Posted in KyuGi, Romance, Uncategorized

Break the Police [Two Shot]

BTP

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun & Han Min Gi

Genre :  Romantic

Rate : PG 17

Ada ff baru. Tapi tenang aja ga bakal panjang-panjang karena cuma 2 part. Happy reading 🙂

“Miss, aku akan menghubungimu nanti malam.”

“Oke Ahjung, hati-hati di jalan.” Tanganku kembali mencomot kue kismis, dan memasukannya kembali ke dalam mulut. Ini sungguhan, kue pemberian rekan kerjaku benar-benar enak. Aku harus menanyakan dimana ia membeli kue kismis ini.

“Akhir-akhir ini banyak murid yang meminta bimbel secara privat. Dan kau tahu? Dampaknya adalah waktu istirahat malamku jadi tersita.”

“Terang saja Ji Eun-ah, sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian masuk universitas. Belajar disekolah dan ditempat bimbel masih belum cukup mungkin?”

“Ya kau benar. Terkadang aku salut dengan para siswa yang benar-benar tekun dalam belajar. Kita juga harus semangat dalam membantu mengajar mereka Min Gi-ya, keuji?”

“Kau benar! Ah ya, ngomong-ngomong dimana kau membeli kue kismis ini?”

“Di sekitaran ruko Gwanghwamun. Toko mereka memang sudah terkenal dimana-mana, enak bukan?”

“Iya ini sangat enak. Aku akan membelinya juga nanti. Terima kasih untuk kue nya.” Ji Eun tersenyum dan mulai merapikan peralatan mengajarnya.

“Aku harus izin setengah hari. Aku ingin memperpanjang SIM. Masa berlaku SIM ku sudah habis, dan kau tahu? Polisi sedang sangat marak menilang setiap jalan ibu kota.”

“Benarkah? Aku bahkan belum membuat SIM sama sekali. Apa aku juga harus membuatnya?”

“Tentu saja! itu wajib bagi pengendara bermotor. Baiklah aku duluan.”

“Hem hati-hati Ji Eun-ah.”

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, kini saatnya aku pulang. Menjadi pengajar di tempat bimbel memang berbeda dengan di sekolah. Kami membuka waktu belajar jam 2 siang hingga 9 malam. Keuntungan yang kudapat selain bisa bangun tidur lebih lama, aku juga bisa berleha-leha dirumah tanpa takut datang kesiangan.

Hari ini jam mengajarku hanya sampai jam 8 malam. Dan aku harus cepat membereskan peralatan ini untuk bergegas menemui kekasihku di sebuah restaurant jepang. “Sepertinya Young Kwang oppa sudah sampai, aku tidak mau ia menunggu lama.”

Berpamitan pada beberapa rekan kerja. Segera ku mengenakan jaket, sarung tangan, dan helmet demi keselamatan berkendara. Memasukan kunci pada lubang locknya, men-starter dan kini menjalankan motor matic ku. Kali ini aku tidak mau membuat Young Kwang kesal lagi. Kami harus berbaikan malam ini juga, titik.

Omong-omong, biasanya aku akan mengendarai motor dengan kecepatan 40 km/jam. Tapi tidak dengan sekarang, aku harus menambah kecepatan motor ini demi bisa sampai di restaurant Jepang tepat waktu. Sampai di daerah Gwanghwamun, aku kembali melambatkan kecepatan karena harus mengantri menunggu lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau. Namun di perempatan jalan dekat lampu lalu lintas itu, kulihat ada sekumpulan polisi sedang menjalankan pekerjaannya. Beberapa ada yang mengatur lalu lintas dan beberapa lagi ada yang bertugas untuk menghentikan beberapa pengendara. Mungkinkah mereka sedang mengadakan razia?

Tak sampai 20 detik lampu merah sudah berubah menjadi warna hijau. Kini saatnya untukku menjalankan kembali motor matic ini. Tapi…..terlihat jelas beberapa meter dari tempatku berkendara, sebuah tongkat lampu yang aku tak tahu apa namanya mulai menghentikan laju berkendaraku. Oh sial, mengapa polisi menghentikan motorku?!

“Selamat malam nona. Maaf mengganggu perjalanan anda.” Kau memang sangat menghambat perjalananku pak polisi!

“Ya selamat malam pak.”

“Kami akan memeriksa kelengkapan surat berkendara anda. Bisakah anda memperlihatkan surat izin mengemudi, kartu identitas, dan surat tanda nomor kendaraan anda.” Oh sial, bagaimanaa bisa aku kedapatan ditilang begini. Benar-benar bukan waktu yang tepat untukku mendapatkan kesialan ini.

Bagaimana bisa aku memberikan SIM sedangkan kenyataannya aku belum memilikinya. Dengan berat hati akhirnya aku mengeluarkan surat tanda nomor kendaraan, kartu identitas, tanpa SIM.

“Hanya surat tanda nomor kendaraan dan kartu identitas? SIM anda?”

Ah k…keuge, SIM ku belum ada di dompet pak.” Aku hanya mampu tersenyum canggung menyadari kesalahanku.

Kulihat polisi itu hanya menggeleng-gelangkan kepalanya saja dan membaca surat tanda nomor kendaraan dan kartu identitasku dengan cermat.

“Anda tahu mengapa kami menghentikan kendaraan anda nona?” Aku menggeleng pasti. Benar juga, apa alasan polisi ini menghentikan motorku? Kupikir aku sudah menggunakan atribut aman dalam berkendara, juga lampu kendaraanku dihidupkan secara wajar.

“Karena nomor kendaraan anda sudah lewat masa. Anda harus memperpanjang surat tanda nomor kendaraan dan mengganti nomor tahun plat motor anda.” Detik itu juga aku hanya mampu terduduk kaku diatas jok motor. Bagaimana bisa aku melupakan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan. Cerobohnya aku! Bagaimana bisa sifat pelupa ini muncul untuk hal-hal yang penting?!

Arraseo, aku mengakui kesalahan itu pak polisi.”

“Dan juga, anda tidak memiliki SIM. Bagaimana bisa anda berani berkendara? Apa anda tidak tahu peraturan yang dibuat undang-undang Negara kita tentang berkendara?”

“Baiklah-baiklah pak polisi, aku mengakui kesalahanku yang itu juga. Lalu sekarang aku harus bagaimana?”

“Kami akan membawa motor anda ke kantor polisi distrik setempat. Dan hanya bisa ditebus atau diambil kembali setelah memperpanjang surat tanda nomor kendaraan anda.”

“APA??? Kau jangan bercanda!”

Drrt…..drtt….

Oh sial Young Kwang oppa menelpon!

“Yeobseo oppa?”

“Kau dimana? Sudah lebih dari 30 menit aku menunggu.”

Oppa aku benar-benar minta maaf. Aku sedang ditilang di sekitar jalan Gwanghwamun.”

“Apa? Jangan berbohong! Kau ingin menghindariku?!”

“Tidak oppa, percayalah aku akan datang walaupun agak telat. Kumohon oppa bersabar sedikit, eoh?”

“Jangan membodohiku Han Min Gi. Kau memang tidak ingin kita berhenti bertengkar bukan? Kenapa kau selalu seperti ini? membuatku kesal.”

“Opp-“

Bip!

Sambungan diputusnya secara sepihak. Bagus sekali malam ini Han Min Gi!

“Nona, kau mengerti dengan ucapanku barusan?”

Aku memejamkan mata sebentar, menghembuskan nafas sejenak….saat ini aku benar-benar tengah menahan emosiku untuk tidak meledak. Oh dan terima kasih untuk datang bulan ini, kurasa hormone wanita yang tengah mendapati tamu bulanan akan segera meledak.

“Dengar pak, aku sangat memohon padamu. Bisakah sekali ini saja kau melepaskanku.”

“Tidak bisa!”

“Sebentar, aku belum selesai bicara.”

“Dan pembicaraan kita sudah selesai. Kau harus menuruti peraturan yang sudah dibuat.”

Mengarahkan telapak tenganku tepat ke wajah polisi muda ini. Aku berharap ia mau berhenti mengoceh dan mendengarkan penjelasanku. “Sekali saja dengarkan penjelasanku, oke?” polisi itu hanya diam, tidak merespon ucapanku. Baiklah, aku anggap itu sebagai jawab ‘oke’ darinya.

“Aku sangat tahu kesalahanku. Namun saat ini aku sedang dalam keadaan terjepit. Aku memiliki urusan yang harus kuselesaikan sekarang juga. Jika motor ini kau tahan, aku tidak bisa datang tepat waktu kesana. Dan aku janji, besok aku akan pergi ke kantor polisi distrik Seoul untuk menyerahkan motor ini. Untuk kemudian aku mengurus surat-surat berkendaraku dan menebusnya kembali, otte?”

“Tidak!”

“Yak!”

“Lebih baik sekarang kau menunggu bus yang akan berhenti di halte itu.” Dia menunjuk halte yang berjarak beberapa meter dari tempat kami berdiri.

“Tap-“

“Dan biarkan aku menjalani pekerjaanku dengan baik, nona.”

“Tunggu dul-“

“Ah ya, pastikan kau datang ke kantor polisi setelah mendapatkan semua kelengkapan surat berkendara. Datang ke kantor polisi Seoul sekitar jam 8 pagi sampai jam 3 sore.” Holly crap! Polisi itu hanya menjelaskan panjang lebar dengan wajah datar. Setelahnya ia menuntun motorku untuk dibawa ke sebuah mobil angkut.

Dan sialnya aku hanya mampu diam mematung melihat motorku dibawa oleh polisi menyebalkan itu!

*****

“Terima kasih sudah menunggu nona. Ini surat-surat berkendara anda. Surat izin mengemudi dan surat tanda nomor kendaraan sudah diperpanjang. Jangan lupa untuk kembali memperpanjangnya setiap 4 tahun sekali.” Aku mengucapkan terima kasih dan tersenyum pada petugas ramah dihadapanku ini.

Setelah mendapatkan semua yang kubutuhkan, langkahku kembali mengarah pada Ji Eun yang sudah menungguku seharian ini.

“Kau tahu Ji Eun-ah, aku sangat tidak ingin memiliki pasangan hidup seorang polisi.”

“Eii jangan bicara begitu.” Ji Eun masih focus menyetir kuda besinya, namun tetap merespon setiap ocehanku.

“Bukannya apa-apa. Ini bukan pengalaman pertamaku ditilang, Ji Eun-ah. Aku sudah sangat sering ditilang sewaktu sekolah menengah atas. Padahal saat itu aku menggunakan semua keamanan berkendara. Tapi bisa-bisanya aku ditilang. Kau tahu alasan mereka apa?”

Mwo?”

“Mereka bilang karena wajahku terlihat jelas seperti wajah siswa. Jadi mereka bisa dengan mudah menebak statusku. Oh sial benar bukan.”

Ji Eun hanya mampu tertawa dan memberikanku petuah-petuah untuk tidak lagi lupa membawa kelengkapan surat mengemudi. Yah masukan yang bagus. Tapi tetap saja aku hanya mampu berdoa agar sifat pelupaku berkurang sedikit.

“Nah sampai, ayo kita ambil motormu Min Gi-ya.”

“Kenapa cepat sekali? Aku harus mempersiapkan mental untuk tidak emosi lagi dalam menghadapi polisi menyebalkan itu.”

“Jangan bicara begitu. Disini kau yang salah, mereka juga tidak akan menilangmu jika kau mematuhi peraturan.”

“Tapi tetap saja polisi itu tidak memahami kondisiku. Karena ulahnya itu, aku jadi semakin bertengkar hebat dengan Young Kwang oppa.”

“Wuah aku tidak bisa membayangkan semurka apa dia.”

“Sangat murka asal kau tahu?!”

“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?” Seorang polisi menyambut, ketika kami sudah sampai disalah satu meja petugas. Dan langsung saja kukatakan maksud tujuanku datang ke tempat ini.

“Siapa yang menilang anda nona? Kami akan menyerahkannya kepada yang berwenang.”

“Aku tidak tahu namanya. Pokoknya dia bertampang menyebalkan.” Polisi tadi mengerutkan kening, mungkin tidak suka karena aku menjelek-jelekan rekan kerjanya.

“Aku sudah menyimpan sekitar 5 motor pak. Dan semuanya belum ada yang ditebus sampai sekarang.”

“Itu dia!” Tunjukku langsung pada seseorang yang sedang berbicara pada rekan polisinya juga. Panjang umur juga pria itu!

“Ah Cho Kyuhyun. Baiklah, silakan bicara langsung pada beliau. Setelah anda memperlihatkan surat-surat berkendara dengan lengkap, motor sudah bisa ditebus.” Aku mengucapkan terima kasih dan segera melangkah menuju polisi bernama Cho Kyuhyun itu.

“Kau tidak bilang jika polisi itu tampan!”

Heol! Tampan jika profesinya seorang polisi, aku tetap tidak tertarik.”

“Yah! Jangan bicara begitu. Tidak semua polisi menyebalkan.” Ji Eun masih mengikuti langkahku dan membela polisi itu.

“Ya memang benar. Tapi jika polisi itu adalah polisi lalu lintas yang suka menilang, sudah dipastikan mereka adalah orang-orang menyebalkan. Tidak ada pengecualian, meskipun mereka tampan bak idol sekalipun. Itu prinsipku Ji Eun-ah.”

“Tsk, kau mulai aneh. Penilaianmu pada polisi sudah seperti trauma saja.”

“Selamat siang tuan Cho Kyuhyun.” Polisi berseragam itu menoleh padaku dan mulai berpamitan pada rekan kerja yang sedari tadi sedang berbicara dengannya.

Policekyu

“Ya ada yang bisa saya bantu nona?”

“Tentu! Kau lupa jika malam rabu lalu kau menilangku.” Si polisi bernama Kyuhyun itu menelisik wajahku sejenak. Lalu segera berseru pelan.

“Aaah….wanita dijalan Gwanghwamun?”

“Memangnya kau menilang di tempat lain? tentu disana!”

“Ya, aku bertugas di dua tempat. Di Dongdaemun dan Gwanghwamun.”

“Tch, pasti kau sudah menangkap banyak korban.” Gumamku sepelan mungkin.

“Jadi, kau sudah mendapatkan surat-surat berkendara? Ingin menebusnya bukan?” Diajaknya kami duduk disalah satu meja yang kuyakini adalah tempatnya.

“Ini, sudah lengkap semua.” Kuserahkan semua surat lengkap berkendaraku. Dilihat dan dibacanya dengan seksama. Setelahnya ia tersenyum kearahku. Eh, apa-apaan dia?

“Kau sudah paham dan mengerti tentang kewajiban berkendara? Semua pengendara kami himbau untuk memiliki semua surat lengkap. Dan juga, jangan lupakan atribut keselamatan, seperti helm dan jaket. Gunakan juga perangkat-perangkat pada kendaraanmu dengan benar nona. Dimana kau harus menyalakan lampu atau kapan kau menghidupkan lampu sein dan klakson.”

Arraseo! Jadi…apa boleh aku mengambil kembali motorku?”

“Ya, tunggu didepan kantor. Akan kuambilkan motor itu.” A….apa-apaan dia? Bicara banmal padaku? tidak sopan sekali!

“Astaga….aku tidak sanggup untuk tidak menculiknya. Han Min Gi, dia itu polisi tertampan yang pernah kutemui. Apa malam ini aku harus melanggar peraturan berlalu lintas di jalan Gwanghwamun?”

“Jangan gila Song Ji Eun!” Aku hanya mampu merutuki kebodohan Ji Eun. Bisa-bisanya ia berpikiran macam itu, aigoo.

“Ini motormu. Semoga untuk kedepannya kau tidak melanggar peraturan berkendara lagi dan…..hati-hati.” D….dia tersenyum lagi. Kenapa wajahnya jadi manis begitu? Kurasa pada malam itu parasnya tidak semanis ini.

“Y….ya. Terima kasih. Song Ji Eun kajja!”

Kami meninggalkan tempat ini segera, dan beralih menuju parkiran tempat dimana mobil Ji Eun terparkir. “Ji Eun-ah terima kasih untuk semuanya. Entah bagaimana jadinya jika kau tidak menemaniku. Sampai bertemu ditempat mengajar.”

“Sama-sama Han Min Gi. Aku bahkan sangat bersyukur telah mengantarmu karena bisa melihat polisi tampan itu. Siapa tadi namanya? Cho Kyuhyun bukan? Ha ha ha.” Ji Eun sudah mulai bertingkah aneh, tsk.

*****

Friday, April 28 2017

“Kalian sudah mengerti dengan structure dari narrative text?”

“Sudah miss!” Kompak semua muridku menjawab.

“Sekali lagi, coba sebutkan!”

“Orientation, complication, dan resolution.”

“Bagaimana dengan Language features dari Narrative text?”

“Past tense, action verb, dan chorological arraged.” Aku tersenyum puas mendengarkan semua jawaban dari murid-muridku.

“Contohnya adalah dongeng, fable, dan legend miss. Seperti cerita Cinderella, snow white, dan lain sebagainya.” Tambah Ahjung tanpa kupinta.

“Baiklah, kurasa semua sudah paham. Miss tidak perlu lagi mengkhawatirkan kemampuan kalian dalam menganalisa text narrative.”

“Ya, kami akan mengingat semuanya.”

“Baiklah, satu pertanyaan lagi untuk memastikan ucapan kalian.”

“Miss akan memberikan soal?” Tanya Junho, salah seorang murid laki-laki yang bertujuan untuk lulus ujian masuk Seoul University.

“Ya, hanya secara verbal. Baiklah dengarkan baik-baik pertanyaannya. Apa tujuan dari narrative text?”

“To entertain or amuse the readers, and to tell a story.” Koor semuanya. Kurasa mereka memang sangat paham dengan materiku hari ini.

“Wow! Big applause for you kids.” Secara serentak semua murid di kelas ini bertepuk tangan dan tersenyum bangga atas kemampuan mereka semua.

“Baiklah, kurasa cukup untuk kali ini. Time to tidy up!” Mereka semua mulai membereskan peralatan belajar dan membungkuk kearahku untuk seterusnya pamit untuk pulang.

“Hati-hati dijalan semua!” Ucapku penuh perhatian pada mereka.

*****

Dongdaemun Hall Market, Saturday, 11.55 A.M

Jam sudah menunjukan pukul dua belas kurang lima menit. Dan disini kami bermaksud untuk merayakan keberhasilan kami dalam memenangkan thender untuk bekerjasama dengan beberapa sekolah di wilayah Seoul.

“Selamat untuk kalian semua, terima kasih atas kerja keras kalian. Bersulang!” Kami berseru senang dan saling membenturkan gelas kami masih-masing untuk kemudian menikmati soju.

“Minggu depan Kim Ji Won akan menikah, kita ucapkan selamat. Dan bersulang kembali demi kebahagiaan rekan kita!” Sekali lagi kami bersulang dan menandas soju dengan sekali teguk.

Sejujurnya aku ikut dalam acara pesta perayaan ini bukan hanya karena ingin merayakan kabahagiaan keberhasilan pekerjaan dan rencana pernikahan rekan kami. Tapi juga untuk menghilangkan penat dan pikiran negative akan hubungankku dengan Kim Young Kwang. Sudah dua minggu ini kami bertengkar. Dan sampai hari ini belum ada itikad baik dari kami untuk mau menyudahi acara diam-diam saling tidak mengontak begini. Well, sebenernya aku yang enggan untuk membalas pesannya. Bukannya apa-apa, aku melakukan hal itu bukan tanpa sebab. Aku hanya tidak ingin jika niatku yang sudah ingin akur kembali tidak tercapai karena sifat tempramentalnya.

Young Kwang selalu tidak bisa mengatur emosinya, aku tahu bahwa ia memang protektif. Tapi aku baru sadar jika kadar posesifnya itu terkadang sudah begitu keterlaluan. Seperti pesan yang baru ia kirim 10 menit lalu. Ia terus bertanya dimana keberadaanku. Aku tentu tidak ingin membalasnya. Jika ia tahu aku sedang berkumpul dengan teman-temar kerjaku, terlebih dengan adanya Kang Ji Wook sudah pasti ia akan mengomel parah. Padahal sudah berulang kali kukatakan bahwa Kang Ji Wook hanyalah teman kerja, dan ia hanya pernah beberapa kali memintaku menemaninya untuk membeli hadiah untuk kekasihnya. Catat itu, KEKASIHNYA! Sudah jelas jika Ji Wook memiliki kekasih tapi tetap saja Young Kwang tidak percaya.

Omo Omo….lihat! bukankah itu polisi tampan? Cho Kyuhyun bukan? Astaga, bagaimana bisa ia terlihat begitu mempesona dengan pakaian biasa?” Mataku mengarah pada telunjuk yang mengarah pada sosok pria berprofesi polisi itu.

Dan ucapan Ji Eun benar! Kenapa aku bisa bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi?!

“Sebentar, aku akan menyapanya. Kau mau ikut Min Gi-ya?”

“Untuk apa kau menyapanya segala? Kau bahkan tidak kenal dengannya. Yak! Song Ji Eun, jangan gila!” Dan ocehan panjang lebarku tidak digubrisnya sama sekali. Rekan sejawatku itu justru semakin melangkah dengan semangat ke arah polisi bernama Cho Kyuhyun itu.

“Hei, Song Ji Eun sedang menyapa siapa? Han Min Gi kau kenal dengan pria itu?” Aku berpura-pura tidak tahu saja atas kelakuan bar-bar Ji Eun. Bahkan beberapa teman kami seolah semakin penasaran dengan seseorang yang diajak Ji Eun bicara.

“Min Gi-ya sepertinya Ji Eun sedang mabuk, coba kau ajak dia kemari lagi.” Haish menyusahkan sekali Ji Eun! Dengan berat hati aku melaksanakan apa yang dikatakan oleh manager kami, Lee Young Hee. Dilihat dari sini sepertinya memang Ji Eun sedang membuat ulah, benar-benar wanita itu.

Annyeong hasseyo…aku minta maaf sudah mengganggu waktu kalian. Temanku sepertinya sedang mabuk.”

Andwae! Aku tidak mabuk! Yak Han Min Gi, dia ini Cho Kyuhyun. Benar bukan? Kau si polisi tampan itu?”

“Dia kenalanmu Kyuhyun-ah?”

“Tid-“

“Bukan-bukan! Temanku ini hanya sedang mabuk, tolong jangan dengarkan ocehannya. Sekali lagi maaf telah mengganggu kalian. Ayo Ji Eun-ah.”

“Tunggu dulu! Apa sebelumnya kita pernah bertemu?” Itu suara Cho Kyuhyun, semoga dia melupakan wajahku.

“Kau salah kenal mungkin. Aku sama sekali tid-“

“Jadi kau disini sedang bersenang-senang dengan para pria? Bagus sekali Han Min Gi!” Kim Young Kwang!!! Kenapa dia bisa ada disini?

Oppa? Bagaimana bisa kau ada disini?” Siapa saja tolong cubit aku! Bangunkan aku dari mimpi buruk ini.

Eoh Young Kwang-ssi wasseo! Kukira kau tidak akan datang.” Song Ji Eun! Sudah pasti Young Kwang akan menghubungi Ji Eun ketika aku tidak merespon semua panggilan ataupun pesannya.

“Jadi siapa diantara pria ini yang sudah kau rayu, hah?!”

Oppa….a…aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu.” Demi Tuhan aku tahu Young Kwang pria yang sangat beremosi. Tapi haruskah ia mengeluarkan amarahnya disini? ditempat umum dan merendahkanku di depan orang asing.

“Kau sama sekali tidak berniat untuk memperbaiki hubungan kita. Kau menolak semua panggilanku. Jadi apa namanya jika kau sudah berpaling ke lain hati???”

Oppa…kumohon jangan seperti ini.” Mati-matian aku menahan tangis. Aku benar-benar sudah dipermalukan oleh pria yang sudah kujadikan kekasih selama 3 tahun ini. Dia benar-benar menyakitiku.

Cheogi….aku tahu ini bukanlah urursanku. Tapi ada baiknya jika kau tidak mengeluarkan emosimu didepan public seperti ini. Terlebih hal itu menyangkut wanitamu sendiri.” Kyuhyun berbicara. Walaupun aku tidak melihat wajahnya, namun aku tahu jika ini adalah suara dari polisi itu.

“Apa masalahmu? Apa kau pria yang sudah merebut Han Min Gi dariku? Berani sekali ka-“

Oppa cukup! Cukup untuk semua ini. Kita berakhir disini.”

“A…apa?”

“Kau tuli? Kubilang kita berakhir disini, sekarang juga!” Aku memberanikan diri menatap kedua mata tajamnya. Setelah itu, aku memapah Ji Eun menuju rekan-rekanku tanpa mengindahkan perih yang mulai bersemayam di dada. Oh Sial, kuharap air mataku tidak tumpah ruah disini.

“Young Hee oppa, kumohon antar Ji Eun pulang. Aku pamit lebih dulu.”

“Kau baik-baik saja Min Gi-ya?” Young Hee oppa dan beberapa rekan kerja memandangku prihatin. Tsk, aku yakin mereka melihat semua yang baru saja terjadi antara aku dan Young Kwang.

Aku mencoba tersenyum, walau pada kenyataannya hanya senyum getir yang hanya mampu kusuguhkan pada semua rekan kerjaku. “Aku baik-baik saja, aku duluan.”

*****

Aku terus melangkah tanpa tahu kemana arah tujuanku. Yang saat ini kuinginkan hanyalah berlari, menumpahkan semua rasa sesak dan sakit hati ini. Aku mungkin terlalu gegabah mengambil keputusan tadi, dimana pada akhirnya aku harus menyerah pada pria yang sudah 3 tahun ini menemani hari-hariku. Aku sadar dengan semua yang sudah terjadi, dan kuharap keputusan yang kuambil sudah benar.

Semua manusia memiliki toleransi dan batas kesabarannya masing-masing. Dan untuk kasus ini, kurasa aku sudah tidak sanggup lagi menoleransi semua sikap Young Kwang, bahkan batas kesabaranku sudah habis untuk menghadapi keegoisan dan emosionalnya.

“Jalanmu cepat juga nona, kau mantan atlit lari atau bagaimana?” Sebuah gelas kertas berisi latte tersuguh didepan mataku. Siapa yang menawariku minuman ini?

Dan setelah mendongak, bak tersambar petir disiang bolong….aku harus menerima kejutan ketika sosok polisi bernama Cho Kyuhyun muncul di depan wajahku.

“Apa yang kau lakukan disini?” Kataku ketus. Maaf-maaf saja jika aku harus beramah tamah pada orang menyebalkan ini! aku bukanlah wanita yang munafik yang akan tersenyum malu-malu ketika diajak bicara oleh pria asing tampan.

“Entahlah…anggap saja aku sedang mengikuti naluriku.” Apa maksudnya?

Merasa tidak dapat jawaban dariku, pria ini kembali berujar. “Bisakah kau menerima gelas ini? tanganku sudah pegal karena terus menyodorkannya kehadapanmu.”

“Aku tidak butuh minuman ini.”

“Ya, kau butuh.” Pria ini menarik tanganku dan membawa latte itu untuk kupegang.

Setelah beberapa detik, si Kyuhyun ini kemudian mengambil tempat disampingku untuk ia duduki. “Aku mengerti jika kau sedang sangat sedih. Tapi kupikir tidak ada gunanya untukmu menangisi pria brengsek macam pria itu.”

Pandanganku sontak mengarah ke samping, tepat kesisi wajah pria bermarga Cho ini. ”Jangan ikut campur!”

“Oh tidak sama sekali. Maaf jika aku menyinggung perasaanmu. Sebenarnya aku hanya ingin menghiburmu saja. Kau jangan merasa aneh ya, aku bahkan tidak mengerti mengapa aku bisa begitu peduli pada orang asing. Ya, anggap saja ini adalah naluri alamiahku akan pekerjaan yang sedang kujalani.”

“Polisi senang membantu orang lain, begitu maksudmu? Ah, apa kau sedang menjalankan pekerjaanmu saat ini?”

Dia tersenyum sebelum membalas ucapanku, “sebenarnya aku sedang libur untuk 2 hari kedepan. Namun pengecualian untuk hari ini, aku mau untuk membantu orang lain yang sedang terkena kejahatan cinta.”

Aku tertawa pelan tanpa kusadari. Kata-kata terakhir yang diucapkan polisi ini cukup menggelitik perutku. “Kau tertawa? Ya, itu terlihat lebih baik.”

Secara mendadak tawa pelanku terhenti.

“Kita bukan orang yang saling mengenal. Jangan berlagak sok akrab denganku.”

“Jika begitu biar kuperkenalkan diri, aku Cho Kyuhyun. Dan kau?” Tsk, aku sudah tahu namanya ketika di kantor polisi tempo hari!

“………………….” Aku diam, enggan memberitahu namaku.

“Hem, Han Min Gi bukan? Aku ingat ketika pria itu menyebut namamu tadi.”

“Kau tidak terlihat seperti polisi? Kemarin-kemarin aku merasa kau begitu dingin, kaku, dan….menyebalkan.” Ups, maafkan kelancangan mulutku yang tidak bisa di control ini.

“Semua orang akan menilaiku begitu ketika mereka melakukan kesalahan.”

“Ya  kau benar. Tapi dalam kamusku, aku memiliki masalah tersendiri dengan polisi lalu lintas.”

“Oh ya? kenapa memangnya?” Perasaanku saja, atau aku yang memang merasa begitu terpancing untuk meladeni ucapan si pria menyebalkan ini. Tapi tunggu dulu! Sepertinya aku melupakan sesuatu.

“Astaga! Matic ku tertinggal di kedai itu!” Haruskah aku menjadi seseorang yang teledor di waktu yang tidak tepat ini?

“Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menghubungi rekanku untuk mengangkut motormu. Kau bisa mengambilnya dikantor distrik setempat. Tapi mungkin agak sedikit tidak menyenangkan, karena motormu akan di usut sebagai kendaraan yang berparkir liar.”

“Setidaknya matic itu berada ditempat yang aman. Terima kasih by the way.” Dan Kyuhyun hanya mengangguk seraya tersenyum.

Tidak mau terlalu lama berada disituasi ini, aku lebih memilih beranjak untuk pergi ke tempat lain.

11043003_792114374214813_1193167314253600148_n

“Aku pergi dulu. Terima kasih atas bentuanmu sebelumnya pak polisi.” Kyuhyun sendiri hanya mendongak dengan tampang terkejutnya. Mungkin karena aku yang tiba-tiba berdiri dan pergi berlalu dari sisinya.

*****

Entah kemana tujuanku saat ini. Terus terang aku hanya ingin mengikuti naluriku untuk pergi kemana saja asal menghilang sementara dari hiruk pikuk Seoul. Aku hanya tidak ingin pulang dan menangisi semua yang telah terjadi. Apalagi jika bertemu kedua orang tuaku dan menceritakan semua yang sudah kulakukan pada Young Kwang. Tidak!!! Aku belum siap membuat kedua orang tuaku kecewa atas berakhirnya hubungan dengan calon tunanganku.

Menghela napas perlahan, setelah puas memandangi pemandangan diluar kaca, kepalaku mulai mengarah kesisi kiri. Namun disaat itu juga rasanya jantungku harus dibuat bertalu cepat, saking terkejutnya. Heol! Sejak kapan pria ini duduk disebelahku?!

“Pemandangan diluar bagus ya? kelihatannya kau nyaman sekali memandanginya sedari tadi.”

“………………………….” Aku hanya mampu diam, masih terkejut dengan apa yang saat ini kudapati.

“Han Min Gi-ssi, kau mau kemana?”

“Sedang apa kau disini?!” Oh ayolah, aku tahu pasti jika ia tengah membuntutiku! Menaiki kereta bawah tanah dan duduk tepat disampingku. Apa lagi namanya jika bukan menguntit!

Dia menggaruk tengkuknya sebentar sebelum kembali berujar, “Kita ke Sejong saja, bagaimana? Hanya memakan waktu 90 menit. Akan kutunjukan beberapa tempat bagus disana.”

Lagi! Aku dibuat meolongo bak kambing tuli oleh pria ini! hei, bukan itu jawaban yang kumau!

“Dengar-“

“Kau tidak memiliki tempat tujuan bukan? Untuk kali ini aku akan bermurah hati menyediakan waktu ku untuk orang yang sedang patah hati.”

“APA??!”

“Kudengar orang yang patah hati bisa melakukan hal diluar nalar. Kupikir bagus untukku melayani masyarakat ditengah waktu liburku. Kita bisa menghabiskan waktu bersama sebagai teman, bagaimana?”

“Kenapa kau bisa ada disini???”

“Ssst!  Jangan teriak-teriak. Kau ingin semua orang berpikir jika kita sedang berbuat macam-macam?”

“Yah! Kau in-“

“Sudah sampai! Ayo turun, kita akan melanjutkan perjalanan ke Sejong dengan menaiki kereta Mugunghwa.” Butuh waktu 60 menit dari stasiun Seoul ke stasiun Jochiwo yang kini kusambangi. Apa aku melamun selama itu hingga tidak sadar waktu?

“T….tunggu dulu.” Dan pria ini hanya menganggap ocehanku bak angin lalu saja. Karena sekarang ia terus menuntun tenganku untuk keluar dari gerbong dan berganti menaiki kereta Mugunghwa menuju Sejong.

To be continued….

*****

Suka sama cerita baru ini? Semoga iya he he. Part terakhirnya bakal saya publish ASAP! Jadi, see u soon yeorobeon 😀

 

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

14 thoughts on “Break the Police [Two Shot]

  1. wahh aku juga sama tuh kyak mingi, benci polisi karena pernah ditilang di tempat yg gk seharusnya nilang!

    Iya kali klo polisinya ganteng macem Kyuhyun bakal seneng yaaa~
    Suka banget, ceritanya ringan dan asik..

    di tunggu part selanjutnya~~

  2. Cho kyu keren bgt jd polisi dia bisa jd tegas dan dingin jika sedang tugas tp bisa jd teman yang baik disaat libur kayanya pak polisi ganteng lg kepincut han min gi sampe orang se dingin dia jd orang yg kepo dan cerewet

  3. woah.. keren.. keren.. ceritanya beda bgt.. kyu jd police.. hm..jarang” police segitu care nya sm cewe terkecuali tu cw kece bgt^^ tp rezeki dh u min gi

  4. Mentang2 mau wamil, d jadiin polisi deh.
    Hahahaa….
    Low gt mah tambahin j sekalian cogan yg lg wamil *read Siwon CS*😁
    Biar komplit gt..
    Trs ntar low d razia, q bakal dengan senang hati deh kena tilang sm mereka.😘

  5. Awas loh Min Gi !!
    Jangan suka ngomong sembarangan. Nnti tiba2 kepincut sama Police Cho gmna ?? 😄😄
    Tapi boleh jg tih polisi Kek gtu 😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s