Posted in KyuGi, Romance, Sad

Barca Vs You [Slide 11]

BVY11

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, Song Ji Eun

Genre : Sad, Romantic

Rate : PG 17

 

 

Previously

 

“kau undang Min Gi ke pernikahanku! Dengan begitu kalian bisa memanfaatkan waktu berdua. Dan pada kesempatan itu kau bisa kembali membuka hati Min Gi!”

“aku tidak yakin ia mau ku ajak pulang ke korea” sejujurnya aku merasa ide Eunhyuk hyung tidak terlalu buruk juga

“tidak perlu kau ajak pulang bersama. Hanya pastikan ia akan pulang ke Korea. Setelah sampai disini kalian bisa memanfaatkan waktu bersama, ajak dia mengenang masa lalunya bersamamu disini. Otte?”

“hyung untuk kali ini aku setuju dengan idemu, aku akan mencobanya”

“baiklah sampai ketemu di hari pernikahanku. Good luck uri dongsaeng”

 

 

 

 

-Barca VS You-

 

 

 

 

Seorang wanita tengah sibuk dengan barang bawaan yang tergenggam dikedua tangannya, begitu pula dengan seorang bellboy yang setia menemani langkahnya dengan membawakan sebuah koper ungu dengan ukuran sedang. Ketika mereka tiba di depan pintu apartement dengan tulisan 1247, wanita itu segera menekan bel dan memberikan tip pada sang bellboy.

Dan tak sampai 3 menit pintu apartment itu pun terbuka.

Ceklek…

“o my God” hanya kata itu yang terucap kala si penghuni kamar tersebut menemukan tamunya

“surprise!!”

“Song Ji Eun! Omo kau benar-benar datang kemari?” ucap Min Gi sang empunya apartement. Dengan cepat ia segera memeluk Ji Eun, sahabat lamanya

“aku tidak pernah berbohong padamu. Hei bisakah kau lepaskan dulu pelukanmu? Kau tau kan barang bawaanku tidak berjumlah sedikit” Min Gi melepaskan pelukannya dan membawa Ji Eun serta barang bawaannya masuk kedalam

Ia tidak bisa menghentikan senyuman manisnya kala melihat sang sahabat kembali berkunjung setelah satu tahun tidak bertemu. Selama ini mereka hanya bertemu jika Ji Eun memiliki urusan di Amerika, selebihnya mereka hanya berkomunikasi melalui email atau via telepon.

“jadi…kali ini apa yang membawamu datang ke Amerika? Merindukanku atau..”

“salah satunya itu, dan tentu saja aku ingin berlibur. Kau tau, kantorku tengah memberikan liburan musim panas selama dua minggu” dengan excited Ji Eun menceritakan semua alasannya, ia tidak sabar ingin segera melepas penatnya bersama sang sahabat

“wow itu berita yang bagus. Sebenarnya aku memiliki jadwal deadline, tapi aku bisa menyelesaikannya setelah kau menyelesaikan liburanmu”

“aish kau masih saja sibuk dengan novelmu. Kurasa aku harus bersiap-siap meminta tanda tanganmu chingu-ya karena mungkin sebentar lagi kau akan menjadi seorang penulis terkenal haha”

“kau terlalu berlebihan, namun tidak ada salahnya jika aku meng-amini ucapanmu Ji Eun-ah” dan mereka berduapun lebur dalam obrolan panjang yang bisa membuat mereka lupa waktu jika sudah berbagi cerita

 

 

At Night

07.20 P.M

“apa tidak apa-apa kau menemaniku disaat pekerjaanmu sedang dalam masa deadline” Tanya Ji Eun penuh khawatir, sebenarnya ia merasa tidak enak meminta Min Gi untuk menemaninya disaat sang sahabat tengah disibukan oleh pekerjaan

gwenchana. Aku hanya tinggal merevisi beberapa halaman saja sebelum kembali kukirimkan ke editorku” Ji Eun tersenyum menanggapai ucapan Min Gi

“ngomong-ngomong apa sudah ada namja yang tengah menjalin hubungan denganmu?”

eobseo (tidak ada), ah ya apa aku belum memberitahumu jika Kyuhyun sekarang tinggal di gedung apartement ini”

Uhuuk..uhuuk..uhuuk

Sontak Ji Eun tersedak ketika ia tengah menelan cream soup nya, entah mengapa mendengar nama yang sudah sangat lama tidak ia dengar dari mulut sahabatnya itu membuatnya sedikit kesal.

mwo? Bagaimana bisa?”

“tidak tahu. Yang jelas ia sudah menjadi tetanggaku sejak… sebulan yang lalu”

“la..lalu kau dengannya? Maksudku…”

“aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya Ji Eun-ah. Kau tau sendiri kan, luka ku masih belum sepenuhnya sembuh. Aku benar-benar sulit untuk bisa menerimanya kembali”

“ia memintamu untuk bersama lagi?” satu anggukan diberikan Min Gi untuk menjawab pertanyaan sang sahabat

“astaga…geu namja! Lalu bagaimana dengan perasaanmu? Bukankah kau masih mencintainya?”

“aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku memang masih memiliki perasaan untuknya hanya saja…rasanya sulit untukku kembali menerima kehadirannya”

“aku mengerti maksudmu Gi-ya. Aku akan terus mendukung keputusanmu, lakukan apa yang menurutmu bisa membuatmu bahagia” Min Gi segera memeluk Ji Eun, air matanya pun sudah mulai keluar dari bola matanya. Sungguh sangat sesak jika sudah mengingat semua hal yang berkaitan dengan Kyuhyun. Pria itu bisa dengan cepat membuat hatinya bahagia namun dengan cepat juga ia menusuk hati Min Gi tanpa ampun, terlalu sakit untuk bisa dijelaskan.

gomawo Ji Eun-ah

“berhenti menangis, aku kesini bukan untuk melihat air matamu”

eoh kau benar”

“tsk, senyummu benar-benar terpaksa” Ji Eun tau benar jika Min Gi hanya berusaha tegar dan tidak menampilkan wajah sedihnya lagi dengan menyuguhkan senyum yang bisa dikatakan senyum terpaksa

“bicara soal liburan, kau ingin pergi kemana? Disney land? Resort ski atau pantai”

“aku bukan anak kecil lagi nona Han, jadi Disney land bukanlah tujuanku. Berhubung ini sudah memasuki musim panas aku ingin berjemur dengan bikini baruku. Bagaimana jika kita ke pantai? Kita akan liburan ke Malibu!”

“Malibu?”

 

*****

 

“apa tidak apa-apa kau pergi sendiri?” pagi ini Ji Eun berencana untuk pergi berkeliling taman sekitar dengan sepeda sewaan yang sudah disediakan disepanjang jalan

“tidak apa-apa, lagipula kau harus segera menyelesaikan novelmu itu. Aku tidak mau kau terus memikirkan pekerjaanmu selama kita pergi berlibur nanti”

“tapi aku hanya tinggal mengedit beberapa lembar saja, ak…”

“sstt….sudahlah aku bisa menjaga diri. Tunggu saja aku di apartement, setelah selesai berkeliling taman aku akan membawakanmu sarapan dan makanan lainnya”

“astaga kau ini tamu tapi kenapa justru kau yang melayaniku”

“sudah jangan banyak berdebat lagi, aku pergi sekarang annyeong

“hm hati-hati Ji Eun-ah” setelah Ji Eun melesat pergi, Min Gi kembali berkutat dengan laptopnya. Ia harus segera menyelesaikan beberapa bagian dari naskah novelnya agar lusa bisa ia kirimkan pada Ryn, sang editor.

Dilain tempat, Ji Eun sudah tidak sabar untuk menikmati paginya dikota Michigan. Rasanya sudah sangat lama tidak pergi berlibur dan menghirup udara segar karena pekerjaanya sebagai seorang akuntan dari perusahaan ternama Korea yang mengharuskannya terus menerus berkutat dengan otak untuk menghitung laba rugi perusahaan setiap harinya.

Ketika ia sedang melintasi beberapa kamar disepanjang lorong apartement, tanpa sengaja ia melihat seorang pria berwajah oriental dengan setelan jas hitam tengah mengunci pintu apartementnya. Sejenak ia berusaha untuk tidak terlalu focus pada pria itu, namun otaknya kembali memutar langkahnya untuk sekedar memastikan jika pria yang ia lihat tadi adalah pria yang ia kenal.

“Cho Kyuhyun” akhirnya Ji Eun memilih untuk mendatangi pria itu dan betapa terkejutnya Kyuhyun ketika mendapati seorang wanita yang mengenal namanya

“yes, I am” jawab Kyuhyun masih belum mengenali wanita yang berada dihadapannya itu

“oh astaga ternyata memang benar ini kau” Kyuhyun mengernyitkan dahinya, wanita ini berbicara dengan bahasa Korea. Jadi dapat disimpulkan jika wanita ini adalah kenalannya, namun Kyuhyun berusaha untuk mengingat siapa wanita yang terus mengocehkan namanya itu.

“kau siapa?”

“yah memang wajar jika kau tidak mengenalku karena kita hanya bertemu beberapa kali semasa kuliah dulu” Kyuhyun berusaha untuk mengingat yeoja ini, yah mungkin saja yeoja ini adalah salah satu teman kuliahnya

“aku Song Ji Eun, sahabat Min Gi”

140322-kyuhyun-61

Kyuhyun melebarkan kedua bola matanya seperti orang bodoh kala ia mendengar jawaban dari mulut lawan bicaranya itu. Sekarang ia ingat, wanita ini adalah sahabat Min Gi yang selalu berada kemanapun Min Gi pergi. Bahkan wanita ini menjadi saksi ketika ia meminta Min Gi untuk menjadi kekasihnya dulu.

“ya Tuhan maafkan aku karena tidak mengenalmu” sahut Kyuhyun ramah

“aku bisa memaafkanmu untuk masalah yang tadi tapi untuk masalah kau yang menyakiti hati sahabatku, itu sangat sulit” menghembuskan nafas jengah, Kyuhyun mulai sensitive dengan topic ini. Kenapa ia menjadi seseorang yang seakan sangat jahat, untuk meminta maaf dari Min Gi sangatlah sulit dan sekarang ia dibenci pula oleh sahabat Min Gi.

“ya aku mengerti, tapi apapun kenyataannya kau harus mendukungku untuk kembali bersama sahabatmu itu” Ji Eun tertawa hambar, berani sekali Kyuhyun mengatakan hal semacam itu. Apakah namja ini tidak sadar seberapa parah luka yang ia torehkan di hati Min Gi, dan sekarang dengan gamblangnya ia meminta dukungan untuk kembali pada Min Gi, hah lucu sekali.

“kau gila, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu kembali menyakiti sahabatku kecuali jika memang Min Gi yang masih ingin kembali bersamamu”

“bisakah kau membantuku? Ah begini, aku ingin bertanya beberapa hal padamu. Apa kau keberatan untuk mampir dan mengobrol sebentar di apartementku” sedikit memohon kepada Ji Eun, Kyuhyun berharap wanita ini mau menerima undangannya

“maaf aku sibuk”

Ji Eun melenggang pergi tanpa mengindahkan Kyuhyun. Namun bukan Kyuhyun namanya jika ia menyerah begitu saja, dengan pasti ia mengikuti Ji Eun dan kembali merayu wanita itu untuk memberikan sedikit info mengenai Min Gi, wanita yang masih sangat ia harapkan untuk kembali kepelukannya.

“baiklah kita bicara di taman saja” Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Ji Eun, tidak sia-sia ia memohon kepada wanita bermarga Song ini

 

 

Square Garden, 07.15 A.M

Kyuhyun POV

Kami, aku dan sahabat Min Gi duduk disebuah kursi panjang yang berada di taman dekat apartement. Aku memberikannya segelas Americano untuk menemani obrolan kami. Aku berharap dapat menggali beberapa informasi kenapa Min Gi sampai sangat membenciku dan sulit untuk memaafkanku. Aku hanya ingin tahu apakah ada factor lain, selain karena hatinya yang memang sulit untuk menerimaku kembali.

“terus terang aku sangat menyesal telah membuat hati Min Gi terluka, dulu aku memang tidak berfikir dengan cermat ketika melakukan pertaruhan bodoh itu”

“nasi sudah menjadi bubur Kyuhyun-ssi, walau bagaimanapun kau sudah melakukannya jadi tidak ada gunanya juga menyesali perbuatan bodohmu itu” ya Ji Eun memang benar, namun aku masih berharap bisa memperbaiki semuanya

“bagaimana bisa Min Gi sangat sulit untuk memaafkanku. Yah aku tau kesalahanku memang fatal, membuatnya sebagai objek taruhan…tapi apa sebegitu bencinya ia padaku? Tidak adakah sedikit hatinya untuk memafkanku Ji Eun-ssi?” wanita ini menyesap sebentar Americano nya sebelum menjawab pertanyaanku

“sejujurnya…itu sangat sulit Kyuhyun-ssi. Min Gi adalah seorang yang sangat tidak bisa dikecewakan oleh orang lain, terlebih itu adalah orang yang sudah sangat ia percaya”

“aku mengerti, tapi kupikir semua orang juga begitu! tidak bisa dikecewakan oleh orang lain, namun…”

“ia sudah dikecewakan dua kali oleh orang yang ia cinta” aku berniat untuk menyela ucapan Ji Eun-ssi, namun semua kata-kataku tercekat seketika setelah wanita ini melontarkan jawabannya

“ia pernah disakiti oleh namja yang ia cinta, bahkan mereka sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun tapi dengan jahatnya namja itu berselingkuh dibelakang Min Gi selama setahun lebih dan…sahabatnya lah yang menjadi selingkuhan mantan pacar Min Gi itu. Jadi kau sudah mengerti kan, kenapa sampai saat ini ia sulit untuk memaafkanmu. Ia sudah dikecewakan lagi oleh orang yang ia cinta, dan orang itu adalah kau”

Aku seperti pria yang tidak memiliki perasaan dan sangat jahat. Setelah mendengar ucapan Ji Eun aku sudah benar-benar tidak bisa berfikir lagi, aku benar-benar tidak tahu jika Min Gi memiliki masa lalu yang menyakitkan seperti itu. Dan dengan gambalangnya aku kembali membuat lubang luka di hatinya. Ya Tuhan kenapa aku tidak berfikir sejauh itu ketika membuat taruhan dengan Eunhyuk hyung, jika akan terjadi seperti ini aku lebih memilih untuk tidak pernah mengenal Min Gi ketimbang aku harus menyakiti wanita yang kucintai.

“Song Ji Eun, bisakah kau membantuku? Aku ingin membuat Min Gi bahagia, aku ingin kembali mengukir senyum manisnya lagi dan…aku ingin ia berada dipelukku kembali. Aku ingin menebus kesalahanku, aku akan berusaha untuk tidak membuatnya kecewa lagi” Ji Eun hanya menatapku, seperti mencari celah kebohongan dimataku akan ucapanku barusan

“jika itu untuk kebahagiaan Min Gi kenapa tidak”

“terima kasih” sungguh aku sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena orang dekat Min Gi bisa mendukungku untuk membuatnya kembali kepelukanku

 

 

*****

Malibu, California

Min Gi POV

“sampaiiiiiii” aku berteriak ketika kakiku tengah menginjak pasir putih dipantai yang sudah terkenal di Amerika ini. Ya Malibu beach, akhirnya setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam kami sampai juga di tempat ini. Karena keinginan Ji Eun, kami harus rela pergi keluar kota demi menikmati sinar matahari di kota ini.

“jadi, bagaimana jika kita memesan hotel dulu baru setelah itu kita menikmati pantai ini” Ji Eun menggelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui saranku

“memesan kamar itu gampang, sekarang aku hanya ingin bermain air dan berjemur di bawah sinar matahari. Kau tidak lihat banyak sekali orang yang menghabiskan liburan disini, aku tidak mau melewatkan waktu lagi. Kajja kita berganti pakaian dulu” akhirnya mau tidak mau aku menuruti keinginan sahabatku yang satu ini

Kami bermain air dan berselancar. Walaupun sesekali aku harus terjungkal balik karena sama sekali tidak mahir berdiri diatas papan yang mengambang diatas air ini. Beruntung disini menyediakan guide berselancar secara langsung jadi aku tidak perlu terlalu khawatir akan tenggelam karena papan surfing ini.

“kau payah sekali Min Gi-ya, aku bahkan hanya diajari lima kali dan see…aku sudah bisa berselancar dengan baik” Ji Eun menyombongkan kemampuannya. Harus kuakui ia memang mudah mencerna skill dalam bidang apapun, untuk itu aku selalu menyebutnya si nyonya ‘all in one’.

arra kau memang pandai berselancar, puas?” ia hanya tertawa dan mulai kembali mengajak guide nya untuk berselancar

“Ah lebih baik aku berjemur saja, letih juga jika harus bermain dengan ombak”

Sudah lebih dari 6 jam kami menikmati pantai, dan tidak terasa juga hari sudah sore. Lebih baik aku memanggil Ji Eun yang tengah sibuk dengan rambut kepang barunya. Ia baru saja menyewa jasa kepang rambut, ck benar-benar yeoja ini.

“hari sudah sore lebih baik kita mulai menyewa resort Ji Eun-ah”

“ah kau benar, kajja” kami pun melenggang pergi menuju gedung putih besar yang letaknya tidak jauh dari pantai

ss1

Sesampainya di Malibu Hotel, kami sudah dilayani oleh recepcionist wanita dengan ramah.

“I need one suit room for…” aku kembali mem-pause ucapanku dan bertanya pada Ji Eun sejenak

“berapa hari kita akan menginap?”

“mmm bagaimana jika…”

 

Drtt..drrt…

 

Kulihat Ji Eun mulai men-swap ponselnya karena ada panggilan masuk, ia meminta izin sebentar padaku untuk menjawab panggilan ponselnya dan sedikit menjauh dari tempat recepcionist ini.

“wait a minute please” kataku seraya tersenyum pada recepcionist bule ini

Setelah kurang lebih 5 menit menunggu, Ji Eun kembali dengan wajah paniknya. Ada apa sebenarnya?

“Min Gi-ya bagaimana ini? Tadi Immo (bibi) ku menelpon dan ia menyuruhku untuk kerumahnya sekarang, ada hal penting yang ingin ia bicarakan mengenai Jae Woon”

immo? Kau memiliki immo di Amerika?”

“oh apa aku belum pernah mengatakan padamu jika adik ibuku ada yang tinggal di Amerika, tepatnya di New York”

“New York? Kau akan keluar kota? Demi Tuhan Ji Eun, hari sudah sore dan kau akan pergi keluar kota? Tidak bisakah kau tunda esok hari?” Ji Eun menggeleng yakin

“ini masalah penting Min Gi-ya. Kau tau kan Jae Woon akan dijodohkan oleh orang tua ku, dan sekarang ia ada dirumah immo ku. Ia kabur dari rumah. Aku akan baik-baik saja, hanya menempuh beberapa jam dari sini. Kau menginap saja disini, dan akan ku kabari lagi jika aku akan kembali ke apartementmu” kuhembuskan nafas kesal ketika mendengar jawabannya. Aku benar-benar kesal, bagaimana bisa ia pergi disaat hari sudah mulai gelap. Tapi mau bagaimana lagi, Jae Woon adalah adik Ji Eun dan kurasa Ji Eun memang memiliki kewajiban untuk menjaga adiknya, walaupun adiknya sudah bukan anak kecil lagi.

arraseo kau harus hati-hati, eoh” Ji Eun mengangguk pasti dan berjalan meninggalkan resort

Nah sekarang tinggalah aku yang harus menghabiskan liburan seorang diri di kota ini. Tsk, kenapa harus di Malibu, aku bahkan tidak memiliki teman di kota ini. Ternyata memang sudah takdirku untuk berlibur seorang diri.

“I want one suit room with single bed for two days” aku menoleh sebentar kepada seseorang yang sedang memesan kamar

“ah single bed with big size I think” tambahnya

“yes sir, let me repeat your order. One suit room with single bed for two days”

“don’t forget the big one single bed”

“yes sir, here the lock card. And thank you for visit our resort. Enjoy your day” aku hanya bisa membelakan mataku tidak percaya dengan situasi yang sedang kualami ini

“Kyuhyun” gumamku pelan tanpa sadar namun masih bisa terdengar oleh pria yang berdiri tepat disebelahku ini

“oh Min Gi-ya, astaga kau ada disini juga? bagaimana bisa? Tau begitu aku akan mengajakmu ke Malibu dan kita akan berlibur bersama” tsk, dalam mimpimu saja. Kupalingkan wajahku kembali menghadap recepcionist setelah kesadaranku kembali pulih, aku berusaha untuk tidak terlalu terlihat gugup dihadapan pria ini. Yang jelas aku benar-benar tidak suka dengan kebetulan macam ini.

“miss can I help you?” tegur si wanita bule ini, oh aku hampir lupa untuk memesan kamar

“yes, I need one suit room with..”

“oh I’m sorry miss, there’s no empty room for you. The suit rooms already full” aku menganga(?) tidak percaya dengan ucapan recepcionist ini. Padahal baru beberapa menit yang lalu aku hampir bisa menyewa satu kamar. Ya Tuhan, jika semua kamar sudah habis maka dimana aku akan tidur malam ini?

“kau bisa menginap dikamarku jika kau mau?” kutorehkan pandanganku pada sesosok pria yang masih belum mau beranjak dari sisiku ini

“terima kasih tapi sepertinya aku lebih suka tidur didalam mobiku saja” aku mulai melangkahkan kaki untuk pergi menuju parkir. Namun baru satu langkah beranjak, aku kembali teringat sesuatu. Shit, mobilku dibawa oleh Ji Eun, astaga bagaimana dengan nasibku.

Melangkahkan kaki kembali ke meja recepcionist, aku kembali bertanya untuk memastikan jika apa yang di ucapkan wanita ini salah.

“could you please check again the room? I just need one suit room for tonight”

“I’m sorry miss, the all rooms already full” mungkin ini awal musim panas jadi tidak heran banyak pengunjung yang memesan hotel. Apa aku harus mencari hotel lain? tapi setelah kuingat-ingat hanya hotel ini yang dekat dengan pantai Malibu, sedangkan hotel lain harus menempuh beberapa kilometer dari pantai ini. Double shit!

“Han Min Gi jangan keras kepala, ini sudah petang dan kau sudah kehabisan kamar. Bermalam saja dikamarku, aku janji tidak akan melakukan hal apapun padamu”

Apa aku harus menerima tawaran Kyuhyun? Ottohke, aish benar-benar membingungkan.

Aku mengamati wajah Kyuhyun. Memastikan apakah tidak apa-apa jika aku menumpang dikamarnya untuk malam ini. Terus terang saja aku tidak yakin akan bisa tidur dengan tenang jika berada dalam jarak dekat dengan pria bermarga Cho ini.

“kau terlalu banyak berpikir, baiklah aku pergi dulu! Ah ya…jika kau berubah pikiran, kau bisa tanyakan nomor kamarku pada recepcionist. Dan gunakan nama Marcus Cho untuk mencari tahu kamarku”

Kulihat Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya meninggalkanku untuk menuju menuju lift. Tsk, Han Min Gi ayo berpikir dengan cepat! Terima ajakannya atau mencari hotel lain yang jaraknya lumayan jauh dari sini. Menghela nafas sejenak dan memejamkan mataku sebentar, aku mulai melangkah mengejar Kyuhyun. Dan tanpa basa basi lagi, kutarik lengannya agar ia menghentikan langkah kakinya.

“hanya untuk malam ini dan ingat jangan macam-macam padaku” dengan terpaksa aku menerima tawarannya dan dengan sangat kurang ajarnya aku mulai terpesona kembali dengan senyum manisnya, sialan kau Cho Kyuhyun.

 

*****

 

Aku terus mengamati suasana kamar di hotel ini. Kamar yang cukup minimalis dengan warna cokelat susu dan memiliki balkon dengan view pantai indah terpampang disana, ya aku cukup menyukainya.

897x361_22_505420cc29ffba1921547680108a0493

Disela-sela kesibukanku mengamati ruangan ini, aku tersadar jika hanya ada satu tempat tidur disana. Tidak mungkin kan jika aku harus berbagi ranjang dengan Kyuhyun.

“hanya ada satu tempat tidur disini?”

“ya seperti yang kau lihat” ck, kenapa ia tidak mengerti maksud pertanyaanku

Kyuhyun menaruh kopernya sejenak dan memasuki kamar mandi. Begitupun denganku, setelah menaruh koper merah marunku dengan segera aku membuka jendela besar yang ada dikamar ini. Menikmati suasana angin malam di Malibu benar-benar menyenangkan.

“bagaimana jika kita makan malam Min Gi-ya?” suara Kyuhyun berhasil membuatku terkejut, dengan cepat kuarahkan pandanganku padanya. Ternyata ia sudah berganti pakaian.

“tidak, aku masih kenyang. Jika kau ingin makan, kau makan saja sendiri” aku memang masih sangat kenyang. Mengingat tadi sore Ji Eun dan aku sempat berburu kuliner di beberapa kedai makanan yang berada dipantai.

“benarkah? Tidak bisakah untuk menemaniku saja sebentar untuk makan malam?”

“maaf aku lelah” dengan cepat kulangkahkan kakiku menuju koper untuk mengambil pakaian tidurku dan segera menuju toilet untuk berganti baju.

Setelah berganti pakaian selama 10 menit, kurasa  sudah cukup untukku menyiapkan mental mengingat bahwa malam ini Kyuhyun dan aku akan tidur disatu kamar yang sama. Fyuuh, semoga malam ini aku akan baik-baik saja.

“apa?” kataku sedikit menaikan oktaf ketika Kyuhyun melihatku dari ujung rambut sampai kaki. Dengan cepat aku segera melangkahkan kaki menuju tempat tidur dan menutupi sebagian tubuhku dengan selimut. Terus terang aku merasa sedikit risih dengan pandangan Kyuhyun tadi.

“berapa usiamu? Kau masih suka memakai pajama seperti itu?”

“kau pikir aku akan memakai pajama seperti apa? Pajama berbahan tipis yang bisa dengan mudah terlihat dari luar dan memperlihatkan lekuk tubuhku dari balik busana itu? Buang jauh-jauh harapanmu itu Cho Kyuhyun”

“well, memang sedikit melenceng dari dugaanku. Kupikir dengan bertambahnya usiamu maka selera pajamamu akan berubah menjadi dewasa juga tapi walau bagaimanapun aku tidak bisa mengelak jika dengan pajama seperti itu…kau masih terlihat manis dan seksi” memang apa salahnya di usiaku yang sekarang ini memakai pajama berwarna pink dengan motif domba? dan dengan sangat lugasnya, Kyuhyun menunjukan smirk andalannya lagi, astaga aku merinding melihatnya. Lebih baik aku pindah dari tempat tidur ini daripada nantinya ia akan tidur satu ranjang denganku.

404707_221809144572251_100390004_n

Aku sudah siap berdiri dari kasur king size ini dan membawa satu bantal untuk kugunakan tidur di sofa besar yang ada dihadapan TV. Tapi dengan sigap Kyuhyun menahan lenganku, mengisyaratkan agar aku tidak pindah dari kasur ini.

“kau bisa gunakan kasur ini Min Gi-ya, jangan sungkan padaku bukankah aku berjanji tidak akan berbuat macam-macam padamu. Ah lebih baik aku pergi sekarang karena cacing-cacing diperutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi” Kyuhyun tersenyum dan segera melesat menuju pintu menuju restaurant. Ya lebih baik kau pergi daripada terus membuat kinerja jantungku berdetak tidak karuan.

Sudah lebih dari 40 menit Kyuhyun pergi untuk memenuhi isi perutnya. Dan sekarang aku tengah berbaring diatas kasur besar ini seraya membaca sebuah novel. Sepertinya membunuh waktu dengan membaca bukanlah ide yang buruk. Tapi tetap saja, seberapa fokusnya aku membaca tidak bisa mengalahkan rasa gundahku karena malam ini aku akan berada disatu ruangan dengan Kyuhyun. Demi Patrick yang tidak memiliki hidung, tidak pernah terlintas dipikiranku jika akan menghabiskan malam disatu kamar dengan Kyuhyun.

Ceklek…

Kyuhyun sudah kembali, dan dengan cepat aku kembali menekuni acara membacaku. Berpura-pura untuk tidak menyadari kehadirannya. Kulihat dengan ekor mataku, ia mulai menyalakan TV dan menonton siaran bola.

“astaga bahkan sudah 1-0! Kurasa Messi yang sudah mencetak angka tadi” aish ia bahkan tidak menggubris kehadiranku dan malah berceloteh sendiri sembari menonton bola, keterlaluan sekali dia. Hei apa yang sedang kufikirkan? Bukankah bagus jika Kyuhyun tidak menggubris kehadiranku!

“omo…yak! Yak bagaimana bisa Muller menyikut lengan Messi, aish wasit itu kenapa diam saja” Kyuhyun benar-benar sibuk dengan acaranya sendiri tanpa memperdulikanku. Dia memang benar-benar menggilai bola, terutama karena di club itu ada seorang pemain yang bernama Messi.

“berisik” aku sedikit mencicit kala suaranya mulai terdengar ribut kembali

eoh, kau belum tidur?” astaga jadi sedari tadi ia mengira aku sudah tertidur? Tidakkah ia melihat jika novel ini masih berada didepan wajahku?

Ia mematikan TV dan mulai kembali memasuki toilet dengan membawa baju tidurnya. Kenapa ia menyudahi acara menontonnya? Bukankah pertandingannya belum selesai? Apa ini karena kata-kataku tadi.

“kenapa kau mematikan TV nya? Bukankah acara bola nya belum selesai?” kataku ketika ia keluar dari toilet

“aku tidak mau mengganggumu dengan suara berisikku” terus terang aku jadi tidak enak dengannya. Walau bagaimanapun kamar ini dia yang menyewa jadi dia berhak untuk berbuat apapun.

“kau bisa menontonnya kembali. Ini kan kamarmu jadi kau berhak melakukan apapun yang kau mau”

“apakah itu termasuk bercinta denganmu?” APA? Apa telingaku tidak salah dengar? Ya Tuhan pria ini bagaimana bisa mengatakan hal segamblang itu

“hahahha aku hanya bercanda! Jangan terlalu membuat matamu membesar aku takut nantinya bola matamu akan keluar dari tempatnya”

“bercandamu tidak lucu” sungutku kesal

“hahha mianhae….ekhm…Min Gi-ya maaf atas perkataanku tempo hari yang mengatakan jika aku meragukan…kau tau kan maksudku” ya aku tau maksudnya adalah menyinggung masalah status keperawananku yang dengan seenaknya ia katakan karena aku pergi ke club dan berdansa dengan seorang pria yang tidak kukenal

“aku sudah melupakan hal itu jadi tidak perlu meminta maaf lagi”

“Min Gi-ya” kulihat ia mengusap wajahnya sebentar, seperti ingin mengatakan sesuatu namun ragu untuk mengungkapkannya

“aku…benar-benar serius dengan ucapanku untuk memintamu kembali padaku. Demi Tuhan aku minta maaf atas kesalahanku dulu dan aku benar-benar ingin memulainya dari awal denganmu” kenapa lagi-lagi ia membahas topic ini. Sungguh aku benar-benar tidak ingin membahasnya lagi

“Kyuhyun-ah aku tidur duluan”

Kurasakan tempat tidur ini mulai bergerak karena adanya tambahan beban yang menaikinya, jangan bilang jika Kyuhyun tengah berada diranjang ini. Kubalikan tubuhku untuk memastikan dugaanku. Dan benar saja Kyuhyun sudah duduk disamping tubuhku dan hal itu reflek membuat tubuhku bangun dan ikut duduk menghadapnya.

“kenapa kau ada disini?”

“kau mengalihkan pembicaraan kita” jawabnya datar namun tatapannya focus pada mataku

“Kyuhyun sudah berulang kali kukatakan jika aku tidak mungkin bersamamu lagi, tidakkah kau mengerti?”

“aku mencintaimu” tidak! Jangan katakan kalimat itu lagi Kyuhyun, kumohon.

“mungkin selama ini kalimat itu tidak pernah kuucapkan dari bibirku. Untuk ku pribadi, kata-kata cinta tidak harus kuucapkan secara langsung. Aku lebih suka mengungkapkan perasaanku melalui tindakan. Jadi, jika selama ini kau mengira aku tidak pernah mencintaimu…itu semua tidak benar! Aku bukanlah pria romantis yang pandai mengumbar kata-kata cinta, aku hanya seorang pria yang bisa mengungkapkan isi hatiku dengan caraku sendiri”

“Kyuhyun-ah…jebbal jangan seperti ini”

“jika kau tidak mencintaiku, hanya katakan ‘aku tidak mencintaimu’ sekarang juga! Dan katakan kalimat itu dengan menatapku secara langsung Min Gi-ya. Dengan begitu aku bisa mengetahui perasaanmu yang sebenarnya”

Demi Tuhan ini terlalu sulit. Aku tidak bisa melakukannya. Hatiku benar-benar menolak untuk kembali kepada Kyuhyun tapi di lain sisi aku tidak bisa berbohong jika hatiku masih menginginkannya.

“aku tidak mencintaimu” aku menunduk seraya mengatakan kata-kata itu

“ucapkan sekali lagi dan lihat mataku Min Gi-ya” dengan terpaksa aku mengalihkan pandanganku pada wajahnya tepat pada manik matanya

“aku…tidak…” lidahku kelu, bahkan hanya mengucapkan tiga kalimat itu begitu sulit ketika pandangannya focus mengarah ke kedua bola mataku.

“kau mencintaiku, aku bisa melihatnya dari matamu Gi-ya” Kyuhyun memelukku dan untuk kali ini aku benar-benar kesal pada diriku sendiri yang tidak bisa memberontak ataupun bergerak ketika tubuhku dipeluk oleh pria ini. Aku terlalu merindukannya, aku merindukan wangi tubuhnya dan sulit untuk kupungkiri jika aku selalu merindukan sosoknya.

“Min Gi-ya…aku sungguh mencintaimu” kini jemari Kyuhyun mengusap pipiku dengan lembut

Aku sungguh terlena oleh perbuatannya. Setiap sentuhannya membuat hatiku berdebar. Aku tidak bisa mengelak lagi jika aku memang masih sangat mencintai dia, mencintai seorang Cho Kyuhyun.

Entah sejak kapan ia melakukannya, yang jelas kini bibir kami sudah menyatu dengan sempurna. Ia menciumku dengan lembut, dengan perlahan dan hati-hati seolah tidak ingin menyakitiku. Tidak ada nafsu disetiap sentuhan bibirnya, yang kurasakan sekarang adalah rasa rindu yang sudah lama ia pendam dan sekarang tengah ia salurkan melalui ciuman ini. Ia mengecup bibirku dengan teramat lembut dan tanpa sadar aku membalas setiap kecupannya. Rasanya masih sama…..bibir ini pernah menciumku dan betapa bahagianya aku karena masih bisa merasakan bibir penuh ini lagi.

“kembalilah padaku, kita mulai semuanya dari awal” kalimat itulah yang muncul dari bibirnya setelah kami menyudahi pergulatan kecapan manis dibibir kami

“maaf…..ini terlalu cepat, aku masih butuh waktu untuk menerimamu kembali” Kyuhyun tersenyum lembut dan mengusap rambutku pelan.

“aku mengerti, tidak perlu terburu-buru. Aku akan tetap menunggumu Min Gi-ya”

Dan saat ini aku merasa menjadi seorang wanita yang sedang jatuh cinta kembali. Sudah sangat lama aku merindukan perasaan ini, perasaan dimana membuat perut ku dipenuhi oleh kupu-kupu yang berterbangan didalamnya dan jantungku bergetar secara bersamaan.

Kyuhyun selalu membujukku dan mengajakku kembali padanya. Disatu sisi aku tidak ingin menjadi seorang yang munafik yang dengan jelas masih mencintai pria ini, tapi disisi lain perasaan sakit hatiku masih belum sepenuhnya menerima kehadirannya kembali disisiku karena disaat yang bersamaan aku selalu mengingat sikapnya yang sudah melukaiku dengan menjadikanku bahan taruhannya bersama Eunhyuk oppa. Aku butuh waktu, yah aku hanya butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan dan takdirku yang masih belum bisa melupakan sosoknya untuk kembali mengisi hariku.

Sudah lebih dari 15 menit kami tidur diatas ranjang yang sama, dengan posisiku yang membelakangi Kyuhyun. Aku tidak bisa menolak ketika Kyuhyun menyuruhku untuk tidur diatas ranjang ini karena sebelumnya aku menawarkan diri untuk tidur di sofa. Yah Kyuhyun berjanji padaku untuk tidak melakukan apapun, dia hanya ingin kami tidur diatas ranjang ini bersama. Ia hanya merindukan aku, ia ingin terus berada disampingku. Itulah yang ia katakan sebelum kami tertidur menuju mimpi kami masing-masing.

20 menit sudah berlalu, lampu tidur pun sudah kumatikan namun mataku masih belum bisa untuk lelap. Aku terlalu gugup untuk berada disatu tempat dengan pria yang masih memenuhi hatiku ini. Aku masih tetap betah dengan posisi membelakangi Kyuhyun. Posisi ini lebih baik ketimbang aku harus menatap wajahnya yang sedang tertidur.

“terima kasih karena masih mempertahankan perasaanmu padaku Han Min Gi” Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya pada perutku. Ia memelukku posesif seakan-akan tidak ingin aku pergi darinya. Ternyata ia belum tidur, apakah ia juga merasakan hal sama denganku? Gugup dan tidak tahu harus berbuat apa ketika berada di satu tempat yang sama dengan seseorang yang dicintai. Kyuhyun kau benar-benar sialan, kau berhasil menyakitiku disaat yang bersamaan ketika kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu.

 

 

TBC

 

 

To be continued lagi haha…satu pesanku untuk ff ini, jangan pernah bosen untuk  nunggu  kelanjutannya ya! walaupun ga janji bakalan update cepet tapi aku selalu mengusahakan untuk terus update di blog ini. Dan selamat idul fitri bagi yang merayakannya. Mohon maaf lahir batin yaa kalo selama ini ada kata-kata di ff, atau cuap-cuap gaje aku ataupun mention di twitter yang belum sempat di balas aku mohon maaf karena kemarin-kemarin aku lumayan sibuk dikampus jadi pernah sempet untuk berbalas DM untuk PW WAMBLAW, sekali lagi mohon dimaafkan ya. Oke see you soon on next ff!

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

66 thoughts on “Barca Vs You [Slide 11]

  1. Woow wow aku kira ff ini ngga lanjut pas baca library nya baru sampe part 6 ternyata masih lanjut :))
    TBC Penasaran thor sama kelanjutan hubungan KyuGi 😦
    Di tunggu banget next chap nya, semoga cepet ya thor #AYAYA :^D

  2. aishh yg bag terakhir ituuuu…
    koq gak lanjut onn??
    heheh…
    jd ap mingi ud mw mulai nerima kyu donkk??
    yee..
    smogaa merekaa balikan xepet wes..
    cocok banget koqq mrekaaa

  3. aaaaa suka bgt kyugi moment… perbanyak kyugi moment eon xD dan, bgimana nasib luhan? kasian bgt ditinggal gitu aja.-.yg sabar ya han, jd korban php..udh, sama thehun aja sana, kyuhyun sama mingi xD

  4. ihh, so sweet bnget mereka beedua..
    kirain si ji eun gk mau bantu kyu, 😀
    mudah”an mereka min gi sama kyu bisa balikan lagi..

  5. Akhir y min gi mw maafin kyu & trima kyu lg,wlpun g sprti dlu lg tp stdk y msh ad ksmptn utk kyu balikan lg,smoga mrka bsa mnjdi spsang ksih lg 🙂

  6. Yeay.. ji Eun mau membantu Kyuhyun..
    Aku yakin bagte Ji Eun sengaja pergi dari Min Gi, dan mungkin ini rencana Ji eun untuk mempersatukan Kyuhyun dan Min Gi kembali. Moga Min Gi Luluh sama sikap Kyu yang mendadak romantis

  7. kenapa tbc disitu min….pan lagi lomantis-lomantisnya
    udah balikan aja gih olang min gi masih cinta kok.
    ntar xlo sakit hati nya karna kcewa ma kyu sini aku kasih obatnya.
    next part ditunggu dengan sangat moment manis min gi ma kyu yang bikin diabetesss..kk

  8. hohooo,,,cie cie,,yg udah mulai baikan,,,cuitcuit,,aq tau min gi yg gkr dpat kmar n tmennya yg pergi itu psti udah d rencanain am kyu kkk

  9. akhirnya hubungan mreka ada kemajuan, semoga aja mingi mau membuka hatinya lagi buat si kyu.. ayo kyu tetep semangay

  10. Akhir.y baru bisa baca slide 11 🙂
    Ji eun untung bsa d andalkan buat bantu kyuhyun, pasti mreka berdua yg buat supaya min gi bisa satu kamar sma kyuhyun 🙂
    Ayo kyu kejar trus min gi.y,, tpi kenapa min gi.y masih gtu.y,, tpi kalo udh d cium diem.. Wkwk
    Akankah min gi nerima kyuhyun kembali 🙂 slide selanjut.y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s