Posted in KyuGi, Romance, Sad

Barca Vs You [Slide 12]

BVY12

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, Eunhyuk, Luhan

Genre : Sad, Romantic

Rate : PG 17

haaaai KyuGivers…masih ada yang inget sama fanfic ini? maaf banget ya karena aku jarang upload ff lagi soalnya sibuk sama ppl dan kuliah *bow* yang udah nunggu ff ini langsung aja dibaca dan jangan lupa untuk kasih komentar setelah membaca. Happy Reading! Warning typo bertebaran

Previously

“terima kasih karena masih mempertahankan perasaanmu padaku Han Min Gi” Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya pada perutku. Ia memelukku posesif seakan-akan tidak ingin aku pergi darinya. Ternyata ia belum tidur, apakah ia juga merasakan hal sama denganku? Gugup dan tidak tahu harus berbuat apa ketika berada di satu tempat yang sama dengan seseorang yang dicintai. Kyuhyun kau benar-benar sialan, kau berhasil menyakitiku disaat yang bersamaan ketika kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu.

***Barca VS You***

Min Gi menghirup udara tanah kelahirannya dalam-dalam, ini adalah tahun kelima semenjak ia meninggalkan Korea Selatan. Selama ini bukannya ia tidak mau pulang, hanya saja keadaan yang selalu mengurungkan niatnya untuk menginjakkan kembali kakinya di Negara Ginseng tersebut. Mulai dari pekerjaan sampai rasa takut jika harus bertemu dengan pria bermarga Cho, yang selama ini menjadi alasan mengapa ia harus bertolak pergi ke Amerika. Bahkan rasa rindu terhadap ibunya sendiri pun harus ia tahan, dan sang ibu lah yang rela untuk pergi ke Amerika demi untuk melihat keadaan sang putri.

“aku pulang” tersenyum lebar ketika kakinya tepat menapaki arrival gate bandara Incheon, dan Min Gi kembali melangkahkan kakinya menuju tempat dimana taxi berada

Min Gi masih belum percaya jika ia bisa kembali ke Negara asalanya setelah 5 tahun berada di Negeri orang. Jika dipikir-pikir lagi, Min Gi sangat menolak jika sang ibu ataupun Ji Eun merayunya untuk pulang ke Korea. Ia masih belum siap untuk bertemu seorang Cho Kyuhyun, jika ia pulang ke Korea dan bertemu dengan pria itu. Namun tanpa disangka-sangka, sejauh apapun ia menghindari Kyuhyun nyatanya ia tetap dipertemukan dengan pria itu, bahkan dalam jarak yang sangat dekat dengan status ‘tetangga’. Benar-benar kebetulan yang menyebalkan.

Dan sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak menginjakan kaki ketanah kelahirannya, karena nyatanya ia pulang atas bujukan dari seorang pria yang sangat ingin ia lupakan dari pikirannya, Cho Kyuhyun. Rasa senang bercampur rindu memenuhi hatinya sekarang, Min Gi sudah sangat tidak sabar bertemu dengan sang ibu.

Ting tong… ting tong

omo” seorang wanita berusia 52 tahun hanya bisa menutup mulutnya ketika melihat sang tamu yang sudah berdiri dihadapannya dengan senyum lebar

eomma bogoshipo” tanpa perlu menunggu lama, sang tamu yang berstatus sebagai puteri dari pemilik rumah itu segera menghambur kepelukannya

yak! Anak nakal bagaimana bisa kau pulang tanpa memberitahu ibumu dulu” sang ibu membalas pelukan puterinya dengan begitu erat. Ia merasa senang karena akhirnya Min Gi bisa kembali ke Korea setelah 5 tahun berada di Negeri orang

“jika aku memberitahumu, rencana kejutanku akan gagal”

“tsk, kau ini benar-benar! Kajja masuk kau pasti lelah”

Sesampainya dirumah, Min Gi segera menjejakkan kaki menuju kamarnya. Entah kata-kata apa yang pas untuk menggambarkan perasaannya sekarang, yang jelas rasa rindu dengan kamar tercintanya sudah terbayarkan. Tidak ada yang berubah dari isi kamarnya, hanya saja warna catnya mungkin yang sedikit berbeda dari yang terakhir ia lihat. Warna cat kamarnya yang dulu berwarna soft pink kini berubah menjadi warna mint, ibunya benar-benar menata kamarnya dengan bersih dan rapi bahkan ketika dirinya tidak ada.

eomma apa yang kau lakukan dengan kamarku?”

waeyo? Aku hanya mengecat ulang kamarmu saja selebihnya tidak ada yang berubah” Min Gi kembali memeluk ibunya berusaha untuk menyampaikan rasa terima kasih secara tidak langsung karena tetap merawat dan membersihkan kamarnya selama ia tidak ada dirumah

*****

“jadi apa benar eomma membuat sebuah toko setelah memutuskan resign 2 tahun yang lalu?” kini pasangan ibu dan anak itu tengah menghabiskan quality timenya bersama di kamar sang puteri. Min Gi menyandarkan kepalanya dipaha sang ibu sedangkan ibunya mengusap lembut rambut sang puteri. Mereka terus berbagi cerita sambil ditemani cookies dan lemon tea hangat.

“hem, aku membuat sebuah toko kue kering dan menjual beberapa rajutan hasil karyaku sendiri sayang”

eomma kembali merajut?” ketika Min Gi berusia 5 tahun, ibunya memang sudah pernah menjalankan bisnis rajutan.

ne, aku sudah tua jadi sudah lelah untuk terus bekerja diperusahaan. Kupikir membuka usaha sendiri bukanlah hal yang buruk”

eoh kau benar, kau sudah tua” Min Gi berujar berusaha menggoda ibunya

“karena itu cepatlah menikah dan berikan aku cucu. Heiiish…kau tidak tau betapa cemburunya aku ketika berkumpul dengan teman arisanku yang selalu memamerkan foto cucu mereka”

ne aku akan menikah jika sudah menemukan pria yang pas untuk menjadi calon ayah dari anak-anakku”

“hei jangan terlalu pemilih, lekas buat keputusan jika sudah ada pria yang mengajakmu menikah” Min Gi hanya mengangguk sebentar kemudia bangkit dari paha ibunya untuk mengambil cookies yang ada dinakas mejanya

“ngomong-ngomong apa yang membuatmu pulang ke Korea? Tumben sekali! bukankah kau sangat sulit untukku bujuk agar kembali pulang ke Negara mu ini, eoh?”

Min Gi tertawa renyah mendengar penuturan sang ibu. Ia ingat benar jika ibunya selalu berusaha mati-matian membujuknya pulang.

“aku memiliki undangan pernikahan dari seorang teman lama eomma

“hanya itu? Cih temanmu hebat sekali bisa membujukmu untuk datang ke acara pernikahannya”

“hebat apanya, aku hanya tidak enak jika tidak datang kepernikahannya”

“selain karena undangan sebenarnya ada seseorang yang mati-matian membujukku untuk pulang ke Korea eomma” Min Gi membatin

Flashback

“eung…..” lenguhan panjang keluar dari bibir pria bernama Cho Kyuhyun. Ia sedikit terganggu dengan cahaya matahari yang mulai menusuk matanya.

Kyuhyun menghalau pandangangannya dengan tangan kala seseorang menarik gorden yang ada dikamar hotel, tempat ia menginap semalam.

“tutup gordennya” sahut Kyuhyun masih setengah terpejam, sepertinya nyawanya belum terkumpul sepenuhnya

“ini sudah jam 9 pagi tuan Cho, mau sampai kapan kau berbaring dipulau kapuk” mendengar suara wanita yang sudah sangat ia hafal, Kyuhyun berusaha untuk membuka matanya dengan sempurna. Terkejut adalah hal pertama yang ia rasakan kala melihat wanita bernama Han Min Gi, wanita yang sampai detik ini terus mengganggu hatinya.

“Han Min Gi, eoh..a..maaf aku telat bangun sepertinya” Kyuhyun mulai gugup ketika ingat jika ia bermalam dikamar yang sama dengan Min Gi sedangkan Min Gi sendiri tidak terlalu merespon ucapan Kyuhyun dan terus berkutat dengan alat riasnya.

“kau mau kemana?” melihat Min Gi yang sudah sangat rapi, Kyuhyun beringsut dari kasur besarnya menuju Min Gi yang tengah merias wajahnya didepan cermin

“pulang, liburanku sudah selesai”

yak! Mana bisa begitu. Tunggu aku 10 menit, aku akan membersihkan diri. Ingat jangan pergi sebelum aku selesai” tanpa membuang waktu lagi, pria bermarga Cho itu menyambar handuk dan pakaian bersihnya menuju toilet yang berada didalam kamar

15 menit berlalu dan Kyuhyun sudah selaesai dengan acara membersihkan dirinya. Kini pria itu sudah terlihat bersih dan rapi dengan setelan kaos putih tipis yang terbalut jas hitam dengan motif kotak-kotak dan jins hitamnya. Pria itu bercermin sebentar untuk sekedar merapikan rambutnya dan berbalik menghadap Min Gi ketika dirasa tatanan rambutnya sudah rapi.

“sedang apa kau?”

0001

Min Gi berhenti sejenak dari kesibukannya dan menatap pada objek yang sedang mengajaknya bicara. demi Tuhan, ia sedang terkagum ketika melihat pria itu. Bagaimana bisa Kyuhyun terlihat sangat mempesona hanya dengan berpakaian seperti itu. Bahkan kini gaya rambutnya sudah berganti, pria itu kembali menggunakan poni. Dan itu cukup membuat jantung Min Gi berdenyut tidak normal hanya dengan menatapnya saja.

“hei, kau mendengarkan aku tidak? Kutanya sekali lagi, kau sedang apa?” berusaha mengumpulkan kesadarannya, agar Kyuhyun tidak sadar jika Min Gi tengah terpesona padanya. Min Gi kembali bersikap acuh dan menyibukan diri dengan pakaian dan kopernya

“seperti yang kau lihat, memasukan pakaianku kedalam koper” sepertinya Min Gi sudah sangat siap untuk meninggalkan Malibu dan kembali ke kota Michigan

“liburan kita belum selesai untuk apa membereskan pakaian?”

“kita? Sepertinya kau salah kaprah Kyuhyun-ssi. Liburanmu memang belum berakhir tapi tidak dengan liburanku”

“hei sudah jauh-jauh datang ke kota ini, kenapa harus pulang cepat-cepat. Baiklah jika kau merasa liburanmu sudah berakhir tapi setidaknya temani aku untuk berlibur. Kau tau kan aku sendirian di Negara ini jadi tidak ada teman untuk bisa ku ajak pergi” sedikit berbohong sepertinya tidak masalah. Bukannya Kyuhyun tidak memiliki teman di Amerika hanya saja sekarang ia tengah memasang tak tik untuk mencegah Min Gi pulang ke Michigan

“maaf tapi bukan kapasitasku untuk menemani acara berliburmu Kyuhyun-ssi” Min Gi menutup kopernya dengan cekatan dan bersiap dengan tas untuk ia bawa sebelum pergi meninggalkan hotel ini. Ia tidak bisa berlama-lama berada didekat Kyuhyun jika tidak ingin pertahanan hatinya runtuh hanya karena berada dijarak dekat dengan namja itu

“ah ya, terima kasih atas tumpangan hotelmu, aku pergi” baru dua langkah Min Gi melangkah, tangan Kyuhyun sudah dengan sigap menahannya

jebbal, temani aku. Hanya sampai sore hari setelah itu kita pulang bersama, kumohon” Kyuhyun mulai melancarkan serangan puppy eyesnya. Ia sangat tahu jika Min Gi tidak akan tega jika ia sudah melancarkan jurus itu

“maaf aku tidak bisa” Min Gi segera melepas cengkraman Kyuhyun dilengannya dan kembali melangkahkan kaki menuju pintu hotel. Susah payah ia menata hatinya selama ini dan ia tidak ingin luluh dengan cepat hanya karena Kyuhyun membujuknya. Sudah cukup semalam ia terbuai karena perlakuan Kyuhyun yang di luar nalarnya, mencium dan memeluknya.

“kau akan pulang tanpa membawa ini?” dengan sangat terpaksa ia menolehkan kepalanya kembali menghadap Kyuhyun. Ponsel Min Gi? Bagaimana bisa benda itu berada ditangan Kyuhyun

“kau masih saja ceroboh nona Han, ck kurasa sifatmu yang satu ini memang sangat sulit untuk dihilangkan” dengan wajah tanpa dosanya Kyuhyun menampilkan smirknya dan duduk di tepi kasur seraya menggoyang-goyangkan ponsel berwarna putih milik Min Gi

Drtt…drrtt..

Ponsel Min Gi bergetar, reflek Kyuhyun melihat id caller dari layar besar ponsel Min Gi ‘Lu is calling’. Setelah melihat siapa yang menelpon. Tanpa izin Min Gi, Kyuhyun menyentuh lambang hijau dan menggesernya kearah kanan.

“hallo” seru Kyuhyun menjawab panggilan ponsel

“Sam…oh who is it? Where’s Samantha?”

“Samantha?” Kyuhyun mengernyit tidak mengenal Samantha, dan dengan sigap Min Gi berusaha mengambil ponselnya dari Kyuhyun. Namun karena tingginya yang tidak bisa mengimbangi tinggi pria itu, akhirnya ia harus menahan pahit karena pria itu dengan lancangnya menjawab panggilan dari ponselnya

“Kyuhyun kembalikan”

“Samantha? Ah you mean, Han Min Gi? Sorry she’s busy right now!”

“b..but”

Piip

Dengan sadis Kyuhyun segera menonaktifkan ponsel milik wanita yang berada dihadapannya ini.

“ikut denganku atau ponsel ini tidak akan pernah kembali ketanganmu” sungut Kyuhyun. Moodnya menjadi sedikit buruk karena menjawab panggilan dari ponsel Min Gi, ia tahu betul jika pria yang tadi menelpon Min Gi adalah Luhan. Pria yang selama ini Kyuhyun ketahui memiliki hubungan special dengan Min Gi.

“sampai kapan kau menjadi seorang yang menyebalkan Cho Kyuhyun-ssi”

Min Gi POV

“akh segarnya” mengangkat tangannya ke udara setelah menyesap air kelapa hijau, Kyuhyun berdiri sejenak seraya merenggangkan ototnya

Aku hanya memandang pantai dengan malas karena masih kesal dengan sikap Kyuhyun yang seenaknya. Siapa yang tidak kesal jika harus dipaksa menuruti semua keinginan pria ini, terlebih ia mengambil alih ponselku. Astaga aku benar-benar sudah tidak mengerti dengan sikap menyebalkannya yang tak kunjung menghilang, tidak tahukah ia jika berada didekatnya bisa membuatku semakin sulit untuk membuang perasaan ini.

“kau tidak ingin bermain air? Bagaimana jika kita bermain banana boot atau…”

“aku sudah bosan bermain air” kataku ketus

“benarkah, baiklah kita pergi ketempat kain, kajja” dan dengan seenaknya ia kembali menarik tanganku untuk mengikuti langkahnya menuju tempat parkir. Mau kemana lagi ia membawaku sekarang?

Dream Land, Malibu

Kami tiba disebuah taman hiburan. Tempat ini mirip dengan Disney Land di Jepang atau Lotte World yang ada di Korea. Kyuhyun benar-benar membawaku ketempat ini? Apa ia sedang mengajakku berkencan? Cih bagus juga usahanya untuk menyenangkan hatiku.

“bagaimana jika kita naik roller coaster? Kudengar wahana itu yang paling terkenal ditempat ini”

“terserah kau saja” akhirnya kami beranjak menuju tempat wahana itu

Sudah 20 menit kami berkeliling mencoba berbagai wahana yang disediakan ditaman hiburan ini, dan terus terang saja hal itu cukup membuatku senang. Bahkan tanpa kusadari, senyumku selalu mengembang. Ya aku senang bisa pergi ketempat ini bersama Kyuhyun.

“mau mencoba?” Tanya Kyuhyun ketika kami melewati mesin permainan penangkap boneka

“bolehkah?”

“tentu, tunggu disini sebentar aku akan menukar koinnya dulu”

Tidak sampai 5 menit Kyuhyun datang dengan membawakan 15 koin, dan aku mulai mencoba memasukannya demi mendapat sebuah boneka.

1 koin…2 koin…3 koin…6 koin..bahkan sudah 8 koin aku mencoba untuk menangkap sebuah boneka namun hasilnya nihil. Ya Tuhan kenapa sulit sekali mendapatkannya.

“haha kau bodoh atau apa, mengambil boneka saja tidak bisa” aish ucapannya benar-benar menjengkelkan, ia tidak tau saja jika mencapit boneka itu sulit sekali

Kupasang wajah aegyo, berharap agar Kyuhyun mengerti maksudku untuk memintanya mengambil beberapa boneka yang ada di mesin ini. Kini, Kyuhyun mengambil alih posisiku dan mengambil koin yang berada digenggamanku, ternyata ia mengerti juga maksudku.

“berhenti memasang wajah seperti itu jika tidak ingin kuterkam” mengeryitkan dahi, aku berusaha mencerna ucapannya. Kuterkam? Maksudnya?

You Win! Terpampang jelas sudut atas mesin itu kalimat yang menandakan jika Kyuhyun berhasil mengambil salah satu boneka. Astaga ia hanya mencoba sekali dan langsung berhasil.

“igo…sekarang kita naik bianglala” setelah menyerahkan boneka srigala, ia kembali menarikku untuk mengikutinya, ck benar-benar seenaknya namja ini

Kami duduk saling berhadapan. Degup jantungku tak bisa diajak kompromi saat ini, sungguh jantungku kembali berdetak lebih cepat. Berdua didalam bianglala ini dalam keadaan sunyi bersama seorang pria yang masih sangat berpengaruh untuk meluluh lantahkan hatiku, oh God siapa yang tidak gugup dengan keadaan ini. Kupeluk boneka pemberian Kyuhyun seraya melihat pemandang diluar dari dalam kaca. Lebih baik melihat pemandangan daripada harus bertatap muka dengan pria ini.

“Min Gi-ya” dengan berani aku menolehkan wajahku pada Kyuhyun ketika ia mulai menyerukan namaku

“Eunhyuk hyung mengundangmu ke acara pernikahannya minggu depan, ia sangat berharap kau bisa ikut”

mwo? Bagaimana bisa? Maksudku, Eunhyuk oppa masih mengingatku? ”

“tentu ia masih mengingatmu Min Gi-ya, dan juga…aku…menceritakan padanya jika kita bertemu dan tinggal diapartement yang sama” ah benar juga, Kyuhyun pasti akan mencertikan hal ini pada sahabatnya yang satu itu

“aku sangsi jika aku bisa datang Kyuhyun-ssi”

“kau harus datang! Ehm…itu pesan yang Eunhyuk hyung katakan padaku. Ia mengancam tidak akan menerimaku sebagai tamu jika kau tidak hadir” sebegitu pentingnyakah kehadiranku, kurasa Eunhyuk oppa terlalu berlebihan

“aku tidak janji tapi akan kuusahakan”

“kau harus datang, Eunhyuk hyung sangat mengharapkan kedatanganmu di pesta pernikahannya. Jika kau tidak ingin datang karenaku setidaknya datanglah demi dia, bukankah hal yang baik jika kita masih tetap mempertahankan tali silaturahmi pada teman lama”

Flashback End

“sayang…sayang…Han Min Gi”

e..eoh” aku sedikit terkejut dengan panggilan ibuku, astaga apa tadi aku melaman?

“apa yang sedang kau pikirkan?”

aniya” kupalingkan wajahku sebentar sebelum kembali tersenyum dan mengambil lemon tea hangatku

“kau tidak pandai berbohong pada ibumu. Apa kau sedang memikirkan Kyuhyun?”

“uhuuk..uhuk” seketika aku tersedak minuman ini ketika dengan mulusnya nama Kyuhyun keluar dari mulut ibuku

“kau ini kenapa? Minum saja bisa tersedak” siapa yang tidak tersedak jika eomma tiba-tiba membicarakan Kyuhyun, astaga masih ingat juga ia dengan pria itu.

“bagaimana bisa eomma membicarakan pria itu. Kukira kau sudah lupa dengannya”

“pria itu? Hei dia adalah kekasihmu kan, bagaimana bisa kau menyebutnya dengan sebutan pria itu”

ani, ia sudah bukan kekasihku lagi”

“pantas saja. Kau tau, setahun setelah kepergianmu ke Amerika. Kyuhyun selalu datang kemari untuk menanyakan kabarmu. Dari situlah eomma yakin jika kalian sedang dalam hubungan yang buruk. Dan eomma tau jika alasanmu pergi ke Amerika adalah karena dia kan? Untuk itu eomma tidak memberitahu tempat keberadaanmu padanya. Sejujurnya eomma merasa kasihan karena dia terlihat sedih ketika tidak berhasil mengetahui informasi tentang keberadaanmu” aku hanya bisa menatap tidak percaya atas ucapan eomma. Ibuku benar-benar tidak tertebak ia bahkan bisa mengetahui masalahku tanpa kuberitahu. Ya Tuhan betapa beruntungnya aku memiliki wanita ini.

“apa kau sudah mengabarinya jika kau ada di korea?”

“untuk apa mengabarinya? Dia bukan lagi kekasihku jadi tidak penting untukku memberinya kabar”

“tsk, gadis ini benar-benar”

*****

Min Gi’s House, 19.00 P.M

eomma aku berangkat” aku berpamitan setelah selesai berdandan dan bersiap untuk berangkat kepesta pernikahan Eunhyuk oppa

“kau akan pergi sendiri?”

eo! Aku pergi eomma

Membuka pintu sebentar, aku sudah bersiap menuju mobil berwarna putih milik eomma. Namun, seketika langkahku menuju garasi terhenti karena suara klakson dari mobil audi A7 menyapa telingaku. Siapa pemilik mobil itu, kenapa ia bisa memarkirkan mobil mewahnya didepan pagar rumahku.

“butuh tumpangan nona?” seseorang yang sangat kukenal keluar dari dalam audi tersebut. Ck, seharusnya aku sudah tahu siapa pemiliknya

“tidak terima kasih, aku akan membawa mobilku sendiri”

“kau tidak menghargai tamu yang sudah jauh-jauh datang hanya untuk menjemputmu?” katanya memelas memasang wajah sedih, cih aktingnya bagus juga

“aku kan sudah bil…”

omona Kyuhyun-ah wasseo” tiba-tiba suara eomma sudah melengking indah, astaga sejak kapan eommaku berada disini

Melihat kedatangan ibuku, Kyuhyun segera membungkuk hormat sebelum ia memulai ucapannya.

annyeong hasseyo eommonim, lama tidak jumpa bagaimana kabarmu?” tunggu dulu, barusan Kyuhyun memanggil ibuku apa? Eommonim? Setahuku ia selalu memanggil ibuku ahjumma

“baik Kyuhyun-ah. Astaga sudah lama sekali kau tidak berkunjunng kesini. Kedatanganmu kesini untuk menjemput Min Gi kan?” yak eomma jangan seenaknya mengucapkan hal seperti itu

“tentu saja eommonim. Kuharap kau tidak keberatan” Kyuhyun tersenyum manis berusaha menarik hati ibuku, tsk dasar lelaki

“sama sekali tidak keberatan, silakan kau bawa Min Gi daripada ia harus menyetir sendiri. Min Gi-ya hati-hati eoh!”

eomma jangan seenaknya, aku tidak ingin pergi bersama Kyuhyun” kataku memaksa

ei kau tidak boleh seperti itu. Kyuhyun-ah kajja bawa gadis ini pergi. Aku tahu kalian sedang ada masalah dan kuharap kalian bisa menyelesaikannya dengan baik-baik” aku memebelakan mataku ketika eomma dengan lancarnya mengucapkan kalimat tadi. Demi ubur-ubur di bikini bottom, bagaimana bisa ibuku bersikap seperti itu dihadapan Kyuhyun

“baikalah, kajja Min Gi-ya” Kyuhyun menarik paksa tanganku untuk memasuki mobil mewahnya

“yak! Yak jangan seenaknya memaksaku. Sudah kubilang kan, aku akan berangkat sendiri!!” kulangkahkan kakiku menuju mobil eomma tanpa mengindahkan tatapan tajam dari Kyuhyun

Tanpa aba-aba eomma segera menarik kunci mobil dan menaruhnya didalam saku. Apalagi yang sekarang eomma lakukan.

“kau akan pergi dengan Kyuhyun Min Gi-ya. Baiklah eomma tinggal masuk dulu, Kyuhyun-ah hati-hati, eoh” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum menang ketika eomma memberinya restu untuk membawaku pergi kepesta. Aku jadi curiga jika kedatangan Kyuhyun kesini adalah hasil dari kerja samanya dengan eomma. Jika dipikir-pikir lagi mana mungkin ia bisa datang tepat disaat aku akan pergi.

“Min Gi-ya kajja” lagi-lagi ia menuntunku untuk memasuki mobil mewahnya dan kali ini aku menurut saja karena sudah tidak memiliki pilihan lain, baiklah Cho Kyuhyun kali ini kau yang menang

At Eunhyuk’s Wedding Party, 19.20 P.M

Kulangkahkan kakiku dengan agak cepat karena tidak ingin beriringan bersama Kyuhyun. Bukannya tidak mau hanya saja aku tidak ingin gagal dalam menata hatiku kembali untuk bisa melupakan Kyuhyun.

“tidak perlu terburu-buru Eunhyuk hyung tidak akan kabur dari pestanya” sergah Kyuhyun memegang lenganku untuk tidak terlalu berjalan dengan cepat

Mau tidak mau kupelankan langkah kakiku daripada harus berdebat dengan Kyuhyun dipesta orang, tidak lucu bukan.

“wow wow wow siapa ini? Whoa what’s up bro” kulihat Eunhyuk oppa memeluk Kyuhyun ketika mereka sudah saling berhadapan. Wajah mereka terlihat amat behagia satu sama lain, wajar saja mungkin karena mereka jarang bertemu

“congratulation on your wedding hyung” seru Kyuhyun lantang

Dibalik punggung Kyuhyun, tiba-tiba Eunhyuk oppa segera mengalihkan perhatiannya padaku. Ia tampak sedikit terkejut dan mulai melengkungkan senyumnya.

“Han Min Gi, keuji (benar) ?” Tanya nya to the point padaku

“Eunhyuk oppa cukhae dan terima kasih sudah mau mengundangku di hari bahagiamu”

“astaga ternyata benar ini kau. Justru aku yang harus berterima kasih padamu karena kau sudah mau hadir diacara pesta pernikahanku. Kemari kukenalkan kau dengan istriku, Lee Hyora”

annyeong hasseyo Lee Hyora imnida

annyeonghasseyo Han Min Gi imnida” sapaku balik. Cantik sekali istri Eunhyuk oppa, tsk pintar juga ia mendapatkan wanita seperti ini

“ternyata kau berhasil membawanya kesini” bisik Eunhyuk hyung pada kyuhyun yang masih bisa kudengar walau sedikit

“tentu”

*****

Kyuhyun POV

Rencanaku untuk pergi bersama Min Gi kesta pernikahan Eunhyuk hyung berjalan dengan mulus. Tidak dapat kupungkiri jika ini semua bisa berhasil karena bantuan dari ibu Min Gi. Sejauh ini ibu Min Gi masih sangat respect dan mendukungku bersama putirinya, yah setidaknya perlakuannya terhadapku tidak pernah berubah dari semenjak aku masih bersama dengan Min Gi.

Aku bahkan tidak percaya jika ia akan kembali ke Korea hanya untuk memenuhi undangan Eunhyuk hyung. Bahkan yang kutahu Min Gi sangatlah keras kepala untuk tidak ingin bertemu denganku. Akh Cho Kyuhyun jangan terlalu percaya diri, gadis disampingmu ini hanya ingin memenuhi undangan sahabatmu bukan untuk memulai hubungan baru denganmu. Ya Tuhan, bolehkan aku berharap jika dibalik kepulangan Min Gi ini adalah jalan untukku bisa bersatu lagi dengannya?

“Eunhyuk oppa sekali lagi selamat atas pernikahanmu” cicitnya bersemangat, ia bahkan sampai mengulang dua kali hanya untuk memberi selamat pada monkey hyung

“oh astaga Han Min Gi!! Ini benar-benar kau? Ya Tuhan…aku masih tidak percaya jika kau benar-benar datang keacara pernikahanku” dengan sangat gamblangnya Enyuhyuk hyung memeluk Min Gi erat, kurang ajar sekali pria ini. Aku saja sangat sulit untuk bisa memeluknya seperti itu.

“ekhm!” kulihat Eunhyuk hyung menatapku dari balik pelukan Min Gi, menatapku seolah-olah ia mengatakan ‘kau berhasil Kyuhyun-ah’

“oh maaf, itu adalah tindakan reflekku karena terlalu senang bisa bertemu kembali dengan teman lama yang sudah kuanggap sebagai adik. Jadi, apa bagaimana kabarmu?”

“tak apa oppa, kabarku baik”

“Ya Tuhan kau tidak tau betapa bahagianya aku bisa bbetemu denganmu kembali”

“nado Oppa dan kuharap kau bisa memiliki keluarga yang indah dan dikarunia bayi-bayi yang lucu nantinya”

“terima kasih atas doa mu Han Min Gi. Aku juga berdoa agar kau bisa hidup bahagia dan memiliki pendamping yang akan membuatmu bahagia. Ah ya, daritadi ada sesuatu yang membuatku sangat penasaran, bagaimana bisa kalian datang bersama?”

“aku yang menjemputnya hyung” ucapku cepat

“dia yang memaksa untuk datang bersama” Min Gi mentapku garang dan kembali tersenyum kala berhadapan dengan Eunhyuk hyung. Astaga gadis ini benar-benar.

“jadi kalian kembali bersatu?”

“tidak!”

“iya!” Eunhyuk hyung hanya tersenyum melihat kekompakan jawaban kami

Setelah selesai menghadiri pernikahan Eunhyuk hyung, aku memacu audi A7 ku untuk pergi meninggalkan gedung ini. Bukan mengantarkan Min Gi kerumahnya seperti yang Min Gi harapkan tapi kali ini aku akan membawanya ketempat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“setahuku bukankah kita seharusnya belok kearah kiri untuk bisa sampai kerumahku setelah melewati lampu merah?” aku hanya tersenyum memamerkan senyum menawanku kala mendengar penuturannya. Aku tidak mau menjawab pertanyaan darinya dan masih focus pada jalanan

“Cho Kyuhyun kemana kau akan membawaku pergi?”

“kau hanya harus diam sampai nanti kita sampai ditempat tujuan kita”

“kau ini kenapa selalu bersikap seenaknya, eoh? Kau adalah lelaki yang paling menyebalkan yang pernah kukenal”

“terima kasih atas pujianmu Gi-ya” ia mendengus kesal dan menyedekap kedua tangannya diatas dada. Terlihat sekali jika ia benar-benar kesal padaku

Menyalakan lampu send, kuarahkan mobilku untuk berbelok kearah kanan dan mulai memasuki gerbang pagar yang sebelumnya telah dibuka oleh seorang security. Memakirkan mobilku sejenak dan mulai membuka seat belt, aku segera membuka pintu mobil dan menyuruh Min Gi untuk turun.

“ini…dimana?” Tanya Min Gi masih terlihat sangat amat penasaran

“rumahku, kajja kita masuk” kutuntun lengannya, namun tentu hal itu tidak membuat Min Gi bergerak barang se senti meter pun.

“kenapa kau membawaku kerumahmu?”

“ah ya aku akan menjelaskannya padamu. Dengar Min Gi, malam ini aku benar-benar ingin meminta bantuanmu. Pertama, aku ingin kau menemaniku karena aku sedang merasa tidak enak badan dan yang kedua, kenapa aku meminta bantuanmu karena dirumahku sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku tinggal di Itaewon dan para asisten rumah tanggaku sedang mengambil cuti”

“jadi…bisakah kau menolongku untuk kali ini saja?” Min Gi tertawa meremehkan seolah ia tidak percaya dengan apa yang kubicarakan

“kulihat dengan mata sehatku jika kau sedang dalam keadaan yang sehat tanpa terlihat sakit sedikitpun” kuarahkan telapak tangannya untuk menyentuh kekukan leherku dan see..ia melebarakan matanya karena mengetahui suhu tubuhku yang menghangat

“kau sudah merasakannya sendiri kan? Suhu tubuhku hangat dan untuk kali ini aku meminta bantuanmu Gi-ya untuk merawatku sampai besok, hanya sampai besok aku janji” sejujurnya suhu tubuhku memang selalu menghangat namun bukan berarti aku dalam keadaan sakit

“jadi kau benar-benar tidak enak badan?” kuanggukan kepalaku sebagai jawaban atas pertanyaan Min Gi. Aku tau walaupun ia sangat enggan berada didekatku tapi ia tidak mungkin tega meninggalkanku yang sedang ‘sakit’ ini. Kau memang jenius Cho Kyuhyun.

Sekarang kami tengah berada diruang TV. Semua asisten rumah tanggaku, kuberi cuti selama seharian penuh hanya untuk menjalankan rencanaku ini. Min Gi dengan telaten mengompres keningku. Posisi kami benar-benar sangat menguntungkanku, sengaja aku menyuruh Min Gi untuk duduk diatas sofa besar dan empuk ini sedangkan aku merebahkan kepala diatas pahanya seraya memandang wajah manisnya yang tidak pernah bosan untukku lihat. Rencanaku untuk berduaan bersama Min Gi sepertinya akan berjalan dengan mulus.

“lebih baik kau pindah kekamar, aku akan tetap mengompres keningmu Kyuhyun-ah” aku amat sangat tersanjung mendengar perhatiannya, bahkan sekarang ia memanggilku tanpa embel-embel -ssi lagi

ani, aku hanya ingin merebahkan kepalaku diatas pahamu” jawabku manja

“Kyuhyun-ah kau sengaja ya ingin membuatku kerepotan. Kenapa kau jadi manja seperti ini?”

“apa aku sudah pernah mengatakan jika berada didekatmu adalah obat terampuh untuk segala penyakitku” ya Tuhan sudah lama aku tidak menggoda wanita dengan ucapan gombalku

“cih masih bisa menggombal rupanya”

“Han Min Gi, sampai kapan hubungan kita akan seperti ini? Apakah kau tidak ingin menikah? Maksudku…apa kau tidak menginginkan seorang pendamping lagi?” Min Gi menghela nafas lelah dan kembali mencelupkan kain kompresku kedalam baskom berisi air dingin

“kurasa aku tidak harus menjawab pertanyaanmu karena kapasitasmu bukan untuk mencampuri urusanku” ia masih saja bersikap dingin dan tertutup padaku, aku benar-benar penasaran dengan perasaanya padaku, apakah sudah menghilang sepenuhnya?

“Min Gi-ya aku hanya ingin tahu. Karena terus terang saja…aku masih mengharapakan hubungan kita bisa seperti dulu lagi”

“Kyuhyun-ah jebbal. Aku sudah menuruti kemaunamu untuk bisa merawatmu yang sedang tidak enak badan jadi kumohon padamu untuk tidak membahas hal-hal yang tidak perlu untuk kita bahas”

Dengan lancar ia terus mengutarakan ucapannya namun ada satu hal yang membuatku tidak focus pada setiap ucapannya. Mataku terus focus pada benda yang masih menggantung indah dileher Min Gi. Kulihat dengan seksama kalung yang berisikan sebuah cincin sebagai liontinnya. Setelah kuamati lekat-lekat, aku seperti mengenal cincin itu.

“aku sangat berharap padamu untuk tidak mengungkit lagi masalah ini Kyuhyun-ah. Biarkan aku menata kembali hatiku. Aku hanya butuh waktu untuk berfikir sebelum mengambil keputusan karena aku tidak ingin lagi jatuh dilubang yang sama”

Aku terus mengamati wajah manisnya. Sungguh aku sudah tidak kuat untuk menahannya. Aku benar-benar merindukan wanita ini. Jika ada sebuah balon besar, aku yakin benda itu sudah pecah tak terbentuk karena aku akan memeluknya dengan sangat erat demi melampiaskan rasa bahagiaku karena bisa berada dalam jarak dekat dengan gadis yang selama ini kuinginkan kembali kehadirannya.

Tanpa mau mendengar ocehannya, dengan sigap aku menarik tengkuk Min Gi dari bawah sini. Mengarahkannya untuk menunduk dan menatap mataku. Melihat aksiku yang diluar akalnya, agaknya Min Gi terlihat sangat terkejut.

“aku yakin kau masih menyimpan perasaan itu Min Gi-ya, aku sangat yakin”

Kuturunkan kembali tengkuk Min Gi untuk dapat mencapai bibir penuhnya. Kukecup dengan lembut material itu, melumatnya secara perlahan seraya memejamkan mataku untuk lebih merasakan bibir ranumnya. Sungguh aku sangat bahagia mendapati kenyataan ini, dimana Min Gi masih bisa kujangkan dalam jarak pandangku.

Kulumat dengan sangat kuat bibirnya. Ciumanku seakan semakin menggebu tatkala tanpa Min Gi sadari, ia mulai membalas setiap lumatanku. Ciuman kami berubah menjadi semakin dalam, seolah menyalurkan perasaan kami masing-masing yang masih saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain.

Merasa saling membutuhkan oksigen dengan terpaksa, Min Gi menghentikan ciuman kami. Ia baru tersadar jika kami telah melakukan hal-hal diluar dugaannya.

“Han Min Gi sampai kapanpun kau meyangkal perasaanmu, aku tetap tidak akan menyerah untuk membuatmu jatuh kembali kedalam pelukanku”

“kenapa kau begitu jahat padaku? Kau memaksaku untuk membawamu kembali masuk kedalam hatiku Kyuhyun-ah”

“bukan aku yang memaksa” Min Gi mengernyitkan dahinya, tanda ia belum paham dengan ucapanku

“tapi kau yang masih tatap menyimpannya didalam hatimu tanpa mau menghapusnya”

“berhenti bersikap seolah kau mengerti perasaanku” Min berteriak tidak terima dengan ucapanku

“aku memang mengerti parasaanmu dan kau pun sangat amat mengerti dengan perasaanku padamu”

“aku tidak main-main dengan perasaanku Han Min Gi dan aku mohon padamu….berhenti untuk membohongi perasaanmu sendiri”

*****

Aku menepikan mobilku tepat didepan restaurant China. Hari ini aku akan bertemu dengan relasi proyek Wynn Resort. Kebetulan pembangunan resort itu sudah memasuki tahap akhir dan minggu depan adalah peresmian pembukaannya. Karena aku tidak bisa datang langsung ke acara tersebut, pihak Wynn lah yang mendatangiku untuk memberikan komisi atas kerjasama akan proyek pembangunan gedung tersebut. Percaya atau tidak, komisi yang diberikan oleh setiap relasi pembangunan tidaklah murah dan aku sangat bangga atas penghasilanku selama ini. Tidak sia-sia jika selama ini aku belajar dan bekerja keras untuk menjadi seseorang yang berhasil.

“so Mr. Cho, I’m really pleased to see you. Thank you so much for your hardworking”

“don’t mention it Mr. Smith. I’m so glad to be a partner with Wynn.Corp. you know, it is a great honor to be a someone who build a great building like Wynn resort”

“hahha you’re a georgeous architect Mr.Cho. I hope it isn’t our last cooperation”

“sure Mr. Smith” kami saling berjabat tangan dan tuan Smith pamit untuk kembali menuntaskan pekerjaannya ke Amerika. Aku masih tidak percaya jika orang sekelas tuan Smith bisa meluangkan waktunya untuk bertemu denganku dan menyerahkan komisi dari tuan Wynn secara langsung kepadaku. Benar-benar beruntung bisa bekerja sama sama dengan tuan Wynn yang notabenya adalah seorang pengusaha sukses.

Kulihat arlojiku sebentar, memastikan jika aku masih memiliki waktu luang. Rasanya ingin sekali bertemu Han Min Gi. Melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat ini, aku berencana untuk ketoko bunga dan berkunjung kerumah Min Gi. Aku benar-benar tidak akan menyerah sampai ia kembali kepelukanku.

Baru akan membuka pintu mobil, kulihat siluet tubuh langsing dari seorang gadis yang sedang kupikirkan ini. Aku memang hanya melihat tubuh bagian belakangnya tapi aku sangat yakin jika pemilik tubuh itu adalah Han Min Gi. Oh astaga ia bahkan datang ke restaurant ini bersama seorang pria, apa ia tengah berkancan?

“bagaimana bisa kau datang kesini? bagaimana dengan perusahaanmu?”

“I don’t care! Sam listen, aku datang kemari karena aku khawatir denganmu. Tiba-tiba kau pulang ke Negara asalmu tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Kau tidak tau seperti apa perasaanku ketika aku mengetahuinya?”

“Lu jangan berlebihan” sayup-sayup aku menguping setiap pembicaraan darikedua orang ini. Terserah orang-orang mau memandangku aneh atau apa. Yang jelas aku memang perlu bertindak seperti ini dan beruntung meja Min Gi hanya berhalang satu meja dari tempatku jadi aku bisa mendengar setiap obrolan mereka walaupun tidak terlalu jelas, namun setidaknya aku bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan.

“kembalilah ke Amerika”

Hei, siapa pria menyebalkan ini. Seenaknya mengajak Min Gi kembali kenegara orang.

“I will, but not now”

“why? Gimme a reason Sam”

“I don’t know. I just can’t tell you Lu, sorry” kulihat, pria yang Min Gi sebut Lu itu mulai menggenggam lengan Min Gi, mencoba menatap Min Gi dengan serius. Bahkan ia mulai beringsut untuk maju menuju kursi Min Gi yang ada dihadapannya. Didudukan tubuhnya agar bisa bersebelahan dengan Min Gi dan mereka saling menatap. Pria itu bahkan berani untuk mengusap pipi Min Gi. Brengsek!

Entah apa yang sekarang tengah kurasakan, yang jelas aku sangat amat tidak suka dengan pemandangan yang sekarang tersaji didepan mataku. Han Min Gi tidak boleh disentuh oleh pria manapun kecuali aku. Bahkan disaat kami berpacaranpun aku tidak berani untuk menyentuhnya lebih, bahkan berciuman pun hanya sekali. Pria itu, apa ia selalu bersikap seperti itu terhadap Min Gi, sialan!

“apa yang sedang kau lakukan disini Han Min Gi” menyedekap kedua tanganku didepan dada, kupandang angkuh kedua orang yang tengah menatapku heran

“Cho Kyuhyun”

“kutanya sekali lagi, apa yang sedang kau lakukan?”

“a..aku”

“Cho Kyuhyun” kali ini pria bernama Lu itu menyebut namaku, cih ternyata ia masih ingat denganku

“dengar tuan, kuperingatkan padamu agar tidak lagi mendekati Han Min Gi”

“what? What are you talking about?”

“don’t ever touch my girl, she’s mine” kutarik lengan Min Gi agar ia berdiri dan kupaksa ia untuk mengikuti langkahku

“Kyuhyun apa yang kau lakukan, lepaskan aku” aku tidak peduli dengan kata-kata Min Gi dan terus menuntunnya untuk meninggalkan restaurant ini

“stop!” entah mengapa langkahku tiba-tiba berhenti ketika pria itu mulai kembali bersuara

“let Sam to choose”

“Sam…let’s choosing! Me or this guy?”

“Lu…” Min Gi sendiri merasa sangat terkejut dengan penuturan pria asing ini, bagaimana bisa ia memiliki rasa percaya diri dengan mengajukan pertanyaan itu kepada Min Gi

“please, make a decision. You want to go with me or him?”

Aku hanya bisa menatap Min Gi, berharap agar ia memilih keputusan yang benar dengan memilihku. Aku berjanji jika ia bisa membuat keputusan yang benar dengan memilihku aku tidak akan membuat kesalahan yang sama dimasa depan, aku hanya ingin membahagiakannya.

Kyuhyun-ah mianhae

Seketika duniaku seakan kembali runtuh ketika Min Gi kembali maju melangkah untuk menghampiri pria yang ia sebut Lu itu.

TBC

NB : Nah Min Gi kenapa jadi pilih Luhan? Terus Kyuhyun gimana, bakal nyerah atau ga? aku kasih bocoran deh ya kalo next chapter mungkin bakal jadi End Slide. So, kalo komentarnya sampai 30, aku akan usahain untuk update chapter selanjutnya minggu depan. Dan mungkin bakal aku password karena mungkin akan ada ‘Mature unsure’ jadi untuk yang minta password silakan mention ke twitter aku, dan jangan lupa untuk sebut id kalian. Aku bakal cek id kalian di setiap slide. Jadi kalo cuma ada yang komentar di satu atau dua slide mohon maaf jika mention kalian ga aku balas. Aku cuma mau karya aku dihargai dengan adanya masukan berupa komentar. Jadi tolong hargai keputusan aku untuk mem-password ff ini di End Slide. Thank you so much untuk yang masih respect sama karya-karya aku. See u on next ff!

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

82 thoughts on “Barca Vs You [Slide 12]

  1. Tuwaaw tuwaw tuwaaww.. Lg fokus baca tiba2 tebece, huhuhu
    Keren banget ni blok, semua cerita2 nya bikin kepo, dan gak berat bacanya jd gak pusing. Next part ternyata di protect. Bisa minta pw nya gak ya teman.. Hohoho
    Di tunggu karya selanjutnya

  2. ituuuu kenapaa mingi milih luhannnn? seharusnya pilih kyuhyun kan? knp ga cpet2 aja sih mereka nyelesain masalah, jadi kan itu tambah rumit.. tapiii jalan ceritanya sama sekalii ga bisa ditebak, kerennn pokonyaa..

  3. Min gi pulang jga ke korea 🙂
    Kyu-gi mreka saling mencintai kenapa min gi keras kepala bnget 🙂 kalo emng rasa itu masih ada kenapa g dberi kesempatan sma s’kyu.y,, kalo menghindar dari s’kyu kaya gtuh kan dia jga tersiksa sendiri sama prasaan.y,,
    Lah kenapa min gi mlih luhan ? Gimana nasib s’kyuhyun yg nunggu 5 tahun ??? Min gi mending bersatu aja sma kyuhyun lgi,, 🙂 slide slanjut.y ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s