeja kodok kkk~” dengan wajah puas dan mengeluarkan smirknya yang khas, lagi-lagi ia membuatku naik darah dengan sikapnya ini.

“yaa appo kyuhyun-ah dan behenti memanggilku kodok, sini kau mau merasakan bagaimana rasanya bila hidungmu kutarik juga”

“untuk apa menarik hidungku, lihat hidungku sudah mancung dan sexy” ucapnya dengan nada percaya diri sambil menyentuh hidung bangir nya.

“cih aku jadi mual mendengar kau berkoar seperti itu”

Sedang asik-asiknya kami berdebat munculah seorang pria tampan didepan pintu kelasku dan Kyuhyun. Dia adalah Lee Dong Hae kekasih ku sekaligus sunbae ku. Terkadang aku bingung sendiri, bagaimana bisa aku bisa punya kekasih sebaik dan setampan dia? Padahal aku hanya seorang gadis biasa, tapi aku sangat bersyukur bisa dicintai olehnya. Tanpa berlama-lama lagi aku segera menghampirinya.

”ah oppa, ada apa kau kekelasku?” tanyaku heran karena tidak biasanya Donghae tidak mengabariku dulu jika ia akan datang ke kelasku.

“aku hanya ingin menyerahkan undangan seminar untuk kelas ini, seminarnya akan diadakan minggu depan jadi jangan lupa datang ya sayang” undangan seminar? Apa Donghae menjadi salah satu panitia nya? melihat dari caranya yang repot-repot memberikan undangan seminar ini, sepertinya ia memang menjadi salah satu panitia nya.

“tak usah memanggil dia ‘sayang’ sunbae itu terlalu bagus, lebih baik jika memanggilnya ‘kodok’ haha” demi apa? Terdengar suara dari kursi tempat aku dan namja evil itu berdebat. Berani sekali dia berteriak dan bicara seperti itu pada kekasih ku, Cho Kyuhyun kau sudah bosan hidup ya.

“yak! apa yang kau katakan maniak game!!”

“dia siapa Min Gi-ya?” melihat dari raut wajahnya, agak nya Donghae sangat penasaran dengan Kyuhyun.

“aku Cho Kyuhyun, sekelas juga dengan yoeja kodok ini” jawabnya seketika, hey sejak kapan dia sudah ada disampingku.

“dia hanya teman sekelasku oppa” kujawab kembali pertanyaan Donghae oppa dengan memasang senyum semanis mungkin. Jujur saja saat ini aku tengah menahan kesal dengan namja evil disampingku ini.

“ah begitu, hai aku Lee Donghae kekasih Han Min Gi. Senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi”

arra” jawab kyuhyun dingin dan langsung meninggalkanku dan Donghae begitu saja, benar-benar tidak sopan bocah ini.

*****

KYUHYUN POV

Entah sejak kapan aku menyukai yoeja kodok itu, awalnya aku hanya merasa senang menjahili dan menggodanya. Tapi karena sikap jahilku itu, sekarang perasaan ini menjadi tidak biasa pada Min Gi. Mungkin ini yang disebut senjata makan tuan karena sekarang aku jadi semakin yakin bahwa aku menyukainya. Aku tahu jika ia sudah memiliki namjachingu tapi aku bukan pria jahat yang akan merebut pacar orang, justu akan terus menunggunya sampai ia putus dengan sunbae itu.

Ngomong-ngomong sejak pelajaran tadi ia terlihat sangat gelisah. Aku jadi curiga, sepertinya ada yang ia sembunyikan. Dan benar saja ketika kelas berakhir ia langsung meninggalkan kelas dengan terburu-buru, aku jadi penasaran lebih baik kuikuti dia saja.

 

-At Book Store-

Apa-apaan ini kukira ia sedang ada masalah, memasang wajah gelisah sejak pelajaran tadi tapi ternyata dugaanku salah ia buru-buru meninggalkan kelas karena ada diskon besar-besaran ditoko buku ini dan lihat sekarang ia sedang memborong komik-komik bodoh itu. Tapi rugi sekali rasanya bila sudah jauh-jauh mengikutinya tapi aku tidak mendapatkan apa-apa, lebih baik aku menggodanya lagi kkk~

 

—–

“yak! komik ini aku duluan yang mengam…” belum sempat aku meneruskan ucapanku ternyata lagi-lagi aku harus berhadapan dengan namja evil ini.

“ayolah apa kota Seoul begitu sempit, kenapa aku harus selalu bertemu dia” kesalku dalam hati.

“maaf nona kodok tapi komik ini aku duluan yang incar jadi ini milikku”

“hei maniak game kenapa kau ada disini”

“aku berjualan kimchi!! Tentu saja aku membeli buku dasar babbo!” serunya tersenyum evil, cih aku benci melihat senyumnya itu.

“memang sejak kapan kau suka komik huh? jebbal Kyuhyun-ah aku sudah mengincar komik ini dari dulu. Komik ini hanya tinggal satu, jadi tolong berikan padaku, eoh?” rengekku meminta komik miiko jilid 24 itu.

aniyo, aku juga sudah mengincarnya jauh-jauh hari lagipula memang hanya ada satu buku saja disini?”

“aku tidak akan meminta padamu jika ditoko ini masih ada komik itu, lihat komik itu sudah diborong orang banyak dan yang kau pegang itu komik miiko jilid 24 terakhir ditoko ini” celetukku menunjuk rak yang ada dihadapan kami memberitahunya bahwa komik yang ia pegang adalah komik terakhir.

“oh begitu baguslah”

“yak! apa maksudmu. Kyuhyun-ah komik itu untukku ya, kumohon?” lagi, aku meminta. Namun kali ini dengan memasang wajah memelas seraya mengeluarkan jurus puppy eyes ku.

“kau mau saja atau mau sekali?” dia terkekeh geli, menggodaku seraya menyeringai lebar.

Dasar namja setan, sepertinya dia menikmati sekali menggodaku sekarang. Aish kenapa aku harus bertemu dia disini menyebalkan sekali, tapi sejak kapan ia menyukai komik? setahuku ia hanya suka novel atau buku matematika. Terserahlah aku tidak mungkin memohon-mohon meminta komik itu kepadanya, bisa jatuh harga diriku nanti.

“yak kenapa melamun? ige kau mau tidak?” godanya sambil melambaikan komik itu di depan wajahku.

“ah lupakan saja aku bisa beli komik itu ditoko lain”

“hah serius? Kau benar-benar tidak mau?”

andwae!!!” Dengan kesal aku langsung meninggalkan namja maniak game itu.

Entah berapa lama waktu yang kuhabiskan di toko buku ini karena ketika memilih komik waktu serasa berlalu dengan cepat. Setelah kurasa cukup memborong komik-komik ini, aku langsung menuju kasir dan membayar semuanya. Walaupun moodku menjadi buruk karena bertengkar dengan Kyuhyun, tapi ada sedikit kesenangan yang aku rasakan. Jika kalian pikir kesenangan itu adalah karena aku bertemu kyuhyun, kalian salah besar. Nyatanya aku bahagia karena komik yang aku beli mendapatkan diskon hampir 40% hebat sekali bukan. Ah aku lupa bahwa nanti malam Donghae oppa akan berkunjung kerumah, lebih baik aku cepat-cepat pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.

“hei Han Min Gi kau akan langsung pulang?” astaga, jadi sedari tadi pria ini masih berada disini? lebih baik tidak kutanggapi pertanyaan nya. aku tidak mau rasa bahagia ku hancur hanya karena berdebat dengannya.

“yak kenapa diam saja. Hei hei jangan tinggalkan aku sendiri” teriak nya seraya menyusulku keluar meninggalkan toko buku.

*****

 Aku sudah selesai mandi dan sekarang aku sedang berdandan dimeja riasku. Hanya bedak tipis yang kupoles diwajah, mengolesi lip balm pada bibir, dan tentu saja parfum tak lupa kugunakan untuk menambah harum aroma tubuhku. Yang kulakukan hanya ber-Make up sederhana karena aku tidak suka berdandan tebal. Setelah kurasa cukup merias wajahku, kini aku beranjak menuju lemari pakaian. Pilihanku jatuh pada celana pendek dan sweater panjang bergaris hitam putih, cukup simple kan dandananku untuk menyambut sang kekasih. Tak lama setelah aku selesai dengan semua persiapan ini, aku mendengar suara Taemin, dongsaengku satu-satunya berteriak keras untuk memanggilku.

noona..yak noona! ada Donghae hyung dibawah dia sedang menunggumu” teriaknya sambil mengetuk pintu kamarku.

ne aku segera turun Taemin-ie”

Setelah sampai ruang tamu kulihat namja yang sedang kutunggu tersenyum ketika melihatku. Ia memberikanku 1 box eskrim berukuran sedang dan boneka keroppi tokoh anime kesukaanku (jangan heran kenapa kyuhyun selalu memanggilku yoeja kodok, karena aku sangat tergila-gila dengan anime kodok itu).

gomawo oppa neomu kyeopta” ucapku malu-malu seraya mendekap boneka ini.

“sama-sama chagi, kau terlihat sangat manis malam ini”

jeongmal? Gomawo oppa, oh ya kau mau minum apa?”

“apa saja chagi” balasnya tersenyum dengan senyuman yang mampu membuat jantungku berdetak tidak karuan.

Setelah memberikannya minuman kami pun mengobrol sambil sesekali tertawa karena lelucon yang ia lontarkan kepadaku. Percaya atau tidak, Donghae selalu bisa mencairkan suasana dengan humor-humor sederhana nya. Lama kami menghabiskan waktu berdua, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Donghae oppa bahkan sudah beranjak untuk bersiap-siap pulang. Tsk, apa harus ia pergi sekarang?

*****

Kyunghee University

  1. 40 A.M

Seperti biasa ketika pagi hari tiba, aku selalu berkutat dengan aktivitas rutinku. Pergi kuliah, belajar, bertemu teman-teman, termasukn bertemu namja evil devil itu. Sebenarnya aku sangat suka pergi kekampus karena bisa bertemu dengan teman-teman seraya mengobrol banyak tentang boyband yang sedang ‘in’ dikalangan remaja se-Korea Selatan ini, tapi jika mengingat harus bertemu kyuhyun aku jadi malas pergi kekampus karena ia akan melakukan aktivitas rutinnya itu untuk menggodaku. Astaga apa harus memikirkan kelakuan menyebalakn Kyuhyun dipagi hari buta ini? sigh. Aku heran dari sekian banyaknya gadis dikelas ini kenapa harus aku yang selalu ia goda, nasibku benar-benar sial.

Ketika sampai kampus dan memasuki kelas ku edarkan pandanganku kesekitar kelas, tumben sekali si evil devil itu belum datang, biasanya ia selalu datang lebih dulu daripadaku. Hei, Kenapa juga aku harus repot-repot memikirkannya yang belum tiba di kelas? Masa bodo harusnya aku kan senang jika dia tidak ada, itu artinya aku terbebas dari godaannya untuk sementara. Tak lama kemudian dosen pertama sudah masuk kelas untuk memulai pelajaran. Ini aneh sekali, tidak biasanya ia belum datang saat dosen sudah tiba, apa ia tidak masuk hari ini? Ah Han Min Gi enough!! Don’t think about him!

Tak terasa pelajaran pertama sudah berakhir, masih ada dua pelajaran lagi yang harus kuhadapi. Melihat arloji ku sejenak, kini waktu sudah menunjukan pukul 09.45 dan tebak apa yang baru saja kulihat dibalik pintu kelas. Itu dia, Cho Kyuhyun si namja evil tengah melihat keadaan dalam kelas layaknya seorang pencuri yang mengendap-ngendap masuk karena takut ketahuan oleh sang pemilik rumah. Puas dengan keadaan kelas yang sudah tidak menampakan Kim songsaenim, kini ia masuk kelas dengan wajah innocentnya seraya memegang PSP bodohnya itu. Cih jam berapa ini seenak jidat saja ia masuk kelas, benar-benar bocah konyol.

Tak lama kemudian, Park Songsanim muncul untuk memulai pelajaran kedua. Pulang kampus nanti pergi kemana ya, bosan sekali jika harus langsung pulang kerumah. Lebih baik sms Donghae oppa saja memintanya untuk menemaniku jalan-jalan, siapa tau dia punya tempat bagus untuk kami kunjungi.

To           : Donghae oppa

oppa hari ini pulang jam berapa, bagaimana jika setelah kelasmu selesai kita pergi jalan-jalan?

Drrt..drrtt…drrt..

 

Androidku bergertar menandakan ada pesan masuk.

From     : Donghae oppa

Mianhae chagi hari ini aku ada urusan jadi tidak bisa menemanimu jalan-jalan, gwenchana?

To           : Donghae oppa

Ah gwenchanayo oppa ^^ jangan lupa untuk makan siang.

From     : Donghae oppa

Arraseo chagiya, kau juga jangan lupa makan !

—–

Akhirnya kelas berakhir. Buru-buru aku membereskan peralatan belajarku.

“Ah oppa sedang ada urusan, mau tidak mau aku pergi sendiri saja” keluhku berjalan meninggalkan kursiku.

Baru sampai depan pintu kelas tiba-tiba langkahku terhalang oleh sebuah tangan dari samping pintu, tsk aku sudah bisa menebak siapa pemilik lengan panjang ini.

“hei kodok sudah mau pulang” dengan memasang senyum evil ia masih merentangkan tangan panjangnya kehadapanku.

“bukan urusanmu! Sekarang singkirkan lengan panjangmu. Itu sungguh menggangu, kau tau?”

“Min Gi-ya bisakah kau menemaniku ke mall, aku ingin membeli PSP keluaran terbaru tapi bingung ingin minta temani siapa. Kau mau tidak menemaniku?” tumben sekali dia memanggil namaku, huh tentu saja ia memanggil namaku karena ada maunya dasar namja labil.

shireo, cari saja temanmu yang lain aku tidak mau menemani namja menyebalkan sepertimu” tolakku mentah-mentah.

“ya jebbal hanya sekali saja, mau ya….eoh, eoh?” pintanya sambil memasang puppy eyes andalannya, jujur saja jika sudah memasang jurus ini aku pasti kalah. Aku tidak tega melihat tampangnya yang seperti ini, aigo kenapa ia jadi terlihat sedikit menggemaskan.

“baiklah tapi belikan aku eskrim ya sebagai upah menemanimu”

“dasar, mana ada kodok yang makan eskrim”

“apa kau bilang?”

“ah aniyo, tentu aku akan membelikanmu eskrim” jawabnya sambil memasang senyum yang kurasa dibuat-buat, dia kira aku tidak tau apa yang ia bilang barusan kalo bukan karena aku bosan dirumah aku tidak akan menemanimu namja maniak.

*****

Sesampainya di Lotte mall, Kyuhyun langsung menaiki eskalator menuju tempat incarannya, sepertinya ia tidak sadar jika aku sedang bersamanya karena sedari tadi ia hanya bernafsu berjalan buru-buru tanpa menungguku yang berjalan dibelakangnya, benar-benar menyebalkan bukan?

Sesampainya di toko gadget ia langsung mencari sosok PSP edisi terbaru itu, setelah mendapatkannya ia baru sadar jika aku sedang bersamanya. Heol, Sungguh benar-benar kekanakan kelakuan namja ini berbeda sekali dengan Donghae oppa.

“tadaa, ya Min Gi-ya cantik bukan PSP keluaran terbaru ini?” tanyanya ketika keluar dari toko gadget itu. Ia bahkan menggoyang-goyangkan benda ini dihadapan wajahku, memamerkannya seolah aku akan merasa iri setelah ia mendapatkannya.

“apa kau pria waras? PSP seperti ini kau bilang cantik. Lihat gadis berbaju orange disana itu, baru cantik” seruku menunjuk kearah yoeja yang tengah berjalan didepan kami.

“ah itu biasa, tetap menurutku PSP ini lebih cantik kecuali bila disamakan dengan Kim Tae Hee noona baru bisa kubilang yoeja cantik” seluruh rakyat Korea pun tahu jika artis itu memang cantik!

“Tae Hee oenni itu artis sudah pasti dia cantik, dasar babbo!” seruku sambil berjinjit dan menjitak kapalanya.

“yak itu sakit kodok” ringisnya mengelus kepala yang menjadi sasaran kesalku.

“berhenti memanggilku kodok sekarang belikan aku eskrim!”

“jika sudah menyangkut eskrim kau tidak akan lupa ya”

Kamipun berjalan menuju toko eskrim, setelah sampai disana aku langsung memesan eskrim berukuran jumbo yang harganya sudah pasti tidak murah. Dan kyuhyun hanya terkejut melihatku memesan eskrim berukuran besar itu kkk~ kapan lagi aku ditraktrir namja evil ini, jadi lebih baik aku pesan ukuran besar saja hitung-hitung mengerjai dia. Setelah pesananku datang langsung kusantap eskrim dihadapanku ini dengan lahap.

“kau tidak salah memesan eskrim besar ini? Tubuhmu kurus tapi kenapa makanmu banyak” tanya Kyuhyun dengan wajah heran.

“aku ini langsing bukannya kurus, 11 12 lah dengan Yoona SNSD” aku menjawab sambil terus melahap eskrim besar ini.

mwo? Yoona SNSD? Kkk~ khayalanmu terlalu jauh, kau ini mirip kodok saja sudah bagus masih mau bergurau bilang mirip Yoona SNSD”

“jangan mengganggu Kyuhyun-ah, aku sedang berkonsentrasi dengan eskrim ini”

“hei, kau ini sudah mahasiswi tapi makanmu seperti anak TK saja”

Mungkin karena aku kalab memakan eskrim ini hingga tidak sadar jika eskrim ini sudah membuat noda disekitar bibirku, tapi apa ini? Kyuhyun malah membersihkan noda-noda eskrim itu dengan ibu jarinya. Tapi bukannya langsung membersihkan ibu jarinya itu, ia justru memasukan noda eskrim itu kemulutnya. Apa ia sedang mencicipi rasa eskrim ini? Deeg… ada apa ini? Kenapa tiba-tiba jantungku berdegup kencang, wajahkupun ikut memanas apa sekarang wajahku sedang memerah?

“kau.. kenapa bengong begitu?” tanyanya yang sukses menyadarkanku dari lamunan ini.

an..aniyoo hanya saja sedikit panas disini” jawabku asal, masih sibuk berpura-pura memasukan kembali ice cream ini kedalam mulutku.

“apanya yang panas? Toko ini kan ber AC kau ini aneh, sudah cepat habiskan ice cream mu itu”

ah ye

Setelah selesai, lagi-lagi aku diajaknya paksa dan sekarang aku terdampar dipusat permainan. Ah nan michoseo, sekarang dia malah mengajakku bermain gerakan dance ini.

“Min Gi-ya ppali! ayo kita bertarung siapa yang skornya lebih tinggi dia yang terhebat, otte?” serunya sambil menarik tanganku, tch semangat sekali dia.

“hem, arraseo kajja” dengan nada malas, mau tak mau aku menyetujui ajakannya agar ia bisa puas dan cepat meninggalkan tempat ini.

Setelah kurasakan bermain permainan ini aku jadi terbawa suasana, kamipun tertawa dengan puas beradu dance dengan serius tanpa memperdulikan keringat yang yang jatuh membasahi tubuh kami. Ternyata menyenangkan juga ya bermain dance ini dan lihat skorku lebih tinggi darinya, wah ternyata aku berbakat juga dalam bidang tari. Hey kenapa dia terlihat melamun seperti itu? Dia sedang melihat apa sih? Apa dia syok karena melihat kemampuan dance dan skorku.

“lihat aku yang menang! Skor ku lebih tinggi darimu Kyu kkk~ yak kau kenapa? Apa yang sedang kau lihat? Serius sekali” baru aku ingin mengedarkan pandanganku kearah yang sedang kyuhyun lihat, tiba-tiba saja ia langsung memelukku dan berhasil membuatku terkejut setengah mati karena kelakuannya yang mendadak ini.

“aku tidak melihat apa-apa, kau hebat Min Gi-ya dancemu sungguh keren”

Setelah cukup bermain, Kyuhyun mengantarku pulang kerumah. Jujur saja sepanjang perjalanan jantungku tidak henti-hentinya berdetak cepat. Kau ini sebenarnya namja macam apa Cho Kyuhyun? Sebentar-sebentar membuatku emosi tapi juga terkadang membuat jantungku berdegup tidak karuan.

—–

KYUHYUN POV

Apa yang sedang kulihat? Apa ini sungguhan aku sedang tidak salah lihat kan? Tadi aku melihat Donghae sunbae dengan yoeja lain di pusat permainan ini. Mereka terlihat mesra dengan bergandengan tangan dan tertawa bersama sambil sesekali Donghae sunbae membelai rambut yoeja itu. Apa dia sedang berselingkuh? Andwae Min Gi tidak boleh melihat ini. Aku tidak ingin dia sakit hati. Setelah selesai bermain permainan ini aku langsung mengajaknya pulang agar ia tidak bertemu dengan sunbae sialan itu.

 

*****

Seminggu telah berlalu setelah kejadian Kyuhyun yang tiba-tiba memelukku, otak dan fikiranku jadi tidak tenang karena dipenuhi oleh bayangan namja evil itu. Stop it Min Gi-ya!! kau sudah punya namjachingu jadi berhenti memikirkan namja lain. Hari ini kelasku tidak ada pelajaran karena harus mengikuti seminar yang diadakan dikampus. Semua orang sudah padat memenuhi aula tempat diadakannya seminar. Aku duduk diurutan 2 sebelah kiri dibelakang kursi yang Kyuhyun duduki. Dan akhirnya seminarpun dimulai, tch baru 30 menit aku duduk mendengarkan celotehan dari para moderator itu aku sudah mulai bosan dan mengantuk mendengarnya. Kulihat sekelilingku, ternyata semua mahasiswa disini merasakan apa yang kurasakan, tampak jelas aura bosan yang tengah menyelimuti wajah mereka. Tapi ada satu pemandangan yang membuat mataku tiba-tiba mengarah pada seseorang, dia adalah Kyuhyun.

Bukan tanpa alasan aku memandanginya, aku hanya penasaran sedang melakukan apa dia. Sedaritadi kulihat ia hanya fokus berkutat pada I-pad yang ada dihadapannya. Beruntungnya aku duduk dibelakangnyanya, yah walaupun tidak benar-benar tepat dibelakangnya sehingga aku bisa melihat apa yang sedang ia lakukan. Tunggu dulu apa aku tidak salah lihat? Fotoku kenapa bisa ada di I-pad nya? Sejak kapan ia memiliki fotoku? Jadi sedari tadi ia terus memandangi fotoku yang ada di I-pad nya, Ige mwoya?

*****

Hari demi hari terus berlalu, beginilah hidupku seorang mahasisiwi yang mempunyai namjachingu dan teman sekelas yang super duper jahilnya. Aktivitasku masih berjalan normal seperti belajar, bertemu namjachingu ku dan digoda oleh Cho kyuhyun. Mungkin karena aku sudah terbiasa menjadi korban kejahilannya jadi akupun menikmati semua hal yang ia lakukan padaku, walaupun terkadang membuat emosiku naik bila perkataannya sudah kelewat batas. Tapi justru aku kecanduan oleh perilaku buruknya itu. Jika sehari aku tidak digoda olehnya rasanya ada yang berbeda. Heol, Apa aku sudah terlihat seperti gadis yang aneh?

Sedang asik mengobrol dengan teman-teman tiba-tiba Donghae oppa datang kekelasku, kali ini ia mengajakku pergi ketaman kampus. Sepertinya ada hal penting yang ingin ia bicarakan.

oppa ada apa?” ucapku memulai pembicaraan diantara kami.

“Min Gi-ya sebelumnya maafkan aku, kurasa kita sudah tidak cocok lagi dan lebih baik kita akhiri saja hubungan kita” apa yang ia bicarakan? Telingaku tidak salah dengar kan? rasanya aliran darahku berhenti ketika mendengar ucapannya.

mwo? Oppa kau jangan bercanda?” jawabku sambil menatap kedua matanya intens.

“aku tidak bercanda, kita sudah tidak cocok lagi Min Gi-ya jadi kuharap kau mengerti”

“ini tidak adil oppa, apa alasanmu mengakhiri hubungan kita? jika alasannya hanya karena kita sudah tidak cocok aku tidak terima” seruku yang tanpa sadar sudah mengeluarkan air mata dari kedua mataku.

mianhae Min Gi-ya lebih baik kita putus saja kita benar-benar sudah tidak cocok” sontak ia langsung berjalan pergi dan meninggalkanku.

Apa ini? Sebelumnya hubungan kami baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba ia meminta putus, apa yang sebenarnya terjadi?

*****

Tanpa terasa 2 minggu sudah berlalu, aku merasa seperti kehilangan separuh jiwaku. Aku jadi penyendiri dan sering melamun bahkan semua pelajaran yang kudapat dikampus tidak ada yang masuk ke otakku satupun. Namun semua perubahan yang terjadi pada diriku ini tidak lantas membuat Kyuhyun pantang menyerah untuk terus menggodaku.

Tidak tahukah ia jika aku sedang tidak dalam mood yang baik? Apa ia tidak merasa bahwa bahwa aku terlihat tidak biasa? Aku bahkan cukup pendiam dengan tidak membalas setiap godaannya terhadapku. Semenjak Donghae oppa memutuskanku aku jadi malas bersosialisasi dengan orang lain. Jika teman-temanku mengajak mengobrol aku selalu mendiami mereka. Bahkan setiap Kyuhyun menggodaku aku tidak pernah menanggapinya, godaannya hanya kuanggap sebagai angin yang berlalu lalang.

noona wae geure? Kau seperti mayat hidup tidak mau makan dan selalu terlihat lesu. Sudahlah lupakan Donghae hyung masih banyak namja lain” cetus Taemin mengusap rambutku. Mungkin dia khawatir karena aku selalu mengurung diri dikamar.

Lagipula siapa yang tidak murung jika diputuskan oleh pacar begitu saja tanpa alasan yang jelas. Terlebih aku sedang dalam masa-masa jatuh cinta yang teramat dalam dengan Donghae oppa. Jika anak muda zaman sekarang menyebutnya dalam masa cinta yang on fire, ya kurang lebih begitu.

“aku tidak apa-apa Taemin-ie, hanya ingin menyendiri saja kau tidak perlu khawatir” seruku agar dongsaeng ku ini tidak cemas.

ani, kau bukan seperti noona ku yang dulu suka tertawa dan tersenyum. Sekarang kau terlihat buruk karena selalu muram. Begini saja, bagaimana jika kita pergi ke suatu tempat untuk mengilangkan sedih mu itu?”

aniyo aku sedang malas kemana-mana”

noona tidak asyik! Eh apa ini festival tahunan Kyunghee University? Ada festival dikampusmu noona? Jja kita kesana, aku ingin melihat festivalnya” pinta Taemin yang menemukan brosur festival kampusku dimeja belajar. Sejujurnya aku malas ke festival itu, tapi apa salahnya berjalan-jalan sebentar dengan dongsaeng kesayanganku ini siapa tau moodku berubah menjadi baik.

“hmm arraseo, noona ganti pakaian dulu ya”

“okay noona” Taemin tersenyum. Aigoo tampan sekali adik kecilku ini.

*****

Sesampainya dikampus kami melihat barbagai macam stand disini. Ternyata banyak orang berlalu lalang disekitar kampus. Kukira tidak akan seramai ini, tapi ternyata dugaanku salah karena disini sangat ramai. Sedetik kemudian, Taemin dan aku segera mencari stand yang kami anggap menarik. Taemin bahkan begitu excited, dan begitu cepat menemukan apa yang ia cari.

Tujuannya tertuju pada stand yang berisi permainan menembak botol. Jika kita bisa membidik botol-botol itu dengan benar dan berhasil menjatuhkannya, kita akan diberi hadiah yang menarik. Tujuan Taemin adalah memenangkan boneka keroppi besar itu, alasannya karena aku menyukai tokoh kartun itu sehingga ia berniat untuk memberikannya padaku. Sungguh manis sekali dongsaeng ku ini.

noona lihat! akan kumenangkan permainan ini dan keroppi besar itu akan kuberikan padamu” jelasnya dengan memegang senapan panjang itu.

“baiklah menangkan itu untukku Taemin-ie! Tapi aku beli minuman dulu sebentar ya kau tunggu aku disini arachi

ne noona, jangan lama-lama begitu kau sampai akan kupastikan keroppi itu sudah bisa kumenangkan”

Aku hanya bisa tersenyum mendengar celotehan dongsaeng tampanku ini, dan pergi menuju stand yang menjual minuman.

Setelah aku selesai membeli minuman, aku langsung menuju stand permainan tadi. Tapi apa yang kulihat ini? Taemin sedang dimaki-maki oleh seorang yoeja. Terlihat dari sini jika yeoja itu sedang menunjuk wajah Taemin seraya memperlihatkan bajunya yang kotor. Aku yakin jika noda baju itu adalah noda ice cream yang sedang ia makan. Mungkin saja Taemin tidak sengaja menyenggol yoeja yang sedang memakan eskrim itu dengan senapan panjang yang ia pegang. Yoeja itu mungkin tidak terima dengan bajunya yang kotor akibat ulah dongsaeng ku. Dan aku yakin Taemin pasti tidak sengaja melakukannya.

jeongmal mianhae, dongsaeng ku pasti tidak sengaja melakukannya” aku langsung membungkukan badanku meminta maaf pada yoeja ini.

“enak saja kau bilang maaf, lihat bajuku jadi kotorkan! Seharusnya kau didik dengan benar dongsaeng babbo mu ini agar tidak ceroboh” yoeja itu membentak sambil terus menunjukan bajunya yang kotor karena ulah Taemin.

“yak! aku kan sudah bilang tidak sengaja jadi jangan teriak pada noona ku. Lagipula salahmu sendiri, sudah tau aku memegang senapan panjang tapi kau malah berdiri dekat denganku” seru Taemin tidak mau kalah. Aish Taemin-ie kenapa kau berbicara sambbil membentak begitu.

“apa kau bilang…..” yoeja itu bersiap ingin menampar Taemin, tapi seketika seorang namja menghalanginya, memegang lengan wanita itu agar tidak menampar Taemin.

ah sunbae…” ucapnya terkejut.

mian agashi, tapi kurasa sikapmu ini bukan sikap seorang yang berpendidikan. lebih baik kau memaafkan namja kecil ini, aku yakin ia tidak sengaja” Kyuhyun, sejak kapan ia bisa berbicara bijak seperti itu.

“tapi sunbae…” mwo sunbae? Ternyata yoeja ini adalah adik kelasku! berani sekali dia membentakku huh.

“ada apa ini?” terdengar suara dari belakangku. Suara ini rasanya sudah tidak asing lagi bagiku.

“Donghae oppa” batinku

chagiya.. bocah ini menumpahkan ice cream nya ke bajuku” jawab yoeja tengil ini manja, rasanya ingin sekali kujambak rambutnya.

Tunggu dulu dia bilang chagiya? Itu artinya dia dan Donghae oppa berpacaran. Jinjja? K..kkumi anniya? (apakah ini mimpi?) T…tunggu dulu, bisa jadi alasan Donghae oppa memutuskanku adalah karena yeoja ini. Sial, kenapa rasanya seperti jantung dan aliran darahku mendadak berhenti. Sungguh rasa kesal ku saat ini sudah tidak bisa tergambar lagi, rasanya amarah, emosi serta kekesalan ku terhadapnya bertambah berkali-kali lipat. Rasanya aku seperti seorang gadis yang bodoh, dibohongi dan dicurangi dalam satu waktu. Jika tau seperti ini, untuk apa akhir-akhir ini aku menangisi namja neppeun seperti dia? buang-buang waktuku saja.

mian sunbae tapi yoeja mu ini sudah bersikap anarki, nyaris menampar seorang bocah hanya karena ketidak sengajaannya menumpahkan ice cream ke bajunya” ucapan kyuhyun sukses besar menyadarkanku dari pikiran bodoh ini.

“jadi selama ini kau memutuskanku hanya karena yoeja tengil ini? Cih aku baru sadar ternyata kau namja yang tidak pantas kucintai, baguslah kita sudah putus aku jadi merasa lega sekarang! Semoga kau bahagia dengan yoeja pilihanmu oppa” meski menyakitkan, akhirnya aku bisa mencurahkan apa yang kurasakan pada pria itu. setelhanya, tanpa mau membuang waktu lagi aku segera pergi membawa Taemin.

“Min Gi-ya..Han Min Gi dengarkan dulu penjelasanku” tidak ku hiraukan teriakan Donghae oppa yang terus memanggilku. Masa bodo dengan orang-orang yang saat ini memandang pertengkaran kami. Urat malu ku sudah nyaris putus, yang aku inginkan saat ini adalah pergi menjauh dari kerumunan ini.

Sesampainya dirumah aku langsung menuju kamarku, memeluk bantalku dan mengeluarkan semua airmata yang sudah tidak kuat untukku tahan. Aku benar-benar merasa kecewa, ternyata namja yang selama ini kucintai dan kukagumi tega berbuat jahat seperti itu padaku.

 

Tok..tok..tok

noona…gwenchana? mian seharusnya kita tidak pergi kesana, sekarang suasana hatimu malah bertambah buruk”

gwenchanayo Taemin-ie, aku justru puas sekarang karena mengetahui alasan Donghae oppa memutuskanku. Kau tidak perlu mencemaskan ku aku lagi, baik-baik saja. Sungguh” aku mencoba tersenyum, meyakinkan Taemin bahwa aku memang baik-baik saja. Sungguh aku tidak ingin membuat adik ku ini merasa cemas.

arraseo noona

*****

Untuk apa aku menangisi nappeun namja itu lagi, masih banyak teman-teman yang menemani hari-hariku. Mereka bahkan bisa mengukir senyum diwajahku dengan semua candaan dan obrolan yang mereka tawarkan. Setelah asyik bersenda gurau dengan mereka, aku mulai merebahkan tubuhku untuk duduk kembali di kursiku. Seperti biasa sambil menunggu dosen aku akan mendengarkan musik melalui headset sambil membaca komik sampai akhirnya Kyuhyun datang dan aku sudah bisa menebak apa yang akan ia lakukan. Dia pasti mau menggodaku lagi.

“untuk apa kesini, aku sedang tidak mood berdebat dengan seorang maniak game” seruku ketika ia sudah duduk manis disebelahku.

aigoo galak sekali yoeja ini, kau baik-baik saja kan? Apa kau mau menemaniku kesuatu tempat?” mengerutkan keningku sebentar, aku merasa curiga dengan pertanyaan nya itu. tidak biasanya ia bertanya baik-baik seperti itu.

gwencahanayo, kau ini gila ya sebentar lagi kan dosen masuk untuk apa pergi?” aku baru sadar ketika mengingat kejadian kemarin. bukankah Kyuhyun menjadi salah satu saksi luapan emosiku terhadap Donghae oppa. Ah apa ia akan meledek ku karena kejadian menyebalkan itu.

“sekali-kali kita membolos untuk menenangkan pikiran, kajja!!” dia langsung menarikku dan membawa serta tasku meninggalkan kelas ini, dan kenapa aku juga langsung pasrah menerima ajakannya?

Butuh waktu 15 menit dengan menggunakan motor besar Kyuhyun untuk sampai ketempat tujuannya. Disini aku bisa melihat suasana yang sangat menentramkan hati. Dia membawaku ke taman dekat sungai Han. Wah How beautifull this river! Cantik sekali sungai ini belum lagi pemandangan yang disuguhkan taman ini. Harus kuakui jika Kyuhyun tidak salah mengajakku ketempat ini.

“begini…. ada yang mau kukatakan padamu” sedang asyik-asyik nya mengagumi keindahan ini, tiba-tiba suaranya membuatku harus tersadar dari lamunan ini.

mwo? Katakan saja kyuhyun-ah. Tapi ngomong-ngomong, terima kasih karena sudah membawaku ke tempat indah ini” jawabku seraya tersenyum. Perlu diketahui bahwa aku jarang sekali mengeluarkan senyum manis ini didepan Kyuhyun.

Choaheyo (aku menyukaimu) saranghaeyo….” a..apa ini? Kyuhyun sedang tidak sakit kan? Ucapan nya itu sontak membuatku berpaling dari keindahan alam ini menuju wajahnya.

mworago? Hei candaan mu kali ini tidak lucu”

“aku serius, Min Gi-ya aku tidak bisa untuk tidak sehari saja menggodamu, tidak bisa untuk melihatmu sedih, tidak bisa sehari saja tidak melihat senyummu. Serius….aku benar-benar menyukaimu” panjang lebar ia berbicara seperti itu, tapi aku hanya bisa terdiam heran. Bagaimana bisa namja yang selalu bersikap buruk padaku menyatakan perasaan nya sekarang.

“yak jangan hanya menatapku, nanti bisa-bisa kau terkena diabetes karena terus memandangi wajahku yang manis ini. Han Min Gi aku iingin tahu, apa kau mencintaiku juga? Jika aku menginginkanmu untuk menjadi kekasihku, apa kau mau?” apa ia benar-beanar serius dengan perasaan nya? terus terang saja, dada ku begitu berdebar ketika pernyataan nya itu keluar dari mulut nya begitu saja. Untuk kali ini, bolehkan aku mempercayai Kyuhyun? menjadikannya obat untuk luka di hati ku ini.

n…nado choayo, ye aku mau” akhirnya kata-kata itulah yang yang keluar dari bibirku.

mwo? hanya menyukaiku, tidak mencintaiku?”

ne nado saranghaeyo evil devil” jawabku mantap seraya tersenyum kembali dan menatapnya lekat-lekat.

jeongmal? Ah sudah kutebak pasti kau juga menyukaiku, mana ada yang tidak terpesona oleh namja tampan sepertiku ini”

mwo? Apa kau bilang? tch jangan sampai sikap narsismu ini mengubah ….”

Belum sempat kuteruskan kata-kataku, bibirnya sudah menyentuh bibirku. Memberikan kesan hangat saat bibir kami saling bertemu. Ciuman nya begitu menuntut sehingga membuat kami harus saling bertukar saliva dan beradu lidah. Tidak kusangka jika ia pintar bercumbu, aku kira di hanya bisa bermain game dan menggodaku. Lagi, Ia memegang tengkuk ku, mendorongnya agar bisa memperdalam ciuman kami. Dan akupun hanya bisa menikmati serangan yang diberikan namja evil itu padaku dengan mengalungkan kedua lenganku ke lehernya agar memudahkan aktivitas kami ini. Sungguh ia membuat ciuman pertama kami benar-benar terkesan.

“kau tidak akan mengubah perkataanmu dan perasaanmu dengan mudah kepadaku Han Min Gi” ucapnya parau ketika kami. Mendengar ucapannya, aku hanya bisa menunduk malu karena bisa kupastikan wajahku sudah merah padam.

“hei kodok, mukamu merah kkk~” serunya sambil menertawaiku dengan puas, ah sungguh menyebalkan.

“yak! berhenti menggodaku”

“tapi kau suka kan kugoda setiap hari?”

ani..” dia malah mencium kedua pipiku, keningku dan kedua mataku.

“ya berhenti melakukan itu, kau membuatku malu sekarang” aku yakin wajahku pasti sudah seperti tomat, ottohke? Aku benar-benar malu.

“tidak, sebelum kau bilang ‘saranghaeyo Cho Kyuhyun’ atau kau mau bibirmu yang manis itu hilang karena terus kucium” ia memajukan wajahnya kearahku dan bersiap untuk mencium bibirku lagi. Ish pria ini memang pemaksa yang menyebalkan.

“baiklah, saranghaeyo Cho Kyuhyun! kau puas?” seruku mantap kepadanya. Entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan yang berbeda pada nya? tapi sekarang aku yakin bahwa aku memang mencintai pria ini. Pria yang bisa membuatku merasa ketagihan akan sikap menyebalkannya. Pria yang selalu bisa membuatku merasa diperhatikan karena sikap jahilnya. Mungkin Kyuhyun bukanlah pria yang romantic, tapi percayalah…ia memiliki cara lain untuk bisa membuat jantungku berdebar kencang.

nado saranghaeyo Han Min Gi” ucapnya seraya tersenyum, ya tuhan dia bisa membuatku jantungan bila terus memamerkan smirk evilnya itu.

Evil Devil Beside Me

END

otte? kepanjangangan atau kependekan? Fyi, kisah KyuGi ga brenti sampai disini kok. Masih banyak sequel dan ide-ide yang mau aku tuangin buat kelanjutan kisah si KyuGi ini, once more, don’t forget to comment KyuGivers ^^ !

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

57 thoughts on “[KyuGi’s Story] Evil Devil Beside Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s