Posted in Family, Humor, KyuGi, Married Life, Romance

The Gift

Tg1

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho kyuhyun, Han Min Gi, Darrell Cho

Genre : Comedy, Romantic, Married Life

Rate : PG 17

Type : One Shot

Warning!! Aku ga tanggung jawab kalo kalian bakal bosen baca ff ini di pertengahan cerita karena ff ini dibuat agak panjang dari biasanya, and sorry for typo. Happy reading!

 

Nottingham, UK 03 February 2014

Saat ini negara pemilik bendera dengan sebutan Union Jack tengah dirundung musim dingin dan sepertinya masih akan berlanjut terus sampai Maret mendatang. Dan Pagi ini cuaca benar-benar sedang tidak bersahabat, untuk beberapa orang mungkin lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah daripada pergi keluar dengan cuaca dingin dan salju yang terus menerus menebal serta langit yang tak kunjung menampakan matahari. Beruntung semua sekolah dan universitas sedang menjalani libur musim dingin, setidaknya para guru dan siswa bisa menikmati waktu luang dengan bermalas-malasan di cuaca seperti ini.

“cuaca benar-benar sedang tidak bersahabat, beruntung sekolah masih diliburkan” Min Gi tengah menengadahkan pandangannya menuju langit, dari balik jendela besar rumahnya ia bisa melihat dengan jelas cuaca yang terus menerus mendung tanpa adanya sang surya yang  datang untuk menghangatkan keadaan

“mom aku sudah selesai makan” suara sang buah hati kembali terdengar di telinga Min Gi, sejak beberapa menit yang lalu bocah ini memang terus menggerutu karena sudah tidak berselera untuk menghabiskan sarapannya

“selesai apanya? Nasimu belum sepenuhnya habis”

“but, I’m full” dengan nada memelas bocah itu berusaha membujuk ibunya

“aaaa…..lima suap lagi dan kau bisa bermain sepuasnya dengan Jenny”

“isssh” keluh Darrell

kembali Min Gi menyuapkan Darrell sesendok nasi beserta lauknya, dan mau tidak mau bocah berumur 4 tahun itu membuka kembali mulutnya. Ibu dan ayahnya memang sangat tahu apa kelemahannya, untuk itu Darrell lebih memilih menuruti kemauan ibunya daripada ia harus dijauhkan lagi dengan ‘Jenny’ sebutan untuk benda kesayangannya.

Seperti kebanyakan ibu rumah tangga lainnya, Min Gi mulai menjalankan aktivitasnya untuk membersihkan rumah. Setelah menyuapi sang anak sarapan, ia segera membersihkan piring-piring dan gelas. Ditengah-tengah aktivitas mencuci piring, ia kembali teringat pada suaminya yang sudah lima hari ini tidak pulang karena tugas kantor yang mengharuskannya pergi keluar kota.

“sudah lima hari ini pria menyebalkan itu  tidak memberi kabar, astaga ia benar-benar cari mati”

“mom are you ok? Kenapa akhir-akhir ini aku sering melihatmu berbicara sendiri?” tanya Darrell penuh kecemasan, anak semata wayangnya memang sangat pintar membaca raut wajah orang tuanya

neo appa! Jinjja nappeunom (ayahmu! benar-benar jahat)” seru Min Gi lantang

nappeunom? Jahat? Evil?” dengan polosnya Darrell menjawab seruan ibunya

“kau tau selama di London daddy mu sama sekali tidak memberi kabar pada mommy, heissh menyebalkan. Apa selama lima hari ini ia begitu sibuk? Telpon dan sms sama sekali tidak digubrisnya”

“ah begitu”  Darrell kembali melenggang pergi meninggalkan ibunya yang masih mendumel kesal kepada ayahnya, lebih baik ia kembali kekamarnya daripada terus menerus mendengar ocehan sang mommy. Bisa-bisa ia menjadi korban kekesalan ibunya jika terus-menerus berdekatan disaat suasana hati ibunya sedang tidak bagus.

 

*****

 

Min Gi POV

Cuaca memang sedang sangat bersahabat untukku bermalas-malasan. Kurasa menonton film seharian bersama Darrell bukanlah ide yang buruk, apalagi hal  itu bisa membuatku lupa akan kekesalanku terhadap Cho Kyuhyun.

“aaa….” mulut Darrell kembali terbuka lebar pertanda bahwa ia menginginkan keripik kentangnya lagi

“take that chips by yourself sweety” anak ini kenapa kebiasaan sekali ingin selalu kusuapi

“aku ingin mommy yang menyuapiku” aku hanya bisa menghembuskan nafas jenuh kala mendengar ucapannya, anakku ini benar-benar sangat manja

“buahahha”

waeyo?” tanyaku terkejut ketika mendengar suara Darrell tertawa lantang

“eiii mommy!! Kau tidak melihat filmnya dengan serius”

“oh I’m sorry sweety” kuusap kembali rambutnya dengan lembut, kelihatannya ia sangat nyaman berbaring diatas pahaku. Aku sangat senang memiliki anak sepertinya, walaupun terkadang tingkahnya sering membuat kacau namun ia tetap saja menggemaskan

“Darrell-ah”

“……”

“yak! Darrell Cho” panggil ku lagi

“hmm why?” balasnya dengan mata yang masih asyik memandangi  layar datar dihadapan kami

“apa mommy  pernah mengajarkanmu untuk bicara pada orang lain tanpa menatapnya?”

Dengan segera Darrell menatapku, ia menegakan tubuhnya dengan duduk bersila dihadapanku. Darrell memang tidak bisa untuk melihatku marah, kkk~ ia memang  anak yang menggemaskan.

ne mom, waeyo?” lucu sekali ketika mendengar anakku berbicara dalam hangul

Tidak tau kenapa rasanya  aku ingin sekali memeluknya, sangat ingin membuatnya hangat berada dipelukanku. Entah  bagaimana aku bisa menggambarkan rasa bahagiaku karena memiliki buah hati seperti Darrell. Ia benar-benar anak yang manis dan sangat menduplikati paras ayahnya, mulai dari bibir dan hidungnya, hanya matanya saja yang mirip sepertiku. Dari awal hamil aku memang menginginkan anak laki-laki, dan aku sangat bersyukur ketika Tuhan mengabulkan keinginanku.

“mom aku tau kau sangat merindukan daddy, keuji (benar)?” Darrell kembali berceloteh didalam pelukanku

mwoya? No honey, I just wanna hug you”

jeongmalyo” aku mengangguk pasti dan Darrell mulai membalas dekapanku

“mom, apa daddy  sudah mengucapkan ulang tahun padamu?”

Aku  benar-benar kesal jika sudah mengingat ini. Kyuhyun oppa pergi keluar kota sejak tanggal 30 Januari dan baru akan kembali tanggal 5 Februari. Sudah lima hari ini ia tidak memberiku kabar, SAMA SEKALI! bahkan ia tidak mengucapkan selamat di hari ulang tahunku, Sungguh menyebalkan! Baiklah lupakan soal ulang tahun, aku mungkin bisa mentolerinya jika ia sibuk dan lupa pada hari ulang tahunku tapi yang benar-benar membuatku kesal adalah semua sms dan telponku tidak ada yang ia tanggapi. Sebenarnya apa yang ia lakukan di London? Bekerja atau berselingkuh? Sampai-sampai tidak menggubris semua panggilanku. Hah Cho Kyuhyun kau memang pandai dalam membuatku kesal.

“belum, mungkin ia sedang sibuk”

“ck, daddy memang payah! ah mom bukankah hari ini Daddy ulang tahun?”

“ya sayang dan mommy sudah mengucapkannya”

“benarkah? Wah bagaimana jika kita membuat kejutan untuknya ketika pulang nanti” seru Darrell antusias

“tidak usah! Mommy akan memberikannya kejutan lain jika ia pulang” lihat saja apa yang akan kulakukan ketika ia pulang nanti! Bahkan ucapan ulang tahunku tidak dibalas olehnya, baiklah kau yang menantangku untuk melakukan ini Cho Kyuhyun

“ah lupakan soal daddymu sejenak. Darrell-ah aku jadi ingat ketika mengandungmu dulu, rasanya kau memang diciptakan untuk membantu mommy untuk membalas sikap  menyebalkan daddy mu” Ah aku jadi ingat dengan kejadian 4 tahun lalu dimana saat aku masih mengandungnya

“hahha aku memang selalu bisa diandalkan jika harus mengerjai daddy” tambahnya sambil tersenyum, dengan menyuguhkan satu lesung pipi disebelah kirinya

 

Flashback

“Cho Kyuhyun……aku mau permen kapas!!!”

“yak! Panggil aku oppa” teriak suamiku yang baru saja menyelesaikan acara mandinya, ia menghampiriku sambil terus menggosokkan handuk pada rambutnya yang masih basah

“sudah seminggu ini kau terus memanggilku tanpa embel-embel oppa, apa itu  termasuk  pada kategori mengidam, hem?”

molla, tapi memang seminggu ini aku lebih nyaman memanggilmu dengan nama” sudah 2  bulan ini aku mengandung buah hatiku degan Kyuhyun oppa. Ketika usia kandunganku berumur 1 bulan, aku terkena syndrom mengidam yang cukup parah

“ck, aegi-ya kenapa kau jahat sekali. Kenapa meminta ibumu untuk memanggilku tanpa sebutan ‘oppa’” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sambil sesekali mengusap perutku yang belum terlalu menonjol, benar-benar lucu

“kau sudah selesai mandi kan? Sekarang belikan aku permen  kapas”

“tumben sekali kau tidak mengidam yang aneh-aneh” kulihat oppa segera berganti baju dan mengambil kunci mobilnya, kurasa ia tidak ingin membuatku menunggu lama untuk itu ia segera pergi untuk membeli pesananku

Aku benci mengatakan ini, tapi entah  kenapa selama menjalani kehamilan aku seperti merasa menjadi seorang istri yang jahat. Rasanya aku ingin sekali menyiksa Kyuhyun oppa, melihat wajah kesal nya benar-benar menyenangkan. Apa mungkin calon bayi kami ingin memberinya pelajaran karena sikap dinginnya padaku dulu, wah nak kau memang pengertian.

Pernah suatu ketika aku mengidam ingin mencabut bulu kaki tebalnya dan mau tidak mau  ia menuruti keinginanku, kalian bisa membayangkan wajah kesakitannya ketika bulu kakinya kucabut satu per satu? Wajahnya terlihat menyedihkan bahkan terlihat seperti menahan air mata. Belum lagi ketika aku ingin minum air kelapa hijau pada jam 2 malam.

Ck, aku sangat yakin jika Kyuhyun oppa sangat tersiksa. Ah ya bahkan sekarang  aku memiliki hobi baru sebelum tidur yaitu mencubiti perut suamiku. Dan sudah seminggu ini aku lebih suka menyebut namanya daripada harus memanggil ‘oppa’, oh apa itu termasuk dalam kategori mengidam? Entahlah? Tapi yang jelas aku benar-benar terlihat seperti istri yang kejam? Tapi  itu semua tidak sepenuhnya keinginanku, semua itu murni karena aku memang mengidam. Kuharap Kyuhyun oppa mau mengerti dan bersabar sampai  masa mengidamku selesai.

“kau  melamun lagi?”  aku yang tengah asyik bersantai diruang keluarga sambil sesekali melihat pemandangan indah yang terlihat jelas dari balik kaca besar apartemen kami harus rela menorehkan pandanganku menuju wajah suamiku, ternyata ia sudah kembali membawa serta pesananku

406247_221809347905564_297970762_n

“tadaaa…permen  kapas khusus untuk ibu hamil yang sangat cantik” oppa menggoyang-goyangkan bungkusan permen kapas kehadapan wajahku

“kenapa kau membeli permen kapas yang seperti ini? aku tidak mau permen kapas buatan pabrik! Aku hanya ingin permen kapas yang berbentuk bulat dan memiliki batang, bukan yang dibungkus dan bermerk seperti ini”

“apa bedanya? Yang penting rasa dan teksturnya sama bukan? lagipula aku harus pergi ketaman hiburan jika ingin membeli permen kapas yang seperti itu” aku tahu taman hiburan memang cukup jauh dari apartement, fyuuh…aegi-ya berhenti menyiksa appa mu

“kau tidak mau membelikannya? Geure..tidak usah beli” sahutku cepat

“Min Gi-ya jangan merajuk, eoh? Kau tau kan aku baru pulang kantor, bahkan baru selesai membersihkan diri…bukannya aku tidak mau membelikannya, aku ha…”

“kau  lelah?”

“eh?”

“kau lelah kan Kyuhyun-ah” entah mendapat dorongan darimana, aku segera menuntun tangannya untuk masuk kembali kedalam kamar. Aku menaiki ranjang kami dan menyuruh oppa untuk tidur diatas pangkuanku, rasanya kasihan juga melihat suamiku seperti ini. Ia harus bekerja dan selalu menuruti keinganan konyolku

“maaf…” aku mulai mengusap  rambut kyuhyun oppa yang sekarang tengah berbaring diatas pahaku

“maaf untuk apa?”

“selama hamil aku selalu menyusahkanmu” Kyuhyun oppa terkekeh kecil seraya memandangku, tangannya mulai terangkat keatas dan mengusap pipiku perlahan

“tidak apa-apa, itu sudah kewajibanku sebagai suamimu”

“tapi aku heran, selama hamil kau jadi sedikit berubah. Kau tidak pernah lagi berbuat manis bahkan selalu mem-bully ku, kau ingin membalas dendam ya? eoh katakan dengan jujur” tambahnya

aniii! Ini semua karena keinginan anakmu, aku juga tidak tau kenapa rasanya senang sekali jika melihatmu tersiksa kkk~”

“ck, kau kejam” balasnya menggerutu

“dibandingkan dengan pengorbananku dulu mengejarmu, bahkan setiap makian dan sikap dinginmu padaku lebih kejam daripada ini semua” oppa segera melebarkan kedua bola matanya, ia mulai bangun dan duduk dihadapanku seraya menatapku dengan pandangan yang sulit kuartikan. Oh apakah aku salah bicara?

“apa kau bisa untuk tidak membahas hal itu lagi?” aku tidak menjawab ucapannya dan malah fokus menatap matanya

“kumohon jangan membahas masa lalu lagi, aku tau sebagai seorang namja aku memang sangat buruk. Bahkan tidak bisa menjalani peranku sebagai suami setelah menikahimu”

“a..aku”

“aku hanya tidak ingin kau memandangku sebagai Kyuhyun yang dulu. Cukup lupakan Kyuhyun yang menyebalkan dan selalu membuatmu menangis. Sekarang hanya pandang aku sebagai Kyuhyun yang mencintaimu, bisa kan?” aku hanya bisa mengangguk dan sedikit merasa bersalah karena memulai topik ini, tapi bagaimanapun semua ucapan Kyuhyun oppa memang benar. Tanpa aba-aba Kyuhyun segera menarikku kedalam pelukannya, mendekapku dengan penuh protektif, sungguh aku sangat menyukai pelukannya

oppa mianhae” ia tidak membalas pernyataanku dan malah terlihat sedikit berpikir, jangan bilang jika ia tidak mau memaafkanku

“aku akan memaafkanmu jika kau menuruti kemauanku”

“jangan minta yang aneh-aneh, kau tau aku sedang hamil” sergahku cepat

“just poppo” serunya mantap seraya menunjuk bibir tebal sexy nya

“pervert”

“apa kau bilang? Baiklah 5 kali poppo dan tidak ada penolakan”

aigo

 

3 Months Later

“kau yakin Min Gi-ya? aku bisa menolak permintaan perusahaanku dan….”

“dan membiarkanmu dipecat begitu saja? hah oppa yang benar saja! lagipula apa susahnya menuruti keinginan perusahaanmu, kita hanya akan tinggal diluar negeri bukan? aku tidak masalah” ucapku berusaha meyakini oppa, empat hari yang lalu Kyuhyun oppa mendapat surat mutasi dari perusahaannya bekerja. Ia  diminta untuk me-lead bagian IT yang berada disalah satu cabang perusahaan yang berada di Inggris.

“tapi kau sedang hamil, lagipula apa kau tega meninggalkkan ibumu sendiri di korea” aku terdiam sejenak mencerna semua perkataan suamiku

Kemarin aku sudah mengatakan pada eomma bahwa aku akan ikut dengan Kyuhyun oppa ke Inggris. Awalnya aku memang tidak yakin untuk pindah ke luar negeri, karena keadaanku yang sedang hamil tua, belum lagi aku baru menyelesaikan kuliahku.  Dari semua  alasan itu, ada satu hal yang paling penting yang harus aku pikirkan baik-baik….aku….tidak tega meninggalkan ibuku sendiri disini.

Setelah berbicara empat mata dengan eomma kemarin, eomma justru meyakiniku untuk ikut kemanapun suamiku pergi karena sekarang aku adalah tanggung jawab Kyuhun oppa. Cukup berat memang untuk meninggalkannya sendiri disini, terlebih aku adalah anak semata wayang dan tidak pernah bisa jauh dengan eomma. Namun, semua hal yang dikatakan eomma benar, aku sudah bukan gadis kecil lagi, aku adalah seorang wanita yang sudah memiliki suami dan akan menjadi seorang ibu. Untuk itu aku berani menentukan opsi bahwa aku memang haru ikut kemanapun suamiku pergi.

eomma….kemarin aku sudah mengatakan semuanya pada eomma dan ia bilang…aku harus mengikuti kemanapun suamiku pergi karena sekarang aku adalah seorang istri dan kewajiban seorang istri adalah mengikuti dan melayani suaminya dimanapun itu”

“…….” hening, ia tidak menjawab ucapanku. Kulihat ia malah membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, seperti ingin menahan tawa

“buahahaha….kau dapat darimana kata-kata seperti itu” tawanya meledak, apaan-apaan suamiku itu? disaat sedang dalam keadaan serius membahas mutasinya ia malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapanku

“hei kenapa tertawa? Apa ada sesuatu yang lucu keluar dari mulutku?”

“hahha ani…ahhaha aku hanya geli mendengar semua ucapanmu, kau seperti sedang bermain drama, ucapanmu terlalu mendramatisir Gi-ya haha” astaga padahal aku sedang berbicara serius dan dia malah mengatakan ucapanku mendramatisir? Kurasa Kyuhyun oppa memang dilahirkan menjadi seseorang yang sangat menyebalkan

“kau benar-benar menyebalkan!”

Aku segera menutup pintu kamar dengan kuat dan meninggalkannya yang masih asyik menertawakan ucapanku.

eoh kenapa kau marah? Gi-ya buka pintunya! Han Min Gi! Yak  yak” teriaknya  memukul pintu kamar kami

“kau sadar tidak bahwa kau adalah namja yang paling menyebalkan yang pernah kutemui setelah Jonghyun”

mianhae tadi  itu aku keceplosan menertawakanmu, berhenti merajuk eoh

“terserah! Ah ya  satu lagi….tidak ada  poppo untukmu sebelum tidur“

“ah andwae!! kenapa bisa begitu, Gi-ya mianhae eoh? Aku memang salah”

 

4 Months Later

“take a breath Mrs. Cho…yaa deeper”

“argggh huft..huftt…oppa!!”

“sayang aku disini, kau harus kuat eoh, sekarang tarik nafas kembali dan dorong dengan kuat! Kau pasti bisa” seru Kyuhyun oppa menyemangatiku, ia terus menerus menggenggam tanganku dengan kuat.

Disinilah aku sekarang, diantara hidup dan mati karena melahirkan buah hatiku. Selama proses melahirkan, Kyuhyun oppa selalu ada disampingku, ia bahkan rela untuk menahan sakit  karena aku terus menerus menjambak rambutnya

“awww Gi-ya appo-yo” racau nya kesakitan

Astaga aku benar-benar sudah tidak kuat lagi, rasanya benar-benar sakit. Dokter bule sialan ini terlalu banyak bicara, apa ia tidak bisa merasakan bahwa aku sedang berusaha untuk mengeluarkan anakku

“argghhhhh!”

“one more time Mrs. Cho! I can see your baby’s head,  Just take a deeper  breath and drop out slowly” ucap dokter  Parker  yang sekarang tengah membantuku melahirkan

“arrrhhhhh”

Disaat itu aku tiba-tiba mendengar suara yang sangat indah dikedua telingaku, suara tangisan bayiku. Namun, belum sempat aku melihatnya pandanganku mulai gelap dan aku tidak sadarkan diri.

 

2 Hours Later

“kau sudah sadar sayang”

eomma” lirihku

“ya sayang eomma disini”

“are you okay honey?” suara berat yang sangat kukenal, benar itu suara ayahku. Sejak kapan ia ada disini?

appa

“syukurlah uri Min Gi sudah sadar, kau pasti sangat lelah. Istirahatlah kembali sayang” kali ini aku mendengar seruan ibu mertuaku. Bisa kulihat dari sini kedua orang tuaku dan orang tua Kyuhyun berkumpul di ruanganku. Tapi hanya suamiku yang tidak terlihat batang hidungnya, kemana dia?

“kau pasti mencari Kyuhyun ia sedang berada di ruang inkubator, melihat anak kalian” ucap abeonim seraya tersenyum

“abeonim aku juga ingin melihat anakku”

Kreek….kulihat pintu ruanganku terbuka menampilkan seorang namja yang selama ini berstatus sebagai suamiku

oppa…dia…anakku”

“anak kita sayang”  seru Kyuhyun oppa mengoreksi ucapanku seraya menggendong buah hati kami untuk mendekatiku

Setelah itu aku tidak bisa mengucapkan apa-apa, speechless! hanya itu yang bisa kulakukan. Aku hanya terlampau bahagia karena bayiku sudah terlahir ke dunia. Oh Tuhan terima kasih. Aku menggendongnya dengan hati-hati dan mencium kedua pipinya.

“terima kasih karena telah melahirkan anakku nae anae(istriku)” dan aku hanya bisa tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun oppa dan tanpa sadar airmataku perlahan mulai turun

Flashback End

 

*****

“mommy kau melamun lagi” Darrell kembali menemukan ibunya dalam keadaan melamun, oh astaga apa sekarang ibunya telah bertransformasi sebagai remaja yang selalu terlihat bimbang karena terus menerus melamun

“hanya membayangkan kembali masa-masa bahagia dulu sayang” ucap Min Gi sambil mencubit kedua  pipi Darrell gemas

“ah mom that’s hurt”

omo sorry chagi, ah jam berapa ini? sepertinya hari sudah sore, mom akan memasak makan malam dulu untuk kita. Dan kau Darrell Cho, matikan TV setelah film nya habis dan langsung pergi mandi arraseo

Darrell kembali menghela nafas kesal kala sang ibu sudah memerintahkannya mandi, cuaca sedang dingin seperti ini dan ia masih harus mandi? Yah walaupun mandi mamakai air hangat, tapi tetap saja hal itu benar-benar tidak menyenangkan untuk dilakukan disaat cuaca bersalju seperti ini.

 

 At Night

Darrell’s Room

 “Pluto kau tau, aku sedikit kesal juga dengan daddy! karena daddy, sekarang mommy memiliki hobi baru, yaitu melamun dan mencubit pipiku. Uh lihat saja jika dia menelponku lagi” Darrell tengah mengadu pada boneka beruangnya, ia berbicara tanpa jeda seolah boneka kesayangannya itu mendengarkan semua keluh kesalnya

531384_507122372641930_1220718697_n

Drrtt..drtt..

Darrell mengambil tablet nya yang bergetar pertanda bahwa ada panggilan masuk, dilihatnya id penelpon ‘Monster Daddy calling’ yang menandakan bahwa ayahnya tengah menelpon.

“daddy memang tidak tau waktu, menelpon disaat aku akan pergi tidur” dengan malas akhirnya Darrell menyentuh lambang hijau dilayar tab nya dan menggerakannya kearah kanan

“hallo Darrell Cho speaking, what do you need in my sleep time?” sapanya ketika menerima panggilan dari sang ayah

omona apa ini sudah jam tidurmu? Sorry sweety kkk~”

“Daddy let’s speak up! what do you want?” selama beberapa hari ini Kyuhyun memang sengaja tidak menggubris semua telpon dan sms istrinya karena ingin memberikan kejutan pada sang istri saat ia pulang nanti. Sebagai gantinya ia terus menghubungi anaknya untuk mengetahui kabar keluarganya yang ia tinggalkan selama beberapa hari ini

eiii kau marah pada daddy tampanmu ini, eoh?”

“let me thinking…umm..yeah! you’re extremly right, I mad with u”

“woooah jadi sekarang anakku sudah pandai merajuk, baiklah ada masalah apa sampai kau marah pada daddy?”

“daddy listen, beberapa hari ini mommy selalu melamun dan mendumel sendiri karena kesal padamu. Dan kau tau, sekarang ia selalu mencubit kedua pipiku untuk melampiaskan kekesalannya padamu”

“buahahaha  jeongmalyo? Aigo how poor  you are son!”

“daddy!!!!!”

“ah sorry honey hhaha, I just imagine your face when mommy ..”

“stop  it!”

“oke I’ll stop to laugh, so…umm..sorry for that. Okay just hold up for  2 days, and I’ll go home for surprising your mommy”

aniyo…kau harus membayar mahal untuk pipiku dad. Aku berani bertaruh jika mommy membayangkan perut buncitmu saat mencubit pipiku, kau tau rasanya sedikit sakit huh”

Kyuhyun sedikit tercengang ketika mendengar seruan dari anak semata wayangnya. Berani sekali bocah berumur 4 tahun itu mengatai perutnya buncit, yah memang kenyataanya seperti itu TAPI hanya sedikit…sangat sedikit buncit.

Kyuhyun pasti akan segera bertindak anarkis jika yang mengatainya itu Eunhyuk atau Donghae, akhir-akhir ini ia memang sensitif jika ada seseorang yang membicarakan masalah perutnya. Tapi masalahnya anak kesayangannya ini yang sudah berbicara seperti itu. Baiklah untuk saat ini ia akan memaklumi ucapan polos anaknya itu.

“fyuh…so daddy harus membayarmu berapa?”

“2  PSP terbaru dan 10 buah kaset game terbaru, dan tidak ada penolakan” ucap Darrell mantap

“astaga kau merampokku little Cho”

“baiklah jika kau tidak setuju, akan aku adukan pada mommy jika selama ini daddy selalu menghubungiku dan sengaja mengabaikan panggilan mommy”

“okay I agree boy! Satisfy?”

“ehehe pretty satisfy daddy” Kyuhyun berani bertaruh jika anak laki-lakinya itu tengah tersenyum puas, benar-benar pintar bernego anaknya itu

“okay I’ll hang up the  phone. Sleep tight  boy, see you soon”

ne daddy, I miss u” ucap Darrell, dibalik sikap nakal dan menyebalkannya ternyata ia sangat merindukan ayahnya. Lima hari tidak bertemu memang wajar baginya untuk merindukan Kyuhyun karena ia memang sangat dekat dengan kedua orang tuanya, termasuk Kyuhyun sang ayah

“Miss u too son, jaljja

 

*****

05 February 2014

 

Kyuhyun POV

Pagi ini aku sengaja ingin memberikan kejutan untuk Min Gi. Bukannya aku tidak mengingat hari ulang tahunnya, aku ingat bahkan aku ingin memberikan kejutan di hari ulang tahunnya namun kedaan yang tidak memungkinkan untukku pulang karena aku  harus  bertugas di London selama 1 minggu.

Aku bahkan tidak bisa melewati hari ulang tahunku yang sudah lewat dua hari yang lalu dengan Min  Gi dan Darrell, bulan ini memang bulan yang sangat sibuk untukku. Aku kembali dari London sejak subuh tadi, dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul  7 pagi. Dan aku  sudah siap untuk memberikan kejutan untuk istriku tercinta.

Kulihat Min Gi mulai bangun dari tempat  tidur dan beranjak menuju kamar mandi yang letaknya berada dikamar kami, semoga saja ia membaca surat yang kuletakan dia atas westafel.

Min Gi mulai  keluar dari kamar dengan wajah terkejut, kk~ kurasa  ia sudah membaca pesanku dan ia mengikuti instruksiku dengan mengikuti jejak kelopak  mawar  yang sudah kutaburi diseluruh lantai yang akan membimbingnya menuju taman rumah kami. Baiklah sekarang saatnya aku bersiap-siap menuju taman, Han Min Gi bersiaplah dengan kejutan dariku.

“Cho Kyuhyun” serunya ketika  sudah mendapatiku yang tengah menunggunya, aku  berdiri seraya merentangkan kedua tanganku untuk menyambut pelukannya. Aku sengaja berdiri ditengah-tenggah dinding pagar rumah kami yang sudah kusulap menjadi tempat  untukku menempelkan sticker berbentuk love dengan ukuran cukup besar

kyu-no-other

Min Gi mulai  berjalan cepat untuk segera menghampiriku, aku  yakin setelah ini ia akan memelukku erat seraya mengucapkan ‘oppa aku merindukanmu’. Ia semakin mendekat…dan semakin mendekat.

 

Plaak…

Astaga…gadis ini, bagaimana bisa menamparku? Tidak ada sambutan yang hangat darinya setelah aku pergi selama seminggu, oh Han Min Gi apa kau tidak merindukan suamimu?

“yak! Kenapa menamparku?” tanya sarkatis

“itu balasan untukmu karena selama seminggu ini tidak memberiku kabar. Kau sudah tidak menganggapku lagi, eoh? Apa  selama di London  kau  berselingkuh dengan bule-bule seksi?” aish bagaimana bisa ia berpikiran seperti itu

“hei  tahan dulu emosimu, aku ha…”

“apa? alasan apa  yang akan kau buat? Tidak mungkin selama seminggu ini ponselmu low bat! Atau mungkin ponselmu hilang, eoh? Alasan klasik”

“Min Gi-ya aku sengaja tidak mengabarimu karena…”

“apa?  kau  sengaja! Oppa, you’re truly an evil man that I ever knew huh” heiish tidak bisakah ia untuk mendengarkan ku dulu

“bukannya begitu ak…”

“aku tidak menerima semua pembelaanmu yang jelas ka…”

Aku seungguh gemas dengan semua suara berisiknya, jangan salahkan aku jika sekarang aku membekap mulutnya dengan ciuman.

Aku menciumnya dengan lembut, namun ia memberontak memintaku melepaskan ciuman ini. kulepas sebentar pagutan bibir kami, menatapnya dengan tatapan tajamku. Berhasil, ia sedikit takut dengan tatapanku dan mulai diam. Kembali aku mendekat padanya dan mengeratkan pelukanku pada pinggulnya. Aku juga merentangkan kedua tangannya di leherku, menuntunnya untuk memeluk leherku.

Dan kembali ku cium bibir ranumnya, menciumnya dengan lembut dan penuh hasrat kerinduan. Kulumat sebentar bibir Min Gi agar ia terbawa dalam ciuman ini dan membalasnya. Ck, kenapa ia hanya diam saja? membuatku semakin gemas saja, aku benar-benar memeluknya dengan erat bahkan ciumanku sudah mulai menuntut, kugigit sedikit bibir bawahnya agar dan kembali melumatnya dalam-dalam.

Astaga ia benar-benar diam saja, tanpa membalas ciumanku, mau tidak mau aku pun melepas sejenak ciuman kami.

“yak! Siapa yang mengizinkanmu untuk menciumku!!!” teriaknya

“untuk apa meminta izin? Your lip is mine Mrs.Cho”

Kulihat dia hanya mendengus kesal seraya menyedekap kedua tangannya diatas dada seraya membelakangiku. Baiklah aku sangat mengerti dengan situasi ini, dia marah, kesal dan merajuk padaku. Perlahan kuputar kembali tubuhnya untuk menghadap kearahku. Kugenggam kedua tangannya dan menarik nafas perlahan untuk bisa menjelaskan semuanya se-detail mungkin agar ia tidak salah paham lagi padaku.

“listen, aku sengaja tidak memberimu kabar karena aku ingin memberikan kejutan padamu saat aku pulang nanti. Kau tau kan aku pergi keluar kota sehari sebelum hari ulang tahunmu dan tentu saja aku tidak akan bisa pulang untuk sekedar memberikanmu kejutan”

“Cho Kyuhyun apa menurutmu aku anak kecil yang harus diberi kejutan ketika ulang tahun? Tidak masalah untukku jika kau tidak bisa memberi kejutan atau bahkan hadiah, hanya sebuah ucapan ulang tahun itu sudah cukup untukku. Apa kau tidak tau seberapa cemasnya aku karena kau tak kunjung memberikan kabar, kau benar-benar menguji emosiku”

“sorry! tapi aku tidak bisa, aku hanya ingin membuatmu bahagia untuk itu aku membuat ide ini. aku hanya ingin membuatmu terkejut dengan kedatanganku, kau mengerti kan?”

“heiisssh kau tau! Sebenarnya aku sangat ingin menghukummu dan mencubit perut buncitmu”

“bukan buncit tapi sedikiiiiit buncit” koreksiku

“whatever, but you knew me clearly! I can’t mad to you…for along time” aku tersenyum mendengar penuturannya, ya dia memang tidak bisa marah padaku. Kuakui ia memang wanita yang cukup sabar dalam menghadapiku

Perlahan namun pasti aku memapas habis jarak diantara kami dan mulai merengkuh tubuhnya kembali kedalam pelukanku.

“well, happy birthday sayang”

Kukecup keningnya dengan lembut dan kembali mencium bibirnya. Aku melumat lembut setiap inci bibirnya, mengecup dengan penuh sayang. Well, kali ini Min Gi membalas kecupanku, kurasa ia benar-benar sudah tidak marah. Oh Tuhan aku benar-benar merindukan wanitaku.

“thank you, and happy birthday too oppa” ucapnya setelah melepas ciuman kami

“haha terima kasih sayang, sebenarnya aku ingin membalas pesanmu saat kau mengucapkan ulang tahunku tapi jika aku membalasnya maka semua usahaku sia-sia”

“awww” Min Gi mencubit sekilas perutku dan tersenyum

“itu hukuman untukmu” aku hanya bisa mengelus perut seksiku akibat cubitan yang Min Gi lancarkan tadi

“daddy!!!!!!” pandanganku seketika teralihkan kala mendengar teriakan keras dari buah hatiku

“Darrell-ah, appa wasseo(ayah disini)!” ucapku seraya merentangkan kedua tangan untuk menyambutnya kedalam pelukanku

“merindukanku, hem?” tanyaku padanya

“miss u so bad daddy” aku tersenyum dan kembali mendekap tubuh mungilnya protektif, beberapa hari tidak melihatnya benar-benar membuatku rindu dengan bocah nakal ini

“wait, where’s my  orders?”

“hei baru  beberapa detik yang lalu kau bilang merindukanku tapi kenapa sekarang tiba-tiba kau menghancurkan moment bahagia ini huh. Kau benar-benar payah!”

“dad kau terlalu banyak menonton drama” anak ini memang tidak pernah ada manis-manisnya

“huh, take your orders in the car”

“yeaaaay” dengan langkah seribu ia menuju mobil untuk mengambil hadiah-hadiah yang dipesannya

kajja kita masuk diluar sangat dingin” kugenggam tangan Min Gi dan membawanya kembali kedalam rumah

 

*****

 

“tidak bisakah kau untuk makan sendiri?”

“I can, but mommy don’t permit me”

eii I never do that son, cha sekarang  makan sendiri” balas Min Gi membela

“mom” kulihat Darrell mulai mengeluarkan jurus ampuhnya dengan memasang puppy eyes berharap agar Min Gi kembali menyuapinya

“no Darrell Cho! Kau ini sudah besar, kau tidak malu dengan teman-teman sekolahmu? Mereka saja bisa makan sendiri”

“aku juga bisa makan sendiri hanya saja tanganku sedang pegal untuk mengangkat sendok” belanya, cih alasan macam apa itu? dia memang hebat dalam hal bersilat lidah denganku

“benarkah? Tapi yang daddy tau kau terlalu sering disuapi, apa rasa pegalmu selalu datang ketika makan, hem?” aku ingin tau apa jawabannya setelah ini

“ah kupikir begitu, salahkan tanganku ini dad” haish tidak ada habisnya jika aku terus menerus meladeni ucapannya

“tidak ada alasan lagi sekarang kau harus makan sendiri”

“mom” rajuknya lagi

“sorry sweety, I think your daddy’s right. You’re not a baby, so you have to..”

“I know I know” Darrell mulai mengambil sendoknya dan dengan malas-malasan menyuapkan makanannya kedalam mulut

“kupikir memang sudah waktunya kau memiliki seorang adik”

Perlahan kedua orang yang kucintai ini segera menghadiahkan tatapan tajamnya padaku.

“ya agar kau bisa bersikap mandiri dan tidak menjadi anak yang terlampau manja. Aku yakin kau bisa menjadi kakak yang baik untuk adikmu kelak”

Darrell segera mengambil sendoknya kembali dan menyuapkan potongan makananya dengan semangat, entah apa yang sekarang tengah ia pikirkan. Namun bocah kecilku ini segera mengunyah makanannya dengan lahap dan menampilkan senyum manisnya padaku.

“you can see dad, I’m eating by my self and I’ll be a good kid and..umm I try to be an independent kid” masih dengan senyumnya ia kembali menyuapkan makanannya kedalam mulut, astaga dia memang benar-benar ingin manjadi anak semata wayang. Huh cara apalagi yang harus kulakukan agar ia memiliki hasrat untuk memiliki adik

“honey don’t force your self” seru Min Gi khawatir

“I just wanna be a good kid for daddy, isn’t it dad?” aku hanya bisa tersenyum menanggapi ucapannya. Well, tidak bagus juga jika aku memaksakan keinginanku dan membuat Darrell tidak menjadi dirinya sendiri

Setelah selesai menyelesaikan makan siang kami, Darrell kembali berkutat dengan Playsation nya dan memainkan game terbaru yang baru saja kubeli untuknya. Sedangkan Min Gi, ia tengah sibuk untuk membersihkan peralatan makan yang tadi kami gunakan.

Perlahan aku mulai mendekat kearah Min Gi, memeluk perut rampingnya dari belakang.

“tidak bisakah untuk tidak membuatku terkejut?” Min Gi menolehkan kepalanya kebelakang dan dengan cepat kukecup bibir ranumnya

“mencari kesempatan, eoh? Kau ingin perbuatan mesummu dilihat oleh anakmu sendiri”

“oh ayolah itu hanya sebuah kecupan singkat sayang, ehm ngomong-ngomong apa kau tidak ingin menagih hadiah ulang tahunmu”

Min Gi kembali berkutat dengan piring-piring yang sudah ia bubuhi busa dan mulai membilas semuanya hingga bersih.

“oh kau memiliki hadiah untukku? mana” Min Gi membalikan kedua telapak tangannya seperti anak kecil yang meminta permen kepada ibunya, masih saja ia bersikap childish

“tadaaaaa….” kukeluarkan 2 lembar tiket pesawat kehadapannya

“tiket pesawat?” tanyanya polos

“yes, And we’ll go to budapest! We’ll have a great trip for a week, and…..” aku sengaja menggantungkan kalimatku untuk membuatnya penasaran

“and…hem okay I’ll call it  a second honeymoon, otte? Are you happy?”

oppa….terima kasih untuk hadiahnya, keunde…kita tidak mungkin pergi berdua sedangkan Darrell….kau tau kan ia tidak bisa untuk kita tinggalkan” jangan kira aku tidak memikirkan semuanya istriku sayang, tentu aku sudah merencanakan perjalanan ini termasuk bagaimana membuat Darrell tetap aman selama kita pergi

“dengar sayang, aku sudah merencanakan ini semua matang-matang. Kau tenang saja Darrell akan tetap aman selama kita  pergi karena Ahra noona akan berada disini selama kita pergi”

“hah?” Min Gi masih tidak percaya dengan ucapanku ternyata

“Heechul hyung ada pekerjaan disini selama beberapa minggu, untuk itu aku menyarankan pada mereka untuk tinggal dirumah kita selama urusan Heechul hyung selesai. Untuk itu aku meminta bantuan Ahra noona untuk menjaga Darrell, kupikir Darrell akan senang jika disini bersama Ree Hoon”

“hem begitu, tapi apa Darrell mau? Aku khawatir dia akan mengamuk jika tau kita akan pergi”

“calm down chagi, aku akan bicara padanya pelan-pelan”

 

At Night

“hei baby Cho, are you busy?” sapaku didepan pintu kamar Darrell

“umm not really”

“son, I wanna talk something to you. Can I?”

“what? Something new like game? Or portable game?”

“stop to think about games” semakin lama ia memang semakin mirip denganku, pantas saja dulu eomma sering memarahiku karena terus-terusan berkutat  dengan game

“daddy dan mommy berencana untuk pergi selama beberapa hari, kau tidak keberatan kan kami tinggal? Kau tenang saja akan ada Ahra aunty yang akan menjagamu nanti dan kau tidak akan kesepian karena Ree Hoon juga akan kemari menemuimu”

“aku ikut” cetusnya cepat

mwo?”
“daddy you knew exactly that I can’t life without both of  you”

“jangan mendramatisir, kita sedang tidak bermain drama”  sanggahku

“like father like son” astaga  semakin lama ia semakin pintar membalas ucapanku

“listen Darrell Cho, kami memiliki hal penting yang harus kami lakukan jadi…”

“hei can I join with you?” tiba-tiba Min Gi datang dan terpaksa aku menghentikan ucapanku sesaat

“Darrell-ah yang pasti kami memiliki sesuatu yang penting yang harus kami lakukan dan kau  tidak bisa ikut, dan daddy janji akan kembali secepat mungkin dan membelikanmu oleh-oleh otteyo?” aku tersenyum setelah menyelesaikan ucapanku dan berharap Darrell mau menerima keputusan ku untuk tidak membawanya pergi, bisa gagal acara honeymoon kami nanti

“Darrell-ah do yo know Stella Johnson? What do you think about her?” eh kenapa tiba-tiba Min Gi membahas anak tetangga rumah kami, apa  ia sengaja mengalihkan pembicaraan agar Darrell tidak menjawab pertanyaanku

“she’s cute”

“do you like her?“

“it’s so so mom, she just a little baby and umm…okay I can’t stop to nip her cheek. I really want to bite  her chubby cheek kkk~” oh sejak kapan ia tertarik pada bayi apa selama liburan ini Min Gi dan Darrell selalu berkunjung kerumah Mr. Johnson

“hahha really? So, umm…do you want a little baby like stella?”

“oh could I?”

“sure honey, but  it mean you will have a lil sister or brother”

“mommy I’ve talked tou you for thousand times that I don’t want a sister or brother” ia mulai kesal dan sedikit merajuk, ah jadi ini maksud Min Gi membicarakan Stella. Kurasa bukan ide yang buruk untuk memberinya penjelasan tentang memiliki saudara

“hey it’ll be fun if you have a sibling, you can play anything together, share about something, you also can do anything that you want to do and of course you can’t feel alone honey” ucapku lembut

“……” Darrell  terdiam menunduk seolah berpikir dan mencerna semua ucapanku

“sebetulnya halmeoni juga mengatakan hal itu padaku, kedengarannya memang menyenangkan…hanya saja..”

“hanya saja…..” ucap Min Gi mengulang

“aku hanya takut kalian tidak memperhatikanku lagi, aku yakin mommy and daddy akan memanjakan adik kecil dan membuangku” astaga bagaimana ia bisa berpikir seperti itu

“ya Tuhan Darrell Cho kau terlampau jenius hingga bisa berpikir seperti itu”

“is it right? Ah daddy you’re so cruel”

“of course no sweety! Kau adalah anak kami bagaimana mungkin kami tega membuangmu setelah memiliki adik bayi. Justru kami akan semain senang karena bisa memiliki dua  buah hati, dan tentu saja kami akan tetap menyayangi mu seperti biasa, so singkirkan pikiran konyolmu itu son” aku mengusap kepala Darrell penuh sayang

“bagaimana bisa aku mempercayainya?”

“kau bisa bertanya pada temanmu yang memiliki adik atau kakak, apakah kedua orang tua mereka membuang salah satu anaknya? Dan kau bisa lihat halmeoni dan harabeoji, apakah selama ini ia membuang Ahra aunty karena memiliki Daddymu, tidak kan?” balas Min Gi

“ah benar juga”

“tentu saja benar” haissh aku jadi gemas sendiri mendengar celotehan polos anakku ini

“so?”

“terserah kalian? Aku bingung jika harus menjawabnya” balas Darrell

Baiklah mungkin lambat laun ia bisa mengerti, lagipula aku yakin jika Min Gi nanti hamil Darrell pasti bisa menerima adiknya. Dia hanya anak kecil yang terlewat polos dengan pikiran konyolnya, tapi disisi lain ia bisa menerima dan bahkan senang ketika  bermain dengan Stella, anak tetangga kami yang baru berumur 1 tahun.

*****

Heathrow Airport

Akhirnya tiba juga waktu kami pergi ke budapest, dan setelah berhasil membujuk Darrell akhirnya ia luluh juga dan mau kami tinggalkan.

“ingat jangan nakal dan membuat aunty mu repot arra!” Min Gi sedang memberi nasehat kepada Darrell sambil sesekali membetulkan letak syal dileher Darrell

“siap mommy”

“kami akan kembali secepat mungkin” kataku menunduk menyamakan tinggi dengan Darrell seraya mengecup kening dan kedua pipinya

arraseo daddy”

“sudah-sudah kalian harus cepat-cepat pergi biar Darrell aku yang urus” balas Ahra  noona yang mengantar kami ke bandara, 2 hari yang lalu ia dan Heechul hyung, suaminya tiba di Inggris

“aku titip Darrell padamu eonni” kata Min Gi

ne kau tidak usah  khawatir, nikmati saja bulan madu kalian”

“baiklah kami pergi, annyeong

Min Gi kembali menunduk untuk mencium Darrell, aku yakin ia pasti sedikit tidak rela meninggalkan Darrell. Setelah itu kami melangkah menuju deparature gate.

“mommy daddy don’t forget to gimme a little baby, eoh” teriak Darrell dari kejauhan, dan kami hanya bisa membalikan badan untuk kembali melihatnya yang sekarang tengah melambaikan tangan seraya tersenyum

“dia sudah ingin memiliki adik, sekarang giliran kita yang harus berusaha sayang” aku berbisik kepada Min Gi dan bisa kulihat Min Gi hanya bisa tersenyum dan memunculkan rona merah diwajahnya, dia tersipu malu kkk~ kyeopta

 

END

 

 

 

Epilog

Nottingham, At Kyuhyun’s home

 

“Darrell-ah tumben sekali kau mengijinkan kedua orang tuamu pergi? Biasanya kan kau selalu menempel pada mereka” tanya Ree Hoon yang merupakan  anak Ahra

“Hoon-ah  aku hanya ingin memberikan hadiah untuk kedua orang tuaku, untuk itu aku membiarkan mereka pergi berdua lagipula…”

“hem wae? Kenapa wajah mu jadi seperti itu, membuatku takut?” Ree Hoon sedikit bergidik melihat wajah Darrell yang menampilkan smirk, persis seperti ayahnya

“aku berhasil mengambil PSP kesayangan daddy ku, kau tau isi didalamnya sangat keren. Daddy ku memiliki banyak jenis game terbaru”

“woaah jinjja? Kau hebat, bagaimana bisa kau mengambilnya?”

“tentu saja! aku memang hebat hihi. Aku mengambil PSP ini didalam koper daddy ketika mommy membereskan pakaian untuk liburan mereka. Kau tau selama ini aku tidak pernah di izinkan untuk menyentuh benda ini kkk~”

“ck, aku yakin samchoon akan sangat terkejut jika ia sadar PSP nya tidak ada didalam koper” balas Ree Hoon yang tidak kalah asyik menatap layar PSP Kyuhyun yang kini sedang dimainkan oleh Darrell

“it’ll be a great present for my daddy Hoon-ah”

Dan dengan perasaan bahagianya, Darrell terus menekan kedua ibu jarinya pada tombol-tombol benda kesayangan ayahnya. Ia sangat puas karena bisa mengambil alih PSP  Kyuhyun.

 

~~~

haloo I’m comeback I’m comeback!!! ini kenapa Extra Story WAMBLAW muncul lagi? hah I don’t know!! yang jelas ini semua gara-gara Darrell!  ga sengaja ketemu sama anak kecil di apotek deket rumah yang miriip Darrell dan tiba-tiba langsung inget sama itu bocah *cubit pipi Darrell* ga tangung-tanggung ceritanya langsung dibikin panjang kkk~ kemarin-kemarin banyak yang komen karena pengen tahu gimana Min Gi hamil, nah sekarang udah ga penasaran lagi kan. Dan…aku cuma pengen bilang terima kasih banyak buat yang udah berbagi komen & saran kritik di blog ini, semoga kedepannya ga ada siders lagi yaa, annyeong^^

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

83 thoughts on “The Gift

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s