Posted in KyuGi, Romance, Sad, Uncategorized

Break the Police – End [Two Shot]

BTP

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun & Han Min Gi

Genre :  Romantic

Rate : PG 17

Enjoy the end of this part 😀

Sejong, South Korea

“Kita sudah sampai sejauh ini dan kau memilih jimjilbang sebagai destinasi utama mu?!”

Menyampirkan helaian rambutku sebentar kebelakang telinga. Kali ini aku tidak bisa diam saja mendengarkan pria yang baru kukenal sebagai seorang polisi ini terus mengoceh.

“Aku punya 3 alasan mengapa aku tidak ingin menerapkan semua ocehanmu.” Dengan tiba-tiba aku berbalik menghadapnya dan sontak hal itu membuat langkah Kyuhyun seketika terhenti.

“Pertama, aku membutuhkan tempat yang bisa membuat pikiranku tenang. Kedua, aku tidak ingin ditemani oleh siapapun. Dan yang ketiga, kita tidak saling mengenal jadi berhentilah seolah-olah kita ini adalah dua orang yang akrab!”

“Wow, ini…..adalah kalimat terpanjang yang kudengar dari mulutmu hari ini.” Hari ini dia bilang? Ah tempo hari aku juga pernah berbicara ketus seperti ini ditempat kerjanya.

Dan tanpa mau mendengar ocehan orang asing ini, aku segera melangkahkan kaki memasuki jimjilbang.

Sudah lebih dari 15 menit aku berdiam duduk diruang bersauna ini. Mendapati banyak miss called dari Young Kwang, membuatku dirundu kebimbangan kembali. Mungkinkah oppa menelpon karena ingin memperbaiki hubungan kami? Terus terang saja, saat ini rasanya seperti hanya ragaku yang diam bermandikan keringat, namun kenyataannya pikiranku melanglang buana ke suatu tempat.

Menegakkan tubuh, mataku mulai menyisir ruangan bersuhu panas ini. Ada beberapa orang yang sedang melakukan sauna juga, ada dua orang wanita paruh baya, sepasang kekasih yang tengah duduk seraya saling menggenggam tangan, dan….pria ini LAGI?!

“Akh panas sekali, kurasa sudah cukup. Ayo sayang.” Pasangan pemuda pemudi dihadapanku sudah beranjak untuk keluar ruangan, yang kemudian diikuti oleh para wanita paruh baya.

Sekarang, hanya ada aku dan si Cho Kyuhyun disini. Geez…menyebalkan! Lebih baik aku keluar saja.

Berjalan dengan keadaan yang lebih segar, aku melirik ke beberapa sudut dimana ada tempat yang kosong untuk ku beristirahat. “Apa karena hari ini akhir pekan, sehingga tempat ini menjadi ramai.”

“Ambil ini.” Kurang dari 3 menit aku mendapatkan tempat singgah untuk beristirahat, tahu-tahu sebuah mangkuk berisi beberapa telur rebus dan sebotol limun tersaji dihadapanku.

“Cepat ambil!” Perintahnya ketika mendapatiku hanya terbengong bingung dengan pria tinggi ini. Dan pada akhirnya aku hanya bisa mengambil kudapan tersebut dengan setengah hati.

“Apakah pikiranmu sudah lebih baik.”

“………….”

“Kau bisu? Mendadak tidak punya mulut untuk berbicara?” Baiklah, ini sudah cukup. Sebenarnya aku benar-benar bingung dengan tujuan pria ini membawaku ke kota ini. Dan lagi, baik sekali ia mau menghabiskan waktu liburnya dengan wanita patah hati sepertiku.

“Aku ingin bertanya padamu.”

“Katakan saja, aku akan menjawab.” Katanya cepat untuk kemudian menyesap limun miliknya.

“Apa tujuanmu mengikutiku? Kau tidak memiliki niat yang buruk padaku bukan?”

Sejenak ia tertawa pelan untuk kemudian menjawab pertanyaanku. “Kau wanita yang cukup berhati-hati, bagus sekali! Dan untuk pertanyaanmu itu, aku sama sekali tidak memiliki maksud buruk padamu. Tidak tahu kenapa, aku hanya ingin mengikuti naluriku. Seperti apa yang telah kukatakan sebelumnya, anggap saja aku sedang menjalani pekerjaanku dalam menyelamatkan seseorang yang patah hati. Survey membuktikan, seseorang bisa melakukan apa saja hanya karena patah hati, dan itu benar adanya.”

“Woah! Kau benar-benar pria yang suka berbicara.”

“Benarkah? Mungkin karena itu adalah bagian dari pekerjaanku.” Polisi yang cerewet, begitu maksudnya?

“Kau pernah merasakan apa yang kualami ini? hingga dengan mudahnya pria sepertimu mau menghabiskan waktu libur dengan wanita yang sedang patah hati.”

Ada senyum getir yang kulihat ketika ia mendengar semua penuturanku. “Insting seorang guru memang selalu tepat. Aku seperti seorang siswa yang sedang ketahuan memiliki masalah.”

“Darimana kau tahu pekerjaanku???”

“Kartu tanda pengenalmu.” Ah, pantas saja. Pada malam itu ia memang sempat meihat kartu identitasku.

“Boleh aku tidak menjawab pertanyaanmu yang sebelumnya? Ini agak sedikit memalukan jika pria berkata jujur karena pernah merasakan patah hati.” Secara reflek aku tertawa mendengar pengakuan tersiratnya.

“Baiklah.” Aku tidak tahu bagaimana penilaianku pada pria ini. Namun untuk kali pertama dalam keadaan diluar pekerjaan, ia seseorang yang cukup baik. Jadi untuk seterusnya, haruskah aku mengizinkan diriku sendiri untuk mau ditemani olehnya? Wanita yang patah hati memang selalu plin plan.

“Kau boleh menghabiskan telur ini. Kudengar wanita yang patah hati memiliki nafsu makan yang lebih besar.”

“Akan kuhabiskan telur dan limun ini, terima kasih.” Dia mengangguk dan kembali menyesap botol limunnya.

“Ngh….kau punya tempat bagus yang bisa ku kunjungi?” Aku benar-benar sudah mengizinkan pria ini untuk menemaniku?! Sulit dipercaya, ini bukan seperti Han Min Gi yang akan dengan mudahnya bersikap terbuka pada seseorang yang baru dikenal. Apalagi pada seorang pria.

“Aku punya tempat yang bagus. Kita akan berkunjung kesana setelah makan siang, atau….makan sore mungkin?” Ia melihat sebentar pada jam dinding yang menggantung di ruangan ini. Sudah pukul 4 lewat 15 menit rupanya, waktu benar-benar tidak terasa.

*****

Sejong Park Lake, 17. 20 PM

Mendengar penuturan Kyuhyun yang ingin pergi berlibur dan jauh dari hiruk pikuk kota Seoul, membuatku mau tak mau mempercayainya. Berulang kali ia menawari diri sebagai seorang teman, dan mungkin itu akan terkesan lebih baik ketimbang aku pergi bersama seorang stranger. Untuk satu dan lain halnya anggap saja aku sedang pergi berlibur bersama seorang teman. Tanpa mau berdebat lagi, aku menyetujuinya. Ya, anggap saja begitu.

PicsArt_05-17-08.50.05

“Ini?”

“Bagus bukan?”  Sialnya kepalaku mengangguk patuh menyetujui ucapan pria bernama Cho Kyuhyun ini.

Setelah menghabiskan waktu di sebuah restaurant, akhirnya kami bisa mengisi perut kosong kami untuk melanjutkan perjalanan. Kyuhyun sempat mengatakan bahwa ia akan membawaku ke tempat yang indah. Dan harus kuakui bahwa ucapannya itu benar-benar terbukti. Tempat ini sungguh sangat indah.

 “Kau ingin menaiki canoe itu?”

“Ide yang bagus.” Kami akhirnya berjalan menuju canoe yang berada beberapa meter dari tempat kami berdiri.

Kyuhyun cukup tanggap sebagai seorang teman. Dia mau membantuku ketika akan menaiki canoe ini. Dan ditengah danau yang luas, Kyuhyun dengan cekatan mendayung hingga aku merasa bahwa tempat ini benar-benar menakjubkan. Well, aku benar-benar baru tahu bahwa Sejong memiliki tempat seperti ini.

“Hei, ngomong-ngomong aku belum mendapatkan jawaban atas pertanyaanku tadi nona Han.” Kami sadar jika sedari tadi hanya kesunyian dan canggung yang menemani disini. Beruntungnya Kyuhyun cukup tanggap dalam mengatasi ketidak nyamanan ini.

“Pertanyaan yang mana?”

“Mengapa kau memiliki masalah dengan polisi lalu lintas?”

“Ah itu…..Mmm, sejak sekolah menengah atas aku sudah mulai mengendarai sepeda motor. Entah aku sedang sial atau apa. Aku sangat sering ditilang oleh polisi. Padahal jelas-jelas aku selalu menggunakan atribut keselamatan berkendara. Hanya SIM saja yang tidak kupunya.” Jelasku panjang lebar. Herannya, si Kyuhyun ini begitu antusias dalam mendengar keluhanku.

“Aku mengerti. Mungkin kala itu, mereka melihat dari penampilanmu yang terlihat seperti seorang siswi. Lagipula kenapa harus mengendarai motor untuk berangkat sekolah? Kau bahkan bisa menggunakan transportasi umum.”

“Rumahku cukup jauh dari sekolah. Akan lebih menghemat waktu jika mengendarai sepeda motor ketimbang menunggu bus dari halte ke halte.” Kyuhyun hanya mengangguk paham atas jawabanku.

“Jadi intinya kau sangat membenci seorang polisi.”

“Polisi lalu lintas, ya!” Ups! Seketika segera kututup mulut ini. Kecerobohanku kembali dimulai. Bagaimana aku bisa mengatakan hal itu pada seorang polisi langsung.

“Ha ha ha ha…kau polos sekali. Benarkah kau seorang guru? Aku jadi tidak yakin.” Hei!  Dia sedang mengejekku ya?!

“…………….”

“Kita menepi ya, langit sudah hampir gelap.” Seperti seekor anak ayam, aku hanya patuh dan mengekor saja pada pria yang baru kukenal ini.

Kami berjalan beriringan. Tidak tahu akan kemana lagi. Disini aku hanya terus mengikuti langkah Kyuhyun walaupun terkadang rasa was-was menemani langkahku. Bukannya apa-apa, meskipun Kyuhyun bersikap baik dengan alasan-alasan masuk akalnya yang mau menemaniku. Tapi tetap saja aku harus merasa waspada pada orang asing yang baru beberapa jam ini menawarkan diri menjadi temanku.

“Kau tahu, tempat ini memiliki banyak fasilitas selain banyak jalur berjalan-jalan dan padang rumput. Beberapa fasilitas yang bisa kau coba adalah tempat berkemah, arena mendaki, dan pavilion.”

“Benarkah?”

“Ya, ada tempat untuk memasak, rumah hutan, dan fasilitas untuk berolahraga juga.”

“Kau benar-benar seperti seorang pemandu, jauh dari kesan seorang polisi.”

“Aku bisa menjadi apa saja asal kau tahu.” Dan kami hanya mampu tertawa bersama. Kyuhyun cukup pandai dalam bersosialisasi.

“Sepertinya sedang ada olahraga senam disini.” Kami mendapati sebuah ruangan yang kuyakini sebagai ruangan olahraga. Disini begitu luas dengan adanya beberapa tempat gym, lapangan basket, dan beberapa ruangan besar disampingnya yang kuyakini sebagai tempat senam. Aku sangat yakin karena terdengar suara music yang begitu nyaring dari sini.

“Han Min Gi kemari!” Kyuhyun menarik tanganku untuk kemudian tiba-tiba ia menggerakan tubuhnya mengikuti irama dan gerakan dari sang instruktur senam.

“Kau pandai melakukan gerakan senam.” Dia hanya tersenyum dan tiba-tiba maju kedepan untuk semakin menggerakan tubuhnya dengan cukup lentur. Karena hal ini, untuk beberapa saat aku melupakan identitasnya sebagai seorang polisi.

PicsArt_05-10-07.33.47

Hampir 20 menit kami menghabiskan waktu untuk berolahraga di petang hari. Namun tidak bisa kupungkiri bahwa ide Kyuhyun dalam membuat tubuhku segar patut kuacungi jempol. Aku bukan tipe orang yang rajin berolahraga, jadi ketika mendapati waktu seperti ini tentu tidak akan kutolak. Ya, setidaknya tubuhku bisa merasakan kembali kelenturannya.

“Lelah?”

“Sedikit. Astaga hanya senam seperti ini saja bisa membuat napasku tarik ulur begini.”

“Mungkin karena kau bertambah tua.”

“Kau meledekku?” Aku menyembunyikan tawa yang kutahan untuk tidak menyinggung perasaan Kyuhyun. Tapi dilihat dari sini, wajahnya begitu lucu. Percampuran antara lelah dan kesal karena perkataanku.

“Kita mandi dulu, bagaimana?” Mataku membelo besar dengan penuturannya. Ajakan macam apa itu?

“Kau mengajakku untuk apa barusan?”

“Mandi. Kau tidak merasa lengket? Disini disediakan kamar mandi umum. Kita bisa membeli pakaian di stand sebelah sana.”

“Tsk, kukira apa.” Aku mendumel pelan bak berbisik.

“Kau bicara sesuatu?”

“Tidak. Ayo…” Kuajak ia untuk menuju stand penjualan pakaian berupa kaus wisata bertuliskan Sejong (Korea Tourism Organization). Dan setelahnya kami berpisah untuk membersihkan diri.

—–

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Setelah kami mandi, Kyuhyun membawaku untuk melihat air mancur musical yang letaknya tidak jauh dari Taman danau Sejong. Disana kami tidak hanya melihat air mancur yang bergerak bak saling menari indah, tapi kami juga menghabiskan waktu untuk saling mengobrol. Walaupun tema obrolan kami hanya ocehan ngalor ngidul, setidaknya aku tahu bahwa Kyuhyun bukanlah pria yang membosankan. Dia pandai mencari topic obrolan.

“Kau merasa lebih baik?” Aku tahu maksud obrolannya mengarah kemana.

“Lumayan.” Ucapku jujur.

“Kau pasti merasa sangat tidak nyaman bersamaku.”

“Awalnya begitu. Tapi logika ku mengatakan bahwa seorang polisi tidak mungkin melakukan hal jahat. Benar bukan?”

Tersenyum sebentar, Kyuhyun menjawab pertanyaanku. “Polisi ya? hem kuharap memang tidak ada polisi yang nantinya akan berbuat jahat.”

“Maksudmu?”

“Bukan apa-apa. Ekhm, kau tidak mau mengangkat panggilan ponselmu?” Melirik ponsel yang sedari tadi kugenggam, ternyata sedari tadi Kyuhyun sadar jika androidku terus bergetar.

“Biarkan saja. Aku sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan pria itu.”

“Apa sebegitu fatalnya kesalahan kekasihmu? kukira kalian bisa membicarakannya kembali, tanpa perlu memutuskan untuk berpisah.”

Aku melirik wajah Kyuhyun, menangkap bagaimana ekspresinya ketika mengatakan hal sedemikian padaku. “Kesabaranku sudah habis dalam menghadapinya Kyuhyun-ssi. Aku tidak mau menjadi orang yang munafik lagi dengan terus bertahan sementara hatiku tersiksa karena sikap dan sifatnya.”

“Sikap dan sifat ya? cukup krusial juga masalahnya. Bagaimanapun juga jika menyangkut dua point itu, dia harus mau berubah.”

“Dan untuk beberapa tahun kami bersama, nyatanya dia tetap tidak bisa berubah.”

“Aku mengerti. Setidaknya kau harus mau ikhlas dengan keputusanmu sendiri. Dan yang paling penting, jangan pernah merasa menyesal atas apa yang telah kau putuskan.”

Aku tersenyum miris mendengar penuturannya yang satu itu. Tidak tahu kenapa rasanya begitu mendalam, dan aku takut jika apa yang telah kuputuskan justru menjadi boomerang. Aku tidak mau menyesali keputusan itu. Sudah cukup! aku tidak mau membahas topic tentang hubunganku bersama Young Kwang lagi.

“Kau sendiri? apa kau memiliki cerita yang begitu menyedihkan sampai memiliki hasrat untuk menemani seseorang yang patah hati begini.”

Kyuhyun mendongakan wajahnya ke atas, melihat hamparan bintang-bintang dilangit sana. “Aku sangat paham dengan perasaanmu. Itulah kenapa aku merasa perlu untuk menghiburmu, walaupun kenyataannya kita hanyalah seorang stranger.”

“Oh ya? seberapa tahu?” Terus terang aku mulai penasaran dengan cerita pria ini.

“Rasanya menyebalkan. Sampai membuatku hanya ingin sendiri untuk waktu yang sangat lama. Dan percayalah, merenungi apa yang sudah terjadi tidak akan mengembalikan apapun. Itu hanya membuatmu menjadi seseorang yang tidak berguna.”

“………………..”

“Hingga tanpa kau sadari diluar sana masih ada seseorang yang pantas untuk dirimu ketimbang dia yang mati-matian kau tangisi.” Kyuhyun menengok kearahku dengan pandangan datarnya. Pandangan yang pernah kulihat ketika ia sedang bertugas dilapangan tempo hari.

Ada rasa yang tidak bisa kugambarkan ketika pandangan kami bertemu. Namun aku yakin, membicarakan hal ini telah membuat luka lama Kyuhyun terbuka kembali.

“Kau tidak menyesal ‘kan atas apa yang telah terjadi dengan….yang lalu?”

Kyuhyun kembali menelengkan kepalanya kearahku. Bedanya kali tidak ada tatapan datar, justru ia menampilkan senyum manisnya. “Tidak sama sekali. Justru bagus ketika aku mengetahui kecurangannya ketika kami belum menikah.”

Menikah? Dia….pernah diselingkuhi oleh tunangannnya? Begitukah?

“Cinta itu seperti bola basket ya? kau harus pandai menangkapnya, men-dribble nya sebaik mungkin agar tidak dicuri orang. Dan memasukannya kedalam ring untuk mencapai tujuan, sampai  akhirnya kau bisa menjadi pemenang.”

“Walau banyak rintangannya, tapi tetap saja kita mati-matian berusaha untuk terus memenangkannya.” Kyuhyun ikut menimpali kiasanku. Entah kenapa tiba-tiba aku memiliki kiasan macam itu. Semuanya hanya keluar begitu saja dari pikiranku.

“Iya!  Kau akan senang jika sudah memasukan bola itu ke dalam ring.”

“Hei! Aku jadi ingin bermain bola basket. Kau bisa memainkannya Han Min Gi?” Kenapa Kyuhyun jadi bersemangat begini?

“Bisa, tapi tidak bisa dikategorikan ahli. Tapi tunggu dulu….kau tidak berencana untuk mengajakku bermain basket bukan? Di malam hari begini?”

“Kenapa tidak? Kita kembali ke Taman danau Sejong. Mereka akan tutup pukul 11 malam. Ayo cepat!” Tubuhku ditarik paksa dari kursi ini. Ia terus menggenggam tanganku untuk dibawa ke tempat wisata itu kembali.

*****

Sejong Park lake, 21.55 PM

“Yang kalah akan menuruti 1 permintaan yang menang, deal?”

“Boleh! Kau harus mempersiapkan diri untuk menjadi ajudanku tuan Cho.”

“Oh please. Kau terlalu percaya diri sekali nona manis.” Tantangan Kyuhyun membuatku tergoda. Oh maaf-maaf saja jika ia berpikir aku akan kalah. Ia seharusnya tahu arti dari kalimat ‘girl’s power’ dengan begitu ia tidak perlu merendahkanku yang sedari tadi menolak keras untuk menemaninya bermain basket.

Dihadapanku kini, Kyuhyun sudah begitu siap. Ia melepas kausnya dan hanya meningglkan kaus dalam putih dan celana jins hitamnya. Bolehkah aku jujur? Disini ia terlihat begitu panas. Walaupun tubuhnya tidak berotot layaknya para artis atau idol kebanyakan. Tapi ia memiliki otot bisep yang pas disetiap tempatnya. Hei jangan berpikiran yang macam-macam dulu. Aku adalah wanita dewasa, jadi pantas bukan jika aku bisa menilai fisik dari lawan jenisku.

“Bersiap? Mulai!”

Kami bermain dengan begitu serius. Tidak tahu mengapa kami begitu bersemangat dalam menjatuhkan lawan masing-masing, padahal semua ini hanyalah permainan basket biasa tanpa embel-embel memenangkan juara nasional.

“Masuk!” Ya baiklah, satu angka untuknya. Hanya satu!

Lagi aku mulai men-dribble semampuku untuk kemudian berlari menjauhi Kyuhyun, dan….masuk!

“Satu sama.” Kataku mencibirnya.

“Kau lumayan juga.” Kyuhyun tersenyum miring, hei senyum culas apa itu. Baru pertama kulihat, tapi kenapa senyuman itu begitu manis untuknya.

Dan terus kami memainkan olahraga ini dengan begitu serius, hingga skor mencapa 5-6. Oh sial aku tertinggal 1 angka. Jika sudah begini aku harus mengeluarkan girl’s power. Kami berdiri berhadapan sebelum Kyuhyun melempar bola keatas. Namun dengan cepat aku melepas kausku dan hanya menyisakan tank top putih untuk menutupi tubuh atasku. Kau akan lihat Kyuhyun, aku tidak mau kalah oleh polisi sepertimu.

Meneguk ludah setelah melihat aksiku, Kyuhyun kemudian mengarahkan wajahnya untuk menatap mataku. “Apa lihat-lihat? Kau tidak mungkin terpesona olehku bukan. Jadi mari….kita selesaikan permainan ini.” Ucapku untuk kemudian melempar bola ke atas dan menangkapnya kembali.

—–

Kami berbaring dengan nafas saling memburu. Bermain basket seperti ini cukup menguras tenaga. Lihat saja sekarang bagaimana aku harus menghela dan mengeluarkan nafasku karena rasa letih ini.

“Kau cukup hebat. Aku tidak menyangka jika kau lumayan pandai dalam bermain basket.” Ucap Kyuhyun dengan napas tersengal-sengal.

“Mungkin karena aku sangat ingin mengalahkanmu.”

“Dan kenapa kau sangat ingin mengalahkanku?” Deg! K…Kyuhyun, kenapa dia bisa seenaknya saja bangun dan membalikan badan seraya menatapku dari atas sini.

Ini…perasaanku saja atau ia memang memiliki wajah yang tampan? Apalagi rambut yang setengah basah dan wajah yang masih sedikit berkeringat itu membuat pesonanya bertambah berkali-kali lipat.

Tap…tap…tap…

“Sudah kubilang bahwa semua ruangan sudah kosong. Kenapa kau tidak percaya sekali?”

“Aku mendengar suara dari lapangan basket. Jadi aku hanya ingin memastikan saja hyung.”

“Security gedung. Ayo cepat kita sembunyi.” Dia benar! Aku bahkan tidak mau dua security itu menangkap kami yang masih berkeringat begini. Terlebih pakaian kami yang hanya berbalut jins hitam dan kaus dalam saja.

“Kita mau kemana?”

“Ke ruang ganti saja. Aku yakin mereka tidak akan sampai mengecek ke dalam sini.” Aku mengangguk patuh masih dengan tangan saling terkait dengan Kyuhyun.

Kyuhyun menutup pintu ruangan dengan hati-hati dan kami mulai bersembunyi disalah satu bilik. Dan sialnya kenapa lagi-lagi aku harus dihadapkan dengan wajahnya yang begitu dekat! tidak tahukah ia bahwa jantungku selalu berjoging hebat begini. Oh Tuhan semoga ia tidak mendengar suara detak jantungku.

“Kau….” Pandanganku yang semula hanya melihat kearah bawah, kini mulai menatap wajah tampannya.

“Kyuhyun, ini….kurasa kita terlalu dekat. Bisakah-“ Tuhan….kenapa ia justru makin mempersempit jarak diantara kami.

“Aku suka dengan aromamu.”

Dan bagai tersihir oleh ucapan dan tatapannya. Kini perlahan wajah kami semakin mendekat, hingga hidung kami saling bersentuhan. Lebih parahnya lagi, Kyuhyun mulai menyatukan bibir kami. Ya Tuhan, kenapa aku tidak mau menghindar, padahal sudah sangat jelas bahwa Kyuhyun ingin menciumku.

Oh baiklah Han Min Gi, kau mau jadi wanita yang munafik lagi?

Kyuhyun memeluk pinggangku untuk semakin menempelkan tubuh kami satu sama lain. Tangannya mulai mengelus pinggangku dengan sangat lembut disana. Dan aku….menyukai sentuhannya ini.

Bibir kami semakin intens mencium dan mengecap satu sama lain. Seiring ciuman kami yang menuntut, pun jantungku semakin berdisko dibuatnya. Dan seakan naluri ikut berpartisipasi, kini tanganku terangkat seiring dengan jari-jariku yang mulai meremas rambutnya dengan lembut.

Merasa ingin mengimbangi Kyuhyun, aku terus membalas setiap ciumannya dengan serupa seolah tidak dikhawatirkan oleh hal lain. Tidak dengan status kami yang baru saling mengenal, tidak dengan putusnya hubunganku dengan Young Kwang.

Sadar akan butuhnya pasokan udara, tautan bibir kami harus saling terlepas. Tidak berjinjit seperti tadi, kini kakiku sudah berdiri diatas bumi dengan benar. Saling memandang satu sama lain, aku mulai sadar bahwa Kyuhyun benar-benar tengah memfokuskan pandangannya pada wajahku. Ya Tuhan…..bagaimana bisa aku menjadi segugup ini dihadapannya?

“A….aku, itu…Han Min Gi-“ Kyuhyun tiba-tiba membuka suara. Aku sedikit terkejut ketika mendengarnya bicara gugup begini. Dari awal kami bertemu, baru kali ini aku melihatnya gugup dan salah tingkah.

“K…kita hanya terbawa suasana saja, iya kan? J…..jadi tidak usah terlalu dipikirkan.” Sebisa mungkin aku harus bisa bersikap tenang. Ah sesange!! Kenapa jadi seperti ini sih?!

“Kita akan bermalam disini.” Kuarahkan kembali pandangan pada Kyuhyun. Dan pria ini hanya menampilkan wajah datarnya kembali.

Hei sebenarnya dia ini kenapa? Sebentar-sebentar menjadi seseorang yang humble tapi tiba-tiba bisa jadi seseorang yang begitu flat macam ini. Tapi tunggu dulu, dia bilang apa tadi? Malam ini kami bermalam disini?

“Disini kau bilang?”

“Gedung ini sudah terkunci. Jam sudah menunjukan pukul setengah 12 malam. Siapa yang mau membukakan pintu untuk kita?” Ada benarnya juga ucapan dia.

Tak perlu menunggu lama, Kyuhyun sudah membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di ruang ganti ini. D….dia benar-benar tertidur begitu saja? heol! Apa ia bisa bersikap seperti tidak terjadi sesuatu yang besar tadi? Dasar pria! Polisi tengil menyebalkan.

Tsk, benar kata temanku. Polisi itu hanya dilihat seragamnya saja berwibawa. Tapi diluar itu, mereka sama saja seperti pria brengsek diluar sana.

Melirik kursi yang kosong, kakiku mulai melangkah mencapai tempat itu. Mencoba untuk berbaring dan menutup mata, tapi hal itu benar-benar tidak bisa kuterapkan. Aku tidak berbohong jika saat ini aku benar-benar tidak bisa tidur. Sedangkan Kyuhyun sendiri…..dia terlihat sudah begitu nyenyak disana. Ayolah Han Min Gi tutup matamu dan jangan pikirkan apa-apa lagi.

*****

Pukul 6 pagi mataku sudah terbuka penuh dengan rasa kantuk yang masih sedikit menyapa. Melihat ke arah Kyuhyun, pria itu masih disibukkan dengan aktivitasnya dipulau kapuk. Tch, bisa tidur nyenyak juga dia setelah kejadian semalam.

Eoh, handuk siapa ini?” Ketika beranjak untuk bangun dari kursi, handuk putih panjang sudah menutupi bagian dada hingga ujung mata kaki ku. Apa Kyuhyun yang menyelimutiku semalam?

Tidak mau banyak berpikir, aku segera melangkah menuju kamar mandi yang tersedia. Kami harus cepat keluar dari tempat ini sebelum security dan petugas membuka kembali gedung ini.

Menyelesaikan aktivitas mandi hanya butuh waktu 15 menit untukku. Setelahnya aku keluar, namun sesuatu yang mengejutkan tiba-tiba berdiri dihadapanku. Haish, sejak kapan pria ini berdiri didepan pintu kamar mandi?!

“Kau sudah bangun? Sejak kapan kau berdiri disini? kau tidak mengintip ‘kan?”

Hoam! Aku baru beberapa detik berdiri disini. Dan aku masih tahu sopan santun untuk tidak mengintip mandi seorang wanita.” Katanya datar dengan wajah masih mengantuk. Setelahnya ia menyambar handukku dan memasuki bilik kamar mandi yang tadi kupakai. Apa ini? disini tersedia banyak handuk dan kamar mandi! Kenapa harus memakai milikku! Tsk.

Beberapa menit berlalu dan Kyuhyun sudah keluar dengan handuk putih yang menutupi pinggang hingga lututnya. Aku sendiri hanya mampu tersentak takjub melihat tubuh atas telanjangnya dan rambut yang masih setengah basah berdiri dihadapanku. Oh God! He’s  fucking damn hot by the way!

“Disini menyediakan pengering rambut juga?” Gerakan tanganku yang sedang mengeringkan rambut dengan alat yang barusan Kyuhyun sebut terhenti. Omo, semoga dia tidak sadar bahwa aku sedang terpesona olehnya.

“Y….ya.” Jawabku singkat pada Kyuhyun.

Beberapa detik setelahnya kami mendengar banyak suara yang kian mendekat.

“Kau tidak tahu saja, sebenarnya Wong Sun ingin menceraikan suaminya. Tsk, sangat disayangkan jika ia sampai melakukannya.”

“Omo, benarkah?”

“Hei bagaimana dengan arisanmu minggu lalu, kau menang?”

“Kyuhyun-ssi….sepertinya akan ada orang yang memasuki ruangan ini.” Demi Tuhan perasaanku sudah ketar-ketir tidak karuan. Bukan hal yang baik jika kami tertangkap basah menginap diruangan ini. Terlebih penampilan kami sekarang yang baru menyelesaikan acara mandi. Orang-orang bisa mengira bahwa kami sudah berbuat yang tidak-tidak disini.

“Han Min Gi dalam hitungan ke lima kita lari. Tolong bawakan pakaianku.” Kyuhyun mengangsurkan pakaiannya padaku.

“Apa???”

“Satu…dua…tiga…em…lari.”

“Yah! Kau bilang sampai hitungan ke lima.”  Aku hanya mampu mencaci maki pria yang kini menggengam tanganku dengan kuat untuk berlari dari ruangan ini.

Tapi aku baru sadar bahwa Kyuhyun berlari dengan hanya berbalut handuk putih dipinggangnya. Astaga! Kenapa jadi memalukan begini.

“Hei…hei…. Siapa mereka? Sedang apa mereka berada diruang ganti wanita?!!!”

“Akh! Ada pengintip!”

“Security!!!”

“ARGH!!!!!!!!!”

“Kalian yang disana sedang apa?! Apa yang kalian lakukan???” Ini kacau! Benar-benar kacau! Kami harus diteriaki oleh ibu-ibu yang akan berganti pakaian. Juga para peserta senam yang kami lewati saat ini. Sial, kenapa gedung olahraga ini luas sekali.

—–

“Kau gila!”

“Biarkan aku bernapas dan melupakan jatuhnya harga diriku yang terjadi beberapa menit lalu.” Aku mendengus sebal dan hanya bisa melihat kearah depan seraya bersedekap. Well, saat ini kami sedang berada didalam kereta yang akan membawa kami kembali ke Seoul.

“Kenapa kau tidak memakai pakaian dikamar mandi saja sih?”

“Diamlah! kau tidak tahu betapa malunya aku sekarang. Oh sial, semoga tidak ada yang mengenali wajahku tadi.”

Heol, Masih punya malu dan harga diri juga pria ini! berlari disepanjang gedung dengan hanya berbalut handuk putih tentu bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Mengingat kejadian tadi ada sedikit rasa geli juga.

“Ha ha ha ha.”

“Kau tertawa? Yah sesange! Kau seharusnya berduka melihat aku yang dipermalukan begini.” Katanya sewot dengan memasang wajah kesal.

“Ha ha ha, maaf maaf. Tapi aku baru sadar jika tadi benar-benar hal yang lucu. Astaga, neo jinjja daebak!

Kruyuk……

Seketika tawaku terhenti ketika suara perutku yang dengan kurang ajarnya justru berbunyi disaat yang tidak tepat.

“Kau lapar? Woah suara yang merdu.” Dan Kyuhyun hanya bisa tertawa puas melihatku yang semakin menundukan wajah karena terlanjur malu. Ini seperti karma karena aku yang mengejeknya tadi.

“Kita akan makan setelah samapi Seoul. Jadi tahan dulu.” Ucapnya pelan seraya mengusap kepalaku. Atau….mengacak-acak rambutku. Sial sekali si Kyuhyun ini!

*****

Seoul, Sunday 20:15 PM

Cheonggye stream adalah aliran sungai kecil ditengah kota. Tempat ini menawarkan suasana indah dengan jembatan pelanginya yang sangat cocok untuk didatangi pada malam hari. Melihat pergelangan jam dilengan kiri ini, jam sudah menunjukan pukul 8 malam lewat 15 menit. Kenapa waktu selalu tidak terasa seperti ini semenjak aku bersama dengan pria bernama Cho Kyuhyun.

“Aku benar-benar suka dengan pemandangan ditempat ini. Setuju?” Aku menggangguk tersenyum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Kau mau membeli makanan ringan yang lain?”

“Tidak, ini sudah cukup. Ekhm….ngomong-ngomong senin nanti kau akan kembali bertugas di daerah Gwanghwamun.”

“Huum, waeyo?” Ucapnya seraya menyesap es loli.

“Kyuhyun-ssi, kau suka pelajaran bahasa Inggris?” Tanpa menjawab pertanyaannya, aku justru mengawali topic baru.

Dia tertawa garing sesaat untuk kemudian menjawab pertayaanku dengan, “I don’t like English.”

Deg! Kenapa rasanya ada sesuatu yang menyedihkan ketika mendengar jawaban itu. Aku adalah seorang guru bahasa Inggris dan begitu sedih ketika mendengar seorang disampingku justru berkata tidak menyukai pelajaran ini.

“This weekend was very very busy because I did many things. Then, I got the shameful moment with a woman. I felt happy, enjoy, but nerveous.”

Aku terkejut ketika ia kembali menimpali ucapannya dengan berbicara bahasa Inggris.

“Are you sure that you were happy yesterday?”

“I Think.” Katanya membalas pertanyaanku.

“Did you do the activities well?”

“Uum…I Think.” Aku tersenyum mendengar logat bicara dan ekspresi wajah malu-malunya saat ini.

“Wow, lihat! Siapa yang pandai berbicara bahasa Inggris disini.”

Kyuhyun kembali tersenyum, “Aku hanya bisa pelajaran dasarnya saja. Aku lebih suka mempelajari matematika.”

“Geez, itu pelajaran yang kubenci.” Kataku amat pelan.

“Apa?”

“Ah tidak apa-apa. Jadi kenapa kau tidak suka bahasa Inggris tuan Cho?”

“Karena aku harus mampu menghafal banyak vocabulary dan melafalkan aksen beratnya.”

“Begitu? Aku bersedia mengajarimu, dengan begitu kau akan menyukai pelajaran itu.”

“Apa?”

“O…oh bukan apa-apa he he. Wuah air sungainya berubah warna.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah sungai yang kini kutunjuk.

SAMSUNG CSC

Astaga ada apa dengan diriku! Kenapa aku jadi begini. Kyuhyun hanya seorang teman baru, seharusnya aku sadar itu. Tapi kenapa aku merasa sedih ketika ia tidak menyuka hal yang aku suka. Dan parahnya lagi, aku menginginkan dia untuk terus mengisi waktuku.

Oh ini tidak benar. Sadarlah Han Min Gi, dia adalah seorang polisi yang sudah menjadi teorimu untuk tidak jatuh cinta pada seseorang yang berprofesi itu. Tampan atau sangat tampan, sangat anti bagi seorang Han Min Gi untuk menyukai seorang polisi, ingat itu baik-baik di kepalamu!

“Ah micheoso!” Kyuhyun melirikku sebentar dengan menampilkan senyuman meringisnya. Mungkin dia sedang berpikir bahwa aku memang gila karena berbicara sendiri.

“Kau benar-benar tidak suka polisi?”

“Tidak.” Jawabku lesu. Ah kenapa aku harus jadi begini!

“Hem, berarti kau tidak berniat untuk memiliki pendamping yang berprofesi itu ya?”

“………….”

“Dan aku yakin kau pasti akan menolak seorang polisi yang mungkin saja menyukai dirimu.”

“Hem kurasa….tunggu dulu, memangnya ada polisi yang menyukaiku?” Kyuhyun tersenyum dan kembali mengacak-acak rambutku. Tsk, kupikir salah satu hobi pria ini adalah merusak tatanan rambut seseorang.

“Mau kuantar kau pulang? Ini sudah malam.”

“Tidak perlu. Aku akan pulang dengan taxi saja. Dan….terima kasih untuk yang kemarin dan hari ini. Kau sudah banyak membantu dan menghiburku.” Ucapku tulus dan menunduk sopan pada teman baru ini.

“Sama-sama, semangat untukmu. Semoga kau tidak bersedih hati lagi.” Dan kami hanya saling tersenyum serta menjabat tangan untuk mengakhiri perpisahan ini.

“Ah ya, jika kau tidak keberatan. Apakah kau mau berkunjung ke Seoul University tanggal 31 mei nanti, akhir bulan ini? Tapi jika kau sibuk, aku tidak akan memaksa.”

“Untuk apa?”

“Bukan untuk apa-apa. Yasudah kau hati-hati ya. Senang bisa menghabiskan waktu singkat bersamamu Han Min Gi.” Pria ini, kenapa begitu membuatku penasaran. Ah tidak-tidak, aku tidak mau terlibat lebih jauh lagi dengan seorang polisi.

Untuk beberapa alasan aku hanya tidak ingin terlalu menanggapi perasaan semu ini. Mungkin saja rasa nyaman yang kudapatkan saat bersama Kyuhyun hanya karena aku yang baru saja patah hati. Bukankah wanita yang patah hati cenderung sensitive. Bila ada yang seseorang yang baik seharusnya aku tidak perlu menambahkan perasaan didalamnya.

Namun langkahku tiba-tiba terhenti mendengar teriakan Kyuhyun dari tempat kami memandangi jembatan tadi, “Jika bersedia, datanglah jam 1 siang Han Min Gi!!”

 

*****

Two Weeks Later

Semua kenangan perjalan Kyuhyun dan aku beberapa waktu lalu masih terus membayangi pikiranku. Itu adalah pengalaman pertamaku bersama pria asing di kota orang. Terlebih perjalanan kami dibumbui oleh macam-macam hal yang diluar kendaliku. Semua terjadi begitu saja.

Dan kenapa aku harus dipusingkan oleh pria bernama Cho Kyuhyun itu disaat mantan kekasihku terus menerus mencoba menghubungiku. Kyuhyun tidak melakukan apa-apa tapi kenapa dia yang selalu berada di dalam benakku sampai saat ini.

Oh sial, Kenapa aku jadi merasa jahat begini. Disaat Young Kwang mencoba memperbaiki hubungan kami, justru aku yang ingin menjauhi niatannya. Aku benar-benar sudah lelah dengan Kim Young Kwang dan berpisah memang jalan yang benar.

Sungguh, ini semua begitu rumit.

“Kau terus uring-uringan dalam kurun waktu 14 hari ini. Aku tahu kau sedang patah hati karena putusnya hubunganmu dengan Young Kwang. Tapi bukan berarti kau harus jadi pendiam begini. Bersikap biasa hanya didepan murid-muridmu, itu tidak adil!”

“Ji Eun-ah, kau tahu bukan bahwa aku sangat membenci seorang polisi.”

“Kenapa justru trauma mu yang dibawa-bawa kesini. Kita sedang membicarakan masalah perasaan sakit hatimu, bukan rasa trauma mu pada seorang polisi.”

Keuji! Justru itu! dari dulu aku benar-benar tidak suka, bahkan selalu memiliki pandangan negative pada seorang polisi lalu lintas. Aku benar-benar membencinya. Tidak peduli ia tampan atau baik. Semua polisi lalu lintas itu sudah mendapat predikat buruk di dalam benakku.”

“Lalu?” Ji Eun terlihat begitu penasaran dengan kelanjutan ceritaku. Tapi kenapa aku justru membicarakan topic ini pada Ji Eun. Dia bisa berpikir yang tidak-tidak nantinya.

“Aku tidak suka dengan profesi itu.”

Ji Eun diam sejenak setelah mendengar gumamanku. Sahabatku ini tiba-tiba mengarahkan bahuku untuk menghadap kearahnya. “Dengar, kau tidak boleh terlalu benci terhadap polisi lalu lintas. Mereka bersikap menyebalkan karena pekerjaan. Dan lagi, akan lebih gawat jika nantinya kau justru jatuh cinta pada salah satu dari mereka.”

MALDO ANDWAE!”

Keuji!!!! Kau memang sedang jatuh cinta pada polisi. Mengaku padaku?”

Aku berdiri dengan tiba-tiba dan segera mengambil tas ku untuk keluar dari ruang guru.

“Hei kau mau kemana?”

“Pulang. Hari ini aku tidak ada jadwal mengajar. Aku kesini karena ingin mengembalikan modul pada Joo So.” Terhitung dari hari senin murid-murid akhir sekolah menengah atas sedang melakukan ujian masuk universitas atau perguruan tinggi. Untuk itu di hari rabu ini, dimana jadwal mengajar untuk kelas-kelas itu sengaja dikosongkan.

“Ini baru jam setengah dua. Kau tidak mau menemaniku? Melanjutkan ceritamu tadi?”

“Tidak. Aku duluan. Semangat Song Ji Eun.”

Melihat arlojiku, benar kata Ji Eun ini baru jam 13.35 siang. Dan…..tunggu dulu, ini tanggal 31 mei? Tercetak jelas di arloji ku tanggal hari ini.

“Memangnya kenapa dengan tanggal terakhir dibulan mei ini?” Seolah mensugesti diri untuk tidak mengingat ucapan Kyuhyun. Aku terus melangkahkan kaki menuju matic ku.

“Aku mengerti. Setidaknya kau harus mau ikhlas dengan keputusanmu sendiri. Dan yang paling penting, jangan pernah merasa menyesal atas apa yang telah kau putuskan.” Ucapan Kyuhyun tempo hari….kenapa tiba-tiba aku mengingatnya? Apa aku akan menyesal jika tidak merealisasikan keinginanku untuk pergi ke Seoul University?

“Geez, sial! Kau membuatku penasaran saja!”

*****

Seoul University, 15:10 PM

Aku berlari dengan nafas memburu memasuki gedung universitas ini. Astaga, aku tidak tahu harus pergi kemana. Kyuhyun hanya mengatakan jam 1 aku harus ke tempat ini, sedangkan kini aku sudah terlambat 2 jam.

Baru memasuki hall utama kampus mataku sudah disuguhkan oleh banner besar ini. “Welcome back professor Cho Kyuhyun.” Apa-apaan tulisan di banner itu? Cho Kyuhyun nama lengkap Kyuhyun bukan? Lalu untuk apa polisi itu disebut professor?

Cheogi….dimana aku bisa bertemu dengan professor Cho Kyuhyun.” Tanyaku pada salah satu mahasiswa kampus ini.

“Kau bisa bertemu professor Cho dilantai 7. Beliau sedang berada di ruang aula untuk menghadiri seminar.” Tanpa mau menunggu lama, aku segera bergegas menuju lift tempat dimana professor itu berada. Apakah professor yang dimaksud itu adalah Kyuhyun yang ku kenal? Argh, rasa penasaran ini membuatku gila saja!

“Aula…aula…aula.” Itu dia, dilihat dari sini ada sebuah stand untuk merchandise peserta yang mengikuti seminar di dalam ruangan itu.

Aplikasi Algoritma Forward Untuk Menghitung Peluang Barisan Keadaan Terobservasi Pada Hidden Markov Models.  “Judul seminar apa ini?”

Aku duduk dibarisan paling belakang. Dan astaga….itu memang Kyuhyun!

PicsArt_05-10-07.32.57

Melihat bagaimana Kyuhyun sedang presentasi, dan menjelaskan semua materi di papan tulis benar-benar membuatku takjub. Dia terlihat begitu berkharisma dengan segala penjelasan yang terlontar dari mulutnya.

“Kuharap kalian bisa mendapatkan ilmu baru setelah menghadiri acara seminar ini.”

“Dan terima kasih pada professor Cho yang sudah menjelaskan materi seminar kali ini. Dan sekali lagi selamat datang kembali untuk anda.” Riuh tepuk tangan menggema diseluruh aula luas ini. Kyuhyun sendiri hanya mampu tersenyum dan menunduk mengucapkan terima kasih kembali kepada semua peserta seminar yang telah datang pada kesempatan ini.

“Aku benar-benar mendapatkan energy lagi setelah professor Cho kembali. Aku tidak sabar untuk mengambil kelasnya kembali di semester mendatang.” Ucap salah seorang mahasiswi yang duduk disampingku.

“Kelas? Semester mendatang?” Kyuhyun itu polisi, kenapa harus mencampurkan semua hal tentangnya dengan masalah pendidikan begini.

Tanpa mau membuang waktu lagi aku mengikuti langkahnya yang kini sudah keluar dari ruangan. Mengendap-endap begini sudah sangat cocok untuk menyebutku sebagai seorang pengintai. Kyuhyun berada dijarak kurang dari 2 meter, tapi kenapa aku sangat gugup ketika ingin menghampiri tubuhnya.

Dan tiba-tiba, hal yang tidak kusangka terjadi begitu saja…..dia berbalik badan dan menatapku dengan senyuman ramahnya.

“Selamat siang nona Han Min Gi. Senang bisa kembali melihatmu.” Aku masih diam, begitu terkejut dengan tindakannya. T….tunggu  dulu jangan bilang sekarang ia akan menghampiriku.

“Bagaimana kabarmu?”

“K…Kyuhyun-ssi…”

“Aku tahu ada banyak pertanyaan dikepalamu. Ada yang ingin kau tanyakan?”

“Kenapa kau disini? untuk apa kau menghadiri seminar matematika? Dan untuk apa kau menyuruhku datang kesini?” Tanyaku dalam satu nafas.

Kyuhyun tertawa sebentar mendengar pertanyaanku untuk kemudian ia jawab. “Aku mengajar disini dan menghadiri seminar matematika karena aku dosen dari jurusan itu.”

“Apa???”

“Dan aku mengajakmu kesini untuk memberikanmu informasi bahwa aku bukan seorang polisi lalu lintas.”

“APA???” Kyuhyun menjauhkan kepalanya ketika teriakanku menggema begitu saja.

“Akan kujelaskan secara singkat saja nona Han. Aku yang seorang polisi adalah aku yang sedang menjalankan wajib militer. Lalu setelah dua tahun selesai, aku kembali pada kehidupan normalku menjadi seorang dosen.” Mulutku seakan terisolasi. Hatiku mendadak bahagia mendengar kabar yang baru saja ia berikan. Itu berarti ia benar-benar bukan seorang polisi bukan?

“Dan ada 1 rahasia yang harus kau tahu.”

“Ngh?” Tidak bisakah ia membuat jantungku berdetak dengan normal. Baru saja ia memberitahu identitas aslinya dan sekarang ia ingin memberitahu rahasia lainnya kembali.

breakthepolicemingi

“Aku sudah lama mengetahui tentangmu. Aku adalah paman dari Ahjung, seorang murid menengah atas tingkat akhir yang mengikuti bimbel ditempatmu.”

“Kim Ahjung?!”

“Kau mungkin menganggap aku hanyalah orang asing. Begitupun dengan diriku terhadapmu. Kita hanya pernah sekali menghabiskan waktu bersama. Tapi kau tahu, dengan kejadian itu aku sudah cukup mengenal karaktermu. Namun sayangnya, kau benar-benar bukan tipe wanita idealku.”

Mataku membelo karena mendengar penjelasan panjang lebarnya. Kyuhyun memiliki kepribadian ganda kah? Kenapa terkadang ia sangat ramah namun sekarang ia menjadi lelaki dingin dan to the point begini. Dan lagi, kenapa harus membawa tipe ideal dalam topic obrolannya? Dan kenapa aku harus merasa kesal karena ini!

“Aku benar-benar tidak suka diriku yang menyukaimu. Aku tidak mungkin sebodoh ini karena ingin mencoba menjalin hubungan dengan wanita yang bukan tipe idealku.”

”Barusan kau bilang apa?”

“Tidak dengar ya sudah.”

“Aku dengar!!!”

“Baguslah.”

Jadi…itu…dia…tadi baru saja mengucapkan pengakuan perasaan padaku. Kenapa harus membuatku berpikir keras begini untuk mencerna semua ucapannya. Oh sial pria ini membuatku gemas saja.

“Diterima atau tidak, akan kuusahakan untuk membuatmu membuka hati untukku.”

“Kyuhyun, ini benar-benar membuatku tidak bisa berpikir jernih, semuanya terlalu mendadak.”

Kyuhyun mendekat lagi padaku dan mengusap rambut ini dengan menampilkan senyuman manisnya. “Sejujurnya sedari awal kita bertemu di jalan Gwanghwamun itu sudah membuatku bahagia. Kau tidak tahu ‘kan bagaimana rasanya menunggu bertemu kembali dengan seseorang yang kau sukai. Aku bahkan tidak mengenalmu dengan baik, hanya menyukaimu saja tanpa alasan. Ini aneh atau normal?”

“Ini keanehan yang normal. Cinta pada pandangan pertama mungkin yang kau maksud.”

“Mungkin. Dan ya, aku sudah mendapatkan permintaan atas kemenangan pertandingan basket kita. Terima kasih untuk ciuman itu. Kuharap aku bisa mendapatkannya lagi, namun dengan menambahkan perasaan kita didalamnya.”

Dia…..benarkah polisi yang kubenci? Namun ketika mengetahui identitas aslinya benar-benar membuatku senang. Jika ini takdir yang Tuhan berikan padaku, aku benar-benar mengucapkan terima kasih. Pria ini adalah pengganti Kim Young Kwang yang Tuhan kirimkan. Dan dengan rencana jenius dan penjelasannya itu, harus kuakui bahwa ia telah membuatku jatuh cinta hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Cho Kyuhyun…si dosen yang menjalani wajib militer sebagai seorang polisi telah berhasil membuatku kembali merasakan cinta.

The End

*****

Tahu  dong alasan kenapa bikin cerita ini? Yup, it’s dedicated to our beloved makne Cho Kyuhyun. Kurang dari dua minggu dia akan melaksanakan kewajibannya sebagai warga Korea untuk wamil. Dan selama dua tahun itu kita harus nahan kangen ga liat dia dan infromasi tentangnya. Well, aku cuma berharap dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan balik lagi dalam keadaan sehat wal’afiat. Mangat buat Kyuhyun dan Sparkyu!!!!

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

11 thoughts on “Break the Police – End [Two Shot]

  1. Laaahhhhhhh 😯
    Ternyata Kyuhyun seorang Dosen tohhh 😲😲
    Tapi gpp lahhh Min Gi kan jadi bisa nerima Kyuhyun 😄
    Kalau Kyuhyun emang bener polisi. Kasihan Min Gi. Dia suka sama Kyuhyun tapi bemci sama Profesi’a. Nnti klw jadian kan jadi kya Jilat Ludah sndri 😄😄

  2. hahaaa ga mingi aja yg ketipu ama profesi kyuhyun haahaaa ternyata dia seorang dosen haahaa d luar dugaan banget… omongan kyuhyun pas nembak mingi belibet banget ya padahal bisa simple bilang mingi sebenarnya aku menyukai mu tapi mungkin dia seorang profesor yg menyukai hal ribet haahaa

  3. wahaaa…. akhirnyaa mrekaa jadian jugaaa… wkwk…
    jdii kyuu slamaa ini bukan polisi yahh???
    yaa bagus donkk.. wkwk… hanmingi gak perlu terpaku lgi atas rasa bencinyaa ama status polisi…
    jdii bisaa lanjutlahh hubungan mrekaa… wkwk

  4. wooooo…..
    ceritanya ga bisa di tebak, astaga mana ikut deg2an gara2 acara kekunci di ruang ganti itu xD

    ide ceritanya bagus, alurnya ngalirrr aja macam ada org baru ceritain pengalaman yg pernah dia alamin, sukaa… ,😍😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s