Posted in Family, KyuGi, Married Life, Romance, Sad

We Are Married By Love, Aren’t We? [Last Section]

WAMBLAW endlast

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho kyuhyun, Han Min Gi, and other

Genre : Sad, Romantic, Married Life

Rate : PG 17

Type : Chapter

Previously

 

Tunggu dulu apa aku tidak salah lihat? Tangan istriku tengah melingkar dileher namja itu dan…dan pipinya ia tempelkan dipipi namja brengsek dan menyebalkan itu. Haissh pantas saja daritadi pesanku tidak dibalas ternyata ia tengah bermesraan dengan Choi Siwon. Han Min Gi kau benar-benar mengecewakan, kupikir kita sudah bisa hidup bahagia seperti pasangan lainnya tapi kau malah lebih suka memperkeruh rumah tangga kita dengan pria itu. Apa ia masih belum menyadari perasaan ku yang sebenarnya? Bukankah ciumanku tempo hari sudah sangat jelas untuknya, ternyata selama ini aku salah menilaimu nona Han.

 

**We Are Married By Love, Aren’t We?**

 

 

“kemana Kyuhyun oppa? Kenapa apartement sangat gelap, apa ia sedang keluar?” seorang wanita baru saja tiba di Apartementnya. Begitu ia masuk, semua ruangan sudah sangat gelap dan sepi tanpa penghuni. Padahal setaunya tadi siang suaminya tidak berencana untuk keluar rumah

“mungkin ada urusan kantor mendadak” pikir si wanita yang bernama Han Min Gi, wanita itu mulai menekan stopkontak untuk menghidupkan lampu agar ruangan mendapatkan penerangan

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan suaminya belum juga pulang. Bahkan tidak ada pesan ataupun telpon dari namja itu untuk sekedar memberikan kabar. Min Gi mengambil android nya dari dalam tas Hermes berwarna coral untuk sekedar memeriksa ponselnya kembali, siapa tahu Kyuhyun, suaminya mengirim sms. Berulang kali ia tekan tombol kunci pada sisi smartphone berwarna hitam itu namun tak kunjung menyala. Astaga…pantas saja dari tadi sore tak ada getaran apapun dari ponselnya itu. Dengan langkah cepat ia segera men-carge android hitamnya dan betapa terkejutnya ia ketika mendapat 20 pesan dan missed call sebanyak 10 kali dari sang suami. Buru-buru ia  menelpon balik Kyuhyun untuk sekedar mencari tahu dimana suaminya itu berada.

Tuut…tuuut..

Tuut…tuut..

Tak ada jawaban dari sebrang sana. Tidak ingin menyerah, Min Gi kembali menyentuh lambang hijau di nomor telepon suaminya.

“haiish sudah 5 kali aku menelponnya tapi tidak ada jawaban sama sekali” Min Gi mulai merasa frustasi

“lebih baik aku mandi dulu” ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Aktivitas hari ini benar-benar membuatnya sedikit lelah, namun terasa sangat menyenangkan karena bisa berkumpul kembali dengan sahabat-sahabat dekatnya

 

Meanwhile….

 

Drtt..drtt..

 

From : Kyu oppa

Aku akan menginap dirumah, jadi tidak usah menungguku pulang!

 

“Kenapa tiba-tiba menginap? membuatku khawatir saja” baru selesai berpakaian setelah mandi, Min Gi mendapatkan pesan yang membuatnya sedikit heran. Merasa tidak terima dengan pesan dari suaminya yang mendadak bermalam dirumah mertuanya, Min Gi segera menelpon agar ia bisa mendapat alasan yang masuk akal dari Kyuhyun yang tiba-tiba menginap

Tuut..tuuut…

 

On the Phone

yeobseo oppa” seru Min Gi  ketika sambungannya sudah terhubung

“ya”

“kenapa tiba-tiba menginap, apa ada urusan yang sangat penting sampai harus menginap dirumahmu?”

“…….”

oppa? Yeobseo?”

“ada beberapa hal yang harus aku pikirkan, jangan menggangguku! Aku sedang sibuk” sahut Kyuhyun dengan nada dinginnya. Ini aneh, Sejak beberapa minggu yang lalu Kyuhyun tidak pernah menampilkan sikap menyebalkannya lagi pada Min Gi tapi sekarang penyakit dinginnya seakan kambuh kembali

oppa ada apa? apa masalahnya separah itu hingga membuat nada bicaramu…..menjadi berubah” gumam Min Gi yang jelas-jelas menampilkan suara kecewanya

“jangan lupa kunci pintu dan…jangan lupa makan, aku tutup”

Bipp…

Phone End

 

“kenapa nada bicaranya aneh begitu, apa masalah kantornya begitu berat?” dengan langkah gontai Min Gi langsung beranjak menuju tempat tidurnya. Sepertinya ia sedang tidak berselera untuk makan malam karena menelpon Kyuhyun barusan sudah sangat membuatnya kehilangannya nafsu makan

 

*****

 

Kyuhyun POV

Aku masih merasa dikhianati karena kejadian tadi, dimana aku melihat istriku kembali bermesraan dengan lelaki yang disebut-sebut sebagai sahabatnya. Cih, mana ada sepasang sahabat melakukan hal-hal mesra seperti itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan pikiran Min Gi. Sebenarnya ia mencintaiku atau tidak? Kenapa sampai sekarang ia masih berani bermain api dibelakangku. Apa yeoja itu tidak tahu sejak sore tadi aku terus mengkhawatirkannya.

Seharusnya sebagai istri ia memberi kabar padaku bahwa ia akan  pulang terlambat agar aku bisa dengan tenang mengizinkannya  pulang larut. Lagipula jika memang Min Gi dan si Siwon itu hanya bersahabat seharusnya Min Gi memberitahuku dia sedang bersama siapa dan dimana,  bukannya malah  mengabaikan pesan dan panggilanku dengan menon-aktifkan ponselnya. Malam ini aku sedang malas bertatap muka dengan istriku, untuk meredam emosi lebih baik aku bermalam dirumahku saja.

“kau sudah memberitahu istrimu jika kau akan menginap disini?” eomma tiba-tiba membuyarkan lamunanku akan perselingkuhan Min Gi dengan namja bermarga Choi itu, heish tidak bisakah eomma untuk sekedar mengetuk pintu sebelum masuk kekamarku

“ne aku sudah memberitahunya”

“kau sedang memiliki masalah ya hingga mau menginap disini, hem” eomma mulai duduk di tepi ranjangku dan menatapku serius sedangkan aku yang tengah bersandar diheadboard ranjang hanya bisa menghembuskan nafasku kesal

“hanya masalah kantor” jawabku ringan

gotjimal, mana mungkin masalah kantor bisa sampai membuatmu menginap disini. Kau bertengkar dengan istrimu?” tebakan eomma hampir benar, sebenarnya aku bukan sedang bertengkar tapi tengah menahan sakit hati karena mengetahui istriku tengah selingkuh

malhaebwa (katakan), ada apa? eomma akan memberimu jalan keluar. Tapi sesungguhnya pertengkaran suami istri adalah hal yang wajar Kyu. Besar atau kecil masalahnya kau harus bisa berbaikan dengan istrimu bagaimanapun juga tidak baik terlalu lama larut dalam pertengkaran”

Memang benar tidak baik terlalu lama bertengkar dengan istri, tapi bagaimanapun  juga masalah yang sedang kualami ini sangatlah sulit untuk menemukan jalan keluarnya . Jujur atau tidak jujurnya Min Gi mengakui perbuatan khilafnya itu tetap saja tidak bisa mengubah rasa sakit hatiku. Aku benar-benar merasa dikhianati, argh menyebalkan.

“baiklah jika kau tidak ingin bercerita. Ingat pesan eomma barusan! Jangan terlalu lama bertengkar dengan istrimu, eomma tinggal dulu” setelah eomma keluar dari kamar, aku kembali menatap ponselku. Apa aku telpon Min Gi saja? Saat ini aku sangat ingin mendengar suaranya, aku bahkan ingin memeluknya

Mati-matian aku mengutarakan rasa cintaku pada Min Gi, bahkan aku sanggup untuk menahan rasa inginku untuk tidur seranjang dengannya. Dari awal kami menikah, sebenarnya aku ingin kami bisa sekamar layaknya pasangan suami istri lainnya. Hanya saja aku tidak bisa menghentikan rasa gengsi dan rasa  gugupku jika bersama dengannya. Kala itu aku masih bingung dengan perasaanku yang selalu tidak karuan jika bersama dengan Min Gi, jantungku selalu berdetak lebih kencang jika sudah bersama dengannya.

Aku tidak ingin Min Gi mengetahui perasaanku, yang sebenarnya sudah mulai membuka hati untuknya.  Sejujurnya aku hanya ingin memastikan jika perasaanku saat itu bukanlah hanya sekedar perasaan gugup ketika bersama Min Gi.  Dan sekarang aku baru sadar jika dari awal kami menikah, aku memang sudah mulai menyukai istriku.

Satu pertanyaan yang terus bergelantung diotakku selama ini adalah mengapa aku menginginkan Min Gi untuk membantuku membatalkan perjodohan dengan keluarga Baek? Baiklah, salah satu alasan mengapa aku menjadikan Min Gi sebagai kandidat istriku adalah karena kemungkinan Min Gi bisa hamil karena perbuatanku yang telah merenggut kegadisannya secara tidak sadar. Namun aku tidak terlalu mengambil pusing jika memang ia tidak hamil, karena hamil atau tidak aku akan tetap menjadikannya istriku.  Begitulah pemikiranku kala itu.

Jangan-jangan aku memang sudah menaruh hati padanya sejak lama, namun karena ke acuhan ku untuk menyadarinya aku jadi tidak peduli dengan perasaanku sendiri. Haissh Cho Kyuhyun Seharusnya otak dan perasaanmu itu bisa bekerja dengan baik.

“aku mencintaimu  Han Min Gi” aku terus menggumamkan kalimat itu secara tidak sadar

*****

Pagi ini Min Gi kembali melaksanakan aktivitasnya sebagai mahasiswa. Jam sudah menunjukan pukul 08.45, dan Min Gi  sendiri masih berada di apartementnya. Sialnya 15 menit lagi pelajaran Kang songsaenim akan dimulai. Yeoja itu mengunci pintu dengan tergesa-gesa dan segera melangkahkan kakinya lebar-lebar.

Min Gi terus menatap jam tangannya lekat-lekat berharap agar jarum panjang arlojinya berhenti bergerak untuk sekedar menghentikan waktu agar ia tidak terlambat.

Ting…

Lift mulai terbuka dan Min Gi segera beranjak memasukinya. Belum selangkah ia melangkah masuk, ia  melihat seorang namja yang semalaman ia rindukan. Namja itu tengah berada didalam lift dengan menampilkan wajah lesu.

“Kyuhyun oppa” sapa Min Gi, Kyuhyun hanya melihat sekilas ke wajah istrinya dan berlalu begitu saja meninggalkan sang istri yang tengah mematung melihatnya kembali bersikap dingin

Tidak  mau tinggal diam, Min Gi segera menyusul  Kyuhyun yang terlihat begitu menyedihkan. Astaga apa tugas kantornya benar-benar membuat stress, pikir Min Gi.

“kau kenapa? Sakit?” tanya Min Gi yang masih berjalan mengikuti Kyuhyun

ani, lebih baik kau segera berangkat kekampus jika tidak ingin terlambat” Min Gi kembali melihat arloji nya sebentar kemudian kembali mengikuti langkah Kyuhyun yang menuju ke apartementnya. Persetan dengan pelajaran Kang Songsaenim yang akan dimulai beberapa menit lagi, saat ini suaminya lebih penting daripada mata kuliahnya. Melihat tampang Kyuhyun yang bisa dibilang tidak baik-baik saja benar-benar membuat Min Gi mengkhawatirkan namja itu

Angka-angka sebagai lock password sudah dimasukan, Kyuhyun dan Min Gi segera masuk kedalam apartement mereka.

“mau aku buatkan sarapan?”

“aku tidak lapar” lagi, lagi dan lagi nada dingin terlontar bebas dari mulut Kyuhyun

Ini benar-benar salah, Kyuhyun yang ada dihadapannya ini adalah bukan suaminya yang selama beberapa minggu kemarin menjadi suami terbaik yang pernah ia miliki. Saat ini Kyuhyun yang ada dihadapannya adalah namja berhati dingin yang sempat ia kenal dan menghancurkan hatinya sampai kedasar  yang paling dalam. Ada apa dengan Kyuhyun? kenapa lagi-lagi bersikap aneh?

oppa katakan ada apa denganmu? Kau bukan seperti Kyuhyun oppa yang biasanya” Kyuhyun melihat Min Gi sebentar, memfokuskan matanya untuk menatap wajah manis istrinya itu

na (aku)? Menurutmu bukan Kyuhyun yang biasanya? Lalu apa kau merasa seperti seorang Min Gi yang biasanya?” Kyuhyun menaikan intonasi suaranya, menyindir Min Gi dengan terang-terangan. Namun Min Gi hanya bisa membulatkan matanya karena ia benar-benar tidak mengerti dengan ucapan yang baru saja Kyuhyun lontarkan

“apa maksudmu oppa? Aku sama sekali tidak mengerti”

“tidak usah kau  mengerti tapi harus kau sadari! Lebih baik kau cepat pergi kekampus”

Brakk…Kyuhyun membanting pintu kamarnya sekencang mungkin dan membuat Min Gi melonjak kaget ditempat. Kini Min Gi hanya bisa memandang pintu kamar Kyuhyun dengan tatapan sedih sekaligus prihatin.

374157_369473669805797_2121309857_n

 

*****

 

Kyunghee University

 

Karena Min Gi datang terlambat kekampus, mau tidak mau ia baru mengikuti mata kuliah di jam ke dua. Dosennya masih terus berceramah panjang lebar menggunakan bahasa asing yang menjadi bahasa sehari-hari mahasiswanya didalam fakultas English Department ini. Mata Min Gi memang fokus menatap dosennya namun pikirannya melayang entah kemana. Ia benar-benar bingung dengan sikap Kyuhyun, sebenarnya apa yang terjadi dengan pria itu. Apa suaminya memiliki masalah kejiwaan hingga emosi dan tingkahnya selalu berubah-ubah tidak menentu.

“Han Min Gi!” sapa Ji Eun

eoh ne?”

“professor Go sudah menyelesaikan pelajarannya, lagi-lagi kau melamun! Kau ini kenapa selalu terlihat galau eoh?”

“sudah berakhir ya, ah aku lapar! Ji Eun-ah kajja kita kekantin” Min Gi  sengaja tidak menggubris  ucapan Ji Eun karena ia sedang malas membahas suaminya yang merupakan alasan mengapa ia selalu terlihat sedih

“aku ikut” seru Jonghyun yang sedang memasukan binder kedalam tas nya

 

At Cafetaria

igo Dim Sum milikmu Min Gi-ya dan ini jajjangmyeonmu  Jonghyun-ah” Ji Eun menyoodorkan pesanan Min  Gi dan Jonghyun

gomawo chingu-ya” Min Gi berusaha tersenyum seperti biasa agar kedua sahabatnya ini tidak mencurigai mood nya yang sedang buruk

“jika ada masalah berbagilah pada sahabatmu”  Jonghyun mulai berkata dan menyumpit mie hitamnya untuk segera ia masukan kedalam mulut. Sepertinya namja ini memang selalu tahu kondisi Min Gi, aigo apa Jonghyun memiliki jiwa peramal?

eoh kau ada masalah Min Gi-ya?” tanya Ji Eun yang sedang asyik dengan ddeokbokki nya

aniyo, aku hanya pusing karena tugas Kim Songsaenim

majja aku juga begitu! ia memang menyebalkan, disetiap pertemuan selalu memberikan tugas. Benar-benar dosen yang kejam” balas Ji Eun dengan wajah kesalnya karena mengingat tugas paper yang diberikan Dosen bermarga Kim itu belum selesai

eoh ngomong-ngomong bagaimana pertemuan kalian dengan Choi Siwon? Pasti senang bisa bertemu sahabat lama, keuji? Ah ya apa Kyuhyun sunbae juga mengenalnya? Astaga kurasa hanya aku saja yang sama sekali tidak kenal dengan sahabat kalian itu, ck menyebalkan” tambah Ji Eun menggerutu, dan kalimat panjang yang ia lontarkan berhasil membuat Min Gi menatap fokus pada yeoja bermarga Song itu

“Kyuhyun oppa? Bagaimana kau tahu?” tanya Min Gi, setaunya Min Gi tidak  pernah bercerita pada Ji Eun jika Kyuhyun dan Siwon saling mengenal

“kemarin sore aku bertemu dengannya di restaurant Itali dekat kempus, ia bertanya padaku tentang keberadaanmu dan kubilang saja kalau kau sedang pergi menemui Siwon” dengan tenang Ji Eun menceritakan semua nya kepada Min Gi

mwo?”

“hei ada apa denganmu? Kenapa terkejut begitu”

“kurasa suamimu salah paham Gi-ya” sahut Jonghyun cepat

“kau sedang bertengkar dengannya bukan?” tambah Jonghyun kembali, namja itu benar-benar bisa menangkap ekspresi Min Gi yang sedang gundah karena suaminya. Dengan gerak cepat Min Gi segera bangkit dari kursinya

“aku pergi dulu, annyeong

eoh kenapa buru-buru? Yak! Jonghyun-ah darimana kau tau Min Gi tengah bertengkar dengan suaminya?” merasa penasaran Ji Eun pun bertanya pada Jonghyun

“from her eyes”

“issh ucapanmu  membuatku mual”

 

*****

 

Min Gi  POV

Aku segera meluncur menuju apartement untuk kembali meminta penjelasan dari Kyuhyun oppa. Jika benar kemarin ia melihatku bersama Siwon oppa, kenapa ia harus marah? Apa ia cemburu? Aish jika memang benar, berlebihan sekali cemburunya itu.

Kutanggalkan flat shoes tosca ku dan menggantinya dengan sandal rumah ketika sudah memasuki apartement ini. Keadaan sangat sunyi, apa Kyuhun oppa ada dikamar? Tanpa basa-basi aku segera  membuka pintu berwarna burly wood itu dan masuk kedalamnya. Kulihat suamiku tengah menutupi tubuhnya dengan selimut, apa ia sedang tidur?

oppa ireona”  ku guncangkan perlahan tubuhnya agar ia terbagun,  dengan cepat ia mulai membuka selimut dan terpampanglah wajah kusutnya. Aigo kenapa suamiku terlihat seperti orang stress, wajahnya benar-benar kuyu tanpa aura sama sekali

“aku tau kenapa kau bersikap dingin kembali, kau melihatku bertemu dengan Siwon oppa kemarin kan?  Saat itu aku….”

“Han Min Gi ayo kita bercerai” pelan dan singkat kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Sungguh aku benar-benar tertohok mendengar ucapannya barusan, rasanya seperti ada  ribuan paku yang menancap dijantungku

“jangan bercanda oppa

“aku serius! Untuk apa mempertahankan pernikahan yang sudah jauh dari kata harmonis seperti ini, kau bisa bahagia jika kita sudah berpisah dan kau tidak perlu lagi tersiksa karena tingkah burukku terhadapmu” aku hanya bisa memejamkan mataku sejenak ketika ia mulai berseru seperti itu

“ini hanya salah paham, kita bisa bicarakan ini baik-baik oppa

“tidak ada yang perlu dijelaskan lagi”

“apa kau mencintaiku?” sahutku cepat

“…………” ia masih tidak menjawab

oppa apa kau mencintaiku?” lagi ku ajukan pertanyaan itu

“…………” dan lagi-lagi ia hanya diam mematung tanpa membalas pertanyaanku, rasanya emosiku sudah sampai ubun-ubun dan sulit untuk ku cegah

“CHO KYUHYUN JAWAB PERTANYAANKU!!!” aku berteriak tepat diwajahnya, sungguh aku tidak bisa menahan emosiku lagi

“kau sudah mengetahui dengan jelas jawabannya ketika kau mengajukan pertanyaan padaku untuk menciummu!” balasnya dengan nada tidak kalah emosi dariku, ternyata ia masih ingat dengan pertanyaanku dulu

“aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu!”

“YA AKU MENCINTAIMU!! PUAS!”  teriaknya dengan lantang

“kau bilang bahwa kau mencintaiku tapi kenapa dengan mudahnya kau mengajukan perceraian! Oppa aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kau sulit untukku pahami. Baru  beberapa minggu ini aku merasakan kasih sayangmu tapi dengan cepatnya kau lukai hatiku lagi dengan ucapanmu itu” bohong jika aku sekarang tidak sedih, aku merasakan air mataku mulai turun membasahi pipiku. Sungguh bukan ini yang kuinginkan, berpisah dengan suamiku adalah hal yang paling tidak kuinginkan. Sudah cukup orang tuaku berpisah dan aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti orang tuaku

“sejujurnya aku juga tidak ingin melukaimu Min Gi-ya jadi untuk itu aku menginginkan kita berpisah agar kau tidak harus merasa sakit hati lagi karenaku” Kyuhyun oppa kembali berucap dengan nada pelan, terlihat dengan jelas jika ia juga sangat sedih. Tuhan tidak bisakah kau memberikan kami kebahagiaan untuk menjalani rumah tangga ini, apa memang berpisah adalah yang terbaik?

Aku tidak bisa berucap lagi, Kyuhyun oppa sungguh menikamku dengan sadis  oleh perbuatan dan ucapannya. Jika ia memang cemburu dan merasa kesal padaku seharusnya bilang dengan jujur, Jangan menarik kesimpulan sendiri tanpa persetujuanku. Bercerai bukanlah jalan keluar yang ingin kutempuh, aku masih sangat mencintai suamiku. Apakah aku ini adalah wanita terbodoh yang masih saja mencintai tapi disakiti secara gamblang oleh priaku sendiri.

“apa pertemuanku dengan Siwon oppa kemarin yang membuatmu seperti ini? katakan dengan jujur” aku tidak tahu pemikiranku ini benar atau tidak, tapi kurasa itulah satu-satunya alasan mengapa Kyuhyun oppa bertindak seperti ini

“aku senang jika kau sudah sadar dengan perbuatanmu itu, Min Gi-ya aku memang namja yang sangat buruk dalam menghadapi masalah percintaan tapi aku tidak pernah sekalipun bermain belakang dengan yeoja lain. Aku memang jahat namun aku masih punya hati untuk tidak berselingkuh dibelakang kau, istriku”

Kuhembuskan nafas kasar, memejamkan mata untuk sekedar merelaksasikan pikiranku sejenak dari emosi yang tengah menderaku. Dia bilang dia masih memiliki hati? Dia itu sadar atau tidak bicara  seperti itu. Jelas-jelas aku tidak selingkuh dan dialah yang menyimpulkan sendiri jika aku tengah menikungnya. Astaga, apa masih ada hal menyedihkan yang akan ia pikirkan tentangku? Apa pikiran tentang aku sebagai yeoja yang terobsesi padanya masih tidak cukup? Dan sekarang dengan gamblangnya ia malah menyatakan bahwa aku selingkuh. Oh God ini adalah siang hari yang sangat panas dan emosiku sudah sangat membuncah, sungguh keadaan ini seperti membunuhku secara perlahan.

“dengar dengan baik Cho Kyuhyun. Aku..Han Min Gi, istrimu…seorang yeoja yang kau pikir hanya terobsesi padamu tidak pernah sekalipun berselingkuh. Aku akan memberitahumu semuanya secara detail jadi pasang pendengaranmu baik-baik karena aku tidak akan mengulangi perkataanku” aku kembali menarik nafas sebelum mencoba mengeluarkan kata-kataku lagi

“kejadian tempo hari yang kau lihat ketika aku berada diapartement bersama Siwon memang benar adanya. Aku tengah bermesraan dengan sahabatku sendiri TAPI namja itu tidak menyentuhku hingga melewati batas dan tidak pernah sekalipun menciumku! Aku sadar bahwa aku memang salah karena pada saat itu aku kehilangan kendali. Siwon yang tengah patah hati dengan gadis yang ia pacari selama 5 tahun itu tengah melampiaskan kekecewaannya tanpa sadar padaku karena ia teringat dengan mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai dan aku…”

“kau menikmatinya kan?” sahutnya dengan nada tidak bersahabat

“aku menikmatinya karena aku membayangkan kau! Suamiku yang tengah menyentuh tubuhku. Ini memang terdengar menggelikan, namun aku mengakui jika aku sangat haus akan kasih sayang suamiku. Dan betapa menyedihkan bahwa pada kenyataannya suamiku sendiri tidak pernah mau menyentuhku sedikitpun. Oleh karena itu aku terbawa suasana dengan perilaku Siwon, sungguh aku benar-benar merasakan jika kau lah yang tengah menyentuhku” aku terlihat sangat menyedihkan dengan berkata jujur seperti itu didepan suamiku sendiri. Masa bodo dengan air mata yang sudah mengalir bebas dari kedua mataku ini, aku tidak peduli jika ia  men-cap ku sebagai wanita yang cengeng. Saat ini  yang ingin aku lakukan adalah menjelaskan semuanya pada suamiku

“a..apa?”

“dan kejadian kemarin  aku bertemu dengan Siwon karena ia ingin meminta maaf padaku tentang kejadian khilaf itu dan hanya ingin bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya, aku dan Jonghyun”

“ada Jonghyun?”

“ya, kau bisa tanyakan sendiri padanya apa yang sebenarnya kami lakukan di cafe itu”

“tapi kenapa kau menyentuh pipi Siwon dan merangkul lehernya? Aku melihatnya dengan sangat jelas nona Han!” aku sempat berpikir, kapan aku melakukan itu pada Siwon? Sepertinya aku tidak pernah merangkul Siwon

….ah aku ingat!!

“ah tentang itu, itu hanya ungkapan bahagiaku karena kedua sahabatku selalu men-supportku untuk terus berusaha dalam mengambil hatimu. Bukan hanya dengan Siwon tapi aku melakukan itu dengan Jonghyun juga. Aku mengapitkan kedua tanganku pada leher Siwon dan Jonghyun seraya mendekatkan wajah kami bertiga, kau mengerti posisi seperti itu kan?”

 

Flashback

Aku memasuki cafe bersama Jonghyun untuk menemui Siwon oppa, dari depan pintu aku sudah melihat namja bertubuh atletis itu melambaikan tangannya agar kami bisa menemukannya dengan cepat

“ah akhirnya aku bertemu denganmu juga Hyun” sapa Siwon oppa dan memeluk Jonghyun dengan erat seolah ia emang benar-benar merindukan sahabatnya itu

“lama tidak jumpa hyung

oppa kau  tidak merindukanku juga?” sebenarnya aku masih agak canggung untuk berinteraksi dengan Siwon oppa namun aku harus bisa menetralisasikan keadaan agar  ia  juga tidak sungkan padaku karena kejadian tempo hari

“I miss you too Miss kodok” ia mulai memelukku dan mengacak rambutku pelan

Kami menikmati hidangan yang sudah kami pesan dan bercanda bersama, mengenang masa-masa senior high school kami dulu. Jonghyun yang biasanya hanya diam tanpa bersuara, kini ia sedikit lebih cerewet karena bertemu dengan Siwon oppa. Ya Jonghyun memang akan membuka suaranya hanya pada orang-orang yang sudah sangat dekat dengannya.

“aku sangat kecewa pada adikku ini Hyun, ia menikah namun tidak  mengundangku” ia melirik kearahku dan sesekali menampilkan wajah sedih yang dibuat-buat, Haha lucu sekali

“pernikahannya memang sangat mendadak hyung, maklum kan saja! ia memang sudah sangat  tidak sabar untuk mengikat namja yang ia cintai mati-matian itu”

“Cih kau berlebihan Hyun” aku menyesap lemon  tea ku dan menanggapi semua ocehan dua namja ini dengan santai

mianhae oppa, aku memang salah” tambahku cepat

“hem aku  terima maafmu. Kulihat Kyuhyun orang yang baik, ia mapan dan pintar sepertinya. Gi-ya kau harus terus berusaha untuk mendapatkan hatinya, kau ini kan istrinya aku sangat yakin lambat laun Kyuhyun pasti bisa membalas perasaanmu”

“Kyuhyun sunbae sepertinya memang menyukaimu Gi-ya hanya saja ia tidak pandai dalam mengeluarkan isi hatinya. Ia orang yang terlalu gengsi untuk sekedar menurunkan harga dirinya demi orang yang ia cintai” aku segera bangkit dari tempat dudukku dan berdiri tepat  dibelakang punggung kedua sahabat tercintaku ini, tanpa apa-aba aku langsung merangkul leher mereka dengan kedua leganku dan menempelkan kedua pipi mereka tepat dikedua sisi wajahku. Tuhan betapa beruntungnya aku memiliki mereka sebagai sahabatku yang pengertian. Demi apapun ucapan yang barusan mereka lontarkan benar-benar membuat hatiku nyaman

“aku benar-benar beruntung memiliki kalian, sungguh kalian bukan hanya sahabat untukku tapi kalian adalah oppa-oppa tersayangku. Kuharap semua ucapan kalian tentang suamiku memang benar adanya, namja itu memang benar tulus mencintaiku. Gomawo sudah menenangkan hatiku” dengan posisi ini aku  tidak sadar sudah menumpahkan air mataku, ini memalukan. Tapi aku tidak bisa menahan rasa bahagia ku karena memiliki sahabat yang bisa menenangkan hati dan pikiranku. Kuharap perubahan sikap Kyuhyun oppa adalah alasan bahwa ia memang benar-benar mencintaiku

uljima, kau jadi terlihat jelek dengan air mata itu” seru Siwon oppa  yang tengah mengusap pelan rambutku dengan sebelah tangannya yang bebas. Buru-buru aku me-lap air mata ini dan kembali ketempat duduk

“Gi-ya aku juga ingin meminta maaf padamu tentang kejadian tempo hari, sungguh saat itu aku benar-benar hilang kendali karena emosiku akan Min Ah. Jadi tanpa sadar aku melampiaskannya padamu” katanya dengan raut wajah bersalah

gwenchanayo aku mengerti perasaanmu oppa” kusuguhkan senyum manisku agar Siwon oppa tidak terlalu merasa bersalah

“apa yang kalian bicarakan, memangnya ada apa dengan Min Ah? Hyung Kau putus dengannya?” tanya Jonghyun

“ya kami sudah putus” balas Siwon oppa lirih

“MWOYA? Hyung bagaimana bisa?” astaga aku baru melihat lagi Jonghyun dengan ekspresi terkejutnya itu, rasanya sudah sangat lama tidak melihat ekspresi seperti itu dari wajah tampannya

Siwon oppa kembali menceritakan kisah cintanya pada Jonghyun dan kami semakin larut dengan obrolan kami hingga tidak tahu waktu.

Flashback End

 

mwo? Kau jangan bercanda” Kyuhyun oppa kembali menampilkan smirk andalannya, seolah tidak percaya dengan ucapanku

“terserah kau mau percaya atau tidak, tapi memang kenyataannya seperti itu. Kau bisa bertanya pada Jonghyun jika kau belum merasa puas dengan ceritaku”

“……..”

oppa sejujurnya aku sangat  kecewa padamu,  kau tidak pernah mau mencari tahu semua kebenarannya dan kau hanya bisa menyimpulkan dengan mudah semua pikiran-pikiran negatifmu terhadapku. Mungkin kau benar oppa, sepertinya bercerai adalah jalan terbaik untuk kita karena percuma saja membina rumah tangga tanpa adanya kepercayaan dan keterbukaan. Sejujurnya aku juga masih meragukan rasa cintamu padaku, jadi kupikir…..bercerai adalah yang terbaik”

Aku segera keluar dari kamar Kyuhyun oppa dan berjalan cepat menuju kamarku. Aku kembali menangis meratapi perjalanan cintaku yang jauh dari kata bahagia. Tuhan aku percaya padaMU,  jika kami memang berjodoh kau tidak akan memisahkan kami. Aku hanya ingin mempercayai takdir dan melihat kesungguhan Kyuhyun oppa yang sebenarnya mencintaiku. Tapi kuharap suamiku bisa membuka pikiran dan hatinya agar bisa membatalkan niat perceraian ini.

*****

 

2 Days Later

 

Kyuhyun POV

Seharian ini dikantor aku hanya bisa melamun, aku tidak bisa berkonsentrasi karena memikirkan masalah rumah tanggaku. Sepertinya ucapan Min Gi memang benar, aku sungguh sangat jahat. Tidak pernah merasakan sakit hati Min Gi karena tingkahku, aku juga tidak pernah mau berusaha untuk mempertahankan rumah tanggaku dan mencari kebenaran atas rasa cemburuku terhadapnya. Sungguh aku benci dengan diriku ini yang dengan mudahnya memikirkan perceraian adalah jalan terbaik yang karus kutempuh. Sejujurnya aku memang tidak ingin membuat Min Gi sakit lagi untuk itu aku ingin mengajukan perceraian dengannya, namun siapa  yang tahu jika semua pikiran konyolku tentang Siwon dan Min Gi adalah kesalah pahaman semata. Apa aku tega membiarkan Min Gi terluka lagi? Tidak!  Aku ingin membahagiakannya, aku ingin ia selalu berada disisiku.

“kau akan menyesal jika kau kehilangannya” tiba-tiba ucapan Donghae hyung kembali bergelayut dipikiranku. Aku harus mempertahankannya! bagaimanapun juga aku tidak ingin kehilangan istriku.

Kuambil jas abu-abuku yang tersampir dibahu kursi dan mulai berjalan meninggalkan ruanganku.

Sesampainya didepan pintu masuk lobby segera kulangkahkan kakiku dengan cepat menuju parkir.gemes

Aku tidak ingin membuang waktu dan ingin segera pergi menemui Min Gi.

 

 

KyuGi’s Apartment

Kumasukan code lock untuk membuka pintu apartement, dan langsung berjalan dengan tidak sabaran menuju kamar Min Gi. Aku tidak mau menunda-nunda niatku yang masih ingin mempertahankannya dihidupku.

“boleh aku masuk?” kulihat ia tengah meringkuk diranjangnya, memposisikan dagunya diatas lutut dan menampilkan wajah yang sangat sendu. Demi Tuhan aku benci melihat wajah sedihnya

Tanpa menunggu persetujuan darinya, aku segera berjalan menghampirinya dan mendudukan tubuhku disisi ranjang.

“maafkan aku Min Gi-ya, aku bersalah padamu. Sungguh aku tidak menginginkan perceraian, kemarin aku hanya sedang emosi dan dengan mudahnya meminta bercerai. Tapi sungguh aku masih menginginkanmu, aku tidak ingin kita berpisah” kubuang semua gengsiku dan mendekat lebih agar  bisa memeluk Min Gi, namun dengan cepat Min Gi menolak untukku peluk

“jika kau hanya ingin menenangkan hatiku, lebih baik kau keluar” ia bebicara dengan nada datar, seperti bukan seorang Han Min Gi

“tidak! Aku sungguh-sungguh mengatakannya Min Gi-ya, aku tidak ingin kita bercerai”

oppa! Aku bertahan sejauh ini hanya untuk mencintaimu. Apa kau pernah merasakan disakiti oleh orang yang sangat kau cintai? Sangat sakit oppa, bahkan untuk bernafas pun sulit” Min Gi kembali  menangis, ia menumpahkan rasa kecewanya terhadapku

“aku pria yang tidak bisa menunjukan perasaanku dengan baik. Aku memang sangat payah dalam hal itu, aku terlalu dingin dan tidak peduli dengan perasaan orang lain. Tapi kau mengubahku, perlahan aku mulai bisa menunjukan rasa yang sedari dulu inginku ungkapkan. Kumohon Han Min Gi, mengertilah aku dan ajari aku untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik” kuluapkan semua ucapanku yang sedari dulu kutahan untuk tidak kuucapkan. Persetan dengan gengsi dan harga diri yang kupupuk dari dulu, mempertahankan istriku jauh lebih penting ketimbang mempertahankan semua rasa aroganku

“aku ingin mempercayaimu, tapi aku takut sakit lagi oppa. Perasaan kecewaku ini bisa membunuhku secara perlahan” kubawa ia kedalam dekapanku, kepeluk ia dengan erat dan mengusap rambutnya dengan sayang. Kuharap tindakan ini bisa mengurangi sakit hatinya

“Han Min Gi we are married by love, aren’t we?” Min Gi segera menegakkan tubuhnya kembali, melepas pelukanku dan menatapku fokus. Aku tahu ia tengah terkejut dengan penuturanku barusan

“kita menikah karena cinta,  iya kan?” kembali aku menanyakan kalimat itu yang sedari tadi tidak direspon olehnya, kutatap kedua bola matanya meminta jawaban jujur dari matanya itu

“aku menikah denganmu karena cinta, tapi kupikir…kau tidak”  balas Min Gi masih dengan nada sedih

“aku juga menikahimu karena cinta” ia membulatkan matanya dengan sempurna, apa ucapanku itu seperti shock teraphy baginya?

“don’t be a lier!”

“I’m trying to be honest! actually, This is a fact! Listen Han Min Gi! aku yakin kau pasti berpikir aku menikahimu karena takut kau hamil, benar?” ia hanya menganggukan kepalanya dan masih mendengarkan penuturanku dengan serius

“tapi sejujurnya aku memilihmu karena hatiku menginginkannya, aku sudah bilang padamu dengan hamil atau tidaknya kau, aku  tetap akan menikahimu. Kuharap kau mau mempercayai ucapanku ini”

“adakah hal lain tentang pernikahan ini yang tidak kuketahui? Sejujurnya aku sangat penasaran mengapa kau menikahiku terburu-buru seperti ini padahal sudah jelas aku mengatakan bahwa aku tidak akan hamil” katanya meminta penjelasan

“aku dijodohkan”

ne?”

“aku dijodohkan oleh orang tuaku dengan wanita yang tidak kukenal. Untuk itu daripada menikahi wanita itu, aku lebih menginginkan kau untuk menjadi istriku. Aku memang bodoh karena baru sekarang menyadari bahwa aku mencintaimu”

“tap…” belum selesai ia berucap, aku segera menempelkan telunjukku tepat dibibirnya agar ia berhenti bicara dan tetap mendengarkan penuturanku yang selama ini selalu kusimpan sendiri

“Terus terang saja aku suka dengan sikapmu yang selalu mengejarku, aku merasa menjadi seseorang yang sangat berharga karenamu Min Gi-ya” kembali kutatap  istirku lekat-lekat dan kembali pula air matanya jatuh dan terdengar isakan sedih dari mulutnya

nappeunom!” ia memukul dadaku untuk menyalurkan rasa kesalnya, aku sangat rela jika tubuhku ini ia pukul sekeras apapun untuk meredamkan kesakitan hatinya karenaku

“aku mencintaimu Han Min Gi, sangat! Kau masih mau mempertahankan pernikahan kita kan?” tanyaku penuh harap

“kau harus dihukum!” katanya tegas, apa dihukum? Aish kuharap aku tidak akan dihukum untuk makan sayur karena sudah pasti aku tidak bisa

“asal kau tetap bisa berada disisiku, aku siap menerima hukuman darimu”

“baiklah besok kita pergi untuk menjalankan hukumanmu” ia mulai menarik sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman, ah ini lah yang kuharapkan sedari tadi muncul dari wajah manisnya

 

*****

 

Tomorrow

 

Ditaman dekat apartement Kyuhyun dan Min Gi sudah hadir dua orang namja berparas tampan ditambah dengan gaya bak lelaki metroseksual dengan balutan jas dan sepatu mahal menambah kesan sempuran untuk mereka. Mereka adalah Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae. Kedua namja itu menurunkan kaca mata hitamnya sebentar dan mulai  duduk dikursi panjang yang berada di taman itu. Hanya ada beberapa anak kecil bersama orang tua mereka  dan pasangan-pasangan yang tengah menghabiskan waktu berdua di taman indah ini.

“ada apa Min Gi menyuruh kita  kemari Hae? Aku jadi penasaran!” tanya Eunhyuk yang masih asyik memandangi pemandangan indah taman ini

molla, ia menelponku semalam katanya ada hal penting yang harus kita kerjakan”

 

Meanwhile

 

oppa!” teriak  seorang yeoja yang tengah berjalan berdampingan dengan namja yang diketahui sebagai suaminya

“untuk apa mereka ada disini? Kau bilang ingin menghukumku Gi-ya” tanpa basa-basi Kyuhyun mulai bertanya pada istrinya karena ia heran melihat kedua sahabatnya juga ada disini, ditempat hukuman nya

“justru aku menyuruh mereka kemari untuk menghukummu”

“haha yang benar saja” Kyuhyun merasa senang karena hukuman dari Min Gi berasal dari sahabatnya, oh ayolah kedua namja ini tidak akan berani dengan Kyuhyun

annyeong oppa” sapa Min Gi

eoh nona Han annyeong! Ada apa kau menyuruh kami kemari?” tanya Eunhyuk To the point

ne kau ingin kami mengerjakan apa?” kali ini Donghae bertanya dengan sakratis

Tanpa membuang-buang waktu lagi, Min Gi menyuruh Kyuhyun untuk duduk dikursi yang tengah diduduki Eunhyuk. Dan Eunhyuk sontak berdiri ketika Min Gi menyuruhnya.

“sekarang oppa lepas sebelah sepatumu dan kaos kakimu juga” titah Min Gi pada Eunhyuk. Donghae dan Kyuhyun hanya memasang raut wajah bodoh karena bingung dengan tindakan apa yang akan Min Gi kerjakan

mwo?

“sudah cepat lepas” akhirnya Eunhyuk membuka sepatu sebelah kanannya serta melepas kaos kakinya. Sekarang kaki kanan Eunhyuk sudah telanjang bulat

“suamiku, kau siap menerima hukumanku kan?” Duo EunHae speechless ketika mendengar ucapan Min Gi yang memanggil Kyuhyun dengan kata ‘suamiku’. Mereka benar-benar dibuat heran karena KyuGi couple tidak pernah memamerkan kemesraan mereka. Astaga apa pagi ini matahari terbit dari arah barat?

“cium kaki Eunhyuk oppa!”

MWO??” ketiga namja itu sontak membuka mulut mereka lebar-lebar, kaki Eunhyuk diketahui sangat  bau. Ia sangat jarang mengganti kaos kakinya, dan sudah dipastikan bukan jika bau dari kakinya itu seperti apa. Bahkan jika ada kupu-kupu terbang kearah kakinya, sudah dipastikan kupu-kupu itu akan pingsan atau  mungkin mati (?)

“Gi-ya apa kau tau jika kaki namja ini baunya sangat busuk? kenapa kau tega menghukumku seperti ini. Ah aku rela jika kau menyuruhku untuk memakan sayur, sungguh”  Kyuhyun merengek meminta ampun agar  Min Gi tidak menyuruhnya mencium kaki Eunhyuk yang busuk, namja ini lebih rela memakan sayur mayur ketimbang mencium kaki sahabat yadongnya

“hahaha apa ini hukuman karena sikap burukmu selama ini? aku mendukung 1000% hukuman dari Min Gi kkkk~” Donghae mulai mengambil ponselnya dan bersiap untuk mem-foto Kyuhyun yang akan mencium kaki Eunhyuk, moment ini adalah moment langka jadi sudah sepatutnya untuk dia abadikan bukan?

“maaf Kyu ini bukan kemauanku, tapi jika kau memaksa ingin mencium kakiku ya silakan saja” dengan nada sok sedih Eunhyuk menyerukan ucapannya namun dibalik semua ucapannya itu terselip rasa bahagia yang membancah. Kapan lagi ia bisa mengerjai pria titisan setan ini kkk~

“kau mencintaiku kan? Hanya mencium kakinya selam 3 menit” dengan wajah innocent Min Gi mulai menuntun Kyuhyun agar mau mencium kaki Eunhyuk yang sudah ada tepat didepan wajahnya

“aku melakuan ini karena aku mencintaimu Han Min Gi!” gumam Kyuhyun, perlahan ia mulai mendekatakn wajahnya pada kaki Eunhyuk, dan mulai menutup hidungnya kala bau busuk dari kaki Eunhyuk tercium jelas. Baiklah Kyuhyun mencoba menahan nafas nya dan mulai mendekati kaki Eunhyuk sedikit demi sedikit

Tanpa di duga-duga, Eunhyuk menyodorkan kakinya tepat kedepan wajah Kyuhyun. Menempelkan seluruh telapak kakinya kehadapan wajah tampan Kyuhyun. Sekarang sudah sangat  jelas terlihat kaki Eunhyuk tertempel sempurna diwajah tampan pria bermarga Cho itu.

“buahahahahahahhahhahaha” gelak tawa terdengar dari Eunhyuk, Donghae dan Min Gi

“ingat oppa 3 menit” pasrah dengan hukuman Min Gi, Kyuhyun berusaha menahan bau itu selama 3 menit

“sudah huuf…3 menit…hufff” Kyuhyun melepaskan ciumannya dari kaki Eunhyuk dan langsung berlari kearah kearah air mancur yang ada ditaman dan membasuh wajah serta bibirnya dengan brutal. Demi Tuhan seumur hidup baru kali ini ia mencium kaki sebau milik Eunhyuk

“buahahhaahaha nona Han kupikir kalian sudah bisa menjadi sepasang suami istri normal benar kan?” seru Eunhyuk yang kembali memasang kaos kaki dan sepatunya

“akhirnya bocah itu bisa juga bersikap jujur dengan perasaannya, congratulation Han Min Gi” seru Donghae dengan senyum manisnya

“ne, kuharap ia bisa berubah menjadi namja yang lebih baik lagi dalam mengutarakan perasaanya. Gomawo oppa atas bantuanmu” Min Gi membungkukan tubuhnya kepada kedua sahabat suaminya itu dan mulai berjalan menuju air mancur tempat suaminya tengah membersihkan wajah

*****

 

At Night

Malam ini Kyuhyun tengah menonton TV, ia menunggu Min Gi yang sedari tadi didapur untuk membawakan cemilan malamnya. Kejadian siang tadi sedikit membuatnya kesal,  tapi ia  sadar bahwa hukuman dari Min Gi tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan sikap buruknya selama ini yang membuat sedih hati sang istri.

“Min Gi cepat! dramanya sudah mau dimulai” teriak Kyuhyun, ketika drama Gu Family Book mulai disiarkan

oppa lihat!” Min Gi muncul dengan hot pants berwarna soft cream dan tank top putihnya dihadapan Kyuhyun, Kyuhyun yang kala itu tengah fokus pada layar datar dihadapannya sekarang harus menelan ludah pahit karena melihat lekukan tubuh istrinya yang tergambar sempurna dari balutan pakaian mininya itu

“k…kau kenapa tiba-tiba memakai baju seperti itu?”

“aku ingin meminta pendapatmu oppa karena Jonghyun bilang tubuh kurusku tidak cocok memakai pakaian seperti ini, benarkah itu?” Min Gi mulai duduk disamping Kyuhyun, dan reflek Kyuhyun memundurkan tubuhnya. Ia benar-benar dibuat terkejut dengan penampilan istrinya malam ini, Min Gi kelewat polos atau apa? jelas-jelas pakaian itu sangat memperlihatkan lekukan tubuh langsingnya

“ganti bajumu jika tidak ingin masuk angin! lagipula Jonghyun benar tubuhmu itu kurang berisi” Kyuhyun mati-matian berusaha menenangkan degup jantungnya yang terus berdebar kencang kala berhadapan dengan Min Gi

“jadi benar ya tubuhku memang kurus dan tidak pantas memakai pakaian ini” dengan berat hati Min Gi segera menuju kamar untuk mengganti pakaiannya kembali

“jelas-jelas tubuhnya sangat menggoda jika berpakaian seperti itu, cih membuatku  ingin menerkamnya saja” lirih Kyuhyun

“ah sudah sampai mana drama ini?” Min Gi kembali menduduki sofa dan memakan pop corn yang baru ia bawa dari dapur. Astaga Kyuhyun benar-benar kesulitan bernafas saat melihat tubuh istrinya yang sekarang terbalut lingerie tipis berwarna merah, belum lagi rambut istrinya sudah tergulung sempurna dan memperlihatkan leher jenjangnya dengan jelas

“kau mau menggodaku ya?” tanya Kyuhyun yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Min Gi

Min Gi mulai menaruh mangkuk besar pop corn ke  atas  meja dan beringsut mendekati Kyuhyun

“kau tergoda olehku oppa? Bukankah kau bilang tubuhku tidak berisi hem?” skakmat  Kyuhyun benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, memang benar jika ada pepatah yang mengatakan mulutmu harimaumu

Tanpa mau berdebat lagi Kyuhyun segera merangkul pinggang Min Gi, membawanya untuk duduk diatas pangkuan Kyuhyun. Dengan cepat ia tempelkan ciumannya pada bibir ranum Min Gi. Min Gi yang kala itu masih sedikit terkejut dengan tindakan Kyuhyun, perlahan mulai melingkarkan tangan dileher suaminya. Kyuhyun mengecup bibir istrinya dengan tidak sabaran, melumatnya dengan lembut hingga terdengar suara kecapan dari ciuman mereka.

Merasa tidak ingin kalah Min Gi pun membalas setiap lumatan Kyuhyun. Tangannya yang semula melingkar dileher Kyuhyun perlahan mulai naik munuju kepala Kyuhyun, Min Gi mengacak rambut Kyuhyun dengan lembut, membuat tatanan rambut namja itu menjadi sedikit tidak karuan. Min Gi benar-benar tengah melampiaskan hasratnya karena Kyuhyun terus menciumnya dengan penuh nafsu.

“eungh… oppa” lenguh Min Gi ketika Kyuhyun mulai mencium dan menghisap leher jenjang Min Gi

Kyuhyun benar-benar merasa sudah tidak tahan lagi jika hanya menciumi istrinya, perlahan tangannya mulai ia masukan kebawah lekukan lutut Min Gi dan tangan kekarnya sudah membawa Min Gi menuju kamar untuk meneruskan kegiatan suami istri yang harusnya mereka jalani dimalam pertama.

“kau yang telah menggodaku nona Han jadi bersiap-siaplah untuk menanggung risikonya” seru Kyuhyun dengan nada menggoda

Min Gi sendiri hanya bisa menenggelamkan wajahnya dileher Kyuhyun agar namja itu tidak melihat wajahnya yang sudah memerah karena menahan malu.

 

END

Annyeong Hasseyo….wuaah akhirnya ff  ini kelar juga *lega*! maaf banget loh  yaa kalo publishnya ngaret banget, soalnya gegara kesibukan kuliah sama pulsa modem habis bikin aku susah buat ngpost. Ah ya kalo ending nya ga sesuai sama harapan sorry-sorry juga, maklum lah kapasitas imajinasi nya lagi low kkk~. Sebenarnya aku pengen banget bisa terus rajin publish ff, tapi karena sekarang udah masuk waktu sibuk kuliah jadi mau gamau  cuma bisa bikin ff diwaktu senggang aja 😦 dan Buat ff lainnya yang belum kelar atau KyuGi Series bakal aku usahain untuk bisa publish lagi secepatnya. Jangan bosen-bosen juga yaa untuk terus nunggu cerita lainnya dari blog ini. Terima kasih untuk respon kalian buat ff WAMBLAW, semoga ending nya ini dapet respon yang lebih baik lagi^^ annyeong!

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

217 thoughts on “We Are Married By Love, Aren’t We? [Last Section]

  1. Huwaa udh endd,,,huhuh kurang,,kagak ada NCnya hihhiih,,,,ciee yg lg ngerasain jatuh cinta,,,untung si kyu mau nurunin harga dirinya lok g pasti udah cerai deh mereka lagian kyuhyun cemburunya terlalu,,hahah

  2. yaaaahhhh…nanggung…
    kyu mudah banget bilang cerai cie belum bertanya apapun tentang kesalah pahaman udah mengajukan perceraian.
    Nasib baik kyu mau nurunin harga diri buat ngungkapin cintanya n meluruskan kesalahpahaman diantara siwon n min gi.
    yeeeyyy ….akhirnya happy ending n setelah sekian lama cintanya min gi terbalaskan juga….

  3. Annyeong haseyo…
    Reader baru imnida 😀
    Nafiatur rizqoh ^^
    salam kenal ^o^
    izin baca2,,,
    ok, nanti di mention/di inbok deh.. Makasih infonya kak…
    Dikonfirm ya fbnya…

  4. Ahhh akhirnya masalah kesalahpahaman mrk selesai dan kyuhyun ud bisa jujur sama perasaannya sndr ud blg ke mingi cinta bukan cm sikapnya aja… ahhhh endingny nanggung hehehe

  5. Sebenernya seneng ngeliat mereka bisa baikan dan bisa berperilaku seperti pasangan suami istri lainnya…
    Dan belum lagi ini happy ending tambah seneng hahaha
    Tpi kurang puas klo endingnya cuma gini
    Untung aja eonni udh buat next part nya hehe

  6. akhirnyaa… kyuhyun sadar jugaa…. coba dari awal dia minta penjelasan dulu sama min gi. tapi yg penting akhirnya bahagiaaa

  7. Akhirnya kyu bisa ngutarakan isi hatinya yang sudah menyukai sang istri …
    akhir kehidupan rumah tangga yang bahagia….
    ajahhahahahaha
    kyu hukaman dgn mencium kaki euhyuk…

  8. Akhirnya si kyu bsa mncintai min gi jg,,
    Sneng jg pas scane kyu nyium kaki nya enhyuk kocak bget,,
    Ff mu kren.. mf bru comment d part ini,, coz, udah keasikan bcanyq,, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s