Posted in Family, Romance, Sad

Loves Me [Scene 12]

LM 12

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, and other

Genre : Sad, Romantic, Married Life

Rate : PG 17

Type : Chapter

Terima kasih atas apresiasi kalian untuk ff ini. Semoga ga ada yang bosen sama cerita ini dan ga ada yang bosen juga menunggu kelanjutan nya. Selamat membaca! Awas typo bertebaran.

Previously

“a…aku tidak suka melihatmu bersama pria-pria itu. Kau istriku dan tidak seharusnya menjadi mangsa para pria-pria itu” aku terus menggumam seraya menunduk, entah mengapa aku hanya ingin Min Gi tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya

“aku hanya istri bayaranmu, ingat? Jadi aku berhak berteman dengan siapa pun yang aku mau”

“tidak!” selaku cepat dan dengan kecepatan entah darimana aku berhasil merengkuh tubuhnya didalam dekapanku

“kau istriku jadi turuti semua perintah suamimu”

“kau egois Cho Kyuhyun!!” Min Gi memberontak berusaha untuk melepaskan pelukanku. Dan aku tidak peduli dengan semua ucapannya. Terserah jika ia mau menganggapku pria egois sekalipun, tapi yang jelas aku akan tetap mempertahankannya untuk tidak tetap berada disampingku

-Loves Me-

-Kyuhyun Apartment-

07.20 A.M

Kenyamanan tidur kedua pasang suami istri yang masih setia berguling diselimut tebalnya harus terganggu karena suara alarm yang terus menggema dari sebuah ponsel. Sebulan telah berlalu pasca pertengkaran hebat yang terjadi antara kedua anak manusia ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa Kyuhyun adalah makhluk Tuhan ter-egois yang pernah Min Gi kenal, jika saja ia tidak terikat dengan perjanjian konyol yang Kyuhyun buat, Min Gi bisa saja tidak akan pernah mau menuruti kemauan Kyuhyun yang egois itu. sekali lagi yang hanya bisa Min Gi lakukan adalah bertahan, bersabar, menikmati perannya ini sebaik mungkin.

“Gi-ya….Min Gi-ya! Matikan alarm mu!” Kyuhyun, sang suami akhirnya membuka suara untuk kesekian kali. Ini bunyi ketiga setelah bunyi alarm pertama terdengar ditelinganya, dan sialnya Min Gi tidak kunjung bangun atau bahkan mematikan dering alarm diponselnya itu

“Han Min Gi…..” kembali Kyuhyun bergumam namun suaranya hanya dianggap angin lalu oleh Min Gi karena wanita itu kini malah terlihat acuh dan tetap meneruskan acara tidurnya

Kriiiinng….kriiiing……

Merasa jengah dan kesal akibat panggilannya tiidak digubris oleh Min Gi, Kyuhyun pun mau tak mau membuka kedua matanya. Ia segera melepaskan selimut tebal yang melilit tubuhnya dan mulai beralih menatap Min Gi dengan garang.

yak! Ireona! Han Min Gi!!!!”

“hem…kau berisik sekali” balas Min Gi dengan mata yang masih menutup sempurna

“matikan alarm mu! Bagaimana kau bisa tidak terganggu dengan suara bising dari ponselmu itu!”

geumanhe(berhenti)….ini masih pagi dan berhentilah berteriak!”

geu yeoja jeongmal (wanita ini benar-benar)” akibat ulah Min Gi yang luar biasa menyebalkan di pagi hari, mau tak mau menyadarkan kesadaran Kyuhyun 100%. Pria itu segera menyambar handuk yang tersampir di hanger dan mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi

15 menit kemudian…

Min Gi merasa nyaman dengan harum buah dan Bunga yang tercium di indra penciumannya. Ia merasa nyaman dan sangat suka dengan wangi ini. Dan akibat wangi ini pula, perlahan kedua matanya mulai terbuka. Disaksikannya kini Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih terlilit sempurna di pinggangnya. Oh sial, pemandangan indah macam apa ini…..kurang ajar sekali suaminya itu, bisa-bisanya ia bertelanjang dada dengan santai dihadapan Min Gi.

“sudah bangun?” Tanya Kyuhyun yang masih asyik memilih pakaian kantornya

“ini jam berapa?” Min Gi balas bertanya. Tidak biasanya Kyuhyun bangun terlebih dahulu darinya

“kau bisa lihat jam yang ada dihadapanmu kan?” secara otomatis focus Min Gi teralih pada jam dinding yang tergantung indah tepat diatas meja rias nya

“damn! Jam setengah delapan lewat. Yak! Kau jahat sekali tidak membangunkanku” Min Gi segera menyampirkan selimut tebalnya dan melesat bak kilat menuju kamar mandi

*****

-Gangnam Plus Senior High School-

Min Gi sampai disekolah tepat pukul setengah 9 pagi. Ia berhasil sampai sekolah tepat waktu karena Kyuhyun yang mengantarnya. Dan berterima kasih lah pada suami mu itu Han Min Gi karena kemampuan menyetirnya, ia bisa mengemudikan mobil dangan kecepatan diatas rata-rata dan membawa Min Gi sampai disekolah tanpa cacat sedikitpun.

“selamat pagi Han Min Gi” sapa Han Dong Ha, Min Gi mengernyitkan keningnya bingung dengan kedatangan kepala sekolah yang merangkap sebagai paman nya. Ini bukanlah hal yang biasa mengingat pria berusia 37 tahun itu yang selalu sibuk dan jarang sekali berinteraksi dengannya disekolah

“pagi juga paman” balas Min Gi ramah seraya membungkukann tubuhnya

“siang nanti berkunjunglah kerumah nenek. Disana akan ada perayaan kecil menyambut kepulangan Park Yoo Rim dari Australia”

“Park Yoo Rim?” balas Min Gi terkejut. Park Yoo Rim adalah salah satu sepupu Min Gi yang sebaya dengannya. Yoo Rim memang belajar diluar negeri, dan hal yang membuat Min Gi bingung adalah untuk apa gadis itu pulang ke Korea? Bukankah seharusnya ia masih berkutat dengan tugas akhirnya sama seperti Min Gi

“ajak serta suami mu dan kenalkan pada seluruh keluarga seperti apa suami mu itu” Dong Ha bertutur kembali seraya tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya kembali menuju ruangannya

“acara mendadak seperti ini mana bisa mengajak Kyuhyun. Jika aku memintanya untuk datang yang ada ia malah akan memarahiku” Min Gi bergumam sendiri, memikirkan bagaimana reaksi Kyuhyun jika tiba-tiba ia memintanya untuk pergi bersama berkunjung kerumah neneknya

“hei…ada apa dengan wajah cantikmu pagi ini? Kau terlihat seperti wanita yang tengah PMS” Jonghyun tiba-tiba datang dengan godaan yang cukup menyebalkan

“berhenti meledekku Lee Jonghyun dan bekerja lah dengan benar”

“cish ada apa dengaan wanita ini” Jonghyun tidak mengambil pusing dengan ucapann Min Gi, mungkin memang benar jika Min Gi tengah datang bulan karena wanita itu jadi sedikit sensitive dan emosinya sedikit tidak stabil

Tidak terasa waktu terus berjalan dengan cepat dan kini tibalah wantu makan siang. Jonghyun sudah beranjak dari kursinya untuk mendatangi Min Gi bermaksud mengajak teman dekatnya itu untuk makan siang bersama.

“jadi kemana kita akan makan siang kali ini?” Tanya Jonghyun tanpa basa-basi

Jonghyun memperhatikan Min Gi denngan seksama dan mulai merasa aneh ketika mendapati wanita bermarga Han itu tengah asyik berdandan, membenarkan lipstick dan bedaknya. Tidak biasanya Min Gi berdandan terlebih dahulu hanya untuk makan siang bersama.

kajja” Min Gi mulai bangkit dan meraih tangan Jonghyun

“nona Han kau sedang sakit? Dari pagi kulihat kau bertingkah aneh?”

“ah ya, Jonghyun-ah…aku belum memberitahumu ya”

“apa?” raut wajah Jonghyun berubah menjadi penasaran kala Min Gi mulai menyuarakan suaranya

“temani aku datang kerumah nenek ya. Kita makan siang disana saja, otte?”

“tumben sekali kau mengajakku kerumah nyonya Han” Jonghyun tidak mau bertanya lebih jauh lagi dan berganti menggengam lengan Min Gi menuju parkir

—–

-At Min Gi’s Grandma House-

Min Gi POV

Hanya butuh waktu 20 menit untuk bisa sampai kerumah nenek. Sesampainya disana, perasaanku dirundu cemas karena sejujurnya aku tidak pernah datang di acara-acara besar keluarga ayahku tanpa ditemani ibu. Dan sekarang aku harus bisa bersikap biasa, seolah orang-orang yang berada didalam rumah besar ini adalah keluarga dekatku. Oh ayolah Han Min Gi, mereka memang keluargamu!

“wuah lihat siapa yang datang!” teriakan Yoo Rim berhasil membuat hampir seluruh pasang mata yang berada diruang keluarga ini menatapku heran

“astaga Han Min Gi! Kau sudah besar sekarang, ayo masuk” dan dengan pasrah akupun mengikuti langkah Hye Na immo. Sekedar pemberitahuan saja jika wanita ini adalah salah satu adik ayah. Ia adalah seorang pengacara dan suaminya adalah seorang dokter hewan. Tidak perlu aku ceritakan lagi bukan seperti apa keluarga ayah ku ini, yang jelas mereka semua adalah orang-orang hebat yang memiliki gelar dan jabatan penting di pekerjaan mereka.

Tapi semua kehebatan itu tidak berlaku untukku, karena mereka hanya lah orang-orang yang memiliki ikatan darah denganku namun tidak banyak berperan penting dalam kehidupanku. Mereka hanyalah orang asing yang tidak pernah peduli pada nasib ibuku dan keponakan mereka yang tersakiti akibat ulah dari saudara mereka sendiri, ayahku.

“jadi pria ini adalah suamimu? Kenapa wajahnya tidak sama dengan yang kulihat disurat kabar?” oh jangan heran kenapa Hye Na immo menyebut kata ‘surat kabar’ karena Kyuhyun memang salah satu orang terpandang di Negara ini

“pria ini adalah Lee Jonghyun, dia temanku immo. Dia juga bekerja di Gangnam High Senior High School”

“ah pantas saja. Jadi dimana suamimu? Apa kau tidak mengajaknya kesini?” apakah harus Kyuhyun? topic utama yang harus dibahas saat ini. Mengapa immo tidak menanyakan kabar aku atau Taehyun dan ibu. Kurasa hal itulah yang lebih pantas dibicarakan terlebih dahulu mengingat kami yang jarang sekali bertemu dengan mereka

“suamiku sibuk immo, sepertinya tidak bisa hadir”

eii jangan begitu, bagaimanapun kau harus mengenalkannya pada kami” dan aku hanya bisa tersenyum menanggapi pernyataan Hye Na immo. Setelah berbincang cukup lama, immo menawarkanku untuk makan siang dan setelahnya ia pergi berlalu begitu saja

“kenapa kau tidak bilang jika kita harus bertemu dengan keluarga besarmu? Ya Tuhan aku benar-benar merasa canggung berada disituasi seperti ini”

“santai saja Jonghyun-ah. Lebih baik kau makan saja semua hidangan ini” pungkasku dan memilih beberapa menu makan siang yang berada dimeja prasmanan ini. jonghyun tidak tau saja jika aku juga merasa sanga ‘awkward’ berada disini dan rasanya ingin segera keluar dari tempat ini

“Jong-ah, menurutmu apa lebih baik aku menelpon Kyuhyun untuk berkunjung kesini?” Mengingat hampir semua orang diruangan ini menanyakan keberadaan Kyuhyun dan memintaku untuk mendatangkan pria menyebalkan itu, membuatku ingin sekali menarik Kyuhyun kesini untuk menemaniku menghadapi keluarga ayahku ini

“tidak perlu, disini sudah ada aku. Lagipula Kyuhyun hyung juga pasti sedang sangat sibuk” aku mengangguk membenarkan ucapan Jonghyun dan mulai menyantap makan siangku bersama pria bermarga Lee ini. Namun tak sampai 5 menit, acara makan siangku kembali terusik. Kali ini sang pemilik acara alias Park Yoo Rim yang menginterogasiku. Sudah pasti tidak akan jauh dari topic Kyuhyun, percaya padaku!

“kau semakin cantik saja Min Gi-ya, bagaimana kabarmu?”

“aku baik Yoo Rim-ah. Selamat atas kelulusanmu ya” jawabku tulus

“terima kasih dan kuharap kau segera menyusulku” tambahnya dengan senyum semanis mungkin

“panggil suamimu kemari dan kenalkan pada kami Gi-ya” bingo! Aku sudah bilang bukan jika topic yang mereka bahas tidak akan jauh dai perihal suamiku. Sebenarnya ada apa dengan orang-orang disini, kenapa mereka sangat ingin bertemu Kyuhyun? apa karena pria itu adalah seorang pengusaha sukses yang namanya seringkali muncul dibeberapa Koran bisnis, tch yang benar saja

“baiklah, aku akan mengirimnya sms” kini aku sudah mengetik kan beberapa kalimat agar Kyuhyun bisa hadir kerumah nenek. Lebih baik memang begini, memaksa Kyuhyun hadir dan semua orang akan berhenti memaksaku untuk memanggil pria pemaksa itu

“wuah bagus sekali! Ngomong-ngomong bagaimana bisa kalian menikah? Kau benar-benar beruntung Gi-ya”

“ya Min Gi memang beruntung” suara Jonghyun tiba-tiba menginterupsi obrolanku dengan Yoo Rim

aniyo, aku lah yang beruntung karena bisa memiliki suami seperti Kyuhyun” ralatku cepat

keuji, bukankah buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya”

“Rae Kim immo kau mengejutkanku” Yoo Rim mengelus dadanya sebentar sepertinya ia memang terkejut, ya siapa juga yang tidak terkejut jika tiba-tiba ada suara asing yang muncul ditelinga kami

“mian Rim-ah. Kau juga harus seperti Min Gi dalam mendapatkan mangsa. Carilah suami yang tampan dan kaya dan mulailah belajar pada Min Gi bagaimana caranya untuk menggaet mangsa seperti itu! Ah apa kau belajar dari ayahmu Gi-ya, bukankah kemampuannya dalam menadapatkan mangsa sangat hebat! Aigo nasib Dae Woo oppa bagus sekali bisa mendapatkan menantu kaya dan menikahi berbagai wanita kaya”

Kenapa tiba-tiba Rae Kim immo membawa ayahku dan juga apa maksudnya menyindirku seperti itu? Aku bukanlah wanita penggoda yang bisa mendapatkan pria kaya yang aku inginkan. Sial! Kenapa rasanya aku ingin sekali menampar mulutnya.

“ekhm…maaf Kim Songsaenim, sepertinya lontaran seperti itu tidak cocok untuk untuk diucapkan oleh seseorang yang berpendidikan sepertimu”

“oh Lee songsaenim, aku juga heran kenapa kau bisa ada di acara keluarga kami? Setauku orang luar tidak diundang disini”

“aku yang memintanya untuk datang menemaniku immo” selaku cepat. Kini wanita ular itu terlihat sinis menatap Jonghyun

immo sudah lah, aku juga senang bisa merayakan acara kepulanganku dengan banyak orang” mendengar uucapan Yoo Rim, Rae Kim immo hanya mendengus kesal dan segera berlalu dari hadapan kami. Sebenarnya ada apa dengan wanita itu? Kenapa ia selalu bersikap sinis padaku

“jangan dengarkan ucapan Rae Kim immo. Dia memang begitu, sikapnya selalu mengesalkan” aku tersenyum menyetujui ucapan Yoo Rim

“baiklah nikmati makan siang kalian, dan jangan lupa hubungi suamimu Min Gi-ya”

“aku heran sekali dengan keluargamu Min Gi-ya! Mereka adalah orang-orang yang berpendidikan tapi kenapa suka sekali bersikap seenaknya tanpa memikirkan bagaaimana perasaan orang lain. akh kenapa aku jadi kesal sendiri”

“sudahlah Jong-ah jangan bahas lagi masalah ini” jika kami terus melanjutkannya bisa-bisa aku akan mengamuk dihadapan mereka, jujur saja saat ini aku sedang menahan emosiku

Seraya menunggu Jonghyun menghabiskan makan siangnya, aku mencoba untuk menghubungi Kyuhyun. Memintanya untuk bisa hadir kerumah nenek.

yeobseo

“Kyuhyun-ssi kau sedang sibuk?” Tanya ku tanpa basa-basi

ya lumayan, ada apa?”

“emm….kau ada waktu luang tdak? Bisakah kau datang kerumah nenek ku?”

“ada apa memangnya? Nenekmu si pemilik Gangnam Senior High school maksudmu?” kuanggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya walaupun aku yakin jika Kyuhyun tidak bisa melihatnya

“disini sedang diadakan acara keluarga dan keluargaku meminta kau untuk hadir”

“kenapa tidak kau beritahu dari semalam? Bagaimana bisa aku meninggalkan pekerjaan seenaknya saja se…”

“kalo tidak bisa yasudah, kau tidak perlu datang juga tak apa lagipula sudah ada Jonghyun yang menemaniku disini!” menyebalkan sekali pria ini. Kenapa ia selalu memakai emosi jika berbicara padaku!

“apa kau bilang? Jonghyun ada disana? Yak! Kau bilang ini acara keluarga, bagaimana bisa Jonghyun ada disana? Hah”

“berisik! Lanjutkan saja pekerjaanmu! Dan maaf sudah membuang waktu bekerjamu tuan Cho”

Biip…

Seharusnya tadi aku tidak menelponnya. Aish Han Min Gi kenapa kau tidak bisa pintar sedikit? Sudah tau jika Kyuhyun tidak akan suka jika waktu bekerja nya diganggu seperti ini. Jika menelpon hanya untuk memulai pertengkaran padaku lebih baik aku tidak menuruti ucapan Yoo Rim untuk menelpon pria menyebalkan itu.

“menelpon Kyuhyun hyung?” Tanya Jonghyun yang hanya kutanggapi dengan anggukan lemas. Melihat reaksiku yang seperti ini, Jonghyun hanya tersenyum singkat. Ya tidak perlu diberitahu secara detail, pria ini juga tau situasi seperti apa yang baru saja kualami

“tenang saja, masih ada aku disni”

“Min Gi-ya kau sudah makan?” tiba-tiba suara nenek menginterupsi tindakan Jonghyun yang sedang mengelus kepalaku dengan lembut

“sudah nek” jawabku seadanya

“ayahmu sepertinya tidak bisa hadir. Kau harus maklum ya karena istrinya yang sekarang begitu protektif. Aku bahkan tidak suka ketika ia bilang akan menikahi seorang bidan yang sombong itu” terntaya ucapan Jonghyun waktu itu benar bahwa ayah telah menikah kembali dengan serang bidan senior dari salah satu rumah sakit ternama di Seoul

annyeong hasseyo nyonya Han, bagaimana kabarmu?”

“aku baik Jonghyun-ah dan terima kasih sudah mau meluangkan waktumu untuk datang diacara kecil keluargaku”

“tidak masalah nyonya…” dan kami kembali larut dalam obrolan. Untung masih ada nenek yang bisa membuatku sedikit nyaman. Setidaknya ia bisa kembali mencairkan kekesalanku dengan sikap baiknya

Annyeong hasseyo nyonya Han Hye Ra” mataku membulat sempurna ketika mendapati seseorang yang benar-benar membuatku emosi beberapa menit yang lalu. Cho Kyuhyun, bagaimana bisa ia ada disini? Kulihat jam tanganku sebentar, sepertinya baru 20 menit yang lalu aku menelpon pria ini

omona tuan Cho Kyuhyun senang bisa bertemu denganmu. Ya Tuhan Han Min Gi kenapa kau tidak bilang jika kau juga membawa suamimu kemari?”

“a…aku” aku tidak tau harus berbicara apa karena aku sendiri maasih terkejut mendapati pria ini berada dihadapanku

“istriku baru saja memberitahuku jika keluarganya sedang mengadakan acara jadi sesegera mungkin aku datang kesini nyonya”

“ya Tuhan aku merasa sangat tersanjung mendengar ucapanmu tuan. Maaf jika harus mengganggu waktumu untuk datang kesini”

“tidak masalah nyonya, dan jangan memanggilku seformal itu. Panggil saja aku Kyuhyun karena aku juga adalah cucu mu, benarkan?” dan reaksi nenek benar-benar diluar dugaan. Wanita berusia 70 tahun ini membuka mulutnya dengan lebar, apa nenek sedang mendapatkan shock terapi karena memiliki seorang cucu hebat macam Cho Kyuhyun?

“o..haha ya Tuhan benar sekali kau juga adaalah cucuku karena kau adalah suami dari Han Min Gi”

“halo namaku Park Yoo Rim sepupu dari Han Min Gi”

“Yoo Rim lanjutkan makan siangmu, biar ibu yang akan menemani Cho Kyuhyun mengobrol disini. annyeong hasseyo aku adalah Han Hye Na, immo dari istrimu” celoteh Hye Na immo seraya melirikku sekilas dan kembali tersenyum kepada Kyuhyun

“aku juga immo dari Han Min Gi, perkenalkan namaku Han Rae Kim dan senang melihatmu disini tuan Cho Kyuhyun. Ya Tuhan kau benar-benar tampan” dan jangan ditanya seperti apa keluargaku yang lain yang secara tiba-tiba bergantian menjabat tangan Kyuhyun dan mencoba mengakrabkan diri dengan pria ini. Oh Tuhan sebenarnya orang seperti apa suamiku ini? kenapa selama ini aku tidak tau tentangnya, sehebat itukah ia sehingga banyak orang yang ingin mengenalnya

“tsk, Lihatlkah betapa antusiasnya mereka ingin mengobrol dengan Kyuhyun hyung. Dan Han Min Gi sepertinya peranku sudah tidak berguna lagi disini” bisik Jonghyun tepat ditelingaku

“mereka benar-benar terlihat seperti penjilat” desisku pelan dan Jonghyun hanya bisa tertawa menanggapi ocehanku

*****

Kyuhyun’s Apartement

Setelah melewati hari yang panjang dirumah nenek, kamipun pamit untuk pulang. Kalian tau, betapa hebohnya keluarga ayahku itu karena kami diantar hingga didepan pintu rumah. Efek seorang Cho Kyuhyun memang luar biasa. Sebelum suamiku datang, kehadiranku hanya dianggap biasa saja dan tidak disambut seheboh tadi oleh mereka. Ya Tuhan dosa apa aku hingga bisa memiliki keluarga seperti itu.

“keluargamu sangat tidak biasa Han Min Gi” seru Kyuhyun ketika ia baru saja menyelesaikan acara mandi nya

“ya sangat tidak biasa dan aku minta maaf jika mereka membuatmu tidak nyaman” Kyuhyun tersenyum dan mengusap rambutku pelan. Kenapa dengan pria ini? kenapa tiba-tiba ia bersikap lembut

“kenapa bicara seperti itu, aku justu meresa senang dengan reaksi mereka. Kau tau, aku seperti seorang artis tadi hahahaa” ya aku sangat setuju dengan ucapanmu Kyuhyun

“jika ada acara-acara penting lagi beritahu aku dan jangan sekali-kali mengajak pria lain untuk menemanimu, arra!” ah membicarakan pria lain, aku jadi ingat Jonghyun. Pria itu bagaikan hero ku karena setiap aku mengalami masalah ia selalu hadir untuk membantuku

“kenapa kau tiba-tiba datang kesana? Bukankah kau bilang bahwa kau sedang sibuk?”

“memang, tapi kupikir tidak ada salahnya untuk bergabung dengan keluargamu. Lagipula aku juga ingin mengenal seperti apa keluargamu itu. Dan aku benar-benar tidak menyangka jika kau adalah seorang cucu dari Han Hye Ra, seorang petinggi yayasan pendidikan yang cukup memiliki nama di Seoul”

Menaggapi ucapan Kyuhyun yang membanggakan nenek sama sekali tidak berpengaruh padaku. Memiliki keluarga yang cukup terkenal tidak serta merta membuatku senang karena pada kenyataannya mereka tidaklah memiliki rasa layaknya seorang keluarga padaku.

“kau ingin makan lagi? Aku bisa memasakan sesuatu untukmu” aku mencoba mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin terus menerus membahas keluarga dari ayahhku itu

“tidak, aku sudah kenyang. Aku akan berkemas untuk besok. Ah ya, Han Min Gi untuk 5 hari kedepan aku akan pergi ke Jepang untuk urusan bisnis”

“apa?” kenapa rasanya tidak rela jika harus ditinggal oleh pria ini selama 5 hari

“hanya 5 hari jangan sedih begitu” godanya dengan seringai yang tercetak jelas disudut bibirnya

“siapa yang sedih? Biar aku saja yang mengemas keperluanmu” aku segera melangkah menuju walk in closet kami mengambil sebuah koper sedang untuk menampung beberapa pakaian dan peralatan pribadi Kyuhyun lainnya

“ah senangnya memiliki istri” dan Kyuhyun melangkahkan kakinya keranjang besar kami, pria itu hanya duduk bersila seraya memperhatikan aku yang sedang mengemas keperluannya

“Han Min Gi sebenarnya ada sesuatu juga yang ingin kukatakan padamu”

“katakanlah” lanjutku yang masih sibuk menata kemeja Kyuhyun untuk dimasukan kedalam koper

“bisakah kau resign dari sekolah?” aku menghentikan gerakan tanganku sebentar dan menoleh kearah Kyuhyun yang kini tengah menyandarkan kepalanya pada headboard ranjang kami

“aku akan menambahkan gajimu jika memang gajiku tidak cukup untukmu”

“Begini, aku hanya ingin kau focus pada pekerjaanmu sebagai istriku lagipula kau juga butuh banyak waktu untuk merampungkan skripsimu bukan? Jadi akan lebih baik jika kau berhenti dari sekolah itu” lanjutnya

Kenapa Kyuhyun memiliki pikiran sama sepertiku. Sebenarnya aku sudah memikirkan tentang hal ini beberapa kali, selain karena aku ingin focus pada skripsi aku juga sudah tidak tahan bekerja didalam keadaan seperti ini. Dimana aku selalu mendengar kabar-kabar yang buruk tentang ayah dan ejekan dari beberapa guru yang mencela ayah.

“ya, aku setuju denganmu”

“benarkah? Kenapa kau tidak membantahku, tumben sekali?”

“apa kau bilang? Kau ingin aku membangkang lagi huh?”

“tidak tentu saja tidak. Lagipula aku senang karena kau semakin patuh pada ucapanku, ah kenapa kau jadi semakin manis saja Han Min Gi”

“tidak perlu memujiku jika tidak ikhlas begitu Kyuhyun-ssi?” menyebalkan sekali pria ini, kenapa ia selalu bisa memerintahku dan bodohnya aku selalu saja patuh padanya. Tsk, memang seharusnya begitu Han Min Gi karena dia adalah bos mu!

“kau harus membayar 10000 won!”

mwo?” apa-apan sih pria ini, tiba-tiba memintaku untuk membayarnya. Memangnya ia penjual?

“jika kau masih memanggilku dengan panggilan formal kau harus membayar 10000 won”

“yang benar saja?” aku tertawa meremehkan

“memang benar! Sudah berapa kali aku ingatkan untuk membiasakan diri memanggilku dengan panggilan informal. Jika perlu panggil aku oppa, itu terdengar lebih baik”

“yak! Ke…”

“kenapa? keberatan? Kita sudah seperti pasangan suami istri yang normal Han Min Gi, kita bahkan sudah bercinta. Jadi untuk apa kau masih canggung denganku? Aku bahkan bisa menelanjangkanmu saat ini juga tanpa sungkan, jadi lupakan panggilan formalmu itu padaku! Mengerti?” aku hanya bisa mengerjapkan mataku berulang-ulang kali mendengarkan ocehan frontalnya yang demi Tuhan benar-benar membuatku malu

“k….kau perlu kutemani ke bandara besok?” menghidari topic ini adalah satu-satu nya hal yang ingin kulakukan saat ini

“tidak perlu, sudah ada Kara yang akan mengantarku. Lebih baik kau urus saja resign mu pada sekolah besok” Kara….Kara akan mengantarnya besok? Hah yang benar saja. Pria ini kenapa begitu santai menyebut nama kekasihnya itu didepanku! Astaga aku benar-benar kesal mendengarnya

“hei perhatikan lenganmu nona Han. Jika kau memasukan pakaianku seperti itu yang ada mereka akan rusak, kau tidak tau betapa mahalnya harga-harga mereka!” terserah! Aku tidak peduli dengan harga kemeja-kemeja ini yang selangit yang jelas aku hanya ingin meluapkan kekesalanku pada pria ini

“jam berapa ini? omo sudah jam 6 sore. Min Gi-ya segera selesaikan pekerjaanmu dan cepat mandi! Kita akan menghadiri acara amal perusahaanku jam 8 nanti”

“apa? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang!!!” emosiku benar-benar tidak bisa tertahan lagi mendapati ucapannya barusan. Yang benar saja! Ia memintaku untuk menghadiri acara perusahaannya jam 8 nanti tanpa memberitahuku dari jauh hari

“memangnya aku harus mengatakannya kapan? Besok, huh yang benar saja!”

“arggh! Cho Kyuhyun kau menyebalkaan!”

“berhenti berteriak dan segeralah mandi!”

*****

Malam ini Min Gi sedang disibukkan oleh benda yang bernama pakaian. Setelah mengemas beberapa pakaian untuk Kyuhyun bawa dalam urusan bisnisnya besok, sekarang ia harus disibukkan kembali oleh beberapa dress yang ada didalam walk in closet nya. sudah beberapa helai dress ia keluarkan dan ia coba, namun tak ada satupun yang ia rasa pantas untuk ia kenakan untuk mendampingi Kyuhyun di acara amal tahunan Alta Cho Corporation.

Kyuhyun sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri yang tengah mondar-mandir mencocokan setiap dress dihadapan tubuhnya langsingnya itu. Jam sudah menunjukan pukul 07.15 malam dan Min Gi masih mem-focus kan diri didepan cermin besar hanya dengan menggunakan kimono handuknya, tsk tidak tahukan ia jika acara amal akan dimulai 45 menit lagi.

“sebenarnya kau ingin memakai baju seperti apa hah? Ini sudah lebih dari 30 menit dari waktu kau keluar dari kamar mandi, dan kau bahkan belum berpakaian dan berdandan sama sekali” Kyuhyun yang sedari tadi sudah siap untuk pergi merasa sangat jengkel ketika mendapati Min Gi yang bahkan masih terlihat santai

“aku hanya sedang mencari dress yang cocok Kyuhyun-ss…maksudku Kyuhyuhyun-ah” ralat Min Gi cepat, dan kini ia sedang mencocokan dress anggun nya yang berwarna hitam

“pilih saja dress yang nyaman untuk kau gunakan! Ini hanya acara amal tahunan, jadi tidak perlu memakan pakaian formal!” seru Kyuhyun tidak sabaran

mwoya! Bagaimana bisa tidak formal? Bukankah seluruh staff dan karyawan mu akan hadir”

“pilih gaun yang cocok untuk acara semiformal! Intinya tidak perlu berdandan yang berlebih, mengerti”

“ah…arraseo! Coba kau bilang dari tadi, jadi aku tidak perlu bingung untuk memakai dress seperti apa” dan Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas lelah ketika mendengar jawaban innocent dari mulut istrinya itu

Dan akhirnya Min Gi memilih dress hitam yang memiliki potongan pundak rendah disertai ikat pinggang big size berwarna emas dan coklat sebagai pemanis didaerah pinggangnya. Kyuhyun sendiri hanya memakai kemeja yang dilapisi sweater hitam serta coat berwarna abu-abu sebagai setelan nya.

Setelah menunggu Min Gi berdandan, akhirnya pasangan itu pergi ketika waktu menunjukan pukul 19.45 malam. Ya akibat ulah Min Gi yang banyak membuang waktu hanya untuk memilih pakaian, mereka akhirnya harus tiba 15 menit sebelum acara dimulai. Jangan tanyakan seperti apa gaya Kyuhyun menyetir, karena pria bermarga Cho itu sudah tidak peduli dengan teriakan sang istri yang merasa seperti sedang beradu adrenalin dengan wahana roller coster.

“kau mau membunuhku hah?” teriak Min Gi ketika mereka sudah sampai digedung Aula sebuah hotel berbintang lima yang sengaja disewa oleh perusahaan keluarga Cho tersebut

“berisik! Ini semua karena ulahmu juga!”

“yak! Aku kan hanya mencooba untuk tampil sebaik mungkin dihadapan karyawanmu. Kau tidak mau kan membawa istri yang akan menjadi bahan gunjingan karyawanmu karena berpenampilan aneh”

“kau saja yang berlebihan! Sudah jangan berisik, sekarang lebih baik kau memasang senyum manismu dihadapan seluruh karyawanku” Kyuhyun segera menarik lengan Min Gi, menggenggamnya untuk segera menaiki lift

Lantai 25, tujuan akhir mereka untuk bisa sampai ditempat acara. Kyuhyun dan Min Gi segera disambut oleh tatapan takjub para tamu disana. Kapan lagi mereka melihat sang atasan berjalan beriringan dengan sang istri, apalagi dengan tangan yang saling bertautan sungguh romantis bukan?

party

Beberapa tamu menundukan kepalanya ketika pasangan Kyuhyun-Min Gi melintas begitu saja dihadapan mereka. Min Gi sendiri membalasnya dengan tundukan kepala disertai dengan senyum manisnya, berbeda dengan Kyuhyun yang terus memasang wajah dingin disertai senyum kecilnya, dengar! Hanya seulas senyum kecil.

“baiklah karena sang CEO sudah tiba, mari kita mulai acaranya” sapa sang MC yang langsung disambut oleh tepuk tanagn meriah dari para tamu

Acara berlangsung dengan baik, dimana sang perusahaan besar Alta Cho Corporation kembali memberikan 2% dari keuntungan perusahaan tahun ini untuk disumbangkan kepada beberapa panti social yang sudah menjadi tempat langganan penerima sumbangan. Selang 15 menit Kyuhyun berpidato, kembali riuh tepuk tangan menggema ketika pidato sambutan itu selesai. Dan Min Gi hanya bisa tersenyum sekaligus ikut bertepuk tangan mendapati Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan pidato singkatnya. Jujur saja, saat ini Min Gi merasa bangga bisa menjadi istri dari seseorang hebat seperti Cho Kyuhyun.

annyeong hasseyo nyonya Cho, senang bisa kembali bertemu denganmu” sapa seorang pria paruh baya beserta istrinya

ne? ah ye annyeong hasseyo” balas Min Gi sedikit terkejut mendapati sepasang suami istri berumur ini

“kau pasti tidak mengenalku, biar kembali kuperkenalkan diri. Aku adalah Shin Woo Min, direktur pemasaran Alta Cho Corporation dan ini adalah istriku Shin Mi Hye. Kita pernah bertemu sebelumnya diacara pernikahanmu”

“ah benarkah? Maafkan aku karena tidak mengenalmu sebelumnya” Min Gi kembali menundukan kepalanya karena merasa tidak enak dengan pasangan yang ada dihadapannya ini

gwenchanayo, itu adalah hal yang wajar. Bagaimana kabarmu nyonya?”

“jangan memanggilku seperti itu tuan, panggi saja aku Min Gi. Itu terdengar lebih baik”

“hahaha ia sungguh rendah diri. Keluarga Cho pintar sekali memilih menantu, apalagi boss besar kita. Ia pasti sangat beruntung memiliki istri secantik dan sesopan dirimu” perempan berusia 46 tahun itu mulai mengeluarkan suaranya, menyanjung Min Gi

anieyo, kalian berlebihan”

“kau disini” ketiga pasang mata yang tengah asyik mengbobrol harus rela mengalihkan perhatiannya pada suara Kyuhyun yang kini sudah berada disamping Min Gi

eoh tuan Cho, sambutanmu sungguh bagus dan semoga ditahun-tahun yang akan datang perusahaan kita bisa tetap membagi kebahagiaan pada orang-orang yang membutuhkan” ucap sang direktur pemasaran

“ya terima kasih” balas Kyuhyun singkat. Dan memang begitulah Kyuhyun, selalu bersikap dingin pada bawahannya. Ia hanya akan berbicara panjang lebar pada sesuatu yang mengharuskannya banyak bicara

“kami senang sekali bisa kembali bertemu dengan istrimu. Ia benar-benar wanita yang sopan”

“tuan Shin kau terlalu berlebihan” Min Gi kembali menyuarakan suaranya

“nyonya Cho kapan kalian akan memiliki momongan? Pasti sangat menyenangkan jika kalian bisa secepatnya dikaruniai anak” kini kembali nyonya Shin memulai obrolan disertai dengan godaannya

“doa kan saja agar ‘ia’ bisa segera berada disini” Kyuhyun menjawab lontaran nyonya Shin dengan lugas seraya mengusap perut datar Min Gi. Kedua orang tua dihadapan merekapun hanya bisa tertawa renyah melihat adegan mesra yang kini ditampilkan oleh bos mereka, dan Min Gi hanya bisa merona menahan malu ketika Kyuhyun memulai kembali skinshipnya dihadapan banyak orang seperti ini

aigo mereka mesra sekali, kami tunggu berita gembira dari anda tuan. Kalo begitu kami permisi dulu”

“ya, selamat menikmati hidangannya” balas Kyuhyun disertai senyum tulusnya

“Kyuhyun-ssi lepaskan tanganmu dari perutku, lihat! Mata karyawanmu tengah memandangi kita” sontak Kyuhyun menyadari perbuatannya dan segera ia melepaskan telapak tangannya pada perut Min Gi

“ayo kita makan” sahut Kyuhyun acuh dan kembali menggenggam lengan Min Gi namun langkah mereka harus terhenti karena tiba-tiba Min Gi menahan lengan Kyuhyun

“aku ingin lemon tea Kyu” pinta Min Gi dengan mata khas anak kecil

“lemon tea? tapi disini hanya menyediakan wine dan beberapa fruit punch”

“kalo begitu kau saja yang makan, aku sudah kenyang”

“berhenti bersikap seperti anak kecil! Jangan membuat para tamu memandang kita curiga, kita harus terlihat harmonis Min Gi-ya”

“kalo begitu belikan aku lemon tea. Suruh salah satu pelayan untuk membuatnya”

“kita akan membelinya sepulang dari acara ini saja, bagaimana?”

“jadi kapan kita akan pulang?” sekali lagi Min Gi melontarkan pertanyaan yang membuat kesabaran Kyuhyun serasa di uji

“ya Tuhan kenapa kau begitu menyebalkan” desis Kyuyun pelan

*****

Kyuhyun sudah bersiap dengan tas besar yang sudah menempel indah dipundaknya. Tidak seperti kebanyakan pengusaha lainnya, Kyuhyun lebih suka berpenampilan santai sebagai airport fashion nya. Sebelum Kyuhyun meninggalkan apartement, ia menyempatkan diri dulu untuk memberi beberapa petuah pada Min Gi.

“jangan pulang malam selama aku tidak ada, jangan lupa bersihkan rumah, jangan mengajak teman pria mu masuk kedalam apartement, beri kabar padaku sehari minimal 2 kali…ah tidak 3 kali, dan”

“Kyuhyun-ah aku mengerti sekarang cepat kau pergi jika tidak ingin tertinggal pesawat”

“aku belum selesai bicara Han Min Gi, satu hal lagi! Jangan lupa mengunci pintu selama kau berada dirumah dan jangan menerima tamu sembarangan. Ah ya jangan lupa makan, aku tidak mau mendengar berita jika kau masuk rumah sakit karena maag mu kambuh!” Min Gi hanya memutar bola matanya lesu kala mendengar ocehan Kyuhyun yang kelewat panjang. Bukankah tadi ia hanya bilang satu hal lagi? Nah kenapa sekarang menjadi beberapa hal, lama-lama Kyuhyun sudah mirip seperti ibu-ibu

“baiklah tuan besar akan kuingat pesanmu”

“good girl” Kyuhyun tersenyum puas mendengar jawaban Min Gi. Pria berusia 27 tahun itu segera mencium kilat bibir Min Gi dan kembali menempelkan bibir penuhnya itu pada kening sang istri cukup lama

“jangan merindukanku ya” menampilkan smirk nya sebentar dan Kyuhyun segera berlalu menuju lift apartement mewah nya menuju basement

“aku pasti akan sangat merindukanmu Kyuhyun” desis Min Gi

——

Incheon Airport

Kyuhyun sedang menunggu asistennya untuk menyelesaikan masalah baggage, perihal barang bawaan yang akan ditampung oleh bagasi pesawat. Selama menunggu, Kyuhyun memilih untuk menghabiskan waktu nya dicafe bandara bersama Kara. Wanita bermarga Jung itu menatap Kyuhyun tanpa berkedip, sepertinya Kara sedang terpesona oleh kekasihnya itu.

“kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Kyuhyun penasaran mendapati tatapan tidak biasa dari sang kekasih

“kau tampan” jawab Kara dengan innocent nya sedangkan Kyuhyun hanya mampu tersenyum lembut dan kembali menyesap Americano nya

“sudah tidak marah padaku lagi?”

“sudah kubilang untuk tidak membahasnya lagi bukan” setelah pertemuan mereka bulan lalu dengan Min Gi di sebuah pusat perbelanjaan. Kyuhyun dengan gamblangnya menampakkan rasa cemburunya pada Min Gi, hingga ia mampu menarik Min Gi pergi bersamanya tanpa mengindahkan Kara yang hanya mampu mematung melihat pemandangan itu. Bahkan Kyuhyun rela menyuruh Kara untuk pulang dengan taksi. Jadi, bukankah hal yang wajar jika Kara akan marah dan merajuk hingga berminggu-minggu

“selama 5 hari disana kau harus memberiku kabar” pinta Kara dengan aegyo nya

“pasti sayang”

Drrrt…drtt…

“sudah selesai? Baiklah aku akan segera check in” panggilan dari sang aisten harus menyudahi pertemuan singkat sepasang kekasih itu

“aku harus segera pergi”

“ya hati-hati disana”

“jangan lupa makan” pesan Kyuhyun dan segera ia memeluk tubuh ramping Kara

“kau memakai parfum apa?” dengan cepat Kyuhyun melepasakan tubuh Kara dari dekapannya, ia merasa tidak nyaman dengan wangi parfum yang digunakan oleh kekasihnya itu

“ini parfum biasa yang kugunakan sayang, bukankah kau selalu suka dengan wangiku ini” Kyuhyun menggeleng cepat dan mundur beberapa langkah dari Kara

“kau ini kenapa sih?” Kara tidak kalah penasaran dengan Kyuhyun. Wanita itu akhirnya mencium sendiri tubuhnya untuk memastikan jika baunya memang tidak aneh seperti apa yang Kyuhyun katakan

“wangiku tidak ada yang berubah sayang” sekali lagi Jung kara mengingatkan kekasihnya

“ganti parfum mu! Aku benar-benar tidak suka dengan wanginya” dan Kara hanya membulatkan matanya kala lontaran itu keluar begitu saja dari bibir Kyuhyun. Oh demi Tuhan sebenarnya apa yang terjadi pada pria ini? bukankah parfum yang Kara gunakan adalah salah satu parfum kesukaan Kyuhyun. bahkan pria itu seringkali membelikannya.

“aku pergi dulu, dan akan kukabari ketika aku sudah sampai di Jepang”

Kyuhyun segera berlalu, ia berjalan masih dengan menutup hidungnya dengan ponsel. Ia benar-benar merasa mual dengan wangi tubuh Kara, entahlah? Sepertinya ada yang aneh dari Kyuhyun

0416gimpo23219

*****

-3 Days Later-

Min Gi berjalan lesu menuju rumah ibunya. Siang ini ia berniat meminta ibunya untuk mengantarkannya kedokter. Sudah 3 hari ini maag nya kambuh dan Min Gi benar-benar merasa payah dalam memasukan makanan kedalam perutnya.

“kau pikir aku ini presiden? Atau artis terkenal yang bisa menghasilkan uang dalam sekejap! Jangan mengarang Ahn Ye Jin!”

“aku tidak butuh omong kosongmu! Yang kubutuhkan adalah tanggung jawabmu sebagai seorang ayah” Min Gi terkesiap mendengar setiap kalimat yang cukup memekakan telinga dari dalam rumah ibu nya

“aku mengerti seperti apa posisiku, yang menjadi masalah disini adalah keras kepalamu! Sekarang aku tanya sekali lagi, berapa uang yang dibutuhkan Taehyun?”

“50 juta won Han Dae Wo! Ia butuh uang itu untuk minggu depan! Sekarang jangan banyak mengeluh, karena keluhanmu tidak dibutuhkan disini!”

“demi Tuhan Ye Jin-ah itu 50 juta won! Dari mana aku harus mendapatkan uang sebnayak itu? Aku sudah mengatakan padamu berulang kali bahwa aku bukanlah seperti yang dulu. Aku sudah tidak bisa menghasilkan banyak uang, usahaku bahkan tidak berjalan lancar!”

“itu urusanmu bukan urusanku! Kau terlalu menghamburkan banyak uang untuk para pelacurmu jadi jangan mengeluh jika sekarang hartamu habis oleh mereka!”

“tutup mulutmu brengsek!”

“ayah ibu…” Min Gi hanya mampu berucap parau ketika mendapati kedua orang tua nya yang sedang bersitegang. Sungguh demi apapun, hatinya merasa seperti tertusuk beribu-ribu pedang karena kembali menyaksikan adegan menyakitkan ini secara langsung

“Min Gi-ya”

“ayah a…ada apa ini? kenapa kalian kembali bertengkar” Min Gi berusaha mati-matian untuk tidak menumpahkan air matanya

“ibumu benar-benar tidak tau diri! Bagaimana bisa ia menodong ayah untuk memberikan uang sebesar 50 juat won dalam waktu 1 minggu!”

“siapa yang menodong siapa! Aku sudah mengirim sms padamu bulan lalu, mengatakan bahwa kau harus menyiapkan uang sebesar itu untuk mutasi anakmu di universitas barunya!”

“bukankah terakhir ia bilang hanya 5 juta won kenapa sekarang harus membayar 50 juta won!’

“kau pikir semudah membalikan tangan untuk mendapatkan beasiswa kembali. Oh Tuhan bagaimana bisa aku menikah dengan pria seperti mu!”

“berikan aku waktu 1 bulan, hanya itu yang bisa kujanjikan”

“Han Dae Wo! Dia anakmu, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu! Pihak kampus hanya memberikan waktu 1 minggu bukan 1 bulan!”

“lalu aku harus bagaimana!!!! Menjual kepalaku? Menggadaikannya!”

“jika itu diperlukan kenapa tidak!”

“jaga ucapanmu Ahn Ye Jin!”

“ayah…hiks hiks jangan membentak ibu” Min Gi hanya bisa menutup matanya, ia tidak mau menyaksikan lagi pertengkaran hebat antara kedua orang yang ia cintai ini

Sudah cukup di usia 7 tahun ia dan Taehyun menyaksikan adegan seperti tadi, dimana kedua orang tuanya sudah sangat biasa untuk berperang lidah. Hingga di usia nya menjelang 17 tahun, kedua orang tuanya memilih untuk mengakhiri pernikahan mereka. Ibu Min Gi adalah tipe wanita yang ber-temperamental jika sudah menyangkut mantan suaminya itu. Namun belakangan ini, setelah ia bercerai dengan ayah Min Gi, Ye Jin kembali menjadi dirinya, seorang wanita lembut dan penyang. Namun untuk saat ini, Min Gi kembali harus melihat sosok ibu nya yang keras ketika berhadapan dengan ayahnya.

“lihat! Han Min Gi, orang ini tidak pantas kau sebut ayah! Dia hanya pria tidak bertanggung jawab yang tega menelantarkan anaknya sendiri! Pria ini hanya bisa menebar benihnya pada jalang-jalang murahannya!”

“ibu….”

“hentikan ucapan rendahmu Ye Jin-ah!” ucap ayah Min Gi berusaha untuk kembali tidak tersulut emosi

“apa! Aku benar bukan?”

“Ahn Ye Jin!”

“bahkan keluargamu tidak pernah peduli pada anakku! Apakah mereka tidak malu, memiliki nama besar tapi tidak peduli pada darah daging mereka sendiri! Koreksi jika ucapanku salah!”

“cukup!” teriak ayah Min Gi kembali

“ayah…ibu kumohon hentikan” detik itu juga Min Gi hanya bisa meringis, memegang perutnya yang tiba-tiba terasa perih! Dan sedetik kemudian, pandangannya terasa kabur. Perlahan Min Gi mulai kehilangan kesadarannya

-Seoul Hospital-

Min Gi POV

“kau sudah sadar nak?” suara ibu terdengar oleh indra pendengaranku, tak lama kemudian disusul oleh suara pria yang sudah tidak asing lagi untukku, Suara ayah.

“katakan jika kau merasakan sakit Min Gi-ya”

Kuangkat kepalaku perlahan walau rasa nyeri dikepalaku masih sangat terasa.

“sayang kau tidak perlu banyak bergerak dulu”

“bu sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa bertengkar kembali” seruku seraya meringis menahan rasa sakit disekitar kepala. Aku sudah sangat penasaran dangan apa yang terjadi antara kedua orang tuaku ini

“bukan waktu yang tepat untuk kami menjelaskannya padamu, sekarang yang terpenting adalah menjaga kondisi kandunganmu” aku tersentak mendengar ucapan ibu. Kandungan? Maksudnya didalam perutku ini terisi nyawa seseorang? Ibu tidak bercanda bukan

“bu a..aku”

“ya sayang, kau sedang hamil. Usinya nya sudah 3 minggu”

“’selamat sayang” tambah ayah mengusap kepalaku seraya tersenyum bahagia

“3 minggu?” aku hanya bisa membekap mulutku dengan kedua tangan ini, menangis sejadi-jadinya. Sulit untuk dipercaya jika usahaku bersama Kyuhyun membuahkan hasil yang begitu cepat

“kau baru menyadarinya?” dan aku hanya menganggukan kepala karena pertanyaan ayah

“kau tidak meraasa mual sebelumnya?”

“3 hari ini aku baru merasakannya dan hari ini aku berniat untuk meminta ibu mengantarkanku ke dokter. Kukira selama ini maag ku kambuh karena mual yang kualami tak kunjung reda”

“ya Tuhan kenapa kau polos sekali” sahut ibu mencubit pipiku

“sekarang lebih baik kau pulang, biar ayah yang antar. Dan Ye Jin! Ikuti saranku sebelumnya dan jangan banyak membantah lagi”

“Han Min Gi kau lihat ayahmu! Ia menyuruh ibu untuk meminjam uang 50 juta won kepada immo mu”

“aku meminjam bukannya meminta. 1 bulan kemudian akan ku bayar hutangku pada adikmu”

“untuk apa memiliki keluarga berlimpah harta jika hanya dengan uang 50 juta won saja kau tidak mampu mengusahakannya, memalukan!”

“apa ini waktu yang tepat untuk kembali memulai pertengkaran Ye Jin-ah” aku hanya bisa mendesah lesu kala lontaran-lontaran pedas itu kembali keluar dari mulut kedua orang tuaku

“aku yang akan membayarnya. Ibu dan ayah tidak perlu bertengkar lagi, aku akan meminta bantuan pada Kyuhyun”

“ide yang bagus!”

“tidak!” memejamkan mataku sejenak karena sebentar lagi aku harus kembali mendengar teriakan kedua orang yang aku cintai ini

“Kyuhyun bukan orang yang harus bertanggung jawab atas masalah ini. Pria ini lah yang seharusnya berpikir dan bertanggung jawab!”

“untuk apa memiliki menantu kaya raya jika tidak bisa diandalkan! Han Min Gi beritau suamimu untuk menyediakan uang untuk Taehyun”

“jika kau melakukannya, ibu akan marah besar padamu Han Min Gi!”

*****

Kyuhyun’s Apartment

Setelah ayah mengantarkanku ke apartement, ia segera pergi tanpa singgah sejenak. Aku tidak tau mengapa ia terlihat sangat terburu-buru. Apa ayah akan kembali kerumah ibu untuk melanjutkan argument mereka atau mungkin ia memiliki urusan lain. Melihat kembali pertengkaran ayah dan ibu membuat perasaanku kembali takut. Inilah salah satu factor yang membuatku berpikir ulang akan pernikahan. Tidak bisa dipungkiri karena orang tuaku juga aku sempat memiliki rasa trauma, perasan takut yang amat dalam dapat menyerangku jika aku mendengar atau bahkan melihat 2 orang saling bersitegang dan berteriak satu sama lain.

Dibalik perasaan takut ini, fokusku juga tertuju pada janin yang saat ini tengah tumbuh didalam rahimku. Rasanya masih sangat sulit untuk mempercayainya, dimana Kyuhyun dan aku akan menjadi orang tua dalam kurun waktu 9 bulan. Aku senang? Tentu saja, hanya saja apakah pada akhirnya Kyuhyun akan merasa bahagia juga? Maksudku bahagia karena akan menjadi seorang ayah bukan hanya karena warisan yang akan semakin dekat akan ia genggam.

Drtt…drtt….

Panjang umur sekali pria ini. baru saja aku memikirkannya dan sekarang ia sudah menelponku. Tanpa mau membuang banyak waktu, aku segera men-slide logo berwarna hijau dari layar smartphone ku ini.

“yeobseo”

demi Tuhan Han Min Gi…. Ini sudah 7 kali aku mencoba menghubungimu sedari tadi. Kau kemana saja?”

“maaf Kyuhyun-ah aku sedang bersama orang tuaku tadi jadi tidak sempat untuk memeriksa ponsel”

apa sesuatu terjadi disana?” suara Kyuhyun terdengar sarat akan kekhawatiran

“tidak ada. Bagaimana kabarmu? Kau sudah makan?” lebih baik tidak memberitahu Kyuhyun perihal kandunganku, akan kuberikan ia sebuah kejutan sepulang dari jepang nanti

“aku baik dan sudah sangat kenyang. Kau sendiri bagaimana?”

“same with you hubby” jawabku cepat dengan tersenyum manis

“kau tau Han Min Gi….”

“hem?”

“nan mogsori deurimyon haengboghaeyo (aku senang mendengar suaramu). Entah kenapa aku merasa sangat merindukanmu” ada angin apa pria ini berucap manis padaku? bolehkah aku bahagia mendengar penuturannya kali ini, andai saja kau tau Kyuhyun-ah…aku sudah sangat merindukanmu ketika kau pergi beberapa jam meninggalkan apartement ini

“kalo begitu cepatlah pulang”

“sepertinya kau juga merindukanku, benarkan?”

“aku memiliki kejutan untukmu dan aku sudah sangat tidak sabar untuk memberitahumu Kyuhyun-ah”

jangan membuatku penasaran Han Min Gi. Apa kau akan memberikanku PSP edisi terbaru?

heol! Untuk apa aku membelikanmu benda anak-anak itu. Lagipula aku tidak memiliki banyak uang untuk membelinya” apa aku sudah pernah bilang jika pria ini adalah maniak game? aku heran dengannya, bagaimana bisa ia masih menggilai game diusia yang tidak bisa dibilang remaja lagi

tsk, lalu kejutan apa yang akan kau berikan?” sepertinya ia benar-benar penasaran dengan ucapanku tadi

“tunggulah 2 hari lagi”

“kau sedang mempermainkanku ya? Baiklah tunggu aku dirumah. Aku akan tutup telponnya sekarang, jaga kesehatanmu selama aku tidak ada”

“kau juga!”

Bip…

Kadang aku berfikir jika hubungan kami bukanlah seperti pasangan yang terikat oleh sebuah perjanjian konyol. Perasaan sebagai seorang istri lebih mendominasiku daripada menjadi seorang wanita yang terikat sebagai ‘pegawai’ Kyuhyun. Aku merasa sangat nyaman dan tenang bila didekat pria bermarga Cho itu walaupun terkadang tindakannya selalu menyebalkan dan membuat emosiku pecah. Bolehkah aku menjadi egois, memaksa Kyuhyun untuk tetap disampingku bersama bayi kami nantinya?

-19.30-

Sudah 3 hari ini aku membiasakan diri menyantap makanan seorang diri. Setelah menyelesaikan acara mengisi perut, kini kulanjutkan aktivitasku untuk membersihkan diri. Membasahi tubuh dengan guyuran air shower membuat pikiranku sedikit nyaman. Perlahan kuusap dengan lembut bagian perutku yang masih datar ini. mencoba untuk merasakan kehadiran seseorang yang akan berpengaruh besar didalam hidupku ini.

Selesai mandi, aku memilih pakaian yang akan kugunakan untuk tidur. Tidak sengaja pandanganku teralih pada tumpukan kemeja mahal Kyuhyun. Kusentuh setiap lipatan baju itu, dan menarik salah satunya. Wangi Kyuhyun…..dan entah dorongan darimana, kini tubuhku sudah terbalut oleh kemeja putih suamiku.

“kau benar Kyuhyun-ah, aku memang sangat merindukanmu” racauku begitu saja

Kuambil ponsel pintarku dari atas nakas meja, bermaksud untuk menghubungi pria itu. Namun tanpa sengaja, pandanganku terarah pada folder gallery ponselku. Kupilih folder foto berjudul ‘HAN’ disana terdapat kumpulan foto-foto ku bersama ayah, ibu dan Taehyun.

Kenapa sekarang aku seperti seorang anak kecil atau remaja labil? menangisi setiap gambar difolder ini. Tidak, aku tidak boleh menangis lagi. Han Min Gi adalah wanita yang kuat, Han Min Gi tidak boleh lagi terus berlarut-larut terjebak dalam kesedihan. Jika ayah dan ibu bahagia dengan perpisahan mereka kenapa aku tidak bisa seperti itu, mungkin memang dengan memilih jalan perpisahan lah yang terbaik untuk kami semua. Walaupun dihati kecilku, aku ingin memiliki orang tua yang utuh.

Ting tong….

Siapa yang bertamu malam-malam begini? Dengan malas, aku mulai melangkah menuju pintu utama.

Ting tong….

“iya sebentar” dan betapa terkejutnya aku mendapati seseorang yang berkunjung ke apartment ini

“Taehyun”

noona gwenchana?” Taehyun segera memegang kedua pundakku dan mengajukan pertanyaan dengan raut wajah khawatirnya

nan gwenchana, ada apa kau malam-malam kemari?”

“boleh aku masuk?” bukannya menjawab pertanyaanku, bocah tinggi ini justru melenggang masuk begitu saja kedalam apartement

Kusiapkan beberapa cemilan dan susu coklat hangat untuk adik semata wayangku ini. Taehyun menyesap habis minumannya dan kembali menatapku serius. Sebenarnya ada apa dengan dirinya?

noona kau tidak perlu mencemaskan pertengkaran ayah dan ibu. Mereka akan baik dengan sendirinya, yang sekarang kau pikirkan adalah kandunganmu. Ah ya ngomong-ngomong dimana kakak ipar?”

Ah pas sekali kedatangan Taehyun kesini, mumpung narasumber terbaik mendatangiku kenapa tidak ku interogasi saja sekalian. Terus terang aku sangat penasaran dengan masalah yang terjadi antara orang tuaku.

“ceritakan padaku yang sebenarnya! Bagaimana bisa ayah dan ibu kembali bertengkar?” Taehyun mendesah pelan dan mulai menceritakan duduk permasalahannya

“kampus menuntut untuk aku melunsasi semua biaya masuk kuliah. Mengenai uang 5 juta won, itu hanya uang mukanya saja belum termasuk pada uang pembangunan, uang semester, uang sks, dan uang buku. Kau tau kan noona, aku sudah tidak mendapatkan beasiswa lagi. Bisa saja aku mendapatkannya kembali, tapi mungkin semester depan tergantung dari IPK yang kuraih”

“yak! Han Taehyun….aku mengerti dengan prosedur universitas karena aku juga pernah kuliah. Bukankah aku sudah bilang padamu jika ada apapun terjadi beritahu aku, jangan terlalu mengandalkan ayah! Kau tau kan dia bagaimana” Taehyun memang benar-benar membuatku gemas. Dia pikir untuk apa aku bekerja seperti ini jika bukan untuk memenuhi kebutuhannya dan ibu

arrrayo noona-ya! Tapi ayah adalah yang harus bertanggung jawab kau tau pasri ji…”

“berhenti bergantung padanya! Kau hanya akan terlihat seperti pengemis Taehyun-ah. Biar aku yang membantumu, aku adalah kakakmu dan aku juga memiliki tanggung jawab atas dirimu” akhirnya aku berteriak juga pada pria 17 tahun ini. Terserah jika nanti ia akan kembali membantakku tapi yang jelas aku ingin ia membuka matanya bahwa ayah tidak bisa terus ia andalkan

“biar aku yang membayar semuanya, besok akan kusiapkan semua”

“tidak perlu! Ibu sudah meminjam uang pada Ae Young immo” kenapa ibu harus meminjam uang kepada adiknya lagi. Sungguh aku merasa sangat tidak enak hati pada semua keluarga ibu yang selalu membantu kami

“kalo begitu biar aku yang membayarnya pada Ae Young immo” dan percakapan kami berhenti disini karena Taehyun tidak lagi membantah ucapanku. Mungkin ia sudah lelah dengan sifat keras kepalaku

*****

Saturday, 17.00

Narita International Airport

Kyuhyun POV

Aku sudah bersiap check in untuk kembali ke Korea. Siapa sangka jika perkerjaanku bisa selesai hanya dalam waktu 4 hari. Selama 4 hari itu pula, perasaanku selalu dirundu gelisah hanya karena seorang wanita yang kini berstatus sebagai istriku, istri bayaranku lebih tepatnya. Tidak tau kenapa, aku semakin ingin cepat pulang hanya untuk memeluknya. Aku aneh bukan? Berbicara masalah aneh, sudah 2 hari ini aku tidak bisa lepas dari jus alpukat. Setiap pagi dan malam, minuman itu harus selalu ada dalam genggamanku.

“sajangnim ini jus anda” asistenku menyerahkan jus alpukat yang baru saja ia beli dari café bandara. Padahal ini belum masuk makan malam tapi rasanya aku ingin kembali menyesap cairan berwarna hijau ini

“terima kasih” tanpa menunggu lama, segera kusesap minuman ini

Drrt…drrt….

“ya sayang?” Kara menelponku, sepertinya kekasihku yang satu itu sudah sangat merindukan Cho Kyuhyun nya

kau benar-benar sibuk ya? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi

“aku menghubungimu sayang, kenapa kau bicara seperti itu? Sluuurp…..” ucapku masih tetap focus pada jus alpukat nikmat ini

kau hanya menghubungiku sehari setelah aku sampai dijepang, dan ini sudah hari ke 4 kau berada disana. Kau senang membuatku was was ya?” aku terkekeh pelan mendengar cibiran halusnya

Tapi tunggu….tidak mungkin aku tidak menghubungi Kara sedangkan aku selalu memiliki waktu untuk menelpon Min Gi. Bahkan sehari aku bisa 3 sampai 4 kali menelponnya. Ya Tuhan kenapa aku bisa melupakan kekasihku sendiri dan hanya focus pada wanita lain.

“m…maaf sayang, sepertinya aku memang sangat sibuk”

“gwenchana….aku mengerti. Aku tidak sabar menunggumu kembali pulang”

“ya aku juga, besok aku akan menemuimu. Kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk bersama” mungkin hanya itu yang bisa kulakukan pada Kara untuk menebus rasa bersalahku

“baiklah kutunggu kau besok diapartement ku”

Bip….

Sepertinya memang ada yang salah pada diriku.

*****

-Kyuhyun’s Apartement-

19. 40 PM

Kumasukan lock password pada pintu masuk apartement. Jantungku berdegup kencang dan rasa sabar sudah berkumpul menjadi satu didalam tubuhku. Kenapa aku harus merasa segugup ini untuk bertemu dengan wanita itu.

Klik……

Ruangan terasa sepi, kemana Han Min Gi? Kulihat jam tanganku sebentar dan jam masih menunjukan pukul setengah delapan malam. Biasanya gadis itu akan menghabiskan waktunya didepan televisi dengan beberapa cemilan. Merasa penasaran, akhirnya aku melangkah menuju kamar. Dan betapa terkejutnya aku mendapati Han Min Gi yang tengah berbaring diatas kasur besar kami.

Ia terlihat sangat lelah dan….seksi. Pria normal sepertiku pasti akan berpendapat sama melihat pemandangan ini, dimana tubuh langsing seorang wanita yang hanya terbalut dengan kemeja besar pria berwarna peach, aku sangsi jika ia memakai celana pendek sebagai bawahannya karena kupikir ia hanya mengenakan celana dalam dan bra saja dibalik kemeja itu. Merasa sudah sangat tidak sabar untuk memeluk wanita ini, aku pun segera melangkah cepat menghampirinya.

Kutanggalkan tas hitamku diatas lantai dan mulai mengusap rambut sebahu Min Gi serta mencium kepalanya berulang kali. Demi Tuhan aku benar-benar merindukannya.

“euuungh” kurasa ia mulai merasa terusik oleh setiap gerakanku karena sekarang ia tengah mencoba membuka kedua matanya

“Kyuhyun-ah….”

“hai” sapaku dengan senyum semanis mungkin. Min Gi mengerjapkankan matanya bekali-kali, mungkin ia masih tidak percaya jika kini aku sudah pulang karena setaunya aku akan pulang besok

“kenapa kau pulang?” tanya nya dengan wajah khas bangun tidur. Eiii wanita ini mengajukan pertanyaan semacam itu

“memangnya aku tidak boleh pulang? Pekerjaanku sudah selesai dan aku ingin segera pulang, ada yang salah?” diluar dugaanku, Min Gi segera bangkit dari tidurnya dan memelukku dengan erat. Min Gi menenggelamkan kepalanya didadaku dan sepertinya ia….menangis?

“hei ada denganmu?” Min Gi menggelengkan kepalanya namun masih tetap mendekapku dengan erat

Ini tidak benar, sesuatu pasti terjadi padanya. Kudorong perlahan bahunya dan pelukan kami mulai terlepas. Ternyata benar, ia menangis.

“cerita padaku ada apa sebenarnya?”

eobseoyo…aku hanya merindukanmu”

“benarkah hanya itu?” Min Gi menganguk dan menghapus jejak-jejak air matanya dipipi

“bisakah kau memelukku lagi?” pintanya ragu. Kenapa gadis ini terlihat sangat menggemaskan. Tanpa menunggu lama kembali kudekap erat tubuh semampainya

“sepertinya kau sangat merindukanku ya? Sampai-sampai kau tidur menggunakan kemejaku” aku yakin pipinya sekarang sedang merona karena ucapanku

“Biasanya aku akan marah jika ada seseorang yang menggunakan barang pribadiku tanpa izin tapi khusus untukmu aku mengizinkannya” Min Gi terkekeh pelan mendengar penuturanku dan perlahan kami melepas pelukan hangat ini

“tapi itu semua tidak gratis nona Han! Kau harus membayarnya”

“kau perhitungan sekali padaku” ucapnya mendengus kesal

“tidak-tidak! Aku tidak perhitungan karena aku tidak mau dibayar memakai uang. Cukup dengan ciuman dibibir, bagaimana?” Min Gi membelakan matanya bulat dan menciubit pipiku gemas

“tuan Cho kenapa kau jadi mesum seperti ini hah?”

“ayolah, kumohon” kukeluarkan jurus puppyku dan mulai mendekatkan wajahku pada wajahnya

“Baiklah tapi tidak sekarang. Kau harus mandi dan makan dulu” sontak aku mengehentikan aksiku untuk menciumnya, tsk padahal tinggal sedikit lagi aku bisa meraih bibir ranumnya itu.

“baiklah tapi setelah itu kita akan bercinta, bagaimana?”

“sudah kubilang untuk tidak menjadi pria mesum, sudah sana mandi!” dan Min Gi keluar melenggang begitu saja meninggalkanku

Aku tidak tau jika semua kontak fisikku dengan Min Gi menjadi semakin erat. Kami bahkan sudah tidak cangung untuk bermesraan, mungkin Min Gi masih sedikit malu tapi tidak denganku. Aku tau jika semua yang kulakukan dengan Min Gi sudah seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya, aku bahkan mengenyahkan pikiranku yang tiba-tiba terlintas jika kami hanyalah sepasang suami istri yang terikat janji. Namun disisi lain, aku sangat menikmati semua peranku. Aku senang memiliki Han Min Gi sebagai istriku. Tapi disatu sisi aku juga merasa sangat bersalah karena dibalik ini semua ada seseorang yang kusakiti, yaitu Jung Kara kekasihku. Biarlah ini semua berjalan sesuai alur yang sudah ada, biarlah waktu yang akan menjawab semua ini karena cepat atau lambat aku harus bisa mengendalikan semua peran kami.

“ah aku kenyang”

Setelah menyelesaikan makan malamku. Kini aku mengajak Min Gi untu kembali kekamar kami. Aku sudah tidak sabar untuk menagih janjinya tadi padaku. Tidak tau kenapa, rasa rinduku pada Min Gi teramat besar. Jika boleh jujur, aku lebih merindukan gadis ini ketimbang kekasihku sendiri. Oh Tuhan betapa jahatnya aku.

Kini aku tengah duduk disisi ranjang, namun Min Gi menahanku untuk tidak segera berbaring diatas kasur. Kuarahkan pandanganku keatas menuju wajah manisnya yang kini tengah menatapku dengan senyum manisnya. Min Gi melingkarkan tangannya pada leherku dan aku balik memeluk perutnya dengan erat. Dengan pose kami, dimana aku yang tengah duduk disisi ranjang dan Min Gi yang berdiri dihadapanku seraya mengusap rambutku lembut, membuatku sedikit curiga! Kenapa tiba-tiba ia menghentikan pergerakanku untuk segera menariknya keatas ranjang kami.

“ada apa?” tanyaku penasaran

“aku ingin memberikanmu kejutan” Min Gi mengucapkan kalimat itu dengan wajah bahagia. Ah ya kenapa aku bisa melupakan tentang kejutan yang diucapkan Min Gi kemarin

“katakan! Aku sudah tidak sabar untuk mengetahuinya” Min Gi tersenyum penuh arti namun tiba-tiba gerakan tangannya dirambutku terhenti dan mulai mengarahkan salah satu tanganku untuk menyentuh perut datarnya. Kukernyitkan dahiku bingung, tidak mengerti atas tindakannya ini

“didalam sini tengah tumbuh baby Cho” jantungku seakan terpompa dengan hebat kala mendengar ucapan Min Gi. Kualihkan pandanganku dari wajahnya menuju perut yang tengah menempel dengan telapan tanagnku ini

“k..kau serius? Kau tidak sedang bercanda bukan?” Min Gi menggeleng pasti

Tanpa kusadari senyumku terkembang penuh. Benarkah ini? ada anakku didalam sini? Ya Tuhan ini sulit dipercaya. Aku sangat bahagia mendapati kabar ini. Segera kupeluk erat perut Min Gi, menempelkan pipiku diatas perutnya sambil sesekali menciumnya.

“kau bahagia?”

“aku lebih dari bahagia Han Min Gi. Rasanya seperti berkali-kali lebih bahagia daripada memenangkan tender milyaran won” jawabku lugas penuh dengan kejujuran

“kau memang harus merasa bahagia karena sebentar lagi kau akan mendapatkan uang dengan nominal yang tak terhingga”

“selamat karena beberapa bulan kedepan, warisan itu akan jatuh ke tanganmu tuan Cho Kyuhyun” lanjut Min Gi dengan senyum yang terlihat dipaksakan, ia kembali mengelus kepalaku dengan lembut

Detik itu juga aku merasa seperti orang bodoh yang hanya bisa berdiam diri mendengar ucapan Min Gi. Aku memang merasa sangat senang, tapi tidak terpikirkan jika aku bahagia karena warisan itu. Karena yang saat ini muncul dipikiranku adalah akan lahirnya seorang bayi yang akan memiliki darah dariku dan Min Gi. Dan masalah warisan, aku pun merasa bingung. Apa aku harus merasa senang jika pada akhirnya tujuanku tercapai tapi aku tidak bisa memiliki anakku bersama Min Gi?

To be continued…..

*****

Semoga banyak yang puas sama scene ini! Fyi, curhat sedikit boleh ya? sebenarnya aku udah punya plan dari jauuuh hari sebelum dibikin nya scene 8 untuk membuat sesuatu yang menarik ketika Min Gi hamil nanti. Aku ada ide untuk bikin Kyuhyun kena syndrom ngidam biar dia ngrasa kesusahan juga, jangan mau enaknya aja pas bikin kkk. Dan aku juga punya ide untuk bikin Min Gi ga panggil Kyuhyun dengan panggilan formal lagi, dengan menggunakan paksaan yang ga biasa yaitu dengan bikin Min Gi harus membayar denda jika  ia masih memanggil Kyuhyun dengan panggilan formal. Nah, tanpa diduga ternyata ide-ide ku udah bukan surprise lagi karena ada beberapa reader yang merekomendasikan ide-ide nya untuk kelanjutan ff ini. Dan ternyata ide mereka itu sama seperti ide aku. Apa karena ide aku terlalu pasaran ya? Kecewa sih engga, tapi yaaah….yaudahlah aku ikhlas aja dengan semua yang udah terjadi. Kenapa aku masih menuangkan ide-ide itu? karena memang semua cerita itu udah nempel banget di otakku jadi sayang aja untuk membuangnya tanpa dinikmati telebih dahulu oleh kalian. Sorry ya kalo menurut kalian curhatku ini ga penting, disini aku cuma pengen sekedar sharing aja sama perasaan yang aku rasain. Oke see you on the next ff! Bye KyuGivers :*

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

90 thoughts on “Loves Me [Scene 12]

  1. Seneng banget akhirnya mingi hamil tapi apa mereka akan cepet bercerai.
    Ahhhh seneng banget sama kelakuan sweet kyuhyun sama mingi tapi kalo udah sama kara suka sbeel sndiri.

  2. haha senng bgt mingi hamil..
    kyu jd galau ah jngn2dy ud mulai jatuh cinta sama mingi..
    ya mudah2 han dy sadar dan mau ninggalin kara…

  3. chukkaeyoo akhrnya mereka akan pnya baby, hihi seneng deh kyu keliatan nya mulai cinta ama min gi bhkn dia bhagia tulus dr hatinya bkn krna warisan pas dgr min gi hamil 🙂

  4. selamat datang baby chooo !!!! semoga membawa keberuntungan ya dan lahir selamat sampe dunia!
    terpaksa baca part ini karena belum berhasil baca part 11 yang pake pw hehehhehe bingung pas di awal mereka abis bertengkar hebat dan ada kejadian apa di mall ????

  5. kyuhyun kapan sadar y kasian 2 cwe ini bakal tersakiti krn silap egois kyuhyun yg ngak mau ngelepasin salah satu y n pa lg min gi y hamil sekarang…. knp kyuhyun ngak sadar udah cinta ma Min gi n knp ngak lepasin Kara….. nanti pasti nyesel deh kyuhyun….
    m penasaran knp Taehyun buyuh duit banyak n urusan ma ayah y padahal ayah y dah miskin ngak punya uang…

  6. kyuhyun kapan sadar y kasian 2 cwe ini bakal tersakiti krn silap egois kyuhyun yg ngak mau ngelepasin salah satu y n pa lg min gi y hamil sekarang…. knp kyuhyun ngak sadar udah cinta ma Min gi n knp ngak lepasin Kara….. nanti pasti nyesel deh kyuhyun….
    m penasaran knp Taehyun buyuh duit banyak n urusan ma ayah y padahal ayah y dah miskin ngak punya uang…
    q blm baca part 11 krn di PW jd loncat aja ke part 12 ..

  7. daebak hanya kyuh doang yg luar biasa 😀 😀 😀 😀 :D… enga nyangka klo omongan kyuh terwujudkan pas diacara amal … enga sabar jadinya klo baby cho udh lahir…

  8. min gi hamil semoga aja kyuhyun bisa jatuh cinta sama min gi dan gkk bercerai degn min gi setelah warisan nya kyuhyun dapet

  9. Gak tau mau seneng apa sedih,,
    Soalnya min gi udh hamil,, trs apa yg akan di lakukan kara kl tau min gi hamil??
    Dan gk tau juga gmn sikap kyuhyun, apakah plin plan lg?

  10. masih g ngerti sbnrx gmn perasaan kxu ke min gi?
    Dia cinta ap g? Lo emg cinta knp masih jg ma kara?
    Hah kyu g konsisten bgt sich
    Setuju ma author yg mo bikin kyu yg ngidam

  11. Akhirnyaaaa mingi hamil jg hehehe ya ampunn kyuuu itu ngidam apa gmn kudu selalu minum jus alpuket hehe

    Kyuuu cepatlah tentukan perasaan kamu, jgn semakin menyakiti para wanita kyu

  12. Ternyata kyuhyunnya yg ngidam hahahaha😁😁😁
    Semoga aja karena adanya bayi igu bisa buat klian makin deket yaa😋😋
    Udah lupain aja si Santan itu orng udah ada istri idaman ko😁😁

  13. Hmmm aku terpaksa melompat ke part12 krn part11nya terkunci 😦
    chukkae buat Kyu dan Minji yg sbntr lg bakal punya Baby Cho wkwkw
    tentang Kara,,,aiiiissss smg Kyu meninggalkannya!!

  14. Hai kaaa , nah nah nah Kyuhyun plin plan disini .. udah kali putusin aja karanya idih kenapa si -___- buang kelaut ke gimana ke greget aku ew

  15. baper gw pas min gi nyelametin kyu karna sebentar lgi bakal dpt warisan..
    bener2 menguras emosi gw baca ff ini.. ngehibur bangett…..
    big thanks again buat authornya.. 🙂

  16. Aku seneng banget baca part ini…
    Walaupun gk bisa baca part 11 karena blum di kasih pasword tpi udh kebayar sma part ini
    Yah walau kyuhyun masih berhubungan dengan kara dan min gi yg mengira kalau kyuhyun seneng krna mau dapet warisan bukan karena bayinya
    Tpi aku harap di part selanjutnya semua itu tidak akan terjadi lagi
    Dan yah aku seneng moment mereka dsini banyak banget apalagi romantis kekeke

  17. Min gi hamil? Jdi saat kyu dibandara itu krena kehamilan min gi
    Astaga ga sabar nunggu kelahiran baby cho, dan nunggu dimana kyu mulai menyukai min gi

  18. Dugaan ku bener kalau mingi hamil 😅 gitu mingi mikir nya maag nya yg kambuh…
    Padahal hamil…
    Kyuhyun lucu yg katanya ga mau lepas dari jus alpukat wktu di Jepang… Jangan² yg ngidam itu Kyuhyun bukan mingi kkkkk
    Bner² keduanya punya ikatan batin yg kuat

  19. Selamat min gi atas kehamilannya…
    begitu senangnya kyu atas kehamilan min gi tp saat min gi berkata ttg warisan ….
    apakah mreka kyu min gi akan bercerai setelah anak mreka lahir …
    semoga sja tdaķ jaďi percerai…
    aahhhh so sweet dahh kyu bgtu merindukan min gi dr pda kara hahahhaha sdikit terlupakan jahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s