Posted in Family, Humor, KyuGi Series, Romance

[Series of KyuGi’s Story] I Try to Understand You

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi,  Taemin Han, Song Ji Eun, Sim Changmin, Lee Jonghyun

Genre : Romantic, Comedy, Family

Rate : PG 15

Annyeong! Ada cerita baru dari KyuGi. Disini akan lahir cast baru juga untuk menemani kisah Kyuhyun & Han Min Gi. Oke saya ga akan banyak cuap lagi, langsung aja dibaca. Jangan lupa RCL nya yeorobeon 🙂

Kyunghee University

“Min Gi-ya!” Kulihat Kyuhyun sedang membawa beberapa dokumen ditangannya, ia sedikit berlari menghampiriku yang sedang makan siang bersama sahabatku Song Ji Eun dikantin kampus.

Wae geure? Tak usah lari-lari seperti itu, kau sudah makan belum?” Kyuhyun tidak langsung menjawab, ia lebih memilih merebahkan tubuhnya untuk duduk sambil bersandar dibahuku. Gez… Bisakah bocah ini melihat tempat jika ingin bermanja-manja padaku?

“Aku sedang tidak lapar, jeogi ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Sebelum kau bicara, ada baiknya berhenti bersandar dibahu Min Gi seperti itu. Kyuhyun-ah….ini tempat umum jika kau lupa, memalukan sekali kau ini.” Ji Eun yang sejak tadi melihat tingkah Kyuhyun hanya mampu berkoar karena risih melihat sikap manja pria ini yang terang-terangan mengundang banyak mata melihat ke arah kami.

“Jangan iri Song Ji Eun. Sana cari kekasihmu sendiri, kau pasti akan mengerti bagaimana perasaanku saat melakukan ini he he.” Ji Eun hanya mampu mendengus sebal dan melanjutkan makan siangnya. Berbeda dengan Kyuhyun yang kini membenarkan posisi duduknya untuk menatapku lamat-lamat.

“Ada apa Kyuhyun-ah?

“Aku akan pindah fakultas Min Gi-ya.”

MWO?” Teriakku berbarengan dengan Ji Eun, astaga apa aku salah dengar? tapi kurasa pendengaranku masih normal.

Kau! kenapa bicara seperti itu? Kau sedang tidak bercanda kan?” Aku menyentuh kening Kyuhyun dengan telunjukku berusaha mencerna setiap kata-katanya. Tapi agaknya ucapannya tadi tidaklah main-main.

“Aku serius kodok, sejujurnya aku tidak ada minat dengan jurusan yang ku ambil sekarang. Sebenarnya aku mengambil jurusan pendidikan karena dipaksa oleh appa. Tapi setelah kupikir-pikir, lebih baik aku pindah jurusan saja mumpung kita masih di semester 3.” Panjang lebar ia menjawab seraya menyingkirkan telunjukku  dari  keningnya.

“Kalau begitu kita tidak akan sekelas lagi Kyuhyun-ah.” Ji Eun menyesap orange jus milikknya dan membalas perkataan Kyuhyun barusan dengan tampang sedikit kecewa.

“Ya! Min Gi–ya gwenchana?” Setelah berhasil mencerna setiap ucapan Kyuhyun barusan, aku tersadar dari lamunanku ketika Ji Eun mulai menyikut lengan ini.

N..ne gwencahanayo. Araseoyo Kyuhyun-ah, aku mengerti dengan maksudmu. Tapi kau jangan macam-macam ya jika sudah berada dikelas baru. Jangan genit pada yoeja manapun, dan satu hal lagi! Jangan usil atau jahil pada yoeja lain, aratchi!”

“Aigoo…lihat sahabatmu ini Ji Eun-ah, dia sedang cemburu ha ha. Hei, kau tenang saja kodok, memang kapan aku genit terhadap yeoja lain? aku ini pria yang setia, jadi kau tenang saja.”

“Min Gi-ya, sejak kapan kau jadi seperti ini terhadap namja? ini benar-benar bukan gayamu.” Aku pun heran kenapa bersikap seperti ini kepada Kyuhyun. Yang jelas aku hanya tidak ingin Kyuhyun berpaling dariku, terlebih lagi mungkin kami akan jarang bertemu jika ia sudah pindah fakultas.

“Memangnya kau akan pindah ke fakultas apa?”

“Aku akan pindah ke fakultas teknik informatika, aku sangat tertarik dengan hal-hal berbau jaringan. Mungkin saja nanti aku akan bisa menjadi IT yang hebat dimasa depan.” Ucapnya yakin dengan menampilkan smirk khasnya. Tidak heran ia memilih jurusan itu. Melihat dari kesehariannya yang senang berkutat dengan gadget, aku sangat yakin bahwa Kyuhyun memang menaruh minat pada bidang itu.

Mau apa lagi, terus terang aku benar-benar terkejut ketika Kyuhyun mengatakan bahwa ia akan pindah fakultas. Sejujurnya aku sangat tidak ingin berpisah dengannya, walaupun kami masih berada dikampus yang sama. Tapi sekarang aku harus rela kami berpisah kelas.

Bolehkah aku jujur? Salah satu ketakutanku ketika tidak satu kelas dengan Kyuhyun karena aku tidak bisa menjangkaunya dari dekat. Katakanlah bahwa aku begitu takut jika Kyuhyun akan tergoda oleh yeoja lain. Mengingat ia adalah salah satu namja tampan yang di idolakan seisi yeoja di kampus.

Aku juga heran kenapa aku baru menyadari pesona dan ketampanannya sekarang? Tsk, sudahlah…daripada terus mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti terjadi, lebih baik aku berpikir positif saja. Toh ini semua demi masa depan Kyuhyun. Sebagai kekasihnya bukankah seharusnya aku mendukung semua keputusannya?

*****

Ucapan Kyuhyun tentang mutasinya bukanlah bualan semata. Ia benar-benar sudah resmi menjadi mahasiswa fakultas teknik informatika. Mendengar dari ceritanya, ia merasa lebih nyaman dan lebih menyenangkan berada di kelas baru. Semua itu karena setiap pelajaran yang diajarkan benar-benar membuatnya semakin tertarik. Selain itu ia bisa mencerna setiap pelajaran dengan lebih mudah, karena memang jurusan itu yang dari dulu ia inginkan.

Kyuhyun mengatakan bahwa mengikuti pelajaran dibidang pendidikan yang membuatku sangat bosan. Disana ia harus mengerti bagaimana cara mengajar yang baik, bagaimana memahami psikologi seorang murid, sungguh semua itu benar-benar bukan seleranya. Katanya, “Jangan mentang-mentang appa seorang kepala sekolah, jadi aku harus mengikuti jejaknya sebagai seorang guru.”

Jika boleh jujur, sebenarnya Kyuhyun termasuk salah satu mahasiswa terpintar di Universitas ini. Walaupun dulu ia belajar ilmu pendidikan dengan ogah-ogahan tapi nilai-nilai IP nya selalu bagus. Namun aku bersyukur dengan semua yang sudah terjadi, pada akhirnya Cho ahjussi mau mengerti dan menyetujui keinginan Kyuhyun untuk pindah jurusan.

Ngomong-ngomong sudah satu bulan semenjak Kyuhyun pindah ke fakultas barunya, dan sudah dua minggu ini kami jarang bertemu. Sekalinya kami bertemu hanya berpapasan dan saling menyapa saja, dua minggu belakangan ini Kyuhyun dan kedua temannya dipilih untuk memberikan pelajaran tambahan kepada adik kelasnya. Bisa dibilang dia dan kedua temannya itu menggantikan asisten dosen yang sedang izin satu bulan untuk pulang kampung karena ibunya sedang sakit. Oleh sebab itu Kyuhyun dan kedua temannya dipilih oleh dosen mereka untuk menggantikan posisi AssDos itu.

Jangan heran jika Kyuhyun yang baru semester 3 dipilih menjadi salah satu AssDos, itu semua karena ia merupakan salah satu mahasiswa yang mendapat nilai memuaskan. Aku cukup senang mendapat kabar itu darinya, tapi disatu sisi aku sedikit kecewa karena sudah dua minggu ini kami jarang berkomunikasi karena kesibukan Kyuhyun. Belum lagi banyak tugas-tugas menumpuk yang harus ia selesaikan. Ingin sekali aku mengerti posisinya. Tapi sebagai seorang kekasih, aku merasa sedikit kesepian.

Hari ini aku berniat mengunjungi kelasnya dan memberikan bekal yang aku buat pagi tadi. Sesampainya di kelas Kyuhyun, kulihat ia  sedang membereskan beberapa dokumen bersama kedua temannya  yang kuyakini adalah partner Kyuhyun yang juga merangkap sebagai AssDos.

Annyeong hasseyo.” Sapaku ketika sampai didepan pintu dan sontak membuat Kyuhyun dan kedua temannya terkejut dan memandangiku.

“Oh annyeong hasseyo, nuguya?” Jawab salah satu teman Kyuhyun yang berperawakan tinggi.

“Min Gi-ya! sedang apa kau disini?” Aish kenapa Kyuhyun bertanya seperti itu. Apa dia tidak rindu padaku?

“Kau mengenalnya?” Sambung temannya lagi yang menurutku lebih tampan dari teman yang satunya itu. Apa semua anak tekhnik memang tampan?

“Ya, dia adalah yeojachingu ku.”

“Woah….kau tidak pernah cerita bahwa kau mempunyai yoejachingu. Annyeong hasseyo, Sim Changmin imnida bangapseumnida.

Annyeong hasseyo, Lee JongHyun imnida mannaseo bangapseumnida agassi.”

Ah ye, naneun Han Min Gi imnida bangapseumnida Changmin-ssi, JongHyun-ssi.” Ucapku membungkuk memperkenalkan diriku kepada dua namja disamping Kyuhyun.

“Masuklah Min Gi-ssi, jangan berdiri di depan pintu terus.” Pria yang baru saja kuketahui bernama Changmin tersenyum memintaku memasuki kelas. Baik juga teman baru Kyuhyun ini.

“Ada apa kau kemari?” Celetuk Kyuhyun ketika aku menghampirinya. Aigo namjachingu ku benar-benar menyebalkan. Bisa-bisanya ia bicara ketus seperti itu terhadapku dihadapan kedua temannya.

“Ini, aku mau menyerahkan bekal untukmu. Kurasa akhir-akhir ini kau sibuk jadi makanmu pasti tidak teratur.”

Daebak! Aku jadi ingin memiliki yeojachingu. Sepertinya menyenangkan bila ada yeoja yang perhatian dengan kita, benarkan Changmin-ah?”

Keuji-keuji, kau beruntung sekali Kyuhyun-ah! Yeojachingu mu juga cantik.”

“Kalian bicara apa? Min Gi-ya gomawo untuk bekalnya. Aku akan makan bekal ini setelah pekerjaanku selesai.”

“Memangnya masih ada kerjaan? ini kan sudah jam 3 sore?” Tanyaku dengan nada cemas, memang masih ada kelas di jam sore begini.

“Tentu saja, aku akan mengajar kelas irreguler setelah merapikan dokumen-dokumen ini. Lebih baik kau pulang sekarang.”

Aniyo, aku  ingin menunggumu selesai mengajar Kyuhyun-ah. Setelah itu kita pulang bersama.” Jujur saja aku rindu pulang bersama dengannya, seminggu ini kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Jadi wajar bukan jika aku benar-benar ingin memintanya pulang bersama.

Aniya! aku akan pulang malam dan aku tidak mau kau menungguku sendirian sampai malam. Lebih baik sekarang kau pulang, nanti malam akan ku telepon.”

“Kyuhyun benar Min Gi-ssi, lebih baik kau pulang sekarang. Percuma menunggu kami karena kelas irreguler selesai jam 7 malam, bisa-bisa nanti kau berlumut karena terlalu lama menunggu.” Sambung Changmin menjelaskan. Aku tidak peduli seberapa lama ia akan pulang. Tapi melihat Kyuhyun yang tidak ingin aku menunggunya lama disini, aku bisa apa? Daripada memulai perdebatan, lebih baik kuturuti saja perintahnya.

“Baiklah aku pulang sekarang, jangan lupa untuk makan bekalmu Kyuhyun-ah! Aku duluan Changmin-ssi, Jonghyun-ssi.” Pamitku dan berlalu pergi meninggalkan ketiga namja itu.

“Hati-hati dijalan Min Gi-ya.” Pinta Kyuhyun mengantarkanku hingga kedepan pintu kelas.

Ne annyeong Min Gi-ssi.” Changmin dan Jonghyun melambaikan tangan dan tersenyum kepadaku.

Mau tidak mau aku pulang sendiri lagi, padahal aku sudah berniat untuk pulang bersama Kyuhyun. Aish apakah ini risiko mempunyai namjachingu pintar seperti Kyuhyun? Lebih baik aku berpikir positif. Lagipula Kyuhyun bilang nanti malam dia akan meneleponku. Mengetahui hal ini saja sudah membuatku tidak sabar menunggu telepon darinya. Aku benar-benar merindukan suaranya di telepon.

Sesampainya dirumah aku langsung menanggalkan pakaian dan menutup tubuhku dengan handuk untuk beranjak menuju kamar mandi. Kurasakan air dari shower menyiram seluruh tubuhku, rasanya benar-benar segar. Mengingat diperjalan tadi cuaca panas jadi kuputuskan untuk segera mandi ketika sampai dirumah. Setelah selesai membersihkan diri, segera kuayunkan langkah menuju lemari pakaian dan memilih piyama untuk kugunakan. Aku memilih piyama lengan panjang beserta celana panjangnya dengan motif bunga berwarna hijau. Setelahnya aku beranjak keluar kamar menuju ruang makan untuk makan malam bersama eomma dan namdongsaeng ku, Kenapa hanya bersama eomma dan namdongsaeng ku? karena appa ku sudah meninggal ketika aku berumur 15 tahun, jadi sekarang aku hanya tinggal bersama mereka berdua.

Noona, kenapa akhir-akhir ini Kyuhyun hyung jarang berkunjung ke rumah? Apa kalian putus?” Pertanyaan Taemin di sela-sela makan malam kami membuatku tersedak. Pertanyaan, macam apa itu? dasar bocah ini.

“Uhuuk..uhuk! ya Taemin-ie! jangan bicara seperti itu, aish kau ini! Kyuhyun sedang sibuk karena menggantikan AssDos yang 1 bulan ini cuti.”

“Ah pantas saja.” Taemin kembali memasukan nasi ke dalam mulutnya, benar-benar bocah ini! Tingkat rasa penasarannya jadi makin bertambah saja.

“Hebat sekali, Kyuhyun baru semester 3 sudah diangkat menjadi AssDos, kau harus mencontoh kekasihmu Min Gi-ya.” Cibir eomma membanggakan Kyuhyun, sebenarnya aku juga iri dengan maniak game sepintar itu.

Setelah selasai makan aku membantu eomma membereskan piring dan  mencuci peralatan makan yang tadi kami gunakan. Aku harus cepat-cepat menyelesaikannya, siapa tahu android ku akan segera berbunyi.

“Sudah jam 8 tapi Kyuhyun belum juga menelponku.” Kulihat layar ponsel tapi sama sekali tak ada missed call ataupun berbunyi, kemana kekasihku? aku sangat merindukannya.

Setelah menunggu selama 1 jam mau tak mau aku yang menelponnya duluan, awas kau Cho Kyuhyun jika tidak menjawab panggilanku lagi!

Tut..tut…tut….

“Dia tidak menjawabnya, coba kutelepon lagi.”

Tut…tut…tut…

“Maaf nomor yang anda tuju-” Ya! Cho Kyuhyun kau ini sedang apa sebenarnya? aku tidak akan menyerah akan kutelepon lagi.

Tut..tut…tut…

“Yeobseyo?” Akhirnya dia menjawab.

“Kyuhyun-ah kau ini kemana saja? daritadi aku menunggu telepon darimu.”

Mianhae Min Gi-ya aku sedang sibuk jadi aku lupa menelponmu. Maaf ya, hem?”

“Lupa? Yang benar saja! Lalu kenapa teleponku tidak kau angkat tadi?” Tanyaku dengan nada meninggi.

“Aku sedang sibuk mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok, maaf aku tidak bisa menemanimu mengobrol. Kau sudah makan?” Tanya nya cepat.

“Ya aku sudah makan, kau sendiri?”

“Aku juga sudah makan. Sudah ya Min Gi-ya aku harus segera menyelesaikan tugas ini. Jangan tidur malam-malam jaljjayo..”

Biip….. seketika sambungan terputus.

Aku hanya mampu menatap nanar layar ponselku. Aish benar-benar namja itu, apa dia benar-benar sangat sibuk sampai menelponku pun lupa! Semoga saja kau tidak berubah Kyuhyun.

Jaljjayo uri Kyuhyun” Ucapku membatin masih tidak terima dengan telepon singkat kami tadi.

*****

“Hei! Min Gi-ya kau sudah dengar kabar bahwa anak-anak teknik semester 1 banyak yang mengincar Kyuhyun. Belum lagi ada banyak sunbae yoeja dari fakultas lain yang membicarakan namjachingu mu itu, aku menguping ketika pergi ke kantin tadi. Ternyata Kyuhyun semakin populer saja ya.” Pekik Ji Eun seraya menepuk pundakku. Mendengar penuturannya, sontak membuatku berhanti dalam membaca komik untuk segera menghadap ke arah Ji Eun.

“Kau bilang apa? Yeoja? Semester 1? Memangnya ada yeoja difakultas teknik?” Tanyaku penasaran, setahuku sangat jarang ada yeoja yang mengambil jurusan teknik informatika. Walaupun ada pasti itu wanita-wanita tomboy, mungkin.

“Ini zaman modern, kau ini kuno sekali. IT zaman sekarang tidak hanya namja, banyak juga yeoja-yeoja yang menjadi IT hebat yang tidak kalah dengan namja.” Benar juga apa yang dikatakan Ji Eun, ah aku jadi penasaran dengan yeoja-yeoja di fakultas teknik informatika. Lebih baik aku lihat saja sendiri kesana. Tanpa mau membuang waktu lagi, segera kutuntun lengan Ji Eun dan membawanya ke gedung fakultas teknik untuk menemaniku melihat yeoja-yeoja disana. Semoga saja mahasisiwi teknik tidak ada yang cantik.

Astaga rasa takutku semakin parah saja!!!

“Yak! Kita mau kemana?” Ji Eun merasa penasaran karena kupaksa untuk mengikutiku.

“Sudah jangan banyak tanya temani aku saja.”

Sesampainya di gedung tekhnik, aku langsung melihat ke setiap kelas. Sejujurnya aku penasaran sekali dengan yeoja-yeoja difakultas ini. Aku tidak peduli dengan kelas yang sedang belajar, aku mengintai seperti penguntit karena takut ketahuan oleh para dosen yang sedang mengajar.

Dan ternyata dugaanku selama ini salah! kukira yeoja-yeoja di fakultas teknik terkesan tomboy tapi ternyata mereka cantik-cantik. Astaga, aku jadi merasa tersaingi! Bagaimana bila Kyuhyun nanti tergoda oleh para yeoja itu.

“Hei Min Gi-ya, kita sudah seperti penguntit saja mengintip ke setiap kelas. Ini memalukan sekali.” Aku tidak mempedulikan ucapan Ji Eun, yang jelas sekarang rasa penasaranku sudah hilang.

Yeppoda.” Secara reflek mulutku berseru pelan karena terkesima menatap para yeoja di fakultas teknik ini. Jujur saja gaya mereka keren walaupun ada beberapa yang terlihat tomboy tapi tetap terlihat cantik.

“Sudah puas? sekarang kita pergi, kajja!” Bisik Ji Eun dan langsung menyeretku menuju kalas kami.

Kyuhyun pasti betah di jurusan yang ia ambil sekarang karena selain ia menyukai hal-hal yang berbau jaringan internet, ia juga mendapatkan ilmu-ilmu yang memang ia inginkan. Ditambah lagi pemandangan para yeoja yang cantik digedung fakultas ini. Aish kenapa aku jadi pencemburu berat begini?

Sesampainya  dikelas kuambil earphone dan langsung kupasang dikedua telingaku untuk memainkan lagu-lagu yang sudah tersimpan difolder playlist MP3. Masa bodo dengan celotehan Ji Eun, yang jelas aku butuh mendengarkan lagu-lagu dan membaca kembali komik ini untuk membuat moodku menjadi lebih baik.

“Jangan tekuk wajahmu seperti itu. Kau jadi semakin terlihat jelek Min Gi-ya.”

“Biar saja, mood ku sedang tidak bagus Ji Eun-ah”

“Aish jinjja yeoja ini!”

“Han Min Gi!” Seperti ada yang memanggilku. Reflek, aku mencabut headset dari kedua telinga ini untuk memastikan jika pendengaranku memang benar.

Aigo kodok ini masih saja suka membaca komik dikelas.” Apa aku tidak salah lihat, itu Kyuhyun! pria yang sudah 3 minggu ini jarang bersamaku sekarang memunculkan batang hidungnya tepat diwajahku.

“Kyuhyun-ah k…kau-”

“Han Min Gi!” seperti ada yang memanggilku. Reflek, aku mencabut headset dari kedua telinga ini untuk memastikan jika pendnegaranku memang benar.

aigo kodok ini masih saja suka membaca komik dikelas” apa aku tidak salah lihat, itu Kyuhyun! pria yang sudah 3 minggu ini jarang bersamaku sekarang memunculkan batang hidungnya tepat diwajahku.

“Kyuhyun-ah k…kau…”

v38

“Kenapa? Kau seperti melihat Hyun Bin ketika melihatku.” Godanya seraya menempelkan dagu diujung mejaku, aish ingin sekali aku memeluk namja dihadapanku ini. Tapi semua niat itu harus kuurungkan karena aku sadar ini dikelas dan tempat umum, bisa-bisa kami menjadi bahan tontonan jika aku memeluknya sekarang.

“Kenapa  bisa ada dikelasku?”

“Panjang umur sekali kau Kyuhyun-ah, baru saja aku dan Min Gi  dari gedung fakul- emph!” Membekap mulut lancang Ji Eun secepat yang kubisa. Aku tidak mau Kyuhyun mengetahuinya, bisa-bisa kadar kepercayaan dirinya bertambah bila dia tahu aku memata-matai gedung fakultas teknik.

Waeyo?” Kini Kyuhyun bertanya dengan raut penasarannya.

“Bukan apa-apa, oh ya kau mau apa kesini tumben sekali.”

“Ini juga kan kelasku, dulu!” Koreksinya cepat.

“Aku hanya ingin berkunjung. Lagipula aku ingin minta ditemani makan siang dikantin, mumpung waktu ku sedang longgar jadi aku ingin mengajakmu makan bersama, otte?” Ucapannya yang satu ini benar-benar membuatku senang bukan main.

Kajja Kyuhyun-ah!”

“Aku ikut yah.” Ji Eun memasang wajah puppy eyes nya, kenapa ia ingin sekali ikut makan bersama kami.  Dia tidak tahu ya jika aku hanya ingin berduaan dengan Kyuhyun.

shireo! kau makan dengan yang lain saja aku sedang ingin makan dengan yoejachingu ku.” Wah pengertian sekali namjaku ini bisa mengerti apa yang sedang kurasakan.

“Dasar pelit. Baiklah cepat pergi, habiskan waktu berkualitas kalian.” Celoteh Ji Eun menggerakan kedua tangannya untuk mengusir kami.

—–

“Pelan-pelan, nanti kau tersedak” Melihat Kyuhyun makan dengan lahap seperti itu membuatku kenyang, dia seperti orang yang sudah tidak makan berminggu-minggu. Ini pasti karena kesibukannya, jadi ia mengabaikan jam makannya.

Gau ghendirhi hidag maghan eo? (kau sendiri tidak makan, eoh?)” Kyuhyun masih bisa bertanya dengan mulut penuh jajjangmyeon. Umur berapa dia? makan saja bisa belepotan seperti ini. Ku ambil tisue yang tersedia diatas meja lalu me-lap mulutnya yang penuh dengan noda jajjangmyeon.

“Aku akan makan nanti. Astaga kenapa mulutmu belepotan sekali? Cara makanmu ini benar-benar seperti anak TK saja.”

Setelah selesai makan dia memukul-mukul pelan perutnya, sudah pasti ia merasa kenyang. Lihat piring jajjangmyeonnya saja sampai bersih begitu, lalu orange jusnya pun sudah habis tak tersisa di gelas. Apa dia benar-benar kelaparan? Kasihan sekali.

Kuangkat  kedua tanganku ke atas meja, menempelkan kedua sikutku dengan sempurna disana.  Kini kedua punggung telapak tanganku sudah terlipat sempurna menopang daguku diatasnya kulihat wajahnya secara teliti, bibir tebalnya yang merah, kedua matanya yang indah dan hidung mancungnya. Aku hanya ingin melampiaskan rasa rinduku akan wajahnya ini. Tsk, Benar-benar sempurna makhluk ciptaan tuhan yang ada dihadapanku sekarang. Tapi kegiatanku ini tidak berlangsung lama ketika ada seorang yeoja berambut pendek datang menghampiri kami.

“Annyeong oppa.” Sapanya melambaikan kedua tangannya. Tunggu, dia bilang apa barusan?  Oppa?

Eo sulli-ya.” Kyuhyun menjawab seraya tersenyum.

Oppa sudah makan? Aku baru mau pesan makanan, oppa mau?”

“Tidak terima kasih. Aku baru saja selesai makan dan sekarang aku sudah sangat kenyang. Lihat piring dan minumanku sampai bersih begini ha ha ha.” Bisa-bisanya ia memerkan senyum itu kepada yeoja lain. Serius, kenapa tiba-tiba udara disekitarku berubah menjadi panas?

“Baiklah kalo begitu aku duluan oppa annyeong.” Pergi sana yang jauh dan jangan menyapa namjachingu ku lagi!

Annyeong sulli-ya.

Nuguya?” Tanpa basa-basi langsung aku bertanya siapa yeoja, itu sepertinya mereka dekat.

“Dia adik kelasku, Sulli. Kebetulan aku mengajar dikelasnya menggantikan AssDos yang sedang cuti itu.”

Mwo? Jadi dia anak semester 1? Lalu kenapa ia harus memanggilmu ’oppa’? Kurasa sunbae lebih pantas.”

“Jangan bilang jika kau sedang cemburu?” Ucapnya meledek dan menarik hidungku, kebiasaan sekali dia melakukan hal ini pada hidungku.

“Hah! Tentu saja tidak!”

Gotjimal! Tsk, sudahlah kuantar kau ke kelas sekarang.”

“Hem.” Aku hanya menggumam seadanya. Tsk, apa sekarang kami harus berpisah lagi? Demi Tuhan, aku belum puas menghabiskan waktu dengannya.

*****

Kyuhyun POV

Satu bulan sudah aku mengganti posisi AssDos bersama Changmin dan Jonghyun, awalnya kukira aku tak akan bisa melakukannya. Namun agaknya ungkapan ‘buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya’ benar-benar terjadi padaku. Aku sadar tidak memiliki minat menjadi seorang guru, tapi nyatanya aku mampu untuk menjalankan perkejaan itu sama seperti ayah. Meskipun aku tidak se-ahli ayah dalam mengajar, tapi sedikitnya bakat seorang pendidik ayah mengalir kepadaku. Ditambah lagi ilmu yang kudapat  di fakultas pendidikan bisa kumanfaatkan dan tidak terbuang sia-sia.

Oh ya, sekedar informasi bahwa hari ini salah satu adik kelasku, Sulli yang berada dikelas yang sedang kuajar ini sedang berulang tahun. Oleh karena itu teman-teman sekelasnya tengah sibuk menyiapkan pesta kejutan untuknya. Aku diminta ikut bergabung oleh adik-adik kelasku, katanya selain untuk merayakan ulang tahun Sulli, mereka juga ingin merayakan pesta perpisahan untukku. Ya, tepat sekali karena hari ini adalah hari terakhirku mengajar dikelas ini.

Setelah semua sudah siap menyiapkan kejutan, Sulli muncul ke dalam kelas dan kami sontak berteriak dan menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Luna membawa kue ulang tahun yang sudah tertancap lilin indah dan Sulli pun meniupnya sampai api diatas lilin itu padam.

Saengil chukae Sulli-ya.” Seru  Luna kemudian memeluk Sulli disambut dengan tepuk tangan teman-teman sekelasnya.

“Terima kasih semuanya. Tapi Oppa bolehkan aku meminta sesuatu padamu?” Setelah selesai membuat harapan dan memotong kue, tiba-tiba Sulli mengajukan pertanyaan padaku. Dia mau minta apa? aku juga tidak menyiapkan hadiah karena aku baru diberitahukan oleh teman-teman sekelasnya bahwa hari ini ulang tahunnya.

Ah ye, kau ingin apa Sulli-ya?”

“Aku ingin foto bersamamu oppa.” Jika hanya itu tidak masalah bagiku.

“Tapi kau harus memeluk ku dari belakang.” Apa??? Apa aku tidak salah dengar? Berfoto dengan Min Gi saja tidak pernah seperti itu, kenapa aku harus berfoto dengan pose seperti itu pada yeoja lain selain yeojachingu ku.

“Bagaimana ya?” Kuusap tengkuk belakangku yang tidak gatal ini, berpikir apa aku mau menerima tawarannya itu. Terus terang saja jika bisa menolak, aku sangat ingin menolaknya.

“Ayo oppa hanya sekali saja, anggap saja itu kenang-kenangan untuk Sulli.” Pekik Luna memberi suara.

“Iya oppa ayolah!!!!” Kenapa sekarang semua teman-temannya meneriakiku? membuatku bingung saja.

“B..baiklah.” Semoga saja keputusanku ini benar. Lagipula dia ini hanya hobae ku. Sekali-kali menuruti kemauan hobae yang berulang tahun tidak apa-apa kan?

Hana dul set!” Luna mulai mengambil foto kami dengan camdig nya.

ITTUY

“Kuhyun-ah!!!” sontak mataku mengarah pada pintu kelas. God, kenapa Min Gi bisa ada disini? tanpa ba bi bu lagi, segera kususul ia yang tengah berlari meninggalkan kelas. Semoga Min Gi tidak salah paham.

 “Kuhyun-ah!!!” sontak mataku mengarah pada pintu kelas. God, kenapa Min Gi bisa ada disini? tanpa ba bi bu lagi, segera kususul ia yang tengah berlari meninggalkan kelas. Semoga Min Gi tidak salah paham.

 

*****

Min Gi POV

Aku berniat membawakan bekal lagi untuk Kyuhyun. Melihat cara makannya ketika dia mengajakku ke kantin tempo hari membuatku sadar bahwa ia butuh benyak asupan. Aku sadar dengan kesibukannya itu telah membuat jam makannya tidak teratur. Sesampainya di kelas Kyuhyun ternyata aku tidak menemukan satu orang pun disana. Apa dia sudah pulang? Ini baru jam 3 sore, apa dia sedang mengajar? Terpaksa aku harus kembali ke kelas karena tidak menemukan Kyuhyun disini.

Baru beberapa langkah meninggalkan kelas Kyuhyun, kudengar ada suara ribut sekali dari ruang kelas paling ujung. Karena penasaran kuberanikan diri melangkahkan kakiku menuju kelas itu. Seketika tubuhku melemas melihat pemandangan yang sekarang kulihat didepan pintu. Kyuhyun dan seorang yeoja tengah difoto bersama sambil  berpelukan, entah sejak kapan pipiku menjadi basah karena aku sudah tidak kuat untuk menahan air  mataku untuk tidak jatuh.

“Kyuhyun-ah!!!” Teriakku murka setelah melihat pemandangan yang membuat dadaku sakit, aku langsung berlari menggenggam bekal makanan yang tadinya ingin kuberikan untuk Kyuhyun. Berada digedung ini benar-benar membuatku sesak.

“Min Gi-ya! Han Min Gi!” Terdengar jelas suara teriakannya dari jauh. Namun aku tidak ingin menggubrisnya sama sekali. Yang saat ini ingin kulakukan hanya tidak ingin melihat wajahnya.

“Hei! Jangan salah paham aku bisa jelaskan semuanya.” Entah sejak kapan ia sudah berhasil menarik tanganku dan sekarang ia memelukku dengan erat, berani sekali pria ini memelukku setelah apa yang sudah ia lakukan dengan yeoja lain.

“Lepaskan aku, dan aku tidak ingin mendengarkan penjelasanmu.”

“Tidak akan! kumohon dengarkan penjelasanku dulu.”

“Kau tahu tidak betapa tersiksanya aku akhir-akhir ini karena kesibukanmu. Kau jadi berubah terhadapku, kau sama sekali tidak pernah ada waktu untukku. Jangankan bertemu, bahkan berkomunikasi pun jarang. Kau tidak pernah menelpon dan tidak pernah mengirimiku pesan lagi. Sejujurnya aku sudah berusaha untuk mengerti kau Kyuhyun-ah dan selalu berpikir positif! Bahkan tidak pernah mengeluhkan atas sikapmu yang tidak perhatian lagi terhadapku. Tapi setelah melihat pemandangan tadi, jujur saja kau benar-benar membuatku kecewa!”

Panjang lebar kuluapkan semua isi hatiku. Tidak tahan dengan hanya berdiam diri akhirnya semua rasa kesalku pada Kyuhyun keluar begitu saja. Aish menyebalkan sekali, kenapa aku harus terlihat lemah dihadapan pria bermarga Cho ini.

 “Maaf jika sikapku selama ini sudah keterlaluan, aku memang  kurang peka terhadap  perasaanmu Min Gi-ya. Tapi kejadian yang tadi kau lihat bukanlah apa-apa. Sulli adik kelasku, ia sedang berulang tahun. Kebetulan aku mengajar dikelasnya dan teman-teman sekelasnya menyiapkan pesta kejutan untuk merayakan ulang tahunnya. Dan Sulli meminta hadiah padaku untuk berfoto sambil memeluknya dari belakang. Sejujurnya aku juga tidak ingin melakukan itu  tapi aku tidak enak hati  karena tidak menyiapkan hadiah ulang tahun untuknya. Jadi mau tidak mau, aku menyanggupi permintaan itu.” Ia masih memelukku dan menjelaskan semuanya. Bukannya aku tidak ingin percaya, hanya saja hatiku benar-benar sulit untuk menerima semua penjelasannya karena sekarang semuanya telah dipenuhi oleh rasa cemburu.

Nan jinjja mideul su eobseo (aku benar-benar tidak percaya). Mungkin saja itu hanya alasan yang kau buat Kyuhyun-ah.”

“Uriga seoro saranghaetji? (Kita saling mencintai kan?) lihat aku! Aku benar-benar berkata jujur Min Gi-ya.” Kulihat kedua matanya mencari pandangan bahwa ia sedang berbohong padaku, tapi percuma aku tidak menemukan pandangan bahwa ia sedang berbohong. Yang kulihat adalah pandangan bahwa ia berkata apa adanya. Lagi-lagi aku harus lemah pada pria ini.

“A…aku percaya.” Ucapku parau  masih mengeluarkan air mata. Kenapa air mataku tidak mau berhenti!

Setelah mendengarkan jawabanku ia mulai melepas pelukannya dan tersenyum manis. Sial, aku benar-benar merasa meleleh jika melihat senyumnya itu. Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku memainkan hidungnya yang sudah menempel dihidungku. Ia memiringkan wajahnya untuk bisa mencium bibirku. Secara alami, ku kalungkan kedua tanganku kelehernya. Aku sendiri hanya mampu menutup mataku menikmati sentuhan lembut bibirnya yang sudah menepel sempurna dibibirku, ia melumat bibir bawah dan atasku bergantian.

Tidak mau kalah dengannya, akupun mulai membalas ciumannya. Menghisap bibir bawahnya bersamaan dengan saling bertukarnya saliva kami. Kugigit bibirnya pelan karena aku merasa gemas  dengan sikapnya kepadaku akhir-akhir ini.

Lobi gedung fakultas tekhnik menjadi saksi bisu kami dalam meluapkan rasa rindu. Beruntung saja kampus sudah mulai sepi karena ini sudah jam 4 sore. Dengan begitu aku bisa merasa lega karena tidak ada yang melihat kami yang sedang bermesraan dikoridor ini. Setelah beberapa menit kami berciuman, kurasa aku butuh oksigen tambahan.

“Kau jangan bersikap menyebalkan seperti itu lagi!” Ucapku yang masih mengalungkan kedua tangan dilehernya.

“Ya aku janji untuk tidak akan melakukan hal itu lagi.” Kyuhyun tersenyum sembari mencubit pelan hidungku.

*****

Sudah 3 hari ini Kyuhyun menyelesaikan tugasnya sebagai AssDos, karena sang dosen sudah kembali mengajar. Dengan begitu, akhirnya aku bisa benapas lega dan Kyuhyun ku kembali seperti dulu, tidak terlalu sibuk dengan tugas-tugas masa lalunya sebagai AssDos. Dan sekarang kami sedang makan bersama dikantin kampus. Aku duduk seraya mendengarkan musik di MP3 ku melalui earphone sambil menunggu Kyuhyun memesan makanan. Namun sedang asyik-asyiknya mendengarkan lagu, muncul lah yeoja genit yang tempo hari meminta berfoto bersama Kyuhyun dengan pose yang tidak-tidak.

Annyeonng hasseyo sunbae.” Sapanya manis kepadaku, tanpa basa-basi dia langsung duduk disebelahku. Hei siapa yang mengizinkan itu?

Annyeong hasseyo.” Mau tidak mau akupun membalas sapaannya. Setidaknya aku masih ingat untuk diajarkan sopan santun oleh orang tuaku.

Sunbae maaf atas perbuatanku tempo hari, sebenarnya aku yang meminta Kyuhyun oppa untuk berfoto seperti itu sebagai hadiah ulang tahunku.”

“Aku sudah tahu.” Jawabku dingin.

“Sebenarnya….aku menyukai Kyuhyun oppa, tapi ketika tidak sengaja melihat kalian kemarin di koridor….pokoknya setelah melihat kejadian dikoridor kemarin, aku tahu bahwa oppa sudah memiliki yoejachinguaku meraas patah semangat. Tapi sunbae, jika tiba-tiba Kyuhyun oppa tergoda olehku jangan salahkan aku, hem?”Bicara apa wanita ini! Tentu Kyuhyun ku bukan tipe pria genit. Ia tidak akan dengan mudah terpikat oleh wanita genit sepertimu!

Mworago?

“Ha ha aku hanya bercanda sunbae, itu saja yang ingin aku sampaikan. Jaga baik-baik ya namjachingu mu itu, sejujurnya banyak yeoja dikampus ini yang mengincarnya. Annyeong!” Dia pun pergi meninggalkanku dengan wajah tanpa bersalah setelah mengatakan hal-hal yang tidak-tidak padaku.  Tak lama kemudian,  Kyuhyun datang membawa makanan kami. Melihatnya yang tengah tersenyum membuatku berpikir bahwa pria ini tidak hanya tampan, tapi juga berkharisma. Pantas saja banyak mahasiswi yang menginginkannya.

“Kau! jangan macam-macam dengan yeoja lain, awas jika ketahuan olehku kau berbuat macam-macam lagi dengan yoeja lain! kucekik kau Kyuhyun-ah!” Seruku dengan nada mengancam, lalu melahap jajjangmyeon yang baru Kyuhyun bawa.

“Hei kenapa kekasihku jadi pencemburu seperti ini? Yak! Itu jajjangmyeon ku, kenapa kau makan! Kau kan tadi pesan ddeokboki Min Gi-ya. Aish yeoja ini benar-benar!” Biar saja dia berceloteh panjang lebar. Siapa suruh membuat hatiku panas? sekarang rasakan jajjangmyeon mu kulahap sampai habis.

 

-I Try to Understand You END

 

Ide FF ini muncul lantaran saya liat foto-foto SPAO for SJ and f(x), terutama fotonya Kyu yang lagi ngrangkul Sulli. Saya yakin banget pasti Sparkyu yang lain juga sama jealous nya dengan saya. Yah, intinya sih mereka emang cuma bersikap profesional, tapi jiwa fangirling aja  yang tiba-tiba muncul. Alhasil jadilah cerita ini. Teruuus, semoga kalian suka sama cerita-cerita KyuGi yang selanjutnya. Saya akan berusaha untuk membuat tulisan-tulisan amatir saya jadi layak untuk kalian baca 🙂 Sekian, see you on the next FF!

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

36 thoughts on “[Series of KyuGi’s Story] I Try to Understand You

  1. Maniak game dan maniak komik jadi 1. Wkk. Sama2 childish tapi sama2 ga nyadar.
    Kyu di sini bener2 evil , narsis, dan rada pervert ya.. Dah lama ga baca karakter dy yg kek gini.. #pelukKyu.
    Trus foto nya!!! Jujur aq bru liad lohh, dulu jarang update berita sih.. Bikin gondok abis!!
    MinGi-ya , ikat bae2 evil namja mu itu,! Dy terlalu mempesona.. Kalo perlu karungin aja. Wk.
    Nice ff eon

  2. Ckckck,, susah emang klo punya pacar keren n populer,, terima nasib aja MinGi,, kkk
    Puas dah tuh si Kyu ngakak gegara pacarny cemburu,, kkk
    Nice ff thor,,

  3. Donghae lgsung menghilang yak ? 😀 bagai ditelan bumi kekeke~ kirain dia bakal ngejer” min gi setelah diputusin…ntu si Evil enak yah main peluk”an segala ama Sulli >,< Sama aku dong pillll :3

  4. ffnya bagus..mau komen apa yah? kk~ aku bingung..pokoknya ffnya bagus..yaa walaupun masih penulisannya aja rada kurang pas..hehe..tapi baguss.. :*

  5. makanya kyu jangan berlebihan kali tebar pesona
    kan kan
    jadinya min gi sewot
    foto ama pacarnya sendiri gk pernah pake foto” ama cewek lain walaupun hanya teman
    cekik aja min gi kalo kyu macem” lagi

  6. Si maniak komik dan maniak game ^^
    Siapa yang tidak cemburu coba kalo kyu seperti itu???
    Apalagi godaan oh jangan d’tanya ><

  7. ahh nyesek jg di posisi min gi si kyu sibuk trs smpe lupain min gi yg prlu perhatian’y..tp syukur lah ya mrka sdh baikan lg..smga si kyu ga jelalatan mata’y sm cewe lain..hihihiii..

  8. Kyuhyun romantis deh waktu njelasin ke min gi klo dia foto sama sulli itu cuma buat kado. Emang klo liat fotonya itu jadi kesel sendiri. Walaupun tahu klo mereka itu cuma nyoba buat profesional. Tp tetep aja rasanya rada gimana gitu.

  9. Konflik pertama, karna kesibukan kyuhyun yg jdi assdos,, 🙂
    Nyebelin jga kyuhyun.y ngapain mau”.y aja d fto smbil meluk gtuh, sma min gi jga g gtuh,, tpi untunglah kyuhyun.y bsa ngerti kalo min gi btuh perhatian dia,, 😉
    Jdi permasalahan ga terlalu panjang.. Sulli bicara.y nyebelin walau bercanda jga.. Huh -_-

  10. Kecewa sih kyuhyun jadi ngabain min gi, si min gi pastinya galau tuh..
    Wahh.. Kaget juga waktu sulli minta foto bareng sama kyuhyun dg pose kaya gitu.. Dannnn.. Ketahuan min gi beneran kan.. Tapi masalah udah clear kan, mreka udah baikan lagi, hihihi. Keep writing eonn.. Fighting ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s