Posted in Family, KyuGi, Married Life, Romance, Sad

We Are Married By Love, Aren’t We? [Section 7]

WAMBLAW part 7

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho kyuhyun, Han Min Gi, and other

Genre : Sad, Romantic, Married Life

Rate : PG 17

Type : Chapter

 

 

*****

Previous

oppa nanti Jonghyun, temanku akan berkunjung kesini. Bolehkan dia berkunjung?”  aku berbasa-basi bertanya pada Kyuhyun oppa hanya untuk sekedar mencairkan susana canggung sarapan kami

“terserah kau” fyuh…lagi-lagi  hanya tampang dinginnya yang ia tunjukkan

“hei…mm..aku ingin bertanya sesuatu padamu?” aku mengalihkan pandanganku dari sepiring nasi goreng ini untuk menatapnya, ada apa dengannya? Kenapa wajahnya jadi serius seperti itu

“apa benar kau…tidak hamil?”

 

 

**We Are Married By Love, Aren’t We?**

 

 

“hamil?”

Sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut namja bermarga Cho itu sontak membuat wajah polos Min Gi terlihat bingung, belum lagi mata khas orang asia yang dimilikinya terlihat sedikit membesar karena terkejut. Pagi ini Kyuhyun benar-benar membuat sang istri terheran-heran, Kyuhyun begitu penurut ketika Min Gi menyuruhnya untuk mandi. Bahkan tak ada ocehan-ocehan pedas yang biasa ia lontarkan sebagai penolakan atas perintah Min Gi dan sekarang tak ada angin ataupun hujan, tiba-tiba namja ini bertanya tentang kehamilan. Apa Kyuhyun sedang sakit?

oppa kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” Min Gi mulai merasa canggung atas pertanyaan Kyuhyun, apa nampyeon(suami) nya ini mulai menyesal menikahinya karena sampai saat ini tidak ada tanda-tanda benih yang mungkin muncul dirahim Min Gi  atas perbuatan kotor mereka

geunyang (hanya saja)…..”

aniyo! Aku tidak hamil, bahkan bulan ini aku sudah datang bulan. Apa kau menyesal menikahiku?” sahut Min Gi cepat

eoh geure” Kyuhyun hanya tersenyum kecut menanggapi setiap ucapan Min Gi, berbeda dengan Min Gi yang sekarang terlihat sedih atas jawaban Kyuhyun. Kenapa namja ini tersenyum seperti itu, terlihat jelas jika ia memang benar-benar tidak mencintai Min Gi. Seolah senyumannya itu memberi jawaban secara tidak langsung jika ia memang tidak ingin memiliki keturunan dari seorang Han Min Gi

“kenapa wajahmu jadi tertekuk seperti itu?” kembali Kyuhyun menyuap sesendok nasi goreng china buatan istrinya

oppa jawab pertanyaanku, apa sampai detik ini kau merasa menyesal menikahiku?” dengan penuh keberanian yeoja bermarga Han itu menanyakan pertanyaan yang mungkin akan membuatnya sakit seperti tertusuk beribu duri atas jawaban yang akan muncul dari mulut suaminya

“tidak!”

ne?”

“sudah kubilang dari awal, aku menikahimu bukan karena kau hamil. Hamil atau tidak, aku tetap akan menikahimu nona Han”

Deg….walaupun nada bicara Kyuhyun datar dan dingin namun sukses membuat jantung Min Gi kembali berdetak tidak normal. Terselip rasa bahagia dihati Min Gi ketika namja ini melontarkan ucapannya, benarkah itu? Benarkah tanpa ia harus hamil Kyuhyun tetap akan menikahinya? Min Gi cukup puas dan terkesan dibuatnya, manis sekali  jawaban namja itu. Lalu apa alasan Kyuhyun menikahinya? Kyuhyun mencintai Min Gi atau…..? oke untuk pertanyaan barusan Min Gi sama sekali tidak mengetahui jawaban pastinya. Kyuhyun memang pintar untuk menyembunyikan perasaannya, Min Gi bahkan tidak tau perasaan apa yang sebenarnya Kyuhyun punya untuk Min Gi, suka kah? Cinta kah atau mungkin benci?

 

*****

Siang ini Jonghyun benar-benar menepati ucapannya untuk berkunjung kerumah Min Gi. Ia juga tak lupa juga dengan janjinya yang akan membelikan sahabatnya itu ice cream. Jonghyun masuk ke apartement  pengantin baru itu dengan semangkuk besar ice cream vanilla di dalam plastik yang ada digenggamannya. Dihadapannya sudah terpampang wajah manis sang sahabat yang tengah menyodorkan kedua telapak tangannya seperti anak kecil yang meminta permen dihadapan ayahnya. Astaga kenapa wajah yeoja ini jadi seperti anak kecil, begitu manis dan menggemaskan. Apa benar yeoja yang ada dihadapannya ini berumur 20 tahun?

“pesananku?” wajah Min Gi masih menampilkan wajah polos khas anak kecil, belum lagi sebuah aegyo ia  tunjukkan tanpa sadar kehadapan Jonghyun. Ingin rasanya Jonghyun mencubit pipi sahabatnya ini jika saja tidak ada namja yang sedari tadi berdiri dibelakang Min Gi dengan jarak 5 langkah

Jonghyun segera menyerahkan bungkusan ice cream itu kepada Min Gi. Dengan senang hati Min Gi menerimanya dan segera mengapit lengan Jonghyun untuk memasuki ruang TV apartementnya. Baru  satu langkah Min Gi berjalan, ia sudah dikagetkan dengan penampakan seorang namja yang berjarak 5 langkah didepannya berdiri  dengan memasang wajah arogan khas nya.

omo..oppa kau membuatku terkejut, sedang apa disitu?”

naneun (aku)?”

“daritadi suami mu sudah ada disitu” bukannya Kyuhyun yang menjawab, melainkan Jonghyun yang menyahut dengan nada tidak kalah dingin dari Kyuhyun

eo jeongmalyo?” Min Gi mengalihkan tatapannya dari Jonghyun menuju Kyuhyun, tidak mau terus-terusan menjadi objek dari istri dan sahabat istrinya itu, Kyuhyun segera membalikan tubuhnya dan kembali menuju ruang TV. Pria itu mulai menyalakan Play Station kesayangannya dan mengambil  joystick untuk segera memainkan game yang belum ia tamati.

“sepertinya ruang TV sedang dipakai oleh Kyuhyun oppa, bagaimana jika kita diruang tamu saja Hyun” Min Gi kembali berucap ketika ia sudah berada diruang TV dan melihat suaminya yang sedang berkutat dengan games kesayangannya

“tidak, aku ingin diruang TV” Jonghyun malah terus menapakkan kakinya menuju ruang TV dan setelah sampai , ia langsung menundukan tubuhnya diatas sofa cream yang ada dihadapan layar datar berukuran 32 inch itu

eo, b..baiklah aku akan siapkan minuman untukmu dulu”

Suasana menjadi sangat hening, hanya ada suara ribut yang berasal dari game yang Kyuhyun mainkan. Dengan cekatan Kyuhyun menggerakan tombol-tombol dari joystick nya sedangkan Jonghyun hanya mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang TV tersebut. Matanya menangkap sebuah bingkai besar yang tergantung sempurna di dinding. Didalam bingkai besar itu menampilkan gambar sepasang pengantin baru, ya itu adalah foto Kyuhyun dan Min Gi. Entah kenapa, sepertinya matanya tidak mau beralih dari foto besar itu. Jonghyun tetap fokus melihatnya seakan-akan ingin menelan bulat-bulat bingkai berisi gambar sahabat dan suami sahabatnya itu.

 

kyuwedding1 frame

“silakan diminum Hyun, igo aku sudah menyiapkan cemilan kesukaanmu” Min Gi memang sempat membelikan berbagai keripik pedas untuk cemilan Jonghyun, ya namja ini adalah penggila  makanan pedas. Jonghyun mulai mengalihkan pandangannya dari foto menuju gelas berisi mango syrup yang dihidangkan Min Gi. Perlahan tangannya mulai menangkap gelas itu dan membawanya  menuju bibirnya untuk sekedar membasahi kerongkongan.

“tumben kau ingin main kesini, kukira kau bersama Ji Eun” karena tau Jonghyun tidak mungkin memulai obrolan, Min Gi pun mulai membuka suara untuk sekedar mencairkan suasana

“aku kan sudah bilang jika aku ingin berkunjung karena bosan dirumah”

“hem arraseo

Dihadapan mereka tersaji pemandangan unik dari namja berusia 25 tahun yang tenggelam memainkan game. Pria itu  duduk dibawah lantai  dengan mulut bersumpah serapah menyumpahi musuh game yang harus ia hadapi agar ia menjadi pemenang.

“apa suami mu selalu bersikap seperti itu?” Jonghyun bertanya dengan wajah datarnya

ne, ia memang selalu seperti itu jika sudah berkutat dengan game”

“hei aku mendengarnya” seru Kyuhyun yang masih fokus dengan game nya, sontak kedua orang yang ada dibelakangnya bungkam. Mereka kira Kyuhyun tidak akan mendengar karena namja itu terlihat serius memainkan game tanpa peduli sekelilingnya

“tidak ada yang menyuruhmu untuk mendengarnya?” sahut Jonghyun

Seketika itu Kyuhyun mem-pause permainan gamenya dan mulai berbalik menghadap Jonghyun yang sekarang tengah duduk manis diatas sofa cream miliknya. Melihat tampang datar Jonghyun, membuat  Kyuhyun sedikit menggertak giginya kuat-kuat.

“berani sekali bocah ini padaku” cicit Kyuhyun dalam hati, bagaimana bisa namja dihadapannya ini bicara seolah-olah menantang Kyuhyun dengan tatapan dingin dan wajah angkuhnya. Eunhyuk dan Donghae yang notaben sahabatnya sendiri pun tidak pernah menampilkan wajah datar dan tatapan dingin ketika berbicara dengannya

“hey bocah!” Kyuhyun bangkit dari singgasana lantainya dan mulai berkacak pinggang menghadap Jonghyun dengan pandangan angkuh

oppa jangan masukan ke hati ucapan Jonghyun, ia memang seperti itu. Bicaranya selalu asal” merasa keadaan mulai mencekam karena dua namja itu, Min Gi pun berinisiatif  untuk mengurangi ketegangan yang tercipta diruang TV tersebut.

“kau membela bocah  ini” sahut Kyuhyun kesal

“bukan begitu, geunyang (hanya saja)……”

“sudahlah! Sahabatmu ini membuat mood bermain game ku hilang” Kyuhyun segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruang TV menuju kamarnya tanpa peduli dengan Play Station kesayangannya yang masih menyala. Suasana hatinya benar-benar buruk saat ini, entah itu karena perkataan Jonghyun atau karena tidak suka melihat istrinya bersama dengan sahabat namjanya itu, entahlah hanya Kyuhyun dan Tuhan yang tau

Jonghyun-ah neo(kau)!” Min Gi mulai memperlihatkan wajah kesalnya, kenapa juga sahabat super dinginnya ini bicara asal dan menampilkan wajah arogan dihadapan suaminya yang mudah emosi itu. Ck, bagaimanapun juga itu bukan salah Jonghyun. Karena pada dasarnya Jonghyun memang seperti itu, selalu menampilkan wajah dingin dan berbicara dengan nada datar yang terkesan arogan.

nampyeonmu sungguh kekanakan”

mwo?”

“boleh aku memainkan game ini?” tanya Jonghyun yang mulai beringsut untuk duduk dilantai dan mulai mengambil joystick yang tadi digunakan Kyuhyun untuk bermain Play Station

“jangan pernah menyentuh benda menyebalkan itu jika kau ingin selamat dari amukan suamiku”

*****

Kyuhyun POV

Apa-apaan sahabat Min Gi itu? Raut  wajahnya sama sekali tidak menampilkan wajah bersahabat kepadaku, bahkan ucapannya benar-benar membuat emosiku naik. Bagaimana tidak naik jika orang yang tidak kau kenal berucap sok arogan dan sok dingin, hei dia pikir dia itu siapa? Berani-beraninya bersikap seperti itu pada orang yang lebih tua darinya. Aish sekarang aku yakin jika kedua orang itu tengah  bersenda gurau berdua di ruang TV ku. Berdua? yak! Bagaimana bisa Min Gi membiarkan namja lain berduaan dengannya sedangkan aku suaminya berada didalam kamar, astaga yeoja itu cari mati. Tunggu  dulu…kenapa aku harus peduli? Ah masa bodo, dia hanyalah yeoja yang berstatus sebagai istriku tidak lebih. Hei tapi dia itu adalah istriku, arrgh Cho Kyuhyun ada apa denganmu? otak ku ingin bersikap acuh pada Min Gi tapi hatiku menginginkan agar Min Gi tidak bersama sahabat menyebalkannya itu, ck aku sudah seperti orang gila saat  ini.

Ceklek….

“Han Min Gi  ayo pergi” oh aku benar-benar sudah  gila, bagaimana bisa aku keluar dari kamarku hanya karena tidak ingin Min Gi berduaan dengan sahabatnya itu

eodiga?

“menemui appa dan eomma, mereka menyuruhku untuk membawamu kerumah sekarang” bohongku

mwo? Kenapa  mendadak sekali”  Min Gi segera bangkit dari sofa dengan wajah bingung dan mulai pergi meninggalkan sahabatnya yang bernama…hem Jonghyun kalo tidak salah

“sepertinya kau harus pulang karena kami akan pergi” kutampakkan wajah dinginku kepadanya, berharap agar ia tau diri dan tidak kemari lagi. Cukup kunjungan yang pertama dan terakhir kalinya ia kesini

“hem kurasa begitu, sampaikan pada Min Gi aku pulang dulu. Senang bisa bertemu dengan suami dari sahabatku untuk kedua kalinya” kedua kali nya? ah aku pertama  kali bertemu dengannya di acara  pernikahanku. Kulihat ia mulai berlalu menuju pintu keluar, walaupun aku tidak suka dengan namja sok ini tapi bagaimanapun juga ia adalah tamu jadi kupikir tidak ada salahnya jika kuantar ia sampai pintu depan

Baru akan keluar dari apartementku, namja ini kembali membalikan tubuhnya menghadapku “hei jika kau menyakiti sahabatku lagi, aku tidak segan-segan untuk merebutnya dari tanganmu. So, kuharap  kau memperlakukannya dengan baik”

Blaam….apa-apaan bocah tengil itu menutup pintuku sekencang itu dan bicara yang tidak-tidak. Merebut Min Gi, apa  maksudnya? apa ia sedang bergurau?….astaga, dia tidak serius kan dengan ucapannya?

kajja oppa! Eoh Jonghyun eoddiseo?” aish yeoja ini tidak bisakah untuk tidak mengagetkanku

“dia sudah pulang”

“ck, bagaimana bisa dia pulang tanpa memberitahuku” dan aku hanya bisa mengedikkan bahuku berpura-pura tidak tahu. Omo sejak  kapan yeoja ini berganti pakaian? Sepertinya ia benar-benar sudah bersiap untuk pergi kerumahku. Cho Kyuhyun apa yang sebenarnya kau pikirkan?

oppa kenapa kau melamun? Ayo kita pergi”

n..ne

 

*****

Sepertinya aku benar-benar sudah tidak waras, sudah setengah jam ini aku memikirkan alasan apa yang akan kugunakan ketika sampai rumah nanti. Kulihat sekilas Min Gi  tengah  mendengarkan musik dari mp3 smartphonenya, ia  menyumpal telinganya dengan earphone berwarna hitam sambil sesekali menganggukan kepalanya tanda ia benar-benar menikmati alunan musik dari lagu-lagu yang sedang diputar. Bagaimana bisa gadis itu menampilkan wajah tenang dan ceria sedangkan aku sendiri hanya  bisa menyetir dengan cemas karena memikirkan alasan yang masuk akal yang akan kuberikan untuk Min Gi. Aku yakin orang rumah pasti akan sangat terkejut dengan kedatangan kami yang tiba-tiba seperti ini. Dengan sengaja aku terus memperlambat  kecepatan mobilku dengan tujuan agar kami tidak sampai rumahku cepat-cepat. Oh tuhan bantu aku untuk kali ini saja.

oppa, ada apa eomonim dan abeoji meminta kita untuk berkunjung kerumah?” skakmat, akhirnya  ucapan yang sedari tadi tidak kuharapkan keluar juga. Yeoja ini kenapa baru bertanya sekarang, kupikir ia tidak akan bertanya

“mm..itu, aku juga tidak tau. Mereka hanya menyuruh kita  kerumah” sepertinya aku  harus berkompromi dengan eomma untuk membuat alasan mengapa kami harus berkunjung kerumah, tapi eomma pasti akan curiga jika aku memintanya untuk ikut berpartisipasi untuk mengelabui Min  Gi

eoh, aku jadi penasaran”

 

-Cho’s Home-

Disinilah aku sekarang, dirumahku yang sudah kutempati selama kurang lebih 25 tahun ini. setelah keluar dari mobil, Min Gi dan aku segera melesat kedalam rumah untuk bertemu tuan besar pemiliknya, siapa lagi jika bukan eomma dan appa. Ck, kenapa Min Gi terlihat sangat  bersemangat  untuk bertemu orang tua ku? Bukankah biasanya menantu itu agak segan jika harus bertemu dengan mertua.

annyeong hasseyo eommonim” sapa Min Gi membungkuk 90 derajat ketika menemukan eomma yang sedang menikmati  teh ginseng nya di ruang TV. Lihat sudah kuduga eomma pasti terkejut dengan kedatangan kami, buktinya sekarang ia mulai tersedak teh nya itu

eo Min Gi-ya Kyuhyun-ah wasseoeomma segera berdiri dari sofa nyamannya untuk memeluk menantunya  itu. Apa? menantu? Haha lucu sekali ketika aku menyebut Min Gi sebagai menantu eomma. Oke kembali ke topik permasalahan. Sekarang sebaiknya apa yang harus kulakukan?

Kurasa aku harus memulai percakapan agar Min Gi dan eomma bisa  mengikuti arah obrolanku, mengalihkan pembicaraan untuk tidak mengungkit  kenapa aku bisa berkunjung kerumah.

eoh, eomma aku merindukanmu, bagaimana kabarmu? Eomma sehat kan? Tapi  kenapa eomma jadi sedikit langsing ya”

eii baru sebulan keluar dari rumah kau sudah merindukanku,  kau tidak  malu dengan istrimu eoh? Keunde (tapi) benarkah itu? Eomma terlihat sedikit langsing? Haha ternyata yoga bisa membuat eomma menjadi langsing juga” eomma mulai menyahut semua ucapanku. Terlihat guratan bahagia dari wajah eomma ketika aku berbohong dengan mengatakannya langsing, apa ia sedang menjalani  diet?

eommonim ada apa menyu…”

“ah eomma dimana appa? Kenapa dirumah sendiri? Bibi song dimana? Ia tidak kerja?” aku tau Min Gi pasti akan bertanya kenapa eomma menyuruh kami kesini tapi sebelum pertanyaan itu terlontar dari mulutnya segera kulayangkan beberapa pertanyaanku kepada eomma

appa tentu sedang bekerja, dan bibi Song mungkin sedang sibuk dengan pakaian kotor yang sedang ia cuci”

“ah begitu” aish apa lagi yang seharusnya  kutanya ya jangan sampai Min Gi  mulai bertanya lagi

“kalian pas sekali kerumah, baru saja eomma akan menyuruh Kyuhyun untuk…”

ne eomma, kenapa eomma meminta kami untuk berkunjung kerumah?” tuturku cepat

mwo? Ah iya eomma memang ingin menyuruhmu kerumah karena Jung Soo sedang berlibur kerumah kita. Kau masih ingat Jae Bum kan? Anak itu benar-benar lucu” apa? Jung Soo hyung ada dirumah? Bukannya ia sedang ada dijepang

nuguya eomma?” Min Gi mulai menyerukan pertanyaannya lagi tapi kurasa pertanyaan ini sah-sah saja untuk dijawab oleh eomma kkk~

“ia adalah sepupu Kyuhyun yang tinggal dijepang, sekarang ia dan istrinya sedang berlibur ke korea mungkin ia rindu dengan kampung halamannya. Min Gi-ya kau harus berkenalan dengan mereka, sebentar lagi mereka akan kembali dari department store jadi kalian tunggu saja”

ne eomma” sahutku dengan wajah sumringah, ternyata ada gunanya juga kedatangan Jung Soo hyung karena kedatangannya itu adalah alasan kami untuk berkunjung kerumah kkk~! Timingnya kenapa tepat sekali, terima kasih Tuhan

“Min Gi-ya kau bisa  kedapur sebentar, eomma akan membuat pudding untuk Jae Bum bisakah kau membantu eomma” seru eomma, dan Min Gi segera bangkit dari sofa menuju dapur bersama eomma

ne eommonim

 

*****

“Kyuhyun-ah” teriak Jung Soo hyung ketika memasuki rumah, sepertinya ia habis berbelanja besar-besaran terlihat Kim ahjussi, tukang kebun rumahku tengah mengangkut bungkusan-bungkusan besar dari bagasi mobil

Hyung long time no see, eo San Mi noona” kupeluk Jung Soo hyung dan istrinya, San Mi noona secara bergantian. Pelukan ini menyalurkan rasa rindu kami  karena sudah 2 tahun ini Jung Soo hyung tidak pulang ke korea. Ah andai  saja Ahra noona ada disini juga, pasti rumah akan semakin ramai

“wah siapa ini? apa ia anggota baru keluarga Cho? Siapa namamu nona?”  tanya Jung Soo Hyung. Sekarang ia baru tau wajah istriku, salah ia sendiri kenapa ia tidak datang dihari pernikahanku

naneun Han Min Gi imnida bangapseumnida” Min Gi mulai memperkenalkan diri

aigoo yeupuda, Kyu kau benar-benar pintar memilih istri” San Mi noona tersenyum dan memeluk Min Gi

 

Min Gi POV

Aku sangat terkejut dengan kedatangan sepupu Kyuhyun oppa ini, terkejut karena mereka sangat ramah dan baik terhadapku. Aku heran kenapa sikap dan sifat dari keluarga suamiku ini sangat bertolak belakang dengannya, bahkan mertuaku pun sangat baik memperlakukanku seperti anak mereka sendiri. Ck, kenapa tidak ada satupun sifat ramah dan baik yang diturunkan mertua ku itu kepada Kyuhyun oppa, apa mungkin Kyuhyun oppa anak mereka yang tertukar? Haha menggelikan sekali. Ah ya Jung Soo oppa adalah anak dari kakak perempuan Hana eommonim, bisa dibilang ia adalah kakak sepupu Kyuhyun dan Ahra eonni. Untuk itu marga Jung Soo oppa adalah Park bukan Kim seperti marga yang disandang oleh Hana eommonim sebelum menyandang marga Cho. Dan  Sekarang aku sedang bermain dengan Jae Bum, anak dari Jung Soo oppa. Ia benar-benar anak yang manis aku benar-benar suka dengannya, usianya baru 3 tahun tapi ia bicaranya sudah sangat cerewet kkk~.

immo nanti jika aku sudah besal, aku akan mengajak  immo, mommy dan daddy untuk naik mobil ku yang kelen” dengan nada cadelnya ia terus berceloteh layaknya orang dewasa, benar-benar lucu. Ia bahkan anak yang humble, buktinya ia bisa langsung akrab denganku

“haha eonni anakmu benar-benar lucu” aku masih mengajak Jae Bum bermain sambil menyuapinya pudding Vanilla yang tadi kubuat bersama eomma, anak ini benar-benar serius bermain bersama mobil-mobilannya tapi ketika aku mulai menyendoki pudding ia langsung membuka mulut kkk~  neomu kyeopta

“kau juga bisa mendapatkannya, kalian  hanya perlu berusaha aku yakin pasti anak kalian juga akan sangat lucu dan menggemaskan” kenapa mendengar ucapan San Mi eonni wajahku jadi panas begini, jangan-jangan saat ini wajahku memerah

“hei apa kalian rutin melakukannya?” perasaan aku sedang mengobrol dengan San Mi eonni kenapa tiba-tiba ada suara namja? Omoo…Jung Soo oppa sejak kapan ada dibelakangku, benar-benar mengagetkan

“aku yakin Kyuhyun pasti sering mengajakmu bermain bukan, kkk~ aku masih sulit percaya jika bocah itu sekarang sudah menikah” huh sering? bahkan sekalipun Kyuhyun oppa tidak pernah menyentuhku pasca menikah. Tapi aku heran kenapa beberapa hari yang lalu Kyuhyun oppa tiba-tiba memelukku?

eoh Han Min Gi kenapa kau melamun?”

oppa jangan terus menggodanya, lihat wajahnya jadi memerah seperti itu” perdebatan Jung Soo oppa dan San Mi eonni membuatku tersadar dari berbagai pikiranku, aish apa wajahku benar-benar memerah sekarang?

eoh Kyu jangan makan saja, kemari  temani istrimu mengobrol” kulihat Kyuhyun oppa menghampiri kami seraya menenteng pudding vanilla dan menyuapkan potongan pudding itu masuk kedalam bibir tebalnya

mwoga?” tuturnya dengan mulut penuh pudding

issh berhenti makan, kau tidak sadar dengan tubuhmu yang semakin membengkak? Lihat pipimu sudah semakin berisi dan perutmu…kurasa sebentar lagi akan membuncit” cibir Jung Soo oppa memandangi Kyuhyun oppa dari atas sampai bawah

“hei seorang namja yang sudah menikah berubah menjadi gemuk itu wajar, itu menandakan jika sang namja bahagia memiliki seorang istri! Benar begitu kan Kyu?”

“uhuuk…uhuuk”

“wahhaha samchoon kau makan sepelti anak kecil” hei sejak kapan Jae Bum fokus melihat  Kyuhyun oppa, omoo Kyuhyun oppa memang makan seperti anak kecil. Lihat saja fla pudding banyak menempel disudut bibirnya, mungkin itu efek dari tersedak pudding. Segera ku ambil tissue basah milik Jae Bum yang kebetulan ada didekat San Mi eonni

“apa kau tidak malu ditertawakan oleh anak berusia 3 tahun karena cara makanmu yang seperti ini huh” aku terus me-lap fla yang menempel di sekitar mulutnya

aigoo mereka mesra sekali, benar-benar pengantin baru yang bahagia” sontak aku menghentikan kegiatanku karena suara dari San Mi eonni, deg…..kenapa jantungku jadi berdebar begini. Aku bahkan tidak sadar jika jarak wajahku dan Kyuhyun oppa sedekat ini.

 

*****

-At Night-

Eommonim dan abeoji menyuruh kami untuk menginap semalam. Disamping itu Jae Bum juga menangis dan memintaku untuk tetap berada disini ketika tau aku akan pulang ke apartement bersama Kyuhyun oppa, dengan alasan itu juga yang membuat eommonim dan abeoji getol membuat kami menginap.

“kelihatannya bocah itu sangat menyukaimu” Kyuhyun oppa mulai menaiki kasur dan membuatku terpaksa mengalihkan pandanganku dari komik yang sedang kubaca

“maksudmu Jae Bum?”

“siapa lagi memangnya?” sahut Kyuhyun oppa yang mulai membaca novel klasik nya

“kukira kau”

Kyuhyun oppa langsung menatapku dengan mata besarnya, astaga kenapa ia terlihat sangat terkejut seperti itu. Hei aku hanya bercanda, kenapa wajahnya jadi salah tingkah begitu. Walaupun namja ini dingin tapi membuat lelucon atau guyonan sebagai candaan untuk mengerjainya merupakan hal yang sangat menarik kkk~.

“aku hanya bercanda”

Aku melanjutkan kembali untuk membaca komik ku, disela-sela  kegiatanku ini aku merasa Kyuhyun oppa masih memandangku. Kulihat dari sudut pandang ekor mataku, ternyata ia memang tengah menatapku. Oh ayolah tadi itu aku hanya bercanda, apa iya menganggap serius ucapanku?

“oppa kau kesal dengan ucapanku?” akhirnya aku kembali mem-pause bacaanku, dan…ini benar-benar aneh kenapa Kyuhyun oppa terus-terusan menatapku seperti ingin menelanku hidup-hidup. Pandangannya menatap intens ke arah kedua mataku

“tidurlah, ini sudah malam” ia mulai mengalihkan pandangannya, dan membalikan tubuhnya untuk menggapai lampu tidur yang ada disampingnya. Aish jinjja bahkan aku belum memberi persetujuan untuk mematikan lampu, ia sudah mematikannya. Ish jika seperti ini bagaimana bisa aku meneruskan membaca, baiklah Cho Kyuhyun kau memang selalu menang dalam hal menindasku.

Kututup lembaran komikku, dan mulai menaikan selimut sampai batas dadaku. Kulihat Kyuhyun oppa tertidur dengan membelakangiku, ck memang harusnya seperti itu kan.

oppa jaljjayo

Sudah 30 menit aku berusaha untuk tidur tapi mataku sama sekali tidak mau terpejam. Mungkin ini efek dari tidur seranjang dengan Kyuhyun oppa, dan ini adalah kedua kalinya aku seranjang lagi dengan suamiku setelah malam pertama kami. Hah bagaimna bisa sepasang suami istri tidak tidur seranjang, terlebih seorang suami yang selalu bersikap acuh terhadap istrinya, dan sialnya hal itu terjadi padaku sendiri. Benar-benar mengenaskan.

“bagaimana bisa kau mengacaukan otakku”  Suara ini…apa aku tidak salah dengar? Ini adalah suara Kyuhyun oppa, benarkah? Omoo….apa lagi ini, aku merasa sepasang tangan mulai melingkar indah diperutku.  Kyuhyun oppa…benarkah ini tangannya? Aku ingin berbalik untuk memastikan tapi aku takut jika aku berbalik pelukan ini akan terlepas, sejujurnya aku sangat menikmati pelukannya ini. Pelukannya sangat hangat, ini adalah hal yang sangat jarang ia lakukan padaku. Hei apa ia sadar tengah memelukku sekarang?

“kau hanya seorang gadis yang terobsesi mengejarku, harus selalu seperti itu baru benar”

Gumamannya….walaupun terdengar seperti bisikan kecil tapi tetap bisa tertangkap oleh indera pendengarku. Cho Kyuhyun, jadi selama ini kau hanya menganggapku sebagai gadis yang terobsesi padamu? Tidak Sadarkah ia jika selama ini aku bukan terobsesi tapi berusaha untuk membuatnya mencintaiku. Apa…apa aku serendah itu dimatamu oppa?

Aku tidak sanggup untuk tidak menangis, see…hanya dengan gumaman kecil itu ia telah sukses membuat air mataku turun dengan deras. Perlahan kulepaskan pelukannya yang telah melingkar indah diperutku sejak 15 menit yang lalu. Aku berusaha untuk terlihat tegar seraya menghapus air mataku yang sudah terlanjur membasahi kedua pipiku ini dan berbalik menghadapnya. Terlihat sekali wajah shock nya yang masih saja terlihat mempesona didepan mataku. Ck, pasti sedari tadi  ia  kira aku sedang tertidur lelap.

“kau…sebegitu rendahnyakah aku dimatamu oppa? Jadi ini alasan kenapa sampai sekarang kau  tetap tidak bisa untuk mencintaiku?” kugiggit bibir bawahku untuk menahan agar air mataku tidak turun lagi, sedangkan namja disampingku ini masih bungkam seribu bahasa masih dengan tatapan terkejutnya

“ternyata aku benar-benar gadis seperti itu dimatamu” kupaksakan untuk tersenyum sambil tetap memandang wajahnya, dan kembali melontarkan kata-kata yang sangat ingin kukeluarkan kehadapannya sekarang juga

“kau salah jika selama ini menganggapku sebagai seorang gadis yang terobsesi dengan seorang namja mapan sepertimu, naneun(aku)...benar-benar mencintaimu tulus dari dalam hatiku. Seharusnya kau tau dengan jelas jika selama ini aku mendekatimu hanya untuk mencoba membuatmu menyukaiku, tapi ternyata kau berpikiran lain terhadapku. Mungkin dalam benakmu kala itu aku hanyalah seorang gadis berusia 19 tahun yang tergila-gila dengan namja berusia 24 yang tahun berwajah tampan dan kaya, benar bukan? dan selama setahun ini aku masih berusaha untuk membuatmu mencintaiku keunde(tapi)….aku harus menerima kenyataan pahit karena waktu selama itu tidak juga mampu meluluhkan hatimu. Aku benar-benar terlihat menyedihkan, bukankah begitu?”

Tidak ada jawaban sama sekali dari namja itu, ia hanya memfokuskan pandangan untuk menatap dalam kemanik mataku, semoga ia bisa melihat ketulusan dari mataku ini bahwa aku benar-benar serius dengan ucapanku barusan.

Aku kembali membelakanginya, dan meremas selimut untuk menahan rasa kecewa sekaligus sedih karena luka yang digoreskan oleh namja yang sangat kucintai ini. Ya namja yang sangat kucintai ini adalah suamiku sendiri.

*****

Sudah 3 hari ini Min Gi maupun Kyuhyun tidak saling bicara, walaupun mereka tinggal disatu atap tapi mereka selalu bungkam seribu bahasa jika bertemu satu sama lain. Bahkan jika sedang sarapan atau makan malam hanya suara sendok dan piring yang terdengar. Meskipun Min Gi kesal dan kecewa dengan Kyuhyun tapi ia tidak akan melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Ia tetap melayani Kyuhyun, seperti layaknya seorang istri. Ia tetap menyediakan makan untuk suaminya, menyiapkan air hangat untuk mandi jika Kyuhyun pulang larut karena observasi thesis nya. Dampak dari kejadian malam dirumah Kyuhyun itu juga membuat Min Gi jadi sedikit dingin terhadap suaminya.

“aku benar-benar bisa gila jika harus seperti ini terus dengan Min Gi, oh ayolah apa ia tidak punya mulut untuk sekedar bicara kepadaku” keluh Kyuhyun yang saat ini tengah berendam di bath thub nya

nan ottohke? aku benar-benar tidak tau apa yang harus kulakukan untuk  menghadapi yeoja itu”

Dilain sisi,  Min Gi  tengah sibuk menyiakan makan malam  untuk ia santap bersama suaminya. Dengan  telaten ia menaruh beberapa lauk yang sudah ia  masak kemeja makannya. Selang 15 menit kemudian Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian rumahnya, kaos polos hitam dan celana panjang berwarna biru muda dengan garis-garis putih sebagai coraknya membuat penampilannya terlihat tampan seperti biasa. Kyuhyun mulai memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya dan mulai berjalan menuju meja makan.

Mereka makan dalam diam, hanya  mengunyah dan menyumpit makanan lalu memasukannya kedalam mulut.

namja ini bagaimana bisa tetap bersikap seperti tidak ada apa-apa yang  terjadi, sungguh ini sangat menyebalkan” Min Gi membatin

Setelah selesai makan, Min Gi langsung mencucui piringnya dan langsung beranjak menuju kamar

“Han Min Gi” Kyuhyun mulai berucap ketika Min Gi mulai melangkah meninggalkannya menuju kamar, ini benar-beanr sulit dipercaya. Akhirnya, Kyuhyun bersuara juga setelah beberapa hari mulutnya  seperti terisolasi  oleh lem yang menyebabkan ia susah sekali mengucapkan sepatah atau dua patah kata

“aku ada tugas yang harus kuselesaikan jadi aku masuk kamar duluan, selamat malam” Min Gi seperti enggan mendengarkan suara Kyuhyun, ia beralasan untuk tidak lama-lama berada didekat  Kyuhyun. Sekuat-kuatnya Min Gi menahan semua perilaku Kyuhyun yang menyakitinya, ia tetaplah seorang yeoja yang mudah sakit dan hancur. Apalagi disakiti oleh namja yang ia cintai, ini benar-benar hal tersulit untuknya

“ia benar-benar menghindariku” Kyuhyun berucap pelan sambil menatap semangkuk nasi yang ada digenggamannya, ia merasa sangat sakit diacuhkan oleh seseorang yang selalu menempel padanya

 

*****

Min Gi POV

Hari ini aku sedang  malas ke kampus, dan hanya ingin bersantai dikamarku. Pagi-pagi sekali Kyuhyun oppa juga sudah pergi untuk melakukan observasi lanjutannya, huh baru kali ini aku benar-benar merasa se frustasi ini. selama ini aku selalu kuat menerima perlakuan dingin dan kasar dari Kyuhyun oppa bahkan ucapannya yang tajam pun selalu bisa kuterima walaupun itu benar-benar menyakitkan. Namun entah mengapa, perkataannya pada malam itu benar-benar mengoyak hatiku. Rasanya hatiku seperti ditusuk pedang dan dicabik-cabik sampai tak berbentuk, di cap sebagai  yeoja yang hanya terobsesi mendapatkan namja benar-benar menyakitkan.

Drtt…drtt..

eoh Siwon oppa? Namja itu masih hidup ternyata, tumben sekali ia menghubungiku

 

-On  the phone-

yeobseo

“Min Gi-ya apa boleh aku berkunjung ke apartementmu? Kebetulan sekarang ini aku sedang berada di seoul” aish pria ini sudah lama tidak menghubungiku malah bertanya apa boleh mengunjungiku. Seharusnya ia berbasa basi atau sekedar menyapa untuk menanyakan kabarku terlebih dahulu, itu baru benar

eoh oppa kau tau darimana aku tinggal di apartement?”

neo eomma, tadi aku berkunjung kesana lalu eomma mu bilang sekarang kau tinggal di apartement bersama suamimu”

Siwon oppa adalah kakak kelasku semasa SMA dulu, ia sudah seperti sahabat dan sudah kuanggap sebagai oppa ku sendiri. Selain bersama Jonghyun aku juga sangat akrab  dengan Siwon oppa bahkan Ia sangat akrab dengan eomma. Siwon oppa merupakan menantu idaman eomma. Yah itulah yang selama ini eommaku katakan jika menyangkut namja bermarga Choi itu. Siwon oppa adalah namja yang baik, sopan, dan pintar. Tubuhnya juga sangat atletis dan..ah ia juga sangat kaya, mungkin itu yang menjadi alasan eomma dengan menyebutnya sebagai menantu idaman.

geure..akan ku sms kan alamatnya padamu”

“tidak usah, aku sudah mendapatkannya dari eommonim. Kau hanya harus menyuguhkan makanan dan minuman yang enak untukku arraseo

biip

-Phone End-

 

Ah majja aku benar-benar harus bersiap sekarang juga, kedatangan Siwon oppa benar-benar pas disaat aku sedang membutuhkan tempat untuk bersandar. Selain pada Ji Eun dan Jonghyun aku juga selalu curhat pada Siwon oppa, tapi itu dulu sebelum ia tinggal di Amerika. Aku sengaja tidak menceritakan masalah ini pada Ji Eun dan Jonghyun karena aku yakin mereka pasti akan langsung menghajar Kyuhyun oppa jika sudah tau kronologi ke-galauanku ini.

Ting tong…ah itu pasti Siwon oppa

“hei girl, do you miss me?” namja bertubuh tinggi ini merentangkan kedua tangannya sebagai tanda agar aku masuk kedalam pelukannya, aigoo aku benar-benar merindukan oppa ku yang satu ini

“absolutely oppa

Kami masuk kedalam apartement  dan aku sudah menyuguhkan beberpa cemilan dan cola. Aku benar-benar merindukan Siwon oppa, ia sangat jarang pulang ke korea karena ia selalu sibuk dengan pekerjaanya yang mengharuskan ia tinggal di Amerika untuk mengurusi cabang perusahaanya yang berada disana. Moment seperti ini seharusnya aku mengundang Jonghyun juga agar kami bisa bercengkrama bersama, tapi kurasa itu adalah ide yang buruk mengingat aku yang sedang ingin mencurahkan isi hatiku hanya pada Siwon oppa saja.

“jadi kau menikah tanpa mengundangku, adik macam apa kau ini hem?”

mianhae oppa, pernikahanku juga terlalu mendadak jadi aku tidak banyak mengundang orang. Hanya kerabat dan teman terdekat saja yang diundang”

“jadi kau pikir aku ini bukan kerabatmu? Astaga kau sungguh kejam nona kodok” aish Min Gi-ya babbo, kenapa kau malah  berucap seperti itu

“bukan itu maksudku oppa, kupikir kau sangat sibuk jadi….”

arraseo, walaupun aku kesal padamu tapi aku kan mencoba untuk memahami alasanmu itu” ia bersedekap seraya menatapku kesal, ck namja ini pasti sedang merajuk

cheogi...bagaimana hubunganmu dengan Min Ah, apa kalian sudah menentukan tanggal pernikahan?” kurasa mengalihkan pembicaraan adalah yang terbaik untuk kulakukan saat ini

“aku sudah putus dengannnya” jawab Siwon oppa dengan raut wajah sedih

MWOYA!! Oppa jangan bercanda”

“kurasa itu adalah jalan yang terbaik untuk kami”

“memangnya ada apa dengan hubungan kalian? Kenapa sampai harus putus” Siwon oppa dan Min Ah sudah berpacaran selama 5  tahun. Dan aku  tau benar lika-liku perjalanan cinta mereka karena Siwon oppa selalu curhat padaku mengenai Min Ah. Selama ini hubungan mereka selalu mesra bahkan aku sempat iri dengan Min Ah yang bisa mendapatkan oppa ku ini, Astaga kupikir cinta mereka sangat kuat, tapi  ternyata….

Grep….tiba-tiba  Siwon oppa memelukku dan menangis dibahuku. Terkejut? Sudah pasti! Karena baru pertama kali nya aku melihat Siwon oppa menangis, aku ingin melepas pelukannya karena aku sedikit merasa risih. Tapi ia tidak membiarkanku untuk melepasnya, malah  sekarang ia  semakin mempererat pelukannya.

“hanya sebentar, aku butuh bahu mu Gi-ya” aku  tidak tega mendengar suaranya yang bergetar menahan tangis jadi kubiarkan saja ia tetap memelukku

Setelah Siwon oppa sudah lebih tenang, kami kembali bercengkrama dan saling mengobrol mengeluarkan semua isi hati kami. Ternyata alasan ia putus dengan Min Ah adalah karena hubungan mereka tidak kunjung mendapat restu dari ayah Min Ah. Ya dari dulu ayah Min Ah memang tidak pernah setuju jika Min Ah berhubungan dengan Siwon oppa, aku juga tidak tau alasannya kenapa. Ayah Min Ah benar-benar aneh, padahal Siwon oppa adalah menantu ideal menurutku. Aku benar-benar merasa prihatin kepada Siwon oppa, ia harus merelakan hubungannya yang sudah berjalan 5 tahun berhenti ditengah jalan begitu saja. Bahkan mereka bisa bertahan selama 4 tahun dengan Long Distance Relationship, jarang bertemu karena berhubungan jarak jauh antara Amerika-Korea itu sangat sulit menurutku.  Aku yakin Siwon oppa pasti sangat sakit dan sulit untuk menerimanya, ya aku bisa mengerti perasaannya.

Aku juga sudah menceritakan semua keluh kesal ku kepada Siwon oppa tentang hubunganku dan Kyuhyun selama ini. dan betapa murkanya ia ketika tau Kyuhyun oppa selalu bersikap dingin dan acuh padaku yang notabenya adalah istrinya sendiri. Siwon oppa bahkan men-cap suamiku sebagai namja tidak waras dan tidak normal, kkk~ kejam sekali.

nan ottohke oppa?” aku meminta sarannya agar bisa melakukan tindakan yang tepat ketika berhadapan dengan Kyuhyun oppa

“bersikaplah seperti biasa, aku yakin suamimu itu akan mencintaimu”

“…………..” aku terus memikirkan pendapat Siwon oppa, apa aku memang harus bersikap seperti biasa?

“Gi-ya?”

“hem”

Deg…tiba-tiba lengan kekar siwon oppa menarik pinggulku untuk mendekat dengannya, kontan saja aku langsung menoleh kesamping namja itu

oppa” Siwon oppa membenamkan wajahnya kelekukan leherku dan tangan kirinya tengah menempel dipinggang rampingku. Sedangkan tangan kanannya menggenggam erat tangan kiriku. Telapak tangannya begitu besar jika disatukan dengan telapak tanganku. Tunggu dulu kenapa ia jadi seperti ini? ini bukan seperti Siwon oppa yang kukenal

Ingin rasanya untuk kulepas genggaman tangannya ini, tapi kenapa sangat sulit. Aku seperti tersihir untuk tetap mempertahankan perlakuan ajaibnya ini kepadaku. Aku benar-benar menikmati setiap hembusan yang keluar dari hidungnya yang menerpa kulit leherku. Ditengah-tengah kegiatan kami ini, Aku malah membayangkan Kyuhyun oppa yang sedang melakukan hal ini padaku.

Perlahan namun pasti wajahnya terangkat dari dalam lekukan leherku dan mulai menghadap kearah wajahku. Mataku benar-benar terkunci dengan tatapan teduhnya, dan bisa kulihat dengan jelas matanya menuju bibirku, apa ia akan menciumku? Ini gila, kenapa aku tidak bisa untuk mendorong bahunya untuk sekedar menjauh dariku. Apa ia sedang menjadikanku pelampiasannya karena sakit hati terhadap Min Ah, tapi  kenapa harus aku? Dan juga kenapa aku seperti enggan untuk menghentikan aksi Siwon oppa ini, apa aku juga tengah menjadikannya sebagai pelampiasan ku?

TBC

 

 

kenapa ada Siwon muncul dengan action  kayak gitu?? kyaa jangan kesel yaa kenapa ending part nya jadi absurd kaya gitu. Sengaja aku kasih bang Siwon sebagai cameo baru buat penambah rasa dan imajinasi kkk~. Ah ya sebelumnya terima kasih banyak buat yang udah kasih komentar di setiap ff aku, Aku ngrasa dihargain banget loh dengan ada nya komentar kalian *ini jujur*. Well, aku tau loh kalo di blog ini masih banyak siders yang  bergentayangan(?) aku cuma mau ingetin sekali lagi untuk jadi a good reader. Silakan baca dengan manis semua ff di blog ini tapi please aku cuma minta tinggalin jejak aja berupa comment untuk menghargai hasil karya aku. Satu komentar walaupun isinya  pendek itu berharga banget loh buat aku. So, please be a good reader ok! komentar-komentar kalian itu spirit buat aku untuk bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi. Mianhae sebelumnya untuk cuap-cuap aku yang mungkin agak frontal, kita ketemu lagi di ff selanjutnya! Gamsahamnida^^

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

149 thoughts on “We Are Married By Love, Aren’t We? [Section 7]

  1. Waduh dah terlewat komen berapa part ni😅
    Kelupaan saking penasarannya
    jangan sampe kyuhyun lihat😧

  2. Asikkkk muncul siwon kyanya bakal bikin rmh tangga kyuhyun mingi gmn2 nih hehehe… tp gpp biar si kyu nya sadar klo dia ud mulai suka sama mingi, kyu jg tega bgt sih mikirnya klo mingi cm terobsesi sama dia ckck ntar klo mingi di rebut org baru deh tau rasa

  3. Waduhhhh,…
    Siwon mau apain Min Gi, tuh,..
    Gimana kalau Kyuhyun sampai tahu.
    Ini, beneran gawat. Disaat hubungn Kyuhyun dan Min Gi mulai merenggang, Siwon malah datang.
    Bakalan ada masalah besar, yg akan terjadi kalau sampai Kyuhyun datang, dan menyaksikan kejadian itu tadi.
    Rumah tangga Kyuhyun dan Min Gi terancam nih,…
    Lagian Kyuhyun kalau emang dia udah punya rasa, sama Min Gi kenapa dia gk jujur aja.

    Makin penasaran sama kelanjutan FF ini. Ceritanya makin seru aja,..
    ^^

  4. Tdi aku sempet kaget krna toba2 ad siwon tpi sekarang enggak lagi hehe
    Dan benar2 mereka ini gk ngomonh selama 3 hari kuat jga ya haha
    Apa yg bakalan dilakuin sma siwon ke min gi ya?
    Beneran mau ciuman kah??
    Kyk mana kalo kyuhyun tiba2 dateng?

  5. Aduh knapa ini…
    apa yg akan dilakukan siwon terhadap min ji iia ….
    aduhh gmn nii….
    aahhh mreka jadi tak ada sapaan lg atau berbicara wlapun sbntar krena kejadian itu membuat mreka diam tanpa kata-kata.

  6. Heh yang benar saja itu kenapa dengan siwon dan min gi? apa mereka gila -__- jangan sampai terhasut oleh godaan setan 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s