Posted in KyuGi Series, Married Life, Romance, Sad, Uncategorized

[Series of KyuGi’s Story] Good Bye for Now

Goodbyefornow

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun & Han Min Gi

Genre :  Romantic & Sad

Rate : PG 17

Saya nemu Wallpaper diatas  di instagram. Cuma di edit sedikit, sorry gapake credit karena asal screenshoot aja gatau siapa yang punya hi hi. Orang aja bisa khilaf, begitupun sama typo yang kalo tiba-tiba muncul 🙂 Enjoy the story!

**Good Bye for Now**

Han Min Gi terus bergelayut manja di ketiak suaminya. Sekedar infromasi saja, saat ini mereka sedang menikmati sepanjang malam dengan menonton sebuah drama yang ditayangkan di salah satu TV swasta. Tapi masalahnya bukan hanya pada kegiatan menonton drama. Pasalnya, Kyuhyun hanya mampu menatap TV dengan pikiran yang melanglang buana entah kemana, sedangkan Min Gi terus menerus menempelkan pipinya disekitaran pundak Kyuhyun dengan kedua tangan yang terus melingkari pinggang suaminya ini. Seolah ada lem perekat yang susah untuk dilepas.

“Kita sedang apa sebenarnya?”

“Hng?” Min Gi menimpali Kyuhyun ala kadarnya saja.

“Aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi untuk menikmati tayangan ini.”

“Kita bisa menonton episode ini di internet jika kau tertinggal ceritanya.”

“Asal kau  tahu saja, sudah beberapa minggu ini aku tertinggal banyak episode drama ini.”

“Eh serius?” Seingat Min Gi, mereka tidak pernah melewatkan 1 episode pun.

“Kau yang membuyarkan konsentrasiku setiap saat nona. Lihat! Kau tidak sadar?” Kyuhyun mendekatkan ketiaknya untuk ditempeli oleh pipi Min Gi. Dan hasilnya sesuai prediksi, Min Gi senang-senang saja, bahkan terlihat menikmati aroma maskulin dari ketiak suaminya itu.

Namun untuk sekali lagi, Kyuhyun hanya mampu menghela napas dengan rasa pasrah.

Min Gi kembali menjadi wanita yang aneh. Membaui aroma Kyuhyun, menempeli Kyuhyun, bahkan dengan tiba-tiba mulai beranjak untuk duduk dipangkuan Kyuhyun. Seolah istrinya ini sedang diserang virus manja akut.

Yak Yak Yak! sekarang kau mau apa?!”

“Kita olahraga saja Kyuhyun-ah, hum?” Kyuhyun mengerutkan keningnya, melihat tingkah Min Gi yang kian lama kian berubah. Wanita bar-bar ini terkesan lebih manis dan penurut, bahkan selalu mau dekat-dekat dengan Kyuhyun layaknya lem. Dan kini, secara mengejutkan Min Gi kembali membawa perubahan dengan bersikap lebih berani. Padahal jika Kyuhyun yang berbuat mesum, Min Gi selalu memarahinya, meskipun pada akhirnya ia hampir selalu tidak menolak pesona Kyuhyun.

“Kau ingin kita olahraga malam?” Min Gi mengangguk penuh.

“Tidak!”

“Ah wae?!”

“Ini hanya akal-akalanmu saja agar aku tidak pergi.”

Aniyo! Kau jangan asal menuduh.”

“Oh ya? kalau begitu aku akan mempercepat waktu pergiku agar bisa cepat kembali.”

Andwae!!!!” Lihat! Kyuhyun tidak pernah salah jika sudah menilai istrinya.

Disini Kyuhyun mulai menghadap Min Gi, menyedekap kedua tangannya dan menatap sang istri dengan tatapan datar.

“Baiklah kau benar! Aku memang berencana untuk menggagalkan niatmu pergi wamil.”

Bingo! Itu  point pentingnya.

“Aku bahkan sudah menjelaskan berulang kali agar kau mengerti. Tapi lagi-lagi kau hanya memasukan kata-kataku ke telinga kanan, lalu mengeluarkannya kembali ke telinga kiri tanpa mau mencerna maknanya.”

“Aku tidak mau kau pergi!”

“Aku tahu.”

“Aku tidak bisa hidup tanpamu.”

Arraseo.”

“Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan jauh darimu Kyuhyun-ah.”

“Itu sudah pasti.”

“Aku tidak siap menjadi seorang janda.”

Yak!!!!”

*****

Tuesday May 23, 2017

“Apa kita akan terus berjalan-jalan seperti ini tanpa tujuan?” Kyuhyun memulai percakapan.

Waeyo? Kau lelah? Bukankah romantis berjalan-jalan dipinggir kota seperti ini? point pentingnya, aku bisa terus menggenggam tanganmu.” Min Gi semakin mengeratkan genggaman tangannya pada telapak tangan besar Kyuhyun. Harus Kyuhyun akui, bahwa ucapan Min Gi memang benar adanya.

“Min Gi-ya, jika nanti aku tidak ada….kau bisa mengerjakan semuanya sendiri bukan?”

“……………..”

“Han Min Gi?”

Secara tiba-tiba Min Gi menarik lengan Kyuhyun, memasuki toko buku yang tidak sengaja mereka lewati. “Kita kesini sebentar! Woah…..kau ingat Kyuhyun-ah? Setiap kali kita berkencan dan menemukan toko buku, kita selalu memasukinya.”

Kyuhyun tertawa sebentar dan mengangguk pasti, “tu karena kau sangat menyukai buku. Komik miiko untuk bocah SD saja kau baca. Tapi syukurlah, sekarang ini kau juga menyukai novel. Setidaknya bacaan itu lebih cocok untuk orang seusiamu.”

Min Gi tersenyum lebar, dan mulai mengambil sebuah novel yang menarik perhatiannya. ”Kupikir hampir di semua novel, karakter prianya sungguh-“

“Itu hanya di novel, sudah berapa kali kukatakan.” Min Gi mempautkan bibirnya ketika ucapannya saja belum ia selesaikan.

“Aku belum selesai bicara Kyuhyun-ah. Maksudku, walaupun karakter pria di novel selalu sempurna, bagiku memiliki suami sepertimu jauh lebih sempurna dibandingkan karakter-karakter khayalan di novel.”

“Kenapa kau jadi chessy begini?”

“Ha ha ha ha, aku juga tidak tahu. Yasudah lupakan saja.”

“Benarkah? Jangan berlaga seolah kau baik-baik saja nyonya.”

“Aku memang baik-baik saja.” Ucap Min Gi membolak-balikkan halaman buku, seolah ia sedang membacanya secara serius.

Untitled4

“Oh ya? baiklah anggap saja aku percaya.” Kyuhyun tersenyum menggoda kearah Min Gi.

Jika boleh jujur, Kyuhyun sangat tahu dengan apa yang sedang Min Gi rasakan. Anggap saja saat ini ia hanya pura-pura menutup mata dan telinganya dan mempercayai semua perkataan ‘aku baik-baik saja’. Padahal semua orang pun tahu, jika wanita berkata ‘aku baik-baik saja’ adalah opposite dari perasaan yang sebenarnya, bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.

“Aku tahu bahwa kau kuat sayang.”

“Hng? Apa?”

Aniyo, kau cantik jika sedang berkutat dengan buku-buku. Aku suka itu.” Min Gi sendiri hanya mampu tersenyum malu-malu. Ya Tuhan berapa tahun ia mengenal suaminya? Kenapa hanya dengan perkataan itu saja bisa masih bisa membuat jantungnya berdebar tidak karuan.

*****

Gather’s Café, 13.42 PM

Kyuhyun memang sudah berniat mengajak Min Gi untuk menghabiskan waktu bersama sebelum ia menunaikan kewajibannya untuk wajib militer. Namun Kyuhyun tidak yakin dengan apa yang sudah ia katakan pada Han Min Gi bisa dicerna dengan begitu mudahnya oleh wanita tersebut. Tujuan Kyuhyun sebenarnya hanya satu, ia merasa perlu untuk menikmati waktu dengan melakukan hal-hal yang lebih bermakna ketimbang Min Gi yang terus merengek memintanya membatalkan rencana wamil. Anggap saja bahwa bukan Min Gi saja yang menginginkan waktu berkualitas bersama. Nyatanya Kyuhyun pun menginginkannya.

Oh ayolah, memangnya siapa yang tidak mau bermesraan dengan pasangan. Berbagi waktu bersantai dan menikmati indahnya hari-hari dengan orang tercinta. Namun agaknya semua yang Kyuhyun harapkan tidaklah seindah khayalannya.

“Beri salam pada Kyuhyun samchoon.”

Kyuhyun menatap lamat-lamat bocah perempuan berusia 5 tahun dihadapannya. Dengan poni lucu, rambut sepundak, dan dress pink yang dikenakannya, bocah itu mengikuti perintah Min Gi. “Annyeong hasseyo Kyuhyun samchoon.”

“Dia….”

“Kim Hye Ya, putri dari sepupuku, Ahn In Rye. Kau tentu tidak melupakan sepupu tersayangku ini bukan?” Kyuhyun ingat betul tanpa Min Gi harus ingatkan. Ahn In Rye adalah putri dari kakak ibu mertuanya. Ketika mereka dikenalkan, Kyuhyun sudah sangat tahu bahwa hubungan Min Gi dan In Rye sangatlah akrab bak saudara kandung pada umumnya. Terlihat jelas dari cara mereka berperilaku satu sama lain.

Namun satu dari kenyataan itu, In Rye memiliki seorang putri yang terakhir Kyuhyun tahu baru berusia 3 tahun. Dan sekarang, bocah itu sudah pandai berbicara dengan lancar dan tumbuh layaknya anak seusianya. Terang saja karena usianya sudah menginjak 5 tahun.

“Kau ingat Kyuhyun samchoon ‘kan? Bagaimana, tampan bukan suami immo mu ini?” Tanya Min Gi dengan antusias. Terus terang saja, ia selalu suka mengerjai Hye Ya. Menurut Min Gi, anak dari sepupunya ini begitu menggemaskan dengan ucapan-ucapan polosnya.

“Kupikir Song Joong Ki samchoon lebih tampan. Eomma bilang, dia adalah pacar baru eomma.” Min Gi melihat In Rye dengan tatapan sebal.

Wae? Jangan menatapku begitu. Joong Ki oppa memang tampan, anakku benar.” Min Gi benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah sepupunya ini. Bisa-bisanya ia meracuni pikiran seorang bocah dengan kebohongan klasik macam ini. Bahkan di dunia nyata pun, Min Gi yakin bahwa actor sekelas Song Joong Ki tidak akan melirik sepupunya ini.

“Kyuhyun samchoon gendut.”

Kriiik…..kriiik….kriiiik….

Bagai terkena petir disiang bolong, ketiga orang dewasa dihadapan Hye Ya hanya menatap gamang bocah itu dengan tatapan tidak biasa. Anak kecil memang selalu bicara jujur bukan? Tapi kenapa ucapannya yang satu ini begitu menyakitkan. Apakah semenyakitkan ini mendengar ucapan jujur?

“A…aha…ha ha ha ha ha…Kyuhyun-ah, jangan kau masukan ke hati ucapan Hye Ya tadi, eoh? Dia memang suka bicara sembarang.” Sambung In Rye mencoba mencairkan susasan yang tiba-tiba canggung karena ucapan putrinya.

“Paha Kyuhyun samchoon kenapa besar sekali. Pipi samchoon kenapa lebih besar dari Taemin samchoon?” Kyuhyun ingin sekali menelan bocah ini. Sial, kenapa ia harus disamakan oleh adik iparnya yang kurus kerempeng itu?!

“Kyuhyun samchoon itu tampan! Tidak ada yang menandingi ketampanannya.”

“Pacar eomma lebih tampan.”

“Dia itu artis, tentu saja tampan! Kau harus percaya pada immo, samchon mu ini adalah pria tertampan yang pernah kau lihat.”

“Sepertinya tidak.”

“Yak!”

“Han Min Gi tenanglah. Kyuhyun sendiri bersikap biasa saja, kenapa kau jadi berdebat dengan seorang bocah.”

“Anakmu ini menyebalkan.”

“Dia memang begitu, sudahlah.” Kyuhyun hanya menjadi pendnegar pasif diantara kedua wanita ini.

“Coba kutanya sekali lagi, Kyuhyun samchoon atau appa mu yang lebih tampan?”

Appa tampan.”

“Jawab yang jujur!”

“Baiklah Kyuhyun samchoon tampan.” Min Gi melengkungkan senyum puasnya untuk kemudian menatap Kyuhyun dengan wajah bahagia.

“Jika itu membuat immo tidak berisik, seharusnya sejak awal kukatakan Kyuhyun samchoon tampan.”

“Yak! bocah ini benar-benar!”

“Baiklah-baiklah, akan kutinggalkan kalian berdua disini. Hye Ya kajja! Jangan mengganggu samchoon dan immo mu. Katakan maaf pada Kyuhyun samchoon atas ucapanmu tadi.”

“Tapi eomma bilang aku harus berkata jujur.” In Rye mengurut pelipisnya pelan atas ucapan polos Hye ya.

“Sudahlah noona, tidak masalah. Dia hanya anak kecil.”

“Tapi eomma tidak pernah mengajarimu untuk menyakiti perasaan orang lain. Cepat katakan maaf pada samchoon.”

“Kyuhyun samchoon maaf.” Kyuhyun mengangguk seraya tersenyum lebar dan mengusap kepala Hye Ya dengan sayang.

“Kudengar dua hari lagi kau akan pergi wamil? Sehat-sehatlah disana dan jalanilah tugasmu dengan semangat.”

Ya, gomapta noona.” Setelah kepergian sepupu dan keponakannya, Min Gi hanya mampu tergugu diam dengan menggenggam buku yang baru saja dibelikan oleh Kyuhyun. Lagi-lagi topic tentang wamil keluar! Hah! Rasa-rasanya ia ingin berteriak saja. Tidak rela jika suaminya pergi meninggalkannya selama 2 tahun.

“Kenapa mendadak menjadi pendiam? Tidak cocok dengan imagemu.”

Jika tidak memikirkan bahwa ia sangat mencintai suaminya, sudah pasti kuku indah Min Gi ini sudah menggaruk habis wajah tampan Kyuhyun.

“Jangan berpura-pura menjadi wanita kalem, kau tidak pantas. Dan jangan berlagak sok feminine, itu juga tidak pantas.”

“Yak! Kyuhyun-ah!”

“Kau itu istriku, wanita tercantik setelah eomma dan Ahra noona. Jangan membuat cantikmu hilang dengan menampakan wajah pura-pura itu.”

“Aku tidak mengerti.” Ucapan datar Min Gi membuat Kyuhyun memajukan tubuhnya demi menatap lamat-lamat wajah ayu sang istri.

Menampilkan tampang selayaknya orang yang sedang berpikir keras, Kyuhyun mulai berfokus penuh meneliti raut wajah  Min Gi. “Masih cantik, untung kau milikku.”

Untitled03

Min Gi ingin sekali tertawa penuh mendengar ocehan receh dari suaminya. Untuk informasi saja, Kyuhyun ini sangat jarang mengucapkan kata-kata manis pada Han Min Gi. Ia lebih suka mengumbar perasaannya melalui tindakan yang nyata.

Melihat wajah malu-malu Min Gi membuat Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyuman lebarnya. Ia selalu suka melihat wajah Min Gi yang dipenuhi oleh keceriaan seperti ini. Untuk beberapa waktu belakangan, Kyuhyun memang merasa sangat bersalah karena sudah membuat Min Gi murung karena memikirkan perihal rencana wamilnya.

“Kudengar dari In Rye noona ada rooftop di café ini.”

“Huum, disana juga disediakan photo booth. Kau mau kesana?” Kyuhyun mengangguk dan membawa Min Gi segera untuk menaiki tangga menuju rooftop.

—–

“Woah, disini sepi.  Tumben sekali.”

Kyuhyun tersenyum dibalik punggung Min Gi. Siapa yang sangka jika pria bermarga Cho ini sudah mengadakan kongkalikong dengan sepupu istrinya. Awalnya Kyuhyun yang diberi kejutan oleh Min Gi karena mengunjungi café sepupunya tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Namun siapa yang sangka otak cerdas Kyuhyun mampu berpikir cepat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menyewa rooftop café ini hanya untuk menghabiskan waktu berdua bersama sang istri.

“Kita duduk.” Sebelumnya Kyuhyun mengambil sembarang beberapa balon udara yang sudah tersedia di samping photo booth. Biarlah nanti ia terkena omel sepupu dari istrinya karena telah merampas property dari café nya. Paling tidak nanti akan Kyuhyun ganti dengan uang saja.

Memandangi keindahan kota Seoul dari atas sini sungguh luar biasa. Banyak gedung-gedung bertingkat yang bisa mereka saksikan dengan hamparan langit biru yang begitu luas. Mendapati suasana nyaman dan romnatis begini, membuat keduanya seolah enggan untuk beranjak barang seinchi saja. Bahkan tanpa disadari, Min Gi secara reflek sudah menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun. Bahu suaminya ini selalu jadi tempat yang paling nyaman untuknya bersandar.

page

“Han Min Gi, bolehkah aku berkata sesuatu yang sedikit menyakitkan?”

Heol! Sejak kapan kau meminta izinku untuk melakukan itu? Bukankah selama kita berpacaran kau sudah sering melakukannya.” Kyuhyun tertawa pelan mendengar  penuturan Min Gi. Ia menyempatkan mengusap kepala sang istri dengan sayang karena jawaban jujurnya.

“Baiklah, sekarang dengarkan baik-baik perkataanku.”

“Akh micheoseo! Aku tahu hari ini akan terjadi.” Min Gi sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengungkit masalah wamil suaminya, namun tetap saja hal sensitive itu perlu mereka bicarakan secara serius.

“Bulan lalu aku sudah meminta izinmu untuk mendaftar wamil. Kupikir aku harus melakukannya saat ini juga. Kau tahu kenapa? Karena aku tidak ingin membuang waktu lagi untuk tetap bersamamu dan….anak kita.”

Anak? Seketika Min Gi memalingkan wajahnya kearah Kyuhyun.

“Aku ingin anak kita lahir disaat aku bisa menghabiskan banyak waktu bersama kalian. Tidak dihalangi oleh apapun, termasuk kewajibanku sebagai pria di negara ini.” Min Gi tercengang mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia bahkan tidak memikirkan hingga sejauh ini. Tapi Kyuhyun, benar-benar memikirkan jauh tentang keluarga kecil mereka.

“Aku percaya bahwa kau wanita yang kuat dan mandiri. Sebelum menikah denganku, kau bisa melakukan apapun sendiri bukan. Termasuk tidur diranjang kita sendiri, benarkan?”

“A….aku tidak tahu.” Min Gi menunduk menyembunyikan raut wajah muramnya dari sang suami.

Disisi lain, Kyuhyun segera mengarahkan jari-jarinya untuk menyentuh dagu Min Gi. “Lihat aku, dan jawab semuanya dengan benar. Aku ingin merasa tenang ketika meninggalkanmu di camp nanti.”

“Aku memang bisa melakukannya sendiri. Sebelum menikah denganmu aku bisa. Dan lagi, aku mungkin belum pernah mencobanya. Mencoba untuk menjalankan hari-hariku tanpamu, namun membayangkan harus tidur seorang diri diranjang kita….rasanya itu sulit.” Ungkap Min Gi penuh kejujuran.

Kyuhyun yang mendengarnya hanya mampu memasang senyum masam. Ia benar-benar tidak tega jika sudah melihat dan mendengar suara rapuh Han Min Gi.

“Ini hanya 2 tahun. Tidak lama dan aku tidak akan pergi untuk selamanya bukan? Kita harus bisa, kumohon.”

“……………….”

“Min Gi-ya?”

“Y…ya kita pasti bisa.”

Sebesar apapun Min Gi mencoba untuk tidak menangis, Kyuhyun tahu bahwa istrinya itu sedang mati-matian menahan rasa sedihnya seorang diri. Min Gi mungkin mencoba untuk tidak membuat Kyuhyun kecewa, namun kenyataannya…..Kyuhyun lebih memilih untuk melihat Min Gi menangis meraung sekencang-kencangnya daripada meilhat istrinya yang sedang berlagak sok tegar begini. Kyuhyun benar-benar semakin merasa bersalah.

“Ngomong-ngomong apa kau mau menghilangkan semua rasa risaumu?”

“Hng?”

“Kau lihat balon-balon ini? anggap saja mereka semua seperti rasa takut, kecewa, kesal, sedih, dan semua hal yang membuatmu risau. Kita terbangkan dan hilangkan semuanya. Bagaimana?” Min Gi mengangguk patuh dan mereka mulai berdiri untuk kemudian menerbangkan balon-balon itu.

Untitled13

“Baiklah, aku pegang pernyataan tersiratmu tadi. Balon-balonnya sudah terbang, sekarang semua rasa menyebalkan didalam hati dan pikiranmu sudah hilang. Dan sekarang, apa kau mau mencoba untuk berfoto di photo booth itu?” Kyuhyun mencoba mencairkan suasana dan Min Gi ikut setuju menanggapi gagasannya tersebut.

Mereka berfoto didepan kamera yang ditempatkan disebuah three port yang sudah Kyuhyun pinjam dari In Rye. Untuk pose pertama mereka menampilkan senyum serta sign peace. Untuk saat ini biarlah mereka berdua menikmati momen mesra tanpa diganggu oleh hal apapun, termasuk wamil Kyuhyun yang sudah didepan mata.

Untitled066

“Senyum macam apa itu? ayo ulangi lagi.” Min Gi menurut. Ternyata memang tidak mudah untuk menyembunyikan perasaan sedihnya dihadapan Kyuhyun.

*****

Wednesday, May 24 2017

“Apa yang akan kau lakukan selama aku tidak ada?”

“Aku harus melakukan hal yang membuatku bisa melupakan rasa kesepianku.”

“Oh ya, apa itu?” Kyuhyun mulai tersenyum antusias mendengarkan ocehan Min Gi.

Keasyikan Min Gi dalam membaca novel harus terhenti ketika sang suami mulai kembali merecokinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit ia jawab. Oh ayolah, sejauh ini Min Gi sudah bisa menguasai diri untuk tidak bersedih terlalu jauh ketika mengingat kepergian Kyuhyun esok hari.

“Jawab aku sayang.”

“Berbelanja sepuasnya mungkin, berkencan dengan Marc Marquez, Shawn Mendes, Kento Yamazaki, dan bermain bersama oreo.” Jawab Min Gi dengan setengah fokusnya membaca novel pembelian Kyuhyun kemarin.

Untitled1

“Kau tidak serius bukan?” Mencoba mengikis habis keseriusan Min Gi, Kyuhyun mencoba untuk menurunkan novel tersebut dari pandangan Min Gi.

“Aku serius.”

“Tsk, aku sebenarnya mulai merasa bodoh. Kau tahu kenapa? Sudah jelas ketiga idolamu itu adalah orang luar negeri yang mungkin tidak akan pernah bisa kau temui. Tapi kenapa aku masih saja cemburu pada mereka. Ini benar-benar menyebalkan.”

“Ha ha ha ha ha…..aku senang membuatmu cemburu. Itu artinya kau sangat mencintaiku.”

“Hal yang seperti itu masih kau jadikan pernyataan?! Heol!”

Arraseo uri nampyeon. Kau sungguh menggemaskan, benar-benar membuatku sulit untuk melepaskanmu.” Tanpa diduga, Min Gi segera meletakan novel itu keatas meja. Beranjak dari duduknya dan mulai berjalan kebelakang tubuh besar Kyuhyun untuk kemudian ia peluk tubuh suaminya.

Astaga, Min Gi akan setengah mati merindukan tubuh dan aroma ini. Suara Kyuhyun dan juga aksi-aksi menyebalkannya.

—–

Kyuhyun masih terus betah untuk menatap paras manis Min Gi. Ia benar-benar tidak bosan untuk merekam semua hal yang ada diwajah istrinya ini. Kyuhyun yakin bahwa ia akan sangat merindukan istrinya setengah mati selama berada di camp nanti. Perlu Kyuhyun akui jika bukan hanya Min Gi yang takut untuk ditinggal seperti ini selama 2 tahun, walau bagaimanapun Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Walaupun di hari libur nanti mereka masih bisa bertemu, setidaknya semua itu tidaklah sebebas seperti saat ini. Ini sangat berat tapi mau dikata apa? Semuanya harus mereka jalani demi kewajiban Kyuhyun sebagai pria Korea Selatan.

Tanpa mau membuat Min Gi bangun, Kyuhyun beranjak dari tidurnya perlahan untuk kemudian ia berlalu menuju meja belajar disamping almari walk in closet mereka. Mengambil novel yang kemarin ia beli untuk Min Gi, Kyuhyun membuka halaman 365 untuk kemudian ia tulis “Sayang apa kabar? Tunggu aku satu tahun lagi.”

Untitled5

Kemudian ia mengambil sebuah kertas untuk kemudia ia tulis sebuah surat disana.

Untuk istriku tercinta,

Jika kau membaca surat ini, itu berarti kau harus menjalankan apa yang aku harapkan. Han Min Gi, jangan sakit karena terus memikirkanku, jangan menangis disaat aku tidak ada disisimu, hiduplah dengan baik selama 2 tahun dari sekarang. Pagi ini aku merekam beberapa lagu untukmu. Kau bilang suaraku sangat merdu bukan? Jadi, dengarkan lagu-laguku, bahkan ketika aku tidak disekitarmu. Jangan biarkan lagu-lagu itu merasa kesepian, jadi dengarkanlah dengan suasana hatimu yang baik. Sampai jumpa dihari kita akan bertemu lagi. Sampai jumpa. Aku mencintaimu sayang.

*****

The day, May 25 2017

“Ige mwoya!!!” Min Gi menutup mulutnya serapat mungkin, mencoba untuk tidak tertawa lepas letika melihat Kyuhyun dengan tampilan barunya.

“Aku bahkan terkejut melihat pantulan wajahku sendiri dicermin.”

Baldkyu

“Tapi Kyuhyun-ah, seaneh apapun dirimu. Kau tetap yang paling tampan untukku.”

“Bukan pembalap moto GP, actor jepang, dan penyanyi remaja itu bukan?” Min Gi tahu, semua yang disebutkan Kyuhyun adalah representative dari Marc Marques, Kento Yamazaki, dan Shawn Mendes. Para pria yang diidolakan oleh Han Min Gi.

“Tidak untuk kali ini.”

Kyuhyun terkekeh lalu memeluk Min Gi secara tiba-tiba.

“Aku mencintaimu, kau tahu itu dengan pasti. Jadi jangan membagi perasaanmu pada pria lain, arraseo?” Secara reflek, Min Gi mengangguk patuh atas ucapan Kyuhyun.

“Ini sudah waktunya aku pergi. Appa, eomma, dan Ahra noona sudah menunggu di depan.”

Kemarin-kemarin Min Gi memang kuat untuk menahan air matanya untuk tidak keluar, tapi sekarang…Sekuat apapun Min Gi menahan, rasanya semua itu sangatlah sia-sia. Kyuhyun sendiri hanya mampu terus memeluk erat tubuh Han Min Gi didalam kedua tangannya. Ia harus rela membungkuk untuk melesakkan kepalanya kedalam cerukan leher Min Gi. Dan Kyuhyun benar-benar meraup habis membaui aroma yang akan ia rindukan selama 2 tahun nanti.

“Jaga kesehatanmu, aku akan kembali secepatnya.”

“Kenapa harus menyebalkan begini. Kau hanya pergi menjalani kewajibanmu dan itu masih di  dalam negeri. Tapi kenapa rasanya tetap tidak rela?!”

“Sssh….jangan begitu. Bukankah kita sudah melenyapkan semua rasa risaumu tempo hari? Kau harus menepati janjimu padaku.”

“Aku akan merindukanmu.”

“Jangan selingkuh selagi aku tidak ada.”

“Tidak akan!” Kyuhyun tersenyum penuh mendapati jawaban dari Han Min Gi. Tanpa dimintapun bukankah Min Gi tidak akan pernah selingkuh dari Kyuhyun?

“Aku mencintaimu. Aku akan menjengukmu sesering mungkin” Sambung Min Gi kemudian.

“Ya, jika kau bisa.” Kyuhyun tahu pasti jika menjenguk sesering mungkin tidak akan diizinkan. Kemungkinan mereka hanya akan bertemu dihari libur nasional, akhir pekan, dan tanggal merah saja.

“2 Tahun tidak akan lama, tidak akan lama, tidak akan lama. Aku yakin kau akan kembali secepatnya.”

“Ya, sugesti kan hatimu seperti itu. Kita akan kembali seperti sedia kala. Dan Han Min Gi….bisakah kau tidak ikut dalam mengantarku? Biarkan appa saja yang menemaniku ke camp. Kau pasti tahu alasanku untuk tidak menginginkanmu ikut serta dalam mengantarku.”

Min Gi melepas pelukannya sebentar dan melihat kearah Kyuhyun dengan penuh-penuh. Ya Tuhan, kenapa suaminya begitu pengertian, hingga memikirkan hal sedetail itu. Min Gi bahkan sudah memikirkan bila dirinya pasti akan menangis kencang jika tetap ikut dalam mengantar Kyuhyun nanti. Jika memang ini yang terbaik untuknya, maka ia akan menuruti semua perkataan suaminya tersebut.

“Kau hati-hati ya. Aku selalu berdoa semoga Tuhan selalu menjagamu. Semoga kau selalu sehat disana, hingga kau kembali nanti.”

Kyuhyun mengecup kening Min Gi lama. Mencoba menyalurkan rasa sayang, cinta, dan khawatirnya pada sang istri yang akan ia tinggal selama 2 tahun ini.

“Ya sayang. Tunggu aku ya.” Walaupun dengan perasaan berat, pada akhirnya Min Gi rela melepaskan Kyuhyun untuk diantar oleh ayah mertuanya menuju camp.

Kyuhyun hanya berharap semoga Min Gi selalu sehat, dan begitupun sebaliknya. Semoga Kyuhyun sehat dimanapun dan kapanpun disaat ia sedang menjalankan tugas wajib militernya, juga disaat Kyuhyun kembali 2 tahun kemudian. Semoga disaat itu terjadi, tak ada lagi yang bisa memisahkan waktu dan jarak mereka untuk selama-lamanya.

*****

Saya gabisa untuk ga bikin cerita tentang wamil ini. Jujur, sebenarnya saya cuma mau break the police aja buat dijadiin ff wamil Kyuhyun. Tapi setelah nonton MV, denger lagu terakhirnya, dan foto-foto Kyuhyun menjelang wamil itu rasanya kok potek (?) banget. Apalagi baca postingan Kyuhyun untuk sparkyu, itu yang bikin bener-bener ngena. Iya ga sih?

Walaupun saya mewakilkan Han Min Gi sebagai istri Kyuhyun, tapi anggap aja kalo semua action Kyuhyun disini adalah untuk kalian sparkyu. Saya sadar kalo suami(?) saya suami jutaan umat di dunia. Jadi ikhlas aja kalo Kyuhyun bukan Cuma buat Min Gi. Ingat ya pesan Kyuhyun, jangan terlalu sedih, jaga kesehatan, dengerin terus lagu-lagunya, dengan gitu dia juga gabakal sedih karena meninggalkan istri-istrinya.

Dan satu lagi, selamat berpuasa buat kalian yang menjalankannya. Semoga ibadah kita selalu diberi keberkahan sampai menjelang hari raya tiba, aamiin.

See u all….

*Ada bonus dibawah 🙂

Untitled77

(Foto Min Gi & Kyuhyun, setelah Kyuhyun meminta Min Gi untuk tersenyum kembali dengan benar)

Untitled14

(Pose Kyuhyun dan Min Gi setelah menerbangkan balon-balon ke udara)

fixUntitled8

(Mereka berpose mesra dengan membentuk love sign)

1495111375472

14951113754s72 (Kyuhyun diantar sang ayah menuju camp military)

Heh

(Tentara Kyuhyun siap melayani masyarakat)

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

9 thoughts on “[Series of KyuGi’s Story] Good Bye for Now

  1. Jujur awalbya ngira ini bakalan lanjitan dr ff mereka yg setelah menikah,trs kiraiin sindrom mingi lenyeh2 nempel2 gt kirain petanda dia hamil,ga nyangka kalo cerita di ff ini sekalipun kyu nya blm wamil dan harus wamil😂, sedih masa wkwkwk😢

  2. baru aja bisa move on dari kyuhyun yg wamil hah…. diingetin lagi sam eonni 😥 😥 bener potek berhari hari…
    btw ternyata yg ditulis kyuhyun dibuku itu emang itu artinya?? wihhh sweet bgt ternyata “Sayang apa kabar? Tunggu aku satu
    tahun lagi.” sumpah baper inget kyuhyun……………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s