Posted in Family, KyuGi, Romance, Uncategorized

How Deep is Your Love? [Part 14]

hdiyl-14

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun & Han Min Gi

Genre :  Romantic, Family, little bit sad

Rate : PG 17

Dedicated untuk readers yang sabar nunggu kelanjutan ff ini. Enjoy!

 

Semalam aku bermimpi buruk, dimana Kyuhyun yang perlahan meninggalkanku sendiri disebuah tempat yang tidak kukenal. Aku hanya berpikir, bagaimana bisa ia setega itu melakukan hal yang sampai membuatku begitu ketakutan. Ditinggalkan seorang diri ditempat sunyi yang tidak kuketahui sama sekali dimana lokasinya. Dan beruntungnya semua itu hanyalah mimpi buruk semata.

Dan karena mimpi itu pula, aku mendapati diriku yang terbangun secara tiba-tiba dengan hembusan nafas tak teratur, serta keringat dingin yang terus mengucur disekitar pelipis. Tsk, benar-benar situasi mengerikan. Aku sangat yakin bahwa semua ini terjadi kerena bentuk rasa cemas dan takut akan sosok Kyuhyun yang sudah beberapa hari ini menghilang bak ditelan bumi. Pria itu benar-benar menyebalkan.

“Han Min Gi, kau akan ikut menjenguk istri Lee sajangnim?”

Mataku mengarah keatas dimana Ji Eun sedang menumpukan kedua tangannya di dinding kubikelku, “memangnya ada apa dengan istri Lee sajangnim?”

“Beliau baru saja melahirkan kemarin.”

Jantungku berpacu cepat ketika mendengar jawaban itu dari bibi Ji Eun. Woah, aku tidak menyangka jika Lee Si Young sudah melahirkan. Secepat itukah waktu berjalan?

“Aku ikut Song Ji Eun.” Pungkasku. Aku sungguh ingin melihat buah hati dari Lee Dong Wook dan mengucapkan selamat kepada pasangan itu secara langsung.

“Woah…..daebak! aku salut padamu nona Han. Ternyata kau sangat berhati besar. Tapi memang seharusnya begini ‘kan? Masa lalu biarlah berlalu, kau hanya perlu melihat ke depan. Bersama si calon dokter tampan itu, eoh?” Dan aku hanya mampu terkekeh pelan menanggapi ocehan Ji Eun. Entahlah, semua hal tentang Kyuhyun masih terasa abu-abu bagiku. Tentangnya ataupun perasaaannya, aku sama sekali tidak berani untuk menebak kebenarannya.

 

*****

Seoul Hospital

Menyelesaikan pekerjaanku dengan begitu berat. Beberapa hari ini aku hanya mampu merasakan lelah pada tubuh dan juga pikiranku. Aku tidak akan berbohong dan menampik jika semua ini karena seseorang bernama Cho Kyuhyun. Astaga, se-frustasi itukah aku karena semua panggilan dan pesanku tak digubrisnya. Hebat benar dia!

Ini membuatku begitu bingung. Sebenarnya ada apa dengan dirinya? Kenapa aku merasa ia sedang menghindariku secara terang-terangan. Aku tidak ingin mementingkan gengsiku kembali. Jika pada akhirnya aku yang harus berusaha untuk semua rasa penasaran ini, maka aku akan melakukannya dengan benar. Aku akan mengorek semua hal tentang Kyuhyun. Mengapa ia sampai mengacuhkanku sedemikian parah? Apa selama ini hanya aku sendiri yang memiliki rasa padanya? Aku benar-benar butuh memastikan semua itu.

Annyeong hasseyo sajangnim.” Suara dari beberapa rekan kerjaku menyapa gendang telinga ini. Baru kusadari jika sedari tadi langkahku sudah tiba dikamar VIP tempat dimana Lee Si Young berada pasca melahirkan buah hatinya bersama Lee Dong Wook.

Mendapati wajah lelahnya yang terlampau terkejut ketika melihatku, sontak membuatku merasa tidak enak hati. Kuharap wanita itu tidak memiliki pikiran yang tidak-tidak akan kedatanganku menjenguknya.

“Nyonya Lee bagaimana keadaanmu?” Tae Hwang oppa memulai obrolan pada istri Lee Dong Wook.

“Aku baik-baik saja. Persalinannya berjalan dengan lancar. Ah ngomong—ngomong terima kasih sudah mau menyempatkan waktu kalian untuk mengunjungiku.”

“Anda bicara apa nyonya? Sudah sepantasnya kami semua menjenguk istri dari atasan kami. Dan syukurlah jika semuanya berjalan dengan lancar. Wah putri kalian begitu cantik, sama seperti ibunya.” Mata beberapa rekan kerjaku mulai mengarah ke ranjang bayi yang berada disisi tempat tidur Lee Si Young.

“Kau tidak ingin melihatnya juga Han Min Gi?” Mataku mengarah kepada Lee Dong Wook yang saat ini sedang duduk disamping istrinya. Demi Tuhan, ditegur sedemikian ini membuatku agak canggung.

“B…bolehkah sajangnim?”

“Tentu saja boleh! Aish, kau ini seperti habis ditegur karena kedapatan melakukan kesalahan. Kajja-kajja kemari, yang lainnya minggir. Biarkan rekan cantik kita mendapatkan peluang untuk melihat putri dari Lee sajangnim.”

Ucapan Tae Hwang oppa benar-benar ampuh dalam membuat rekanku yang lain memberikan jalan untukku melihat bayi yang berada didalam ranjang mini itu. Melihat bayi perempuan ini sejenak, entah mengapa sudut bibirku melengkungkan sebaris senyum karena kecantikan bayi merah Lee Dong Wook dan Lee Si Young ini.

Yeopo.” Gumamku perlahan.

“Tentu saja cantik. Dia adalah putriku dan Lee Dong Wook.” Ujar Si Young cepat yang mampu membuatku mengalihkan pandangan kearahnya.

“Ekhm, sayang….jangan bicara seperti itu.” Lee Dong Wook ikut menimpali.

“Nyonya Lee, selamat atas kelahiran putrimu. Aku benar-benar turut berbahagia atas kelahirannya. Sungguh.” Mendapati ucapan tulusku bukannya membuat Si Young senang, namun sebaliknya. Wanita itu justru memasang tampang datar dan segera mengalihkan wajahnya kearah lain.

Seketika suasana mendadak menjadi canggung. Entah kenapa, aku merasa jika perilaku Si Young dan aku lah yang membuat keadaan menjadi mencekam begini. Ya Tuhan apa aku melakukan kesalahan lagi.

“Aku benar-benar mengucapkan terima kasih atas kunjungan kalian semua. Mulai besok aku akan kembali ke kantor.”

“A…ah iya tidak masalah sajangnim. Kami menunggu kehadiran anda di kantor besok. Jika begitu, kami pamit pulang dulu. Ayo semua!” Suara Tae Hwang oppa kembali membuatku  merasa lega. Setidaknya aku tidak perlu lagi berhadapan dengan Si Young yang mungkin saja masih belum bisa memaafkan kesalahanku.

Aku mengerti jika tidak akan semudah itu membentuk kepercayaan kembali. Terlebih aku telah melakukan kesalahan fatal yang hampir membuat rumah tangga orang hancur berantakan. Sudah barang tentu Lee Si Young akan selalu waspada dengan tidak lagi mau bersikap baik padaku.

“Han Min Gi bersemangatlah! Semuanya akan baik-baik saja. Anggap saja perlakuan nyonya Lee tadi hanya karena syndrome cemburu pasca melahirkan.” Bisikan Ji Eun seolah membawa angin segar untuk telingaku. Setidaknya aku masih punya teman-teman yang mau menghibur kerisauan hatiku akibat ulah Kyuhyun dan istri dari Lee Dong Wook itu.

“Terima kasih Song Ji Eun. Kau pulang lebih dulu saja, aku akan ke toilet sebentar. Yang lainnya, berhati-hatilah.”

“Kau mau kemana Min Gi-ya?” Ucap Je Rim ketika mendapatiku menghentikan langkah.

“Aku akan ke toilet sebentar, sampai jumpa besok semuanya.”

Eoh, jika begitu kami duluan. Annyeong!” Sapa rekan-rekan kerjaku.

Sejujurnya alasan ke toilet hanyalah akal-akalanku saja. Aku sadar jika tempat yang saat ini kutempati adalah tempat dimana Kyuhyun menghabiskan sebagian besar waktunya. Jika panggilan ponsel dan pesanku tidak digubrisnya sama sekali. Lebih baik seperti ini, menghampirinya sendiri dengan ditemani rasa penasaranku.

“Han Min Gi!” Langkahku lagi-lagi terhenti ketika seseorang menepuk bahuku pelan.  Disana, ketika ku membalikan tubuh….seorang Lee Dong Wook menatapku dengan melambaikan tangan seraya tersenyum manis.

dong-wook

Mau apa pria ini?

“Aku kesini hanya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjunganmu.”

“Tentu sajangnim. Sekali lagi selamat atas kelahiran putri pertamamu.” Ucapku tulus sepenuh hati.

“Ya terima kasih. Dan….aku ingin mengklarifikasi sikap Si Young padamu tadi. Percayalah jika ia hanya belum terbiasa dengan kehadiranmu lagi. Namun sesungguhnya, dia sudah melupakan semua kejadian yang pernah terjadi diantara kita. Maaf jika sikapnya tadi sedikit membuatmu tidak nyaman.”

Aku tersenyum menanggapi ucapannya. “Tidak masalah. Aku juga akan bersikap seperti itu jika dipertemukan kembali dengan seseorang yang pernah hampir merebut pasanganku. Ekhm…ya kau mengerti maksudku ‘kan?”

“Ya, terima kasih atas pengertianmu Han Min Gi.” Ujar Lee Dong Wook kembali. Sudah berapa kali pria ini tersenyum manis?

“Jika begitu ak-“

Eoh, bukankah itu Cho Kyuhyun?” Mataku segera mengarah pada pandangan mata Dong Wook yang mengarah pada objek didepannya.

Ya benar, itu Cho Kyuhyun sedang berjalan bersama rekan-rekan dokternya yang lain. Jarak kami memang tidaklah dekat. Kyuhyun berada beberapa meter didepanku, namun raut wajah lelahnya terlihat jelas oleh mata ini. Bahkan kini pria itu memiliki lingkar mata panda. Selelah dan sesibuk itukah dia?

doccho

“Sepertinya aku harus segera kembali. Si Young tidak bisa ditinggal lama dikamarnya dan juga….aku tidak mau bocah itu kembali berprasangka buruk terhadapku.”

“Prasangka buruk?”

“Ya, harus ku akui untuk ukuran bocah sepertinya, Kyuhyun bisa bersikap dewasa dalam menghadapiku untuk merebut hatimu Min Gi-ya.” Ucapan Lee Dong Wook barusan membuatku tersadar bahwa Kyuhyun memang pernah memperjuangkanku.

 

—–

Kami disini, Kyuhyun dan aku duduk bersebelahan di taman rumah sakit. Jam sudah menunjukan pukul setegah 7 malam, dan aku merasa miris ketika mengetahui Kyuhyun baru mendapatkan waktu istrahatnya di waktu petang ini. Melihatnya kini yang tengah melahap habis bento dengan rakus, aku jadi merasa tidak tega untuk mengganggu acara mengisi perutnya.

Biarlah ia mendapati makan malamnya dulu dan aku bisa menunggunya dalam memberikan alasan mengapa ia selalu mengabaikanku belakangan ini.

“Kau masih berhubungan dengan atasanmu itu?”  Ucap Kyuhyun disela-sela menyuap potongan chicken katsu terakhirnya.

“Hem? Kau sudah selesai?”

“Itu bukanlah sebuah jawaban.” Ucapnya lagi diselingi dengan meminum sebotol air mineral.

“Oh Lee Dong Wook? Tidak, hubungan kami hanya sebatas atasan dan karyawan saja. Tadi aku dan rekan-rekan kerja baru menjenguk istri Lee sajangnim yang baru saja melahirkan.”

“Lee songsaenim sudah melahirkan? Wah ternyata hubungan kalian sudah berakhir selama itu ya? tidak terasa sama sekali.” Aku sedikit tidak paham dengan ujaran Kyuhyun. Nadanya seperti seseorang yang sedang menyindir saja.

“Tapi kau cukup berhati besar Han Min Gi. Kau mau melihat buah hati mereka.”

“Aku sudah tidak memiliki urusan lagi dengan Lee Dong Wook ataupun istrinya. Dan menjenguk putri mereka, kurasa tidaklah salah karena Lee Dong Wook pun masih berstatus sebagai atasan yang harus ku hormati.”

“Begitu?” Ada apa dengan pria ini? kenapa nada bicara dan kelakuannya jadi sedikit menyebalkan begini.

“Sudah cukup! Bukan ini yang ingin kubahas denganmu. Kau kemana saja belakangan ini? kenapa panggilan serta pesanku tidak kau balas?”

“Aku disini saja. Kau lihat sendiri bagaimana sibuknya aku bukan? Mendapatkan jatah makan saja baru bisa kudapatkan sekarang.”

Benarkah itu?

“Lalu bento itu? kau membuatnya sendiri? ditengah waktu sibukmu?”

“Ah ini, Younha yang memberikannya padaku sore tadi.” Kang Younha? Sungguh perasanku mendadak berubah muram ketika Kyuhyun mengucapkan sebaris nama itu.

Aku bahkan bingung harus menjawab ujarannya seperti apa, mengingat kami tidaklah menjalin hubungan kasih. Lalu pantaskah aku untuk marah atau merasa kesal atas sikap Kyuhyun yang mau saja diberikan bekal oleh wanita lain?

“Sudah tidak ada yang ingin kau katakan lagi ‘kan? Jika begitu aku akan kemba-“

“Apa aku memiliki arti khusus untukmu Cho Kyuhyun?” Aku tidak bisa menahannya lagi. Jika aku harus merasa malu atas pertanyaan tadi, biarkanlah. Yang penting perasaan dan rasa penasaranku bisa hilang.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“I…itu…itu-“

“Jangan bertanya tentang hal yang  tidak ingin kau ketahui jawabannya.” Wajah menundukku mengarah kembali tepat ke wajah Kyuhyun. Kali ini aku dibuat tegang oleh jawaban ambigunya.

“K..kau tahu bukan ini jawaban yang kumau Kyuhyun. Aku tidak mau seperti ini, berhenti untuk terus membuatku bingung.” Nada bicaraku mulai bergetar, aku takut untuk menangis. Dan aku tidak mau lagi merasakan hal itu.

Dan mendapati penuturanku, Kyuhyun tidak langsung membalasnya. Pria itu hanya menunduk. Oh Tuhan, sungguh aku tidak tahu harus menempati posisi ini seperti apa. Disini aku merasa tegang, takut, dan sesak barangkali Kyuhyun akan melontarkan kalimat yang tidak ingin kudengar.

Ini mungkin hanya perasaanku saja yang kelewat sensitive atau apapun sebutannya untuk itu. Tapi yang pasti, aku sadar jika Kyuhyun dihadapanku ini bukan lagi Kyuhyun yang ku kenal. Aku terbiasa dengan sikap manisnya, aku terbiasa dengan perhatian, dan selera humornya. Jadi mendapati Kyuhyun yang dingin, sedikit acuh, dan selalu berbicara secara ambigu macam ini, tentu membuatku bingung sekaligus….takut. Demi Tuhan, aku takut kehilangannya.

“A…aku menyukaimu. Aku ingin selalu bersamamu Kyuhyun.” Lama tak ada sepatah kata dari Kyuhyun yang keluar, biarlah aku yang kembali mengatakan apa yang sebenarnya kurasakan padanya.

Oh sial, aku bahkan sudah seperti remaja yang malu-malu serta ketakutan karena telah mengungkapkan perasaan pada pria yang kucintai.

“Aku, tidak punya perasaan yang sama denganmu.” Bagai belati panas menembus jantungku. Rasanya di detik Kyuhyun mengucapkan sebaris kalimat tadi, di detik itu juga detakan jantungku seperti terhenti.

“…………………..”

“Bukan hanya padamu. Aku tidak mengerti apa yang dimaksud menyukai seseorang. Maaf.”

 

*****

Min Gi’s Apartement

Bayangkan, disaat kita sedang mencintai seseorang, pasti kita akan memberikan seluruh perasaan, perhatian, bahkan waktu padanya. Dan manakala seseorang itu pergi, apa yang akan kalian rasakan? Bagiku, rasanya seperti bagian dari diriku telah lenyap.

Dan aku sedang merasakan hal itu. Ketika semalam Kyuhyun mengatakan dengan lugas bahwa ia tidak memiliki perasaan itu, rasanya aku ingin menjerit menahan sesak ini. Aku bukalah tipe wanita yang bisa dengan mudah merasakan cinta, namun aku juga bukan tipe wanita yang hanya bisa duduk manis, pasrah menerima sakit hati karena alasan klise.

Ketika bersama Lee Dong Wook, pun aku bisa mencintainya karena ia bisa membuatku nyaman layaknya berada didekapan ayahku sendiri. Perasaan sayang dan cinta itu hadir seiring dengan sifat dewasanya yang mampu mengayomiku dengan baik. Dan patah hati dari dia rasanya tidak sesakit seperti ketika Kyuhyun mematahkan hatiku. Apa mungkin kala itu aku sudah memiliki Kyuhyun yang mau menjadi tamengku disaat jatuh, atau karena aku sadar bahwa mencintai pria yang sudah memiliki pasangan adalah sebuah kesalahan besar.

Rasanya berbeda, sakit hati atau patah hati kala itu bisa kulewati semua dan ku iklhlaskan dengan lapang dada. Berharap bahwa Tuhan mau menghapus dosaku dan Lee Si Young memaafkanku atas kesalahan itu.

Dimulai dari sana, aku belajar untuk bisa menerima sesuatu yang telah pergi dan mempercayai bahwa Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan kala itu mataku menatap seorang Cho Kyuhyun. Aku tahu dan meyakini jika ia bukan hanya sekedar pelipur laraku disaat jatuh dan sedih. Namun juga sebagai sosok yang mampu membuatku tersenyum dan kembali merasakan perasaan bahagia ini. Cinta.

“Dia pasti bercanda. Pria itu pasti hanya bicara sembarang karena kelelahan.” Entah sudah berapa botol soju yang ku konsumsi malam ini demi menghilangkan penat.

Pikiranku kembali melayang pada kenangan bersama pria bermarga Cho itu. Aku sadar dengan diriku sendiri yang jarang berpikiran naif. Aku selalu berpikir jika Kyuhyun hanya sekedar iseng atas kelakuannya sebagai seorang remaja dewasa. Dia yang pertama kali menggangguku, membuatku terkadang melayang karena gombalan-gombalan recehnya. Baiklah, dia memang tidak pandai menggombal, namun lebih tepatnya bermulut manis yang kuyakini tidak ia sadari sendiri.

“Kau ini kenapa?”

“Oh oppa! Hae oppa!!!” Tawaku menguar begitu saja ketika mendapati pria ini berdiri dihadapanku, lengkap dengan handuk diatas kepalanya. Aku yakin jika ia baru saja menyelesaikan acara mandinya.

“Ini sudah jam 9 malam dan kau masih sanggup unutk meminum soju. Kau sudah mabuk Min Gi-ya.”

“Memangnya kenapa? Mabuk dirumah sendiri tidak dilarang oleh Negara kita bukan? Ha ha ha”

“Ini pasti ada hubungannya dengan Kyuhyun, benarkan?”

Mataku membulat sempurna mendengar pertanyaan itu dari bibir Donghae oppa. “Woah daebak!!! Lelaki itu terkenal dimana-mana! Kau tahu dia pria seperti apa? Dia itu bocah, tapi dia juga seorang pria. Ah yang jelas dia bocah pria yang berhasil membuat sesuatu disini berdebar.” Tunjukku pada dada sebelah kiri.

“Tsk, sudah berhenti, jangan minum lagi!”

“Ah wae???! Oppa mengganggu kesenanganku!”

“Apa yang telah dilakukan Kyuhyun padamu kurasa bukanlah hal yang sepele.”

“Apanya yang sepele! Dia datang, berkenalan denganku mengaku sebagai teman Taehyun. Tapi diluar sana dia terus mengusik hidupku. Membuatku kesal dengan pesan-pesan itu. Mengatakan hal-hal yang membuatku ketagihan untuk terus mendengarkannya, dan ada lagi! Dia menciumku tepat disini!” Kali ini aku menunjuk bibirku sendiri.

“…………………..”

Oppa oppa, Kyuhyun itu tidak pandai menggombal. Dia hanya suka berbicara asal namun sangat manis. Kyuhyun selalu menggodaku, itu sangat menyebalkan! Tapi aku suka. Kyuhyun juga pernah mengatakan jika ia ingin aku menjadi masa depannya, tapi kami sama sekali tidak memiliki hubungan khusus. Sumpah! Tapi semalam dia bilang tidak memiliki perasaan apa-apa padaku.”

“Min Gi-ya…”

“Seharusnya aku senang tidak lagi diganggu oleh bocah itu. Tapi ketika mendengarkan perasaannya padaku, kenapa aku jadi sedih. Aku kenapa oppa?”

Air mataku luruh bersamaan dengan bayangan Kyuhyun semalam. Aku bahkan sanggup membayangkannya tengah tertawa bersama Kang Younha. Oh sial! Khayalan macam apa ini? kenapa harus ada Kyuhyun dan Younha didalam pikiranku.

“Kita bicara  besok pagi, sekarang lebih baik kau tidur.”

“Tidak mau! Ada Kyuhyun dan Younha jika aku memejamkan mata. Aku tidak mau membayangkan dua orang itu!!!”

Aku benar-benar lelah, kemarin-kemarin sampai sekarang aku benar-benar lelah. Hingga saat dimana aku memejamkan mata, semuanya tampak gelap dan aku sadar jika aku membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh ini.

Pagi datang menjelang dan aku tidak tahu apa yang terjadi semalam. Ketika bangun tidur kepalaku begitu pusing dan kedua mataku benar-benar bengkak. Dan pagi ini aku harus rela izin dari kantor untuk menyembuhkan kedua mata ini ke bentuk semula.

Donghae oppa tiba-tiba menatapku tajam sembari memberikan kompres es batu, menitah untukku segera mengompres kedua mata ini.

“Minum teh ginsengmu setelah ini.” Aku menurut namun tidak menyahuti ucapannya.

Mendapati suara tegas dan datar dari bibirnya sudah bisa dipastikan jika semalam aku sudah melakukan hal yang membuatnya kesal. Entah apa itu, namun aku yakin jika ada sesuatu yang tidak beres denganku semalam.

Oppa-“

“Pergi temui dia, dan minta klarifikasi kembali hubungan kalian.” Tanganku sontak berhenti bekerja dalam menempelkan kompresan ini pada mata kananku.

Sesaat aku dibuat bingung oleh ucapan Donghae oppa. “Kyuhyun dan kau! Aku tahu jika ada sesuatu diantara kalian.”

“Apa???”

“Aku sudah curiga dengan kedatanganku pertama kali kesini. Bertemu Kyuhyun dan wanita itu bersamamu didalam keadaan canggung, heol! Ternyata bocah itu brengsek juga.”

“Apa yang kau katakan oppa?” Tekanku kembali. Aku ingin Donghae oppa bicara dengan jelas disini.

“Awalnya aku curiga pada sikapmu dengan teman Taehyun yang bernama Kyuhyun itu. Dan ternyata kecurigaanku benar-benar terbukti setelah kau mengatakan semuanya semalam.”

Deg!

“M….mengatakan apa?”

“Semuanya Han Min Gi! Kyuhyun, Kang Younha, dan hubungan kalian yang tidak jelas.”

“Apa aku mengatakan hal yang tidak-tidak?” Semoga saja tidak! Tapi mendapati fakta yang baru diketahui oleh Donghae oppa. Aku yakin jika semalam aku sudah mabuk berat, hingga bisa meracau mengeluarkan semua yang tengah kurasakan.

“Kau tidak butuh jawaban atas pertanyaanmu tadi Han Min Gi. Sekarang aku akan memberikanmu dua pilihan.”

“Apa? Pilihan apa maksud oppa?”

Pria benama lengkap Lee Donghae ini hanya bertolak pinggang dan menatapku dengan serius.

“Pertama, lupakan semuanya! Perasaanmu ataupun kenanganmu terhadap Kyuhyun, dan yang harus kau lakukan adalah move on!”

Mwo??!”

“Dan yang kedua, benahi semuanya secara benar. Jika Kyuhyun bersikap mengambang, maka satu-satunya orang yang harus berusaha disini adalah kau! Maksudku, bicarakan kembali hal ini dengannya. Apa benar ia ingin berakhir seperti ini? jika memang memungkinkan, kau masih berpeluang untuk memperjuangkannya Min Gi-ya. Aku berani bicara begini karena melihat dari sikap Kyuhyun yang kurasa ia juga memiliki perasaan padamu.”

“Omong kosong! dia itu hanya main-main saja. Aku yang terlalu naif disini, atau mungkin terlalu bodoh karena percaya begitu saja dengan mulut dan sikap manisnya.”

Kepala Donghae oppa menggeleng teratur. Pria berusia 31 tahun ini mulai duduk disebelahku dan memegang kedua bahu ini erat, berusaha untuk membuatku duduk berhadapan dengannya. “Aku tidak yakin jika Kyuhyun hanya bermain-main denganmu. Mendengar racauanmu semalam, aku sangat yakin jika ia memiliki maksud lain. Maksudku disini adalah untuk apa ia bersusah payah dan berjuang hingga pada akhirnya berhasil membuatmu luluh untuk membuka hati kembali hanya untuk seorang mahasiswa sepertinya.”

Deg!

Astaga, mulutku benar-benar tidak bisa di rem. Memalukan sekali jika pada akhirnya Donghae oppa tahu bahwa aku menaruh hati pada pria berstatus mahasiswa itu!

“Hanya yakinkan hatimu dan hatinya. Jika pada akhrinya kau harus menyerah, maka menyerahlah.”

“Tapi dia hanya bocah menyebalkan. Untuk apa aku bersusah payah begini mengemis cinta padanya. Sudah cukup aku menanggung malu karena mengakui perasanku lebih dulu padanya.”

“Cinta tidak memandang usia Min Gi-ya, kau tahu itu.  Jika hatimu memilih Kyuhyun, kenapa tidak? Dia juga pria sama sepertiku yang juga memiliki perasaan pada lawan jenis. Dia hanya butuh dorongan untuk memperkuat nyalinya dalam mengambil keputusan. Aku yakin jika wanita bernama Younha itu ikut andil dalam masalahmu bersamanya.”

“Oh astaga, kau sudah tahu banyak tentang ini. Apa semalam aku benar-benar mabuk parah?”

“Sangat parah! Kau baru bisa berhenti mengoceh ketika jam 1 pagi. Kau terus menangis, menendang angin, dan mengoceh semalaman. Kau benar-benar payah dalam mabuk.” Ya Tuhan aku malu sekali. Mau ditaruh dimana wajahku ini?

“Jangan banyak berpikir. Kau hanya memperlihatkan sikap jelekmu ini padaku. Minggu depan aku harus kembali ke Busan, untuk itu kau harus bisa membuatku pulang dengan tenang. Sekarang lebih baik kau melakukan apa yang sudah kukatakan. Ingat! Kau hanya harus memilih 2 pilihan yang tadi kuajukan.”

Haruskah aku melupakan yang sudah terjadi begitu saja atau memperjuangkan Kyuhyun? jika memang pada akhirnya kami tidak bisa bersama, apa itu tidak apa-apa? Tapi disini semuanya terasa mengambang. Alasan Kyuhyun untuk tidak membalas pesan dan panggilanku saja tidak jelas. Namun tiba-tiba ia mengatakan jika ia tidak memiliki perasaan apa-apa padaku. Lalu untuk apa sejauh ini ia mengganggu hidupku?

Donghae oppa benar, aku harus menemukan jawaban atas semua ini.

 

*****

Bukanlah hal yang mudah untuk bertemu Kyuhyun. Sudah kubilang jika aku menghubunginya melalui posel, sudah barang tentu ia tidak mau membalasnya. Dan ketika kusambangi dirinya dirumah sakit, nyatanya hari ini seluruh dokter ko as dari Seoul University sudah tidak lagi melakukan prakteknya. Dan itu berarti, malam dimana kami terakhir bertemu adalah terakhir kalinya juga Kyuhyun dan teman-temannya melakukan ko as.

Dan kini,  Honda jazz ku ku terparkir sempurna di pelatarran Seoul University. Kemungkinan terbesar yang kupikirkan untuk mencari Kyuhyun selain di rumah sakit adalah di kampusnya. Kakiku berpijak sejenak di depan lift salah satu universitas kebanggan Negara ini. Namun, tiba-tiba nyaliku menciut untuk bertemu dengan pria bermarga Cho itu. Apa tidak apa-apa untuk bertemu dengannya? Lalu membicarakan masalah perasaan (lagi)? Tidakkah itu terdengar menggelikan.

Ting!

Belum terlambat untuk kembali ke dalam mobil bukan? Ah, bagaimana ini?

Noona?” Mataku bersibobrok dengan adik semata wayangku. Taehyun baru saja keluar dari lift bersama dengan Suho. Heol, kebetulan macam apa ini?

Eoh annyeong…” Kelima jariku otomatis melambai kearah dua jejaka ini. Tsk, tidakkah aku terlihat begitu kaku?

“Ada perlu apa ke kampusku?”

Ah k…keuge-“

“Kebetulan ada kau disini, aku ingin membicarakan sesuatu juga padamu.” Tanganku ditarik paksa Taehyun untuk kemudian dibawanya menuju ke sebuah kantin kampus.

“Aku hanya memiliki waktu 30 menit, jadi aku langsung bicara pada intinya saja.”

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Mendadak rasa penasaranku mencuat kala Taehyun memasang wajah yang agak serius begini.

“Kyuhyun dan kau bertengkar?” Deg! Apalagi ini? kenapa Taehyun bisa menanyakan hal seperti ini?

“……………………”

“Kau diam saja? biar kujelaskan noona. Sikap Kyuhyun padaku tiba-tiba berubah. Entahlah, aku yang hanya merasa sensitive atau memang kenyataannya dia sedikit dingin padaku.”

“Kau ini kan memang sensitive Tae-ya, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak.”

“Tidak-tidak bagaimana? Dia bisa bercanda dengan Suho seperti biasa, tapi denganku sepertinya dia sudah jarang mengeluarkan tawanya itu. Seolah menjaga jarak denganku.”

“………………….”

“Pernah suatu ketika aku mendapati fotomu di walpaper ponselnya, lalu aku hanya menggodanya karena tertangkap basah memiliki fotomu. Namun jawaban yang diberikan benar-benar di luar ekspektasiku.”

“Apa?”

Aku akan menggantinya nanti, kau tenang saja. Bayangkan! Aku hanya menggodanya bukan menyuruhnya mengganti wallpaper itu. Dia benar-benar menjadi menyebalkan akhir-akhir ini, tsk!”

Setahuku Kyuhyun bukanlah orang yang seperti itu. Kurasa ia bisa mencocokan dirinya dengan lelucon ataupun godaan dari teman-temannya. Namun ketika Taehyun mengatakan hal ini, rasanya memang Kyuhyun terlihat sangat sensitive, terutama menyangkut hal tentangku. Dan lagi, jikapun kami memiliki masalah bukan berarti dia bisa melampiaskannya juga pada anggota keluargaku!

“Aku akan bicara padanya. Kau masuklah ke kelas, jangan sampai terlambat.”

“Ah satu lagi, Kyuhyun sudah pindah dari apartement. Kurasa ia lebih memilih kembali tinggal dirumahnya.” Oh double sialan! Ternyata pria itu memang berniat untuk menghindariku.

“Kau tahu dimana dia sekarang?”

“DI jam seperti ini biasanya dia ada di perpustakaan. Kudengar dia sudah selesai ko as, jadi yang saat ini ia kerjakan hanyalah menunggu ujian akhir.” Tanpa mau membuang waktu lagi, aku segera melangkahkan kaki menuju perpustakaan.

Berbekal keberanian dan bertanya pada para mahasiswa, akhirnya aku bisa menemukan gedung perpustakaan yang amat besar ini. Menyisiri setiap sudut ruangan, agaknya membuatku harus sangat teliti. Disini banyak sekali mahasiswa yang sedang membaca ataupun melihat-lihat buku diberbagai ratusan rak besar ini. Jadi aku harus focus agar mata ini tidak melewati sosok Kyuhyun.

Disana dia! Di jajaran meja belajar, sedang membaca buku dengan menyanggahkan dagu pada telapak tangan.

“Cho Kyuhyun, kau sibuk?”

Kyuhyun nampak terkejut, raut wajahnya bagai tak percaya ketika mendapati diriku berada dihadapannya kini.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Aku menggeleng penuh, mengisyaratkan jika bukan ini pertanyaan yang harus kudengar. “Katakan, katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu Kyuhyun? kenapa aku jadi aneh seperti ini, menghindariku tanpa alasan yang jelas.”

“Kita tidak perlu membahasnya lagi Min Gi-ya. Kau  bisa bebas sekarang, tidak perlu merasa kesal lagi karenaku. Aku sadar jika kemarin-kemarin aku salah karena selalu mengganggumu, aku minta maaf.”

Museun iriya sasil?! (Ada apa sebenarnya?!) Kau datang bukan hanya sekedar untuk menggangguku, aku yakin itu. Dan kenapa disaat aku sudah bisa menerimamu, kau pergi begitu saja? katakan!” Aku menekan setiap kata-kataku, berusaha untuk tidak berteriak namun mengatakan semuanya secara dalam dan jelas pada pria dihadapanku ini.

“Terkadang, ada beberapa hal yang hanya bisa kau simpan sendiri. Hanya jalani aktivitasmu seperti biasa Han Min Gi, lakukan semuanya secara normal.”

“Normal kau bilang? Kenapa kau jadi seperti ini, eoh? Apa karena aku masih satu kantor bersama Lee Dong Wook? A…aku bisa resign dan mencari pekerjaan lain jika memang itu yang kau inginkan.”

“………………..” Kyuhyun diam tidak menyahut, hanya kini dia memandangku lebih dalam.

“Aku akan melakukan itu, jika memang itu bisa membuatmu kembali.”

“Han Min Gi-“

“K….kenapa Cho Kyuhyun? aku ingin kau untukku selamanya, bukan untuk sementara. Bukan hanya dirimu yang tiba-tiba menyapaku lalu kemudian menghilang begitu saja.” Aku menekan semua sesak ini. menahan tangis benar-benar menyesakkan ketika tenggorokanku mulai terasa berat. Bahkan hanya untuk sekedar bicarapun rasanya sulit.

“Jangan seperti ini-“

“Bisakah kau tetap  disini? jangan pergi….jangan hanya menganggapku sebagai tempat bermainmu.” Dan air mata yang susah payah kutahan akhirnya harus luruh bersamaan dengan rasa sakit ini.

Kyuhyun sendiri hanya memandangku dengan tatapan iba, dia hanya mampu memejamkan mata tanpa mau menjawab ujaranku.

Kreet!

Kyuhyun bahkan seolah enggan melihatku, dia segera beranjak dari kursi itu dan berlalu begitu saja dari hadapanku.

Tidak! Dia tidak boleh pergi, kami belum selesai bicara. Aku segera menyadarkan diriku sendiri dan mengejar Kyuhyun yang sudah berlalu cukup jauh dari tempat kami tadi. Harus kuakui, mengejar langkah lebarnya bukanlah hal yang mudah untukku lakukan. Terlebih dengan keadaan payahku ini.

“Cho Kyuh-“ Teriakanku tersendat ketika sesampainya diluar perpustakaan.

Disana aku melihat Kyuhyun juga menghentikan langkahnya dan menatap pada sosok Younha yang berdiri beberapa meter didepannya. Gerakan tangan melambai gadis itu terhenti ketika mendapati sosokku dibelakang Kyuhyun. Dan aku cukup dibuat terkejut, ketika Younha tidak berbicara sepatah katapun ketika mendapatiku bersama Kyuhyun-nya. Yang terlihat kini hanya raut wajahnya yang tiba-tiba terlihat muram.

“Walaupun waktu bersama kita singkat, tapi itu menyenangkan. Aku bersyukur pernah mengenalmu Han Min Gi.”

Setelah ucapan itu keluar dari bibirnya, Kyuhyun hanya berlalu melanjutkan kembali langkahnya kedepan untuk……menghampiri Younha.

 

To be continued…..

 

 

*****

Tolong jangan bash suami saya, dia cuma lagi labil dan bingung sama apa yang harus dia pilih. Untuk part selanjutnya Kyuhyun bakal klarifikasi sendiri kenapa dia bisa sampe melakukan hal ini sama Min Gi. Eh btw tinggal satu part  lagi ya? mau happy atau sad ending nih? He he he….ditunggu aja ya untuk part sisaannya (?) dan makasih banget buat kalian yang masih mau setia nunggu cerita ini.

Omong-omong ada yang lagi kesem-sem sama Lee Dong Wook gara-gara Goblin ga? Atau malah kesem-sem sama Kim Shin a.k.a Gong Yoo ahjussi? He he he…

Mau berbagi galau juga sama kalian gegara Kyuhyun tahun ini wamil. Walaupun katanya cuma setahun, seenggak nya tetap aja nanti gabisa liat dia wara-wiri lagi di dunia maya. Pfft, masih ga rela dia bakal wamil. Yasudahlah kita doa in aja supaya ahjussi montok bin ganteng itu pulang selamat dan makin kece. Dan bisa segera comeback sama Super Junior lagi!!!

Oh iya satu lagi, buat yang punya wattpad follow lah akun ogud di @pastelmint31 hi hi hi. Coba baca cerita saya disana, jangan lupa buat kasih vote, saran sama kritiknya juga (banyak maunya banget ya, ha ha  ha). Yaudah sekian dulu pidato saya, kita ketemu lagi di next chapt. Annyeong!!! 🙂

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

42 thoughts on “How Deep is Your Love? [Part 14]

  1. duh kyu galau galau amat,sakit tau kalo jadi min gi kemaren ngejar2 giliran udh luluh di bye-in wkwkwk awas nanti kalo mau balik lagi keburu pintunnya di tutup,
    yhaaa:( udh mau end aja, ada ff barukah tentang mingi kyuhyun? selalu ketagihan sama couple ini lucu mulai dr marah2an sampe romantisme nya wkwkwk
    keep fighting thor!

  2. uhhhh
    Q blm nntn goblin
    Jd ga bs nentuin mau yg mn

    Part depan end
    Cepet amat chingu
    Ga kerasa

    Part depan ad pov nya gyu lagi ya

    Dia dijidohin atau gmn

    Dongwook udh ad baby
    Smoga skrg dg adanya baby wook ga bertingkah lagi
    Makin syg sma bininya

  3. kyuhyun brengsek kurang ajar apa sihh maksudnya begini? udah mempermainkan hati anak gadis orang mudah”an karma yg luar biasa segera menghampiri mu cho. mingi ayo ngapain pikirin sama orang yg bisanya cuma nyakitin ayoo move on

  4. younha minta dicekek.. benci sama tuh cewek.. ya ampun.. kyuhyun juga sih.. kenapa dia? apa yg dilakuin younha samape kyu berubah?

    aku juga kesem² sama Om Gong Yoo, kak.. haha pesonanya itu lohhh.. deuuhh gak nahaann..

  5. Rasa2’a tangan gw gatel pengen nabok si Younha -,-
    Pasti dia tuh alasan dibalik semua sikap Dingin Kyuhyun ke Mingi.
    Emang dasar si ABG labil’a jg yg Blo’on (nah loh gw kebawa esmosi) #oke maafkan saya
    Harus’a dia itu bisa tegas sedikit dong. Kan kasihan Mingi digantung g2.
    Yg jelas saya mau’a Happy Ending ya IthaPaksi 😀
    Jangan Sad ! ! ! 😀

  6. Sangat tdk manusiawi jika tdk happy ending ;-( perjuangan kyu buat dapetin min gi ampe jungkir balik ampe bikin min gi luluh tp karna younha benrantakan semuanya please sadarlah younha kelakuan egoismu bikin kyu menderita

  7. sad ending ajaa.. cuma mingi dapat ganti yang lebih baik dr kyuhyun, seklaian dia ngerasain karma..
    gondok sama mingi yg meruntuhkan derjat ny d mata kyuhyun dg ngemis balasan cinta -___-

  8. sad ending bagus..

    mingi biarin moveon karena sakit hati krn kyuhyun udh cuek… yap, yap, yap biar ceritanya lebih seru n greget… sesuai judulnya how deep is your love kyu, cemen banget… biar tau rasa dikittt

  9. Waaaahh…aku dah nunggu ini ff lama banget…seneng deh bisa publish lagi….makin nyesek aja…jadi ini tinggal 1 part lagi…wah..jadi deg deg an…ini bakan sad atau happy ending ya???

  10. Kyuhyun labil bgt sih dulu dia yg ngejar2 mingii skrg ky pengecut aj menyerah seblm perang,udhlah mingii cari aj kebahagiaanmu sendiri drpd menghrpkn kyu yg g jelas gitu

  11. hyaaatttt.. rasanyaa mauu gantungg tuu kyuu dpohon tertuaa d duniaa inii truss setelag sekian harii lempar d samudraa hindia…
    kokk gemes amaa sikapnyaa.. gmnaa bisaa d mengabaikan semuaa ituu hanyaa demi younha.. lgian tuu wanita juga gk tauu malu.. obsesinyaa berlebihan.. buat diaa mati gk bsa kah onn??? ketabrak ketembak atau apalah.. yg jelas diaa menghilang.. kok sbeel sihh

  12. aku pikir ada kesalahan saat min gi menyatakan cintanya…
    dia bilg mnyukai kyu…
    dan ini jawaban kyu… “Bukan hanya padamu. Aku tidak
    mengerti apa yang dimaksud menyukai
    seseorang. Maaf.”

    aku harap, sbnernya kyu ingin kata yg lbh nyata ttg perasaan min gi.

    tp ko aku jd ragu dg scene akir…

    semoga happy end…
    kyu memilih younha jg happy, setidaknya kyu tlah mmikirkanny scara masak2 bdasarkn karakterny di sini…
    dan min gi… apapun itu aku mohon legowo, haha..

  13. Tinggal satu part lg?
    Dan tu pun dengan keadaan Kyuhyun yg msh ngegantungin Min gi tanpa alasan yg g jelas.
    Low gt mah kecil kemungkinan wat happy end dong.
    Yaaaaaa kan sayang bgt
    Jd keinget jg nie sm masa2 Kyuhyun yg lg pedekate sm Min gi.
    Masa2 yg indah tu menurutq.
    Plissss jangan pisahin Min gi noona sm Kyuhyun z….

  14. Nyebelin banget sih embul,bener2 ababl alay . Masa cuma karena younha aja sikapnya bisa brubah drasti gitu,plin plan! G bisa di terusin nih, tinggalin aja kyu lah. Lo emang min gi mau nrima kyu lagi juga mesti berjuang keras, 2X lipat dari usahanya yg dulu (sebelumnya)

  15. Hmm…entahlah liat kyuhyun yg seolah mainin perasaan min gi jadi aga sebel walau aku tau pasti ada alasannya..tapi kalo gitu terus mendingan min gi ma yg lain aja kasian banget ga mudah ngemis cinta ma bocah#ups

  16. kyu km tuch gmna anak orang di permainin kya gtu :@ :@ blum tau ya jurus bp nya mingi buat blas ntar…. :> mingi udah move on aja ntar jg yg ksiksa si kyuvil ama si yonha ihhhh sebel ama tu cwe pngen di rajang kli ya kya bawang,next part smoga ga lama kkkk

  17. kasian si mingi, kyu kamu tuh di part awal aja manisnya.. kyuhyun ngeselin,tapi lebih ngeselin younha untung di part ini dia keluarnya dikit..
    ditunggu banget part selanjutnya, dan kalau bisa sih happy ending

  18. Kyuhyun kayak gitu gara gara keadaan Younha kan? Aku yakin ini pasti sulit untuk Kyuhyun. Disini masih han min gi pov jadi nggak tau gimana perasaan Kyuhyun tapi kasihan Min Gi jugaaaa.
    Hemmm Dongwook ganteng weh kkk.
    Ditunggu next chapter nyaaa

  19. aku rasa sikap kyuhyun yang jadi gini itu karna younha, apalagi wanita itu juga sempet mau bunuh diri kan? Tapi kyuhyun ga gentle juga karna ngrelain wanita yang dia kejar mati-matian tp malah dilepas gitu aja karna sosok younha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s