Posted in Family, KyuGi, Married Life, Sad, Uncategorized

Between (Scene 1)

Between 1

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, Cho Hee Joon, and other

Genre :  Romantic, Family, Sad

Rate : PG 17

 

Check…check 1 2 3, ekhm….Hallo readers! Lama ga bersua ya…..Absen lama dan ketika muncul malah bawa cerita baru. Padahal HDISY belum dikelarin sama sekali -_-, but it’s okay ya? Setidaknya saya ga terlalu membuat blog ini semakin dihinggapi sarang laba-laba karena saking lamanya ga update. Cha kalo gitu selamat membaca! Hati-hati untuk typo!

 

Senyumku terukir penuh ketika kedua mata ini menangkap wajah pulas seseorang yang tengah berbaring tepat disampingku. Melihat wajahnya yang begitu damai, dengan mulut yang sedikit terbuka dan dengkuran halus yang tengah ia suarakan, sudah bisa dipastikan jika ia begitu menikmati waktu tidur berkualitasnya.

Mendekatkan tubuhku kearahnya, mendekap penuh tubuh yang begitu kusukai ini, kini dapat kudengar dentuman jantungnya yang terdengar jelas tepat ditelinga kiriku. Sungguh, moment ini adalah salah satu hal yang paling kusukai disepanjang hidupku. Ah rasanya begitu menyenangkan.

“Eungh….” Lenguhan halus keluar dari mulutnya. Ups, apa aku telah menganggu waktu istirahatnya?

“Min Gi-ya…” Mendengar suara khas bangun tidur miliknya membuatku semakin mengeratkan pelukan ini.

“Gi-ya…”

“Hem…” Gumamku seadanya.

Ia mulai membalas pelukanku dengan erat pula seraya mengoceh pelan, “manja sekali wanitaku ini.”

“Tidak boleh?”

Dia mendecih, sebelum pada akhirnya mendaratkan kecupannya didahiku. “Siapa yang bilang? Aku suka sikap manjamu.” Tersenyum kembali, kini kuarahkan kepalaku untuk melihat wajahnya.

Heol, jadi sedari tadi dia bicara dengan mata tertutup. Pria ini benar-benar, “kau masih mau tidur? Bicara yang benar, buka matamu oppa.”

“Bolehkah aku kembali memejamkan mata? aku masih mengantuk.”

“Tsk, kau hanya memiliki waktu 20 menit. Setelah itu turun kebawah untuk mendapatkan sarapanmu.”

Arraseo.” Masih dengan mata tertutup, pria ini menyetujui ucapanku sembari mengukir senyum lebarnya disana.

“Ah tunggu dulu! Aku butuh asupan lebih awal sebelum kembali tenggelam kepulau kapuk.” Serunya cepat dan….oh apa aku harus mengatakan jika sekarang matanya sudah terbuka sempurna dengan menatapku lamat-lamat.

“Tutup matamu.” Perintahnya.

Seperti adat saban, aku hanya menuruti perintahnya dan mulai menjalankan rutinitas pagi kami.

Chuuu….

Ciuman lembut penuh hasrat dan sedikit lumatan membuat kami begitu menikmatinya.

“Thanks for this morning kissing wifey.” Ucap Kyuhyun, pria yang sedari dulu tidak pernah berhenti membuatku terus berdebar.

 

*****

Tanganku belum mau berhenti untuk terus menggoyangkan sodet demi menyelesaikan acara memasak nasi goreng ini. Dan sebagian aktivitas lainnya, mulutku ikut berperan aktif dalam menyahuti setiap lontaran yang diberikan oleh seseorang yang sudah duduk manis dikursi meja makan.

“Jadi kapan Hee Joon bisa menghabiskan Baskin Robbins?”

“Baskin Robbins apa? Bicara yang jelas adeul-ah.” Sahutku masih terus berfokus untuk menambahkan sedikit garam pada masakanku.

“Ibu ingin berbohong padaku? Semalam aku mendengar ibu merengek pada ayah untuk minta dibelikan satu bucket Baskin Robbins rasa chocolate chip cookie Dough.” Reflek aku menghentikan gerakanku dalam mengaduk nasi beserta kawan-kawannya ini. Menyebalkan, bocah ini bahkan begitu hafal dengan pesananku pada Kyuhyun semalam. Dia benar-benar menguping obrolan kami!

“Joonie…kau mengigau ya? ibu tidak pernah memesan apapun pada ayah.” Balasku disertai senyuman.

“Senyum ibu mencurigakan. Lagipula aku sudah memeriksanya dilemari pendingin, dan ternyat…”

Andwae!!! Itu milik ibu, kau tidak boleh memakannya.” Sela ku cepat dan kembali menuntaskan pekerjaanku.

Ah wae? Ibu curang! Aku juga mau! Suka atau tidak suka, ice cream itu adalah milikkku.” Astaga perasaanku tidak enak, sepertinya aku harus segera bergerak cepat jika tidak ingin sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

“IBU!!!!!!”

Omo pria kecilku sudah berani mencuri, eoh?” Hee Joon sudah sangat siap dengan kursi yang berdiri kokoh didepan lemari pendingin. Melihat hal ini, sontak membuatku memeluk erat bucket besar ice cream kesukaanku. Tch, pantas saja sedari tadi aku curiga dengan kursi yang tiba-tiba diletakan didekat dilemari pendingin.

“Aku mau itu!!!”

“Kau bahkan sudah melancarkan rencana dengan meletakan kursi ini.” Gumamku pada bocah berusia 4 tahun ini.

“Ibu!!!”

“No! big no son!” Kataku jelas dan padat padanya.

“Hueeee….”

Omo….kau sedang melancarkan jurus andalanmu?”

“Ada apa ini?” Mati aku! Seseorang yang tidak kuharapkan hadir di moment yang tidak tepat.

“Ayah….”

Oppa…” Ucap kami, Hee Joon dan aku berbarengan.

Wae?” Ucap Kyuhyun tajam meminta jawaban.

“Ibu tidak mau membagi ice cream nya denganku.”

“Bukan begitu, kau tahu kan bagaimana aku dengan makanan beku ini. Lagipula bocah ini akan menghabiskannya tanpa sisa, aku yakin itu!”

“Tunggu dulu…bau apa ini?” Pertanyaan Kyuhyun sanggup membuatku ikut mencium bau yang sangat asing dengan indra penciumanku. Seperti bau hangus? Oh sesange! Nasi gorengku!!!!

Mematikan kompor secepat kilat, kini aku hanya pasrah mendapati nasi goreng buatanku yang sudah berwarna hitam legam layaknya arang.

“Han Min Gi kau ini sesuatu sekali.” Baiklah, aku mengaku salah dan siap menerima ceramah panjang dari suamiku.

“Bisakah kau menunda omelanmu? Aku akan sangat bahagia jika kau memberikannya disaat kita sedang berada diranjang.”

“Yak! kau ingin menyuapku?” Aku lupa jika suamiku cukup pintar dalam mengartikan segala ucapan tidak tersiratku.

Mianhae, eoh?” Memasang wajah memelas adalah salah satu keahlianku. Dan kita lihat apakah Kyuhyun akan luluh pada wajah ini.

“Astaga, benar-benar.” Dia menghembuskan nafasnya pelan seraya menduduki bokongnya tepat ke kursi meja makan.

“Buatkan aku sarapan kilat.” Pungkasnya cepat serata menyesap kopi susu yang sudah terhidang sempurna diatas meja.

“Ay ay captain…”

“Cho Hee Joon kemari, ibumu akan menyiapkan sarapan sebentar lagi.” Hee Joon! Astaga ice creamku…

Oppa!!!! Baskin Robbins ku! andwae….” Ucapku lantang dengan wajah yang begitu menyedihkan ketika mendapati putraku sedang asyik menyantap makanan favoritku.

 

*****

Gangnam O’Gym

Setelah mengantarkan suami dan putra semata wayangku kedepan pintu, aku hanya dapat menghembuskan nafas dengan gusar. Disaat suamiku bekerja dan putraku bersekolah, sekaranglah saat yang paling membosankan. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Pekerjaan rumah tangga sudah dikerjakan oleh asisten rumah tangga, pekerjaanku sebagai nyonya dirumah hanya memasak dan melayani kedua pria tersayangku itu. Dan pada akhirnya disinilah aku berada….

Dipusat kebugaran bersama dengan sahabatku semasa kuliah dulu. “Ibu rumah tangga! tapi kelakuanmu seperti seorang perawan saja.” Melirik sebentar kesamping, dimana Ji Eun masih terus berceloteh seraya menjalani latihannya dengan lat pull down machine. Wanita ini selalu saja mengomentari kelakukanku yang menurutnya masih saja kekanakan. Apalagi ketika aku menceritakan kejadian dimana Kyuhyun begitu sabar dalam menghadapi sikapku. Seperti pagi tadi, dimana ia harus ikhlas menerima roti isi sebagai sarapannya karena kejadian tak terduga antara aku dan putra semata wayangnya.

“Tidak usah sirik begitu nona Song.”

“Aku sirik? Tentu saja! sialan sekali nasibmu itu.”

“Yah! Seharusnya kau senang dengan nasib baik sahabatmu ini.”

Arrayo uri Min Gi-ya. Keunde, apa nantinya aku bisa mendapatkan jodoh yang sesuai harapan juga? Aish aku bahkan tidak mempunyai teman masa kecil seperti Kyuhyun sunbae.” Menurunkan mode level dari treadmill hingga pada akhirnya mesin itu berhenti. Kini mataku hanya menatap lurus pada Song Ji Eun.

“Kau menginginkan suami seperti Kyuhyun ku?” Tanyaku retoris.

“Semua wanita rasanya begitu.”

“Yak!”

Ji Eun mengangkat kedua jarinya membentuk V sign. Setelahnya ia mengajakku untuk duduk diatas matras. Wanita berusia 26 tahun itu menegak tandas air mineralnya sebentar dan memulai kembali membuka suara.

“Selalu sensitive jika membicarakan suamimu. Makanya dengarkan dulu ucapanku hingga tandas nyonya Cho.”

Aku hanya mampu mengerutkan kening demi membalas pernyataannya.“Bukankah menyenangkan jika memiliki suami yang sudah kau kenal sejak kecil? Kalian bahkan sudah mengetahui baik buruk satu sama lain, keuji? Jadi ketika menikah kau tidak perlu merasa repot harus mengetahui latar belakangnya seperti apa.”

“Hem…kau benar juga. Aku bahkan mengetahui mantan-mantan pacar suamiku, begitupun sebaliknya. Rasanya aku seperti menikahi kakak ku sendiri.”

Tuk! Sebotol air dingin mendarat bebas didepan keningku. “Babbo-ya! kau memang menikahi teman kecil yang sudah kau anggap seperti kakakmu sendiri. Tsk, bertemu sejak usia 5 tahun lalu setelahnya takdir mempersatukan kalian sebagai sepasang suami istri. Daebak…”

“Aku beruntung ya? hehe. Aku sudah terbiasa dengannya, begitupun sebaliknya. Ketika jauh dari suamiku rasanya benar-benar tidak bisa. Aku merasa seperti Kyuhyun memiliki zat semacam morfin atau adiktif yang bisa membuatku ketergantungan bersamanya.”

Aigo, nan jinjja beurobda (aku benar-benar iri). Ngomong-ngomong kapan kalian mengetahui perasaan kalian masing-masing? Setahuku Kyuhyun sunbae sudah memiliki kekasih semenjak ia duduk dibangku kuliah. Ketika kita menjadi mahasiswa baru, bukankah Kyuhyun sunbae baru saja lulus dari sana.”

“Hem masalah itu, entahlah…..ketika aku lulus kuliah orang tua kami menawarkan untuk menikah. Dan saat itu kami setuju-setuju saja. Mungkin karena kami sudah nyaman satu sama lain, jadi untuk menikah rasanya bukan lagi masalah besar.”

“Serius? Apa kalian tidak pernah mengatakan cinta satu sama lain?”

Aku berpikir sejenak, mengingat apakah kami pernah mengatakan hal itu. “Ngh, rasanya tidak.”

“Kau bercanda? Hahha.” Pungkas Ji Eun dengan nada tidak percaya.

“Kan’ sudah kubilang jika kami sudah nyaman satu sama lain. Ungkapan cinta rasanya tidak perlu jika pada kenyataannnya kami memang saling mengasihi satu sama lain. kau tahu? Rasa cinta tidak harus diungkapkan dengan lisan, tapi dibuktikan dengan nyata.”

Geureyo, kau benar juga. Tsk, saling mengenal selama lebih dari 20 tahun, kalian pasti benar-benar dekat ya?”

Mengangguk pasti sebagai jawaban atas pertanyaan Ji Eun, kini bibirku ikut menggumamkan sebuah kalimat yang mampu membuat Ji Eun melebarkan matanya penuh. “Kyuhyun bahkan orang pertama yang membelikanku pembalut. Ia menangkap basah diriku yang baru pertama kali mendapatkan haid.”

Aish jinjja!”

Drrt…drtt…

Eoh panjang umur sekali pria ini. Sedang dibicarakan dan sekarang ia menelponku.

Captain Cho annyeong.” Sapaku dengan senyum terkembang.

Eoh annyeong Kodok ku.” Tsk, terkadang aku sedikit sebal dengan panggilan sayangnya itu. Memangnya wajahku sejelek itu apa, hingga harus dipanggil dengan sebutan kodok.

Waeyo?”

Sedang ditempat gym? Aku sedang menjemput si jagoan. Dia mengatakan jika ingin makan siang bersama di Kyochon, jadi bersiaplah. Kurang lebih 15 menit aku sudah sampai ditempat latihanmu.”

Arraseo arraseo, tunggu aku didepan gedung saja. Kau tidak usah masuk oppa.”

“Geure, sampai jumpa.”

Biip…

“Your hubby?”

“Yes, he is.” Jawabku apa adanya pada Ji Eun.

“Pergilah aku akan menyelesaikan latihanku dulu. Kita bertemu lagi lusa, eoh.” Aku mengangguk sekilas dan segera melakukan adegan cipika cipiki dengan sahabatku ini.

Sepertinya aku harus segera berganti pakaian jika tidak ingin suami dan putraku mengamuk karena terlalu lama menunggu.

 

*****

Kyochon, 12. 07 P.M

“Kau benar-benar menghabiskan banyak waktu ditempat gym itu? mencuci mata dengan para trainer berotot atau memang benar-benar berolahraga?”

“Dua-duanya.”

“Hei jawaban macam apa itu!” Melihat Kyuhyun sedikit membelokan matanya seraya berseru dengan nada tinggi, cukup membuatku terhibur. Melihat dia yang terkadang mencemburui suatu hal bagaikan hiburan tersendiri bagiku.

“Kau tenang saja. Biarpun mereka lebih muda, lebih tampan, bahkan lebih memiliki tubuh yang atletis dibandingkan tubuhmu. Tetap saja aku akan tetap memilihmu tuan Cho.”

Geureyo?” Kyuhyun mengunyah daging ayamnya seraya tersenyum penuh arti dihadapanku. Tsk, senyuman macam apa itu? benar-benar menggelikan…dan menggemaskan.

0621bobtaipei-kyu232409

Geurom! Karena dompetmu lebih tebal dari mereka.”

Aish jinjja geu yeoja jeongmal!”

“Aku bercanda sayang hahha. Cha cepat habiskan makanmu.” Ucapku setengah tertawa dan masih terus menyuapi Hee Joon.

“Joonie, sampai kapan kau harus disuapi begitu?” Pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Hee Joon menghentikan kunyahannya sesaat.

“Aku sedang malas menyuapi diriku sendiri ayah. Aku janji jika perasaan malas ini sudah hilang, aku pasti akan makan sendiri.”

“Alasan macam apa itu.” Seruku mencibir jawabannya.

“Ibu hanya perlu menyuapiku tidak perlu ikut berkomentar.”

“Bersikap sopan padaku, kau ingin kumasukan kembali kedalam perut, eoh?”

Aniya, mianhae ibu.” Secepat kilat Hee Joon mencium pipiku dengan bibirnya yang dipenuhi bumbu ayam ini. Membentuk senyuman lebar dibibirnya, dan aku hanya mampu menghela napas pasrah seolah kalah dengan aksinya barusan. Putraku benar-benar pandai merayu, hingga tidak jarang ia membuatku sulit untuk memarahinya.

“Anakmu.” Pungkas Kyuhyun pelan.

Kurasa sifat Hee Joon yang pandai mengambil hati orang ini menurun dariku. Kyuhyun bahkan selalu menjadi korban atas sikapku yang seperti itu. Ia selalu sulit untuk kembali berceramah ketika aku berbuat salah, dan setelahnya ia akan memaafkanku begitu saja.

 

*****

Oppa akan langsung kembali kekantor?”

“Ya, banyak tugas menumpuk. Dan sepertinya aku harus kembali lembur, tidak apa-apa kan’?” Sesaat setelah mendengar penuturan Kyuhyun membuatku mencebikan bibir ini secara otomatis. Aku paling tidak suka jika Kyuhyun harus pulang telat dan hanya mendapatkan tubuhnya yang tiba-tiba sudah berada disamping ketika pagi tiba.

“Keadaan kantor sedang tidak stabil sayang.” Lanjutnya kemudian.

“Aku mengerti. Pulanglah lebih awal jika memungkinkan.”

“Ya akan kuusahakan.”

Berciuman sebentar, setelahnya Hee Joon dan aku keluar dari mobil.

“Ayah, aku akan menunggumu untuk kembali membacakan dongeng malamku.”

“Jangan lakukan hal itu lagi. Ayah tidak bisa berjanji Joonie.” Aku sangat ingat dimana Hee Joon selalu menguatkan dirinya untuk tidak tidur dijam rutinnya karena ingin menunggu Kyuhyun pulang.

“Ayah benar-benar akan pulang malam lagi?” Tanya putraku dengan raut wajah sedihnya. Melihat hal itu, sudah pasti membuat Kyuhyun tidak tega. Tanpa membuang waktu lagi, pria berusia 31 tahun itu segera keluar dari kuda besinya dan menghampiri sang putra.

“Kau ingin banyak mainan?” Hee Joon mengangguk.

“Kau ingin terus membeli makanan kesukaanmu serta jalan-jalan ketempat yang ingin kau kunjungi?” Kembali Hee Joon mengangguk penuh atas pertanyaan dari ayahnya.

“Untuk itu ayah harus bekerja keras untuk memenuhi keinginanmu. Dan untuk mewujudkan itu semua, ayah harus bisa menyelesaikan masalah yang ada dikantor, kau mengerti maksudku?”

“Apa dengan pulang malam ayah bisa menyelesaikan masalah kantor? Lalu setelah itu ayah akan terus pulang malam dan tidak bisa lagi membacakan cerita malam untukku?”

Kyuhyun menggeleng pasti dan berlutut demi menyamakan tingginya dengan putra kami. “Hanya sampai masalah itu selesai, setelahnya ayah bisa kembali pulang sore dan membacakanmu cerita.”

Yaksokhae (janji)?”

“Yaksok.” Kyuhyun dan Hee Joon saling menjambat kelingking demi menuntaskan acara perjanjian mereka.

“Baiklah, ayah harus berangkat sekarang.”

“Ay ay captain.” Jawabku dan Hee Joon bersama yang disambut oleh tawa renyah dari kepala keluarga kami ini.

 

—–

Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam lewat 10 menit, namun belum ada tanda-tanda dari Hee Joon yang ingin berkunjung kepulau kapuknya. Kami masih tertahan diruang keluarga dengan menonton sebuah acara dari TV kabel yang sedang menayangkan salah satu kartun nickelodeon. Melirik sebentar kepangkuanku, disana Hee Joon masih betah membelakan matanya seraya berbaring diatas pahaku.

“Tuan muda Cho ayo tidur. Apa kau belum mengantuk?”

“Belum. Ibu, dimana aku bisa membeli kapur ajaib seperti milik Rudy?”

“Apa? Kapur itu hanya ada di film sayang, itu tidak nyata.” Mendengar penuturanku sedikit membuat Hee Joon mendesah kecewa.

“Begitu ya? tsk, padahal aku ingin sekali membuat seseorang yang hebat agar bisa membantu ayah dalam menyelesaikan masalah kantornya.” Senyumku terkembang setelah mendengar celotehan yang berisi imajinasinya. Sebesar itukah rasa sayang pada sang ayah? Apa akhir-akhir ini ia merasa kehilangan waktu berharganya bersama Kyuhyun? jika dipikir-pikir, ini sudah minggu ketiga dimana Kyuhyun selalu pulang telat. Aku jadi khawatir dengan keadaan perusahaan, apakah masalahnya serumit itu?

“Ibu…..kapan ayah bisa pulang sore lagi? Aku ingin ayah menemaniku menonton dan bermain lagi.”

“Secepatnya sayang. Secepatnya ia tidak akan pulang telat seperti ini lagi.” Kataku pasti, berusaha meyakinkannya yang seakan begitu haus dengan kehadiran Kyuhyun di jam malamnya.

“Huft, arraseo.

“Sekarang ceritakan pada ibu apa saja yang kau lalui disekolah?”

“Tidak ada yang special, bu guru hanya menyuruh kami untuk bercerita tentang kegiatan kami sebelum berangkat kesekolah. Dan aku mendapatkan tepuk tangan dan tawa dari teman-teman dan ibu guru.”

“Wuah bagus sekali, anakku memang harus begitu! Kau harus menjadi anak yang pintar Hee Joon-ie. Ibu yakin teman-teman dan gurumu sangat menyukai ceritamu.”

Keuji-keuji….mereka menertawakan ibu ketika aku bercerita tentang kejadian pagi tadi. Ibu ingat kan’ bagaimana kita memperebutkan baskin robbins hingga ibu harus berteriak karena kehilangan separuh….”

“Cho Hee Joon!!!!” Ucapku geram memotong ucapannya. Perlu kuakui jika Hee Joon cukup pandai dalam menerima gertakanku. Ia segera bangkit dari pangkuanku dan berlari menghindari. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu bocah nakal, hebat sekali ia mempermalukan ibunya sendiri dihadapan teman-teman dan gurunya.

“Yak! berhenti kau.”

Andwae hhaha, geumanhe bu…kenapa kau mengejarku?”

“Kau juga kenapa tiba-tiba berlari? Menyadari telah berbuat salah, eoh?”

Aniya…aku hanya merasasakan sesuatu yang tidak enak untuk itu aku berlari.”

“Jangan banyak bicara kemari kau.” Kini aku dan Hee Joon sudah berada diantara meja makan. Sial sekali meja ini menghalangiku untuk menangkap bocah itu.

“Hosh…hoshh…aigoo perutku.” Karena terlalu lelah mengejar Hee Joon tiba-tiba perutku merasa sedikit keram.

“Ibu baik-baik saja?” Melihatku yang kepayahan dalam mengatur napas, perlahan Hee Joon berjalan menghampiriku. Agaknya ia mulai cemas melihat keadaanku begini.

“Kena kau!”

“IBU!!!!”

Cklek!

“Aku pulang.” Itu suara Kyuhyun.

“AYAH tolong aku!!!!”

“Yak! kau mau minta pertolongan ayahmu? Jangan berbuat curang.”

“Eii kalian disini? ngomong-ngomong apa yang sedang kalian lakukan, hem?” Melihat pemandangan yang tidak biasa seperti ini tentu membuat Kyuhyun bertanya-tanya. Terang saja karena pose ku sedang terududuk seraya memeluk Hee Joon dari belakang. Belum lagi Hee Joon terlihat ingin keluar dari kungkunganku dengan terus memberontak, astaga tenaga bocah ini lumayan juga.

“Ayah, ibu ingin menyiksaku.”

“Hah?” Kyuhyun mengerutkan keningnya seraya memandangku meminta penjelasan.

“Aku hanya ingin memberikannya pelajaran. Oppa tahu? Pagi tadi ia sukses membuatku sebagai bahan tawa dari teman-teman dan gurunya. Aigo harga diriku.”

“Min Gi-ya lepasakan anakmu. Lagipula ini sudah jam 9, kenapa kau belum membawanya ke tempat tidur?” Kyuhyun membawa Hee Joon untuk duduk diatas konter dapur. Dan lihatlah bagaimana wajah bahagia putraku ketika heronya datang disaat yang tepat. Tsk, ia bahkan bisa mengguncangkan kakinya seraya tersenyum melihatku dari atas sana.

Between

“Aku sudah menyuruhnya untuk tidur tapi dia bilang belum mengantuk.”

“Ayah…” Mata Hee Joon mulai melancarkan jurus puppy eyes nya. Hal itu sukses membuat Kyuhyun merentangkan tangannya, bersiap untuk menggendong Hee Joon kembali menuju kamarnya.

Oppa kau pasti lelah. Biar aku saja yang menemaninya tidur.”

Aniyo, aku ingin dengan ayah.” Rengek Hee Joon kembali.

“Tidak apa, biar aku yang menemaninya tidur. Kau hanya perlu menyiapkan air hangat dan pajamaku.”

“Kau sudah makan?”

“Sudah.” Jawab Kyuhyun pelan dan mulai berjalan meninggalkanku. Perasaanku saja atau memang suamiku sangat kelelahan? Rasanya hanya untuk sekedar membuang napas begitu berat untuknya. Sepertinya aku harus mengorek banyak informasi tentang keadaannya. Tanpa mau membuang waktu lagi, aku segera memabawa tas kantor Kyuhyun ke kamar dan menyiapkan segala keperluannya sebelum menuju ranjang kami.

 

—–

“Kau tampak begitu lelah, apa masalah perusahaan begitu parah?” Setelah Kyuhyun menuntaskan acara mandinya, ia segera menyusulku untuk berbaring diatas tempat tidur.

“Cukup parah hingga membuatku seperti tercekik.” Mendengar jawaban itu kontan membuat tubuhku menghadapnya. Disini bisa kulihat Kyuhyun yang memejamkan matanya seraya mengurut pelipisnya perlahan.

Lebih mendekatkan diri kearah tubuh Kyuhyun, kini kusandarkan punggungku pada headboard ranjang dan segera membawa kepala Kyuhyun untuk kusandarkan pada dadaku. Mengelus rambutnya secara lembut, kuharap aksi sederhanaku ini bisa membuatnya lebih nyaman. Terus terang, melihat kondisi suamiku seperti ini membuatku ikut tercekik.

“Apa yang harus kulakukan untuk membuat keadaan oppa lebih baik.” Kyuhyun mendongakan kepalanya untuk melihat wajahku. Setelahnya ia hanya mampu tersenyum dan melingkarkan kedua lengannya keperutku.

“Hanya terus berada disisiku dan Hee Joon.”

“Aku serius oppa.” Desakku padanya.

“Aku juga serius Joonie eomma. Masalah pekerjaan biarlah menjadi urusanku. Tugasmu hanya merawat Hee Joon, menjadi istri yang baik untukku, dan ibu yang baik untuk anakku, paham?” Menghembuskan nafasku pelan, aku hanya bisa mengangguk pasti menjawab penuturannya ini.

“Kau pasti sangat lelah, aku benar-benar tidak tega melihatmu begitu keras dalam bekerja.”

“Kau sudah mengenalku lama, kau tahu pasti aku orang yang seperti apa bukan?”

“Tidak pernah mau membagi keluh kesahmu dan selalu ingin berusaha sendiri jika memang kau masih mampu menanganinya.”

“Bingo! Menikahi adik kecilku memang pilihan yang tepat. Aku salut dengan pemahamanmu akan diriku Gi-ya.”

“Tch, kau sedang memujiku? Sudah sangat wajar untukku mengetahui tabiat luar dalammu. Aku bahkan sudah mengetahui ukuran celana dalammu sejak sekolah menengah pertama.”

“Kau maniak yang mencuri celana dalamku!”

“Siapa yang maniak! Sudah kubilang jika aku tidak mencuri celana dalammu! Kau sedang mandi dan kau menaruh sembarangan pakaianmu diatas tempat tidur. Jadi jangan salahkan aku yang tiba-tiba datang ke kamarmu kala itu dan tanpa sengaja melihat celana itu.”

Arraseo arraseo, kau bahkan sudah mengetahui benda didalamnya sebesar apa. Jadi kita tidak perlu mempermasalahkan lagi masalah itu.”

“Yak, jangan bicara sevulgar itu.”

Wae? Masih malu padaku? Tsk, kita bahkan sudah sangat sering berolahraga malam. Kenapa hanya berbicara hal seperti ini membuatmu malu.”

Geumanhae.” Sontak aku menghentikan usapan lembutku pada rambutnya dan berniat untuk segera berbaring diatas bantal.

“Hei siapa yang mengizinkanmu tidur? Ayo kita berolahraga lagi.” Apa? Telingaku tidak bermasalahkan? Bisa-bisanya ia memintaku disaat seperti ini.

“Kau sedang lelah, lebih baik tidur.”

Aniya, justru aku ingin mengisi ulang tenagaku dengan mendengar suara desahanmu.” Memicingkan mata kearah Kyuhyun. Dapat kulihat pria bermarga Cho itu hanya tersenyum konyol seraya mengelus pelan perutku.

“Ayolah nyonya Cho…”

“Yakin tidak lelah?”

“Tidak sama sekali.” Jawabnya cepat. Huft mau bagaimana lagi. Aku tidak mungkin menolak permintaannya. Percaya atau tidak, Kyuhyun selalu punya cara untuk bisa membujuk dan merayuku dalam memenuhi semua keinginannya.

“Hanya 1 ronde.”

“Ay ay mayor! Tapi aku tidak janji.”

“Yak!”

 

*****

Sudah tiga bulan lebih aku selalu menemukan pemandangan dimana suamiku sudah bersiap dengan pakaian kantornya di jam 5 pagi. Bagaimana bisa Kyuhyun begitu sibuk seperti ini. Pulang selalu diatas jam 9 malam dan berangkat kekantor pukul 6 pagi. Benar-benar tipikal pekerja keras sekali.

“Ini sudah 98 hari dimana kau selalu pulang terlambat dan berangkat sepagi ini.” Ketusku seraya memasangkannya dasi.

“Keadaan perusahaan benar-benar sedang kacau. Para investor pergi begitu saja dengan memutuskan kontrak secara sepihak. Kau pikir aku bisa apa? Berdiam diri dibalik mejaku dan melihat para karyawanku berdemo dengan tenang, begitu?”

Aku hanya bisa diam tanpa bisa membalas ucapannya lagi. Satu lagi hal yang membuat Kyuhyun sedikit berubah. Ia cenderung sensitive dan selalu berbicara dengan nada yang tinggi. Emosinya benar-benar labil akhir-akhir ini.

“Argh aku bisa gila!” Teriaknya.

“Tidak adakah cara lain untuk menghentikan kekacauan ini?”

“Diamlah! kau tidak akan mengerti dengan semua ini.”

Oppa….” Mendengar nada ketus dari suamiku sudah sangat cukup membuatku begitu sedih. Dimana Kyuhyun ku yang dulu? kenapa ia bisa begitu berubah.

Menyadari tatapanku yang begitu prihatin mendapatinya yang tiba-tiba membentakku, sontak membuat Kyuhyun menatapku cukup lama. Menarik napasnya yang begitu lelah, setelahnya ia mengelus rambutku perlahan. Ada rasa menyesal dari dirinya ketika mendapati wajahku yang begitu sedih akan perubahannya.

“Jika…..suatu hari aku membuatmu kecewa, apa kau masih ingin tetap berada disampingku?”

“Apa maksudmu?” Tanyaku tidak mengerti.

“Apakah kau akan tetap bersamaku jika nantinya aku tidak berjaya lagi seperti dulu?”

“Bicara apa kau? Kau adalah suamiku, tentu aku akan selalu bersamamu susah ataupun senang. Aku tidak mau mengingkari janjiku pada Tuhan dan kedua orang tuaku.” Kyuhyun masih tetap mempertahankan pandangan menelitinya padaku.

“Bagaimanapun caranya…aku bersumpah tidak akan membuatmu dan Hee Joon menderita. Kita akan tetap bersama dan…memiliki kehidupan yang sama.” Ada sesuatu dibalik kalimatnya, aku yakin itu. Entah apa yang sedang Kyuhyun jelaskan, namun aku yakin jika Kyuhyun tengah menjabarkan sesuatu dari penjelasan ambigunya ini.

“Aku akan tetap bersamamu oppa.” Ucapku tegas padanya.

“Akan selalu kupegang kata-katamu Min Gi-ya.” Ia menegcup keningku lama dan setelahnya berlalu untuk segera berangkat menuju kantor.

 

*****

Tidak bisa dipungkiri jika perasaanku benar-benar tidak tenang pasca ucapan Kyuhyun oppa beberapa minggu lalu. Setelah waktu kepulangan dan keberangkatannya yang tidak menentu, kini aku harus berbesar hati menerima fakta jika Kyuhyun harus pergi keluar kota selama satu minggu. Tidak melihat dan merasakan keberadaaannya selama tujuh hari membuatku benar-benar gila. Dan bukan hanya aku, sang putra pun tidak pernah absen untuk merengek meminta ayahnya untuk segera pulang. Tsk, ini bahkan sudah tiga hari semenjak ia tidak memberiku kabar sama sekali, membuatku semakin cemas saja.

Perusahaan yang sudah berdiri selama 25 tahun itu adalah perusahaan keluarga Cho yang diturunkan dari abeonim kepada Kyuhyun. Semenjak abeonim pensiun, beliau memang memberikan kepercayaannya kepada Kyuhyun dalam mengurus perusahaan keluarga tersebut. Untuk itu Kyuhyun selalu berusaha mati-matian untuk bisa mempertahankan kerajaan keluarganya.

Kyuhyun bahkan rela untuk melepaskan cita-citanya sebagai dokter hanya untuk berkuliah di jurusan bisnis demi menjadi pengusaha hebat dalam meneruskan amanat ayahnya. Sedangkan kakak Kyuhyun, Ahra eonni…dia lebih memilih untuk terus menekuni cita-citanya sebagai seorang guru music disalah satu sekolah swasta di Gangnam. Menyadari ia yang seorang wanita, tentu beban untuk menjadi penerus perusahan lebih besar dipikul oleh pewaris putra keluarga, yaitu Cho Kyuhyun.

Dan yang sampai saat ini tidak kupahami adalah akar masalah dari perusahaan itu. Selama 6 tahun Kyuhyun memimpin perusahaan, baru kali ini ia begitu kesulitan dalam menangani masalah. Kyuhyun bahkan rela mengorbankan waktunya hanya untuk membuat keadaan perusahaan membaik.

Sialnya aku tidak bisa melakukan apa-apa demi meringankan bebannya. Mungkin hanya satu yang bisa kulakukan disini, yaitu berdoa semoga masalah yang dihadapi suamiku bisa berangsur membaik dan dia bisa kembali menjadi Kyuhyun kami yang dulu.

“Tidur yang nyenyak sayang.” Aku mengecup pelan puncak kepala putraku setelah kurasa ia sudah menyelami mimpinya.

Ting…tong…

Mendengar suara bel yang berbunyi, sontak membuatku beranjak dari kasur nyaman putraku. Siapa yang bertamu di jam 8 malam begini? Dan dimana bibi Kim? Kenapa ia tidak kunjung membukakan pintu.

Ting…tong…

“Ia sebentar.” Kataku dengan langkah cepat untuk segera membuka pintu.

Oppa…” Aku terkesiap melihat siapa tamu yang tengah berdiri didepan pintu mahoni ini. Disana, aku mendapati Kyuhyun yang sedang berdiri seraya memegang koper besar dengan….seorang wanita dan seorang anak perempuan disisinya.

“Han Min Gi…” Suaranya terdengar penuh kehati-hatian.

“Selamat malam nona Han.” Sapa wanita yang ada disamping Kyuhyun seraya tersenyum ramah.

“Papa, siapa ahjumma ini?” Papa? Apa maksud anak ini? detik itu juga rasa was-was dan takut tengah memenuhi Pikiranku. Semoga hal yang sedang berputar dikepalaku ini tidak benar. Apa yang kulihat didepan mataku ini hanyalah mimpi! Kumohon Tuhan, jadikan semua yang ada didepan mataku ini mimpi sebelum Kyuhyun kembali mengeluarkan suaranya untuk menejelaskan sesuatu hal yang tidak ingin kudengar.

 

*****

Gimana? Masih mau dilanjut? Sebenarnya ini cuma tester sih, aku pengen liat dulu respon dari cerita ini. Kalo memang memungkinkan untuk lanjut, tentu akan dilanjut. Tapi kalo responnya mengecewakan, terpaksa aku cuma akan fokus sama HDIYL. Oke see you soon yaa! dan untuk yang menunggu HDIYL, cerita itu masih on going aku kerjakan. Jadi aku ga akan pernah bosen untuk terus bilang sabar dan selamat menunggu 🙂

 

 

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

60 thoughts on “Between (Scene 1)

  1. huaaaa ada apa dengan kyuhyun yg selalu pulang malam dan pergi pagi pagi sekali
    dan siapa tuh wanita yg pulang bareng kyu ???

  2. Wahh kyuhyun…
    Perasaan kehidupan rumah tangga mereka baik2 aja deh gak ada masalah….
    Tapi ini… malah muncul wanita kedua (?)

  3. Annyeong aku readers baru
    Izin baca kak karya2 mu kak
    Wahh ceritanya daebak
    Masih part pertama udah sad
    Kenapa kyu begitu? Siapa wanita itu?

  4. waahh waahhhh kyu punya selingkuhan, tapi modus nya perusahaan lagi ada masalah…

    hadeuuuhhh min gi pasti hancur banget tuuhh

  5. astaga ini kyuhyun pnya anak dr wanita lain atau gmn? kok bisa? pdhl kehdupan rmh tngga mereka kyknya rukun aja, aku baru blik lg ke blog ini stlah ff loves me n nemu ff kece lg, hwee kshn mingi

  6. Nappeunnom -_- jadi selama ini kyuhyun selalu berangkat pagi2 dan pulang malam karena alasan ini? sialan kau kyu >_< punya istri satu masih tidak cukup!!!! Hah 😥 pantesan aja pas baca udah gak enak takutnya kyu selingkuh dan ternyata benar 😥 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s