Posted in Family, KyuGi, Married Life, Romance, Sad, Uncategorized

Between (Scene 5)

Between 5

Author : Itha Paksi-@ithapaksi

Cast : Cho Kyuhyun, Han Min Gi, Cho Hee Joon, and other

Genre :  Romantic, Family, Sad

Rate : PG 17

Aku masih menunduk patuh mendengarkan setiap ocehan serta kemarahan dari sang ibu mertua. Dan aku sadar betul jika apa yang telah kulakukan dalam menyembunyikan kebenaran pernikahan suamiku bersama wanita lain adalah kesalahan yang fatal. Ya, Kemurkaan yang dimiliki oleh si-eommeonim saat ini kurasa memang wajar adanya.

“Coba kau pikir dengan otak pintarmu Han Min Gi! suamimu menikah kembali, dan kau! Sama sekali tidak keberatan dengan itu??!”

“Aku juga keberatan si-eomonim, sungguh!!” Jawabku penuh kejujuran. Masih mempertahankan sikap dalam menunduk, aku merasa enggan melihat langsung wajah marah dari ibu suamiku ini.

“Lalu kenapa kau masih bisa menyuruh suamimu untuk mengejar wanita itu! astaga, kalian benar-benar pandai membuat kolestrol dan darah tinggiku naik.”

“……………..”

“Jika saja….jika saja Joon tidak menelpon, memintaku untuk menemaninya dirumah ketika kalian berlibur. Entah kapan aku bisa mengetahui kenyataan pahit ini.”

Si-eommonim, bolehkah aku mengaku sesuatu padamu?”

“Kau baru akan mengatakan sebuah pengakuan??? Cepat katakan semuanya!!! Katakan bagaimana bisa anak bungsuku melakukan hal memalukan ini!”

Menekan dada kuat-kuat, aku mulai memberanikan diri untuk berbicara serius dengan wanita yang kini tengah berkacak pinggang menampilkan kemurkaannya padaku.

“Kyuhyun oppa membutuhkan banyak dana untuk menutupi semua hutang perusahaan. Disaat yang sama, Jina eonni menawarkan sebuah pertolongan untuk membiayai semuanya. Namun disisi lain, sebagai gantinya Kyuhyun oppa diharuskan untuk menikahinya. Kupikir saat itu oppa benar-benar tidak memiliki jalan lain selain menyetujui penawaran eonni. Perusahaan benar-benar dalam keadaan valid si-eommonim.”

Ibu mertuaku kehilangan suaranya.

Mendapati fakta yang baru saja keluar dari bibir ini benar-benar membuat jantungnya dipaksa berdentum lebih keras lagi. Aku sangat yakin bahwa ibu ataupun ayah mertuaku sama sekali tidak tahu menahu jika perusahaan kebanggan keluarga mereka pernah berada di  ujung tanduk. Yang mereka tahu hanyalah putra semata wayang mereka sudah berhasil mengunci mulut, berakting seolah semua keadaan perusahaan baik-baik saja.

Detik itu juga, aku yakin bahwa si-eommonim merasa tersentak kerena membiarkan semua beban ini hanya dipikul oleh putranya sendiri.

Kini si-eommonim mencoba bangkit dari duduknya. Kurasa ia ingin sekali pergi mencari kemanapun Kyuhyun oppa berada. Meminta anak bungsunya untuk menjelaskannya sendiri.

Si-eommonim….” Mendapati keseimbangan ibu mertuaku yang seolah lolos begitu saja, tubuhku sontak bangkit untuk memegang lengannya dengan erat.

“Aku….aku ingin bicara dengan Cho Kyuhyun. Tolong, tolong kau cari dia dan bawa padaku Min Gi-ya.”

“Ya si-eommonim, tapi kumohon kau harus tetap duduk tenang disini. Jangan pergi kemanapun sendiri, kumohon.”

Arraseo.” Jawaban lemahnya membuatku cepat bertindak untuk langsung menyambar kunci mobil dan segera menjalankan amanat ibu dari suamiku.

—–

Kulajukan kecepatan mobil dibawah rata-rata. Seraya melihat ke arah depan, aku pun memfokuskan pandangan ke arah kanan dan kiri. Kemana Jina berlari? Sampai kini mataku belum menemukan sosok kyuhyun oppa dan wanita itu.

Sampai pada akhirnya Honda BRV putih ini mengarah menuju taman yang berada di wilayah perumahan ini. Disana, pada akhirnya aku melihat sosok suamiku yang tengah berdiri ditengah jalan dengan punggung yang seakan naik turun dalam menghela napas.

h4

“Kim Jina, berhenti disana!” Kyuhyun oppa berteriak.

Keadaan perumahan benar-benar sepi. Mungkin di jam 9 pagi ini semua penghuni perumahan tengah menjalankan aktivitasnya masing-masing diluar rumah. Berbeda dengan aku yang kini masih asyik memperhatikan dua sejoli yang berjarak beberapa meter di depan mobil ini.

Diluar prediksiku, teriakan Kyuhyun oppa tadi berhasil membuat langkah Jina terhenti. Wanita itu berbalik arah dan diam sejenak untuk memandangi wajah letih Kyuhyun oppa. Namun tak sampai beberapa menit kemudian, Jina mulai berlari pelan ke arah Kyuhyun untuk segera jatuh kepelukannya.

Oh Tuhan…..drama macam apa ini? Disini aku begitu cemas terhadap dua orang itu. Tapi berbanding terbalik dengan kedua sejoli disana. Mereka justru tengah berpelukan erat bak sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.

Masih enggan untuk keluar dari kuda besi ini, mataku terus memperhatikan adegan yang mulai menyayat hati. Suamiku mungkin tidak menyangka jika Jina akan memeluknya seerat ini karena nyatanya ia hanya diam dengan kedua tangan yang masih menggantung disisi tubuhnya. Kyuhyun oppa masih belum membalas pelukan Jina.

“Bagus sekali Han Min Gi. Kau membiarkan matamu melihat apa yang membuat hatimu sakit.”

Sedetik kemudian Kyuhyun oppa justru ikut memeluk tubuh semampai Jina. Kulihat kedua tangan itu mulai merambat untuk mengelus surai panjang istri keduanya. Heol…..aku ingin sekali memaki diriku sendiri yang terang-terangan tidak bisa berbuat apa-apa atas adegan di depan mataku kini.

Brak!

Keluar dari mobil, segera ku berjalan mendekati suami dan istri keduanya itu. Dengan penuh kesakitan bagai hati yang teriris-iris, aku  berusaha bersikap tenang dengan mengabaikan segala macam bentuk perih di dada ini.

Oppa dan eonni disini? Aku mencari kalian kemana-mana.”

Mendengar suara yang amat dikenalnya, sontak membuat Kyuhyun oppa berbalik. Tubuhku berada beberapa meter dari tempatnya sekarang. Dan betapa bodohnya pria itu yang kini masih terus memeluk Jina dengan kedua tangan besarnya.

“Han Min Gi?”

“Ekhm, maaf jika aku mengganggu waktu kalian berdua. Tapi si-eommonim ingin bertemu denganmu oppa.”

E…eoh tidak sama sekali sayang.” Kyuhyun oppa terlihat kalang kabut dan segera melepas tangannya dari tubuh Jina.

Oppa, apa tidak apa-apa jika aku bertemu dengan ibumu?” Suamiku kembali mengarahkan pandangannya pada wanita bermarga Kim ini. Tanpa mau membalas pertanyaan Jina, Kyuhyun oppa justru menggenggam tangan itu untuk membawanya ke arah dimana aku berada.

“Sayang, apa aku merepotkanmu? Kau membawa mobil sendiri?”

“Ya aku membawa mobil sendiri, kajja….tidak baik membuat si-eommonim menunggu lama.” Kyuhyun oppa mengangguk sekali, dan mengarahkan sebelah tangannya untuk ikut menggenggam jemariku. Namun aku justru menghentak tangan suamiku dengan pelan. Entahlah, untuk saat ini aku hanya  tidak ingin Kyuhyun oppa menggenggam tanganku.

Mendapati reaksi itu sontak membuat Kyuhyun oppa mengarahkan pandangannya pada wajah ini. Mungkin bukan hanya aku yang terkejut karena secara reflek menolak genggaman tangannya, nyatanya kini ia pun menampilkan pandangan tidak percayanya atas apa yang baru saja kulakukan.

Dan untuk pertama kalinya, aku menolak sentuhan dari pria yang sangat kucintai ini.

*****

Tuesday, 08.05 AM

Semenjak kemarin aku hanya mampu menjadi seorang yang pendiam. Karena peristiwa kemarin, dimana ibu mertuaku yang tiba-tiba harus kehilangan kesadarannya akibat terlalu murka dan terkejut dengan apa yang dikatakan anak bungsunya. Fakta bahwa Kyuhyun oppa menikah kembali demi menyelamatkan perusahaan keluarga, nyatanya tidak serta merta membuat ibu mertuaku senang. Ia berkata bahwa kehilangan perusahaan lebih baik ketimbang kehilangan kebahagiaan atas keluarga kecil putra semata wayangnya.

Disatu sisi aku sangat sedih mendapati keadaan kami yang saat ini jauh dari kata bahagia. Namun disisi lain, keadaan perusahaan keluarga tampak membaik karena pertolongan dari Kim Jina. Harus bagaimana aku mengutarakan perasaanku saat ini?

“Kenapa ibu mau mengantar Joon ke sekolah? Biasanya ibu hanya mengantar Joon sampai depan rumah.” Ucapan putraku kembali membawa kesadaran. Ya Tuhan, sudah berapa lama aku melamun?

“Ibu hanya ingin menemani Joon. Ibu merindukanmu.” Itu bukanlah kebohongan. Berlibur beberapa hari bersama Kyuhyun oppa dan Jina eonni kemarin memang menyisakan kerinduanku pada Joon.

Mendengar penuturanku membuat senyum sumringah terpancar indah diwajah tampan putraku.

“Aku tidak keberatan jika ibu mau mengantarku setiap hari ke sekolah.”

“Anak yang mandiri tidak akan meminta hal seperti itu pada ibu.”

Joon tersenyum malu dan kembali berucap, “Ah iya, aku kan anak yang mandiri. Baiklah, untuk hari ini saja ibu boleh mengantarku ke sekolah.” Aku tersenyum mendengar penuturannya.

“Kau mau sarapan apa? Kopimu sudah kusiapkan di meja makan.” Kepalaku sontak mengarah ke sumber suara. Disana, kulihat kyuhyun oppa dan Jina baru saja keluar dari kamar mereka.

Jina terlihat sibuk merapikan dasi untuk kemudian memakaikan jas ke tubuh Kyuhyun oppa. Melihat adegan mesra yang saat ini mereka tunjukkan benar-benar berhasil membuat moodku semakin memburuk.

“Kau sudah sarapan? Kenapa tidak memberitahuku?” Setelah mendudukkan bokongnya pada kursi, Kyuhyun oppa mulai melancarkan protesnya karena aku dan Joon sudah sarapan lebih dulu tanpa dirinya.

“Aku tidak ingin mengganggu. Kalian berdua tampak lelah sejak kemarin.”

Dan kyuhyun oppa maupun Kim Jina tidak ada yang membantah ucapanku. Ternyata mereka benar-benar menghabiskan waktu berkualitas semalam.

Eomma memarahimu kemarin. Maafkan aku karena hal ini kau harus ikut menanggung kemarahannya.”

“Apa Si-eommonim baik-baik saja? oppa tidak membawanya ke rumah sakit?” Aku mengindahkan pernyataannya dan justru bertanya balik.

“Dia baik-baik saja, hanya tekanan darahnya yang naik. Eomma tidak ingin kubawa ke rumah sakit, ia hanya ingin diantar ke rumah saja.”

Oppa maaf. Karena aku, kini hubunganmu dengan ibumu harus seperti ini.”

“Tidak apa-apa. Eomma hanya terkejut. Seiring dengan berjalannya waktu, ia akan menerima keputusanku.” Dengan wajah gamang, aku memandang bagaimana cara suamiku meyakini istri keduanya. Bahkan kini ia mulai mengelus punggung Jina demi menenangkannya.

“Mama dan papa akan mengantarku ke sekolah kan?”

“Tentu sayang, bersama dengan adikmu juga.” Kyuhyun oppa menjawab.

“Tapi Joon diantar oleh ibu.” Kyuhyun oppa memalingkan wajah demi melihat kearahku. Mungkin ia baru sadar bahwa pagi ini aku terlihat rapi layaknya seseorang yang akan pergi.

“Kau akan mengantar Joon? Ada apa disekolahnya hingga membuatmu harus mengantar Joon?”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya merindukan putraku. Setelah itu aku akan mengajak Joon untuk pergi mengunjungi si-eommonim.”

“Kau bisa pergi bersama kami Min Gi-ssi.” Aku menelengkan kepala, tanda menolak tawaran Kim Jina.

“Tidak terima kasih, aku akan membawa mobil sendiri.”

“Tidak, kau harus ikut bersama kami!” Ucapan tegas Kyuhyun oppa tidak kuindahkan. Aku sudah tidak peduli lagi dengan sikap posesifnya. Yang kini ingin kulakukan adalah melakukan apa yang kuinginkan atas kemauanku sendiri, bukan atas kemauannya.

“Kubilang aku akan menyetir sendiri. Hanya habiskan sarapanmu dan jangan mengajakku kembali berdebat.”

“Han Min Gi! sejak kapan kau bisa bicara seperti itu pada suamimu sendiri?!”

“Oppa tenanglah. Biarkan Min Gi-ssi pergi bersama Joon. Sekali-kali berikan ia kebebasan untuk menyetir sendiri.”

“Tetap saja aku tidak setuju!”

“Aku akan berhati-hati, tidak akan mengebut.” Kyuhyun oppa melayangkan tatapan tajamnya padaku, tanda bahwa ia tidak suka dengan penuturan pelanku barusan. Dan disaat yang sama, Jina mulai mengasurkan secangkir kopi pada suamiku.

“Ini seperti bukan buatan Han Min Gi. Kau yang membuatnya?”

“Ya, kenapa? Mulai sekarang kau harus belajar menyantap segala makanan dan minuman buatanku juga.” Oh sial, aku benar-benar muak dengan apa yang terjadi dimeja makan ini. Lebih baik aku segera pergi.

“Joon, ayo kita berangkat.” Menenguk susunya secepat kilat, Joon mulai memakai tasnya untuk kemudian menggenggam tanganku.

“Han Min Gi, segera kabari aku jika kau sudah sampai sekolah Joon. Dan….sampaikan salamku pada Eomma.”

“Ya, aku pergi dulu.” Setelahnya aku meninggalkan ruang makan dengan hati hampa. Melihat suamiku diurusi oleh wanita lain didepan mataku sendiri, membuatku mengerti apa artinya cemburu.

*****

Song Ji Eun’s House, 15.45 PM

 “Itu gila Han Min Gi!!!”

Song Ji Eun menelpon disaat aku sedang menunggu Joon bersekolah. Ia memintaku untuk menemaninya mengurus Song Hara, yang kebetulan satu sekolah dengan Joon. Jadi sepulang Joon dari sekolah, kami segera melesat menuju kediaman mertuaku.

Disana si-eommonim kembali memberikan wejangan padaku. Apa yang ia katakan hanya berpusat bahwa ia tidak rela jika putra bungsunya kembali menikah. Ia terus mendoktrinku untuk membujuk Kyuhyun oppa agar menceraikan Kim Jina. Dan aku tahu hal itu begitu sulit untuk kulakukan.

Dan untuk saat ini hanya ibu mertuaku yang mengetahui semuanya. Karena ayah mertuaku sedang berada diluar negeri untuk beberapa urusan. Dan kakak iparku sendiri, entahlah….Kurasa si-eommonim tidak berniat untuk memberitahunya sekarang, mengingat tabiat kakak iparku yang sedikit keras pada adik satu-satunya itu.

Sekarang, setelah semua yang telah terjadi dirumah mertuaku, aku menyimpulkan bahwa suami dan ibu mertuaku memang sedang dalam keadaan yang tidak baik. Ibu mertuaku tetap pada ketegasannya yang melarang putranya untuk kembali menikah, apapun alasannya.

Dan kini pukul setengah empat sore, BRV ku sudah terparkir di depan rumah Song Ji Eun. Aku menepati janji untuk berkunjung ke kediamannya. Oleh sebab itu disinilah kami sekarang, dirumah Ji Eun sembari menumpahkan semua isi hatiku padanya.

“Bu, Joon boleh makan dua ice cream?”

“Tentu sayang kau boleh memakan semuanya.” Jawab Ji Eun secara tiba-tiba.

“Tidak nak, hanya satu. Oke?” Joon mulai merengek tidak setuju atas usulanku.

“Tapi Ji Eun aunty mengizinkanku untuk memakan dua ice cream. Benarkan aunty?” Ji Eun mengangguk penuh dan memintaku untuk tidak terlalu mendebat bocah ini. Ia ingin segera mendengarkan semua ceritanya dari bibirku.

“Aunty mu memang mengizinkan, tapi nanti ayah akan memarahimu. Kau mau?”

“Baiklah hanya satu ice cream.” Mendengar kalimat itu sudah pasti membuat Joon menurut. Ia paling tidak ingin jika sang ayah memarahinya. Kyuhyun memang terbiasa untuk mendidik anaknya dengan tegas. Dan itu semua demi kebaikan putranya dan masih dalam batas ketegasan yang wajar.

“Cepat ceritakan semuanya Han Min Gi! oh sial kau membuatku penasaran setengah mati.” Dan begitulah selanjutnya semua kisah pedihku tercurah begitu saja pada Ji Eun.

Dan setelah semua kuceritakan detailnya. Hanya wajah kesal sekaligus sedih yang ditampakkan oleh Ji Eun. Ia benar-benar tidak menduga, bahkan tidak percaya jika Kyuhyun oppa sanggup melakukan hal itu  padaku dan Joon.

“Demi perusahaan dia bilang? Lalu dengan senang hati ia menggadaikan keutuhan rumah tangganya. Itu tidak masuk akal Min Gi-ya!”

“Aku tidak bisa berkomentar apa-apa lagi Ji Eun-ah. Semua sudah terjadi, dan aku menyesal karena telah mengizinkan Kyuhyun oppa melakukan poligami ini.”

“Ini tidak bisa dibiarkan Han Min Gi! kau harus merebut kembali suamimu!!!”

“Aku bisa apa? Bagaimanapun juga mereka sudah menikah.”

“Kita harus pikirkan cara agar pikiran suamimu kembali terbuka! Poligami itu memang diizinkan, tapi itu akan menyakiti hati para istri.”

“…………..…….”

“Sekalipun suamimu berkata akan bertindak adil. Percayalah, bahwa tidak ada yang lebih adil selain Tuhan. Cepat atau lambat, hati suamimu hanya akan terpaku pada satu hati. Bagus jika hatinya hanya untukmu, tapi jika pada wanita itu? Kau mengerti maksudku bukan.”

Seketika nyaliku menciut ketika membayangkan Kyuhyun oppa yang lebih memilih Kim Jina ketimbang diriku. Bagaimana jika pada akhirnya ia kembali jatuh cinta pada Jina? Denganku saja ia masih abu-abu. Sama sekali belum menjelaskan secara verbal bagaimana perasaan yang sebenarnya padaku.

Hari ini saja ia mau dilayani oleh wanita itu, oh astaga! Kenapa aku baru sadar akan dampak yang nantinya terjadi jika Kyuhyun memiliki anak dari wanita itu! dan lagi, Kyuhyun oppa adalah seseorang yang tidak akan sembarang mengambil keputusan. Ia selalu bertindak tegas dan hati-hati dalam memutuskan sesuatu. Jika pada akhirnya ia memilih untuk kembali menikah, aku mulai yakin bahwa ini bukan hanya sekedar urusan dalam menyelamatkan perusahaan. Ini pasti ada kaitannya dengan hal lain. Mungkinkah ia kembali mencintai wanita bermarga Kim itu? dan cepat atau lambat ia akan menceraikan aku?

“Ibu! Ibu! Hara mengajakku untuk menginap disini, boleh ‘kan bu?” Mataku mulai mengarah kembali pada dua sosok mungil yang tiba-tiba sudah berada dihadapanku.

Screenshot_2016-05-26-13-06-07

Joon! Bagaimana bisa aku melupakan buah hatiku. Jika Kyuhyun oppa tidak bisa bersamaku, bagaimana dengan Joon? Aku tidak mau ia kehilangan sosok ayahnya.

“Song Ji Eun, aku harus membuat suamiku mencintaiku.”

Ne?”

*****

Kuda besiku sudah terparkir indah di garasi. Kulihat sejenak mobil yang juga terparkir disamping BRV ini, aku sudah menduga bahwa Kyuhyun oppa pasti sudah pulang ke rumah. Melirik sejenak arloji, kulihat waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam. Dan buah hati kesayanganku sudah tertidur nyenyak dikursi samping pengemudi. Mungkin ia lelah karena seharian ini terus bermain bersama Hara.

Tanpa mau membuang waktu lagi, aku segera menggendongnya untuk memasuki rumah.

“Aku akan mengikutinya kemanapun ia pergi, bahkan setiap hari.” Itu suara Kyuhyun oppa. Baru aku memasuki rumah, aku sudah mendengar suara tegasnya. Agaknya ia sedang mengobrol dengan Kim Jina.

“Bagaimana jika nantinya ia memiliki kekasih seperti pria-pria muda zaman sekarang. Misalnya anak hip hop. Kau tahu ‘kan mereka berdandan seperti apa?”

“Celana yang penuh dengan robekan maksudmu? Aku tak akan membiarkannya memiliki putriku.”

“Jika Nara tetap menginginkan pria itu? Atau ia akan berpikir bahwa papanya sangat kuno karena tidak memperbolehkannya memiliki kekasih yang keren versi dirinya.”

“Sepertinya aku akan menangis.” Untuk kemudian suara tawa mulai terdengar. Detik itu juga aku merasa bahwa sikap posesif Kyuhyun oppa bukan lagi milikku dan Joon, tapi juga milik Jina dan Nara.

Eoh, kau sudah pulang?” Kesadaranku kembali pada tempatnya ketika merasakan beban pada tubuhku berkurang. Joon segera diambil alih oleh ayahnya.

“Kenapa jagoanku bisa tertidur di jam seperti ini, hem?”  Kyuhyun oppa menciumi seluruh wajah putra kami, untuk kemudian ia belai lembut rambut hitam Joon.

“Kami berkunjung ke rumah Ji Eun setelah menjenguk si-eommonim. Mungkin karena terlalu lelah bermain bersama Hara, ia jadi mengantuk selama diperjalanan tadi.”

“Apa eomma baik-baik saja?” Aku mengangguk sekali demi menjawab pertanyaannya.

“Syukurlah. Tapi omong-omong, aku tak tega jika harus membangunkan si tampan ini untuk mandi dan makan malam.”

“Kami sudah makan dirumah Ji Eun tadi.”

“Jika begitu kau ganti saja seragamnya dengan pajama. Ayo biar kutemani. Aku mengantar Min Gi dan Joon dulu, kau makan duluan saja.” Kulihat Jina hanya mengangguk dan tersenyum ke arah kami.

Oppa tidak menghubungiku? padahal kami pulang terlambat.”

“Kau bilang sesuatu?” Gumaman pelanku nyatanya cukup terdengar ditelinganya.

Kepalaku merespon dengan menggeleng penuh-penuh, namun kakiku tetap mengikuti langkah oppa menaiki anak tangga menuju kamar Joon.

“Apa saja yang kalian lakukan hari ini?”

“Tidak ada yang istimewa. Joon belajar seperti biasa disekolah dan bermain seharian bersama Hara.”

“Dan kau?” Masih dengan posisi membaringkan Joon secara perlahan, Kyuhyun oppa masih saja penasaran dengan aktivitasku hari ini.

“Hanya menjenguk si-eommonim dan mengobrol bersama Ji Eun.” Tubuhku segera bekerja dengan lihai dalam melepaskan seragam sekolah Joon dan menggantinya dengan pajama. Setelah itu aku keluar sebentar untuk mengambil handuk kecil dan satu baskom air.

Eomma…benar-benar baik-baik saja ‘kan?” Setelah kembali dari kamar mandi, nyatanya Kyuhyun oppa masih setia didalam kamar putra kami. Dan atas pertanyaanya tadi, aku sempat lupa bahwa suamiku benar-benar tipikal pria yang sangat mencintai ibunya.

“Ya, Si-eommonim terlihat lebih baik. Dan untuk masalah antara oppa dan Jina eonni, hanya si-eommonim yang baru mengetahuinya.” Tanganku sudah me-lap sempurna disetiap tubuh Joon yang memang patut untuk kubersihkan.

Terdengar helaan napas yang begitu berat, mataku mulai memandang wajah Kyuhyun oppa yang kini terlihat tidak bersemangat.

“Aku sudah siap menerima kemurkaan, cacian, dan makian dari appa dan noona. Kapanpun hal itu terjadi, aku akan menerima semua risikonya.” Gerakanku perlahan terhenti ketika jawaban ini keluar dari bibir Kyuhyun oppa.

Detik itu juga aku merasa seakan oppa begitu ingin mempertahankan pernikahan dan hubungannya bersama Kim Jina. Bahkan jawaban lugasnya tadi menandakan bahwa ia memang sangat siap menerima apapun hal terburuk dari keluarganya hanya untuk membela Kim Jina. Tuhan….ini hanya perasaanku yang begitu sensitive atau memang Kyuhyun oppa begitu menginginkan Jina untuk menjadi pendampingnya?

Oppa begitu menyayangi eonni dan Nara?”

Ne?”

“Aku hanya ingin tahu perasaanmu pada mereka? Apa kau sebegitu menyayangi mereka, bahkan menganggap Nara sebagai anak kandungmu sendiri?”

“K….kau bicara apa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

Melihat Kyuhyun oppa yang nampak kalang kabut karena pertanyaanku, tentu membuat perasaanku semakin tidak menentu. Bahkan untuk merasa tenangpun rasanya sulit.

“Aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian diruang keluarga tadi. Oppa seakan tidak ingin Nara dimiliki oleh pria lain. Untuk ukuran seorang ayah tiri, kau bersikap begitu posesive
pada Nara.”

Bukannya menjawab penuturanku, Kyuhyun oppa justru hanya mampu mengelus rambutku dengan lembut. “Kau terlalu lelah, semua yang ada dipikiranmu hanya dipenuhi kecurigaan yang tak beralasan. Tidurlah setelah ini, hem?”

Jawaban macam apa ini? apa dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan kami?

“Tapi oppa, bukan jawaban itu yang ingin kudengar.”

“Han Min Gi dengark-“ Ucapannya terputus begitu saja ketika kami mendengar suara Jina memanggil Kyuhyun oppa.

Oppa!!! Apa kau sudah selesai? Sudah waktunya kita membicarakan hasil diskusi para pemegang saham.”

“Lupakan apa yang membuatmu tidak tenang. Kau hanya terlalu lelah dan sedikit stress karena masalahku dengan eomma.”

Oppa?” Kulihat Jina eonni sudah menghampiri kami di depan pintu kamar Joon.

“Ya, aku segera menyusulmu. Tunggu aku diruang kerja.” Bagai keledai yang bodoh, aku hanya mampu memandangi kedua orang ini secara bergantian. Aku merasa ganjil dirumahku sendiri. Entah mengapa, rasanya mereka berdua terlihat semakin akrab. Tidak ada kecanggungan lagi seperti kemarin-kemarin.

“Lebih baik kau segera membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh serta pikiranmu, hem?” Kyuhyun oppa mencium keningku sejenak untuk kemudian pergi menyusul Jina yang sudah lebih dulu menuju ruang kerja suamiku.

 

To be continued…..

 

*****

Dear all, masih dalam suasana lebaran…minal aidzin walfaidzin ya. Sengaja saya kasih THR untuk yang nunggu ff ini 🙂

Saya gabakal banyak curcol, jadi doakan aja semoga kedepannya saya punya banyak waktu untuk rampungin ff ini. Jadi, see u very soon yaa 😀

Advertisements

Author:

Ordinary girl who loves Super Junior and Ice Cream ♥

29 thoughts on “Between (Scene 5)

  1. sampai kapan sich kyu kamu mau berbohong hahhh
    cuma lelaki pengecut aja yang bilang dia bisa adil nyatanya hubungan itu penuh kebohongan dan tipu daya
    han min gi terlalu memaksakan diri sakit semakin dalam bodoh juga sich gk peka ama keadaan sekitarnya

  2. Aishh aku jd mingi mending cerai aja lahh dari pada kayak sekarang seolah” menjadi parasit dalam hubungan kyuhyun dan jina.. Bodo amat hidup sendiri berdua joon semua pasti bisa d lakukan seorang diri daripada harus makan hati terus menerus

  3. Krn disini min gi yg tersakiti rela deh dia minta cerai dr kyuhyun krn dilihat bukan krn perusahaan krn dia masih sangat mencintai jina semua cuma alasan saja apa yg dikatakan ibunya bnr laki” baik tdk akan mengorbankan rmh tgga dan kelga nya alasan klise jd min gi pergi dan ceraikan kyuhun hiduplah mandiri cari kebahagiaan dan bukan dr kyuhyun

  4. Boleh gak sih gw marah2 disini ?
    Dan maki2 si Suami Bego dan Madu’a yg sepahit Empedu itu,Pake kata2 Kasar. misal’a semua yg ada dikebun binatang. sekaligus semua hewan peliharaan yg dijadikan penjaga rumah ?!
    Kalau boleh gw bakal koment lagi setelah ini !
    Asli,,FF ini bener2 bikin gw naik darah.
    Min Gi kok ya Bodoh banget sihh. Jaman sekarang mana ada Wanita rela dimaduuuuuu ???
    Kalau gw jadi Min Gi,udh gw talak 3 tuh si Suami Bodoh. dan gw bawa Joon sejauh2’a.
    bilang klw ayah’a udh mati. MATI !!!
    Dan kalau bisa,udh gw kasih Racun Sianida tuh 2 manusia. gw taruh gak hanya dikopi. tapi di air putih,nasi,dan lauk pauk’a juga. gak tanggung2 deh. gw kasih sekilo. biar langsung tewas tanpa merasakan mulut’a terbakar.
    Asli,pengen bacok dua orang ini 😠😠😠
    Aduhhhhhh,,,
    emosi gw naik banget #sabarsabar..
    next part sangat dinanti ya sayy 😊😊.
    dan semoga si Kyuhyun’a mati aja deh dipart bselanjut’a. mati karna ketabrak kereta 😄

  5. Sakit jadi mingi, poligami kalo dia gak bisa ngasi keturunan okelah, tapi ini tuh udh dikasi setia, baik,yg cinta,anak masi di poligamiin karna harta dan jabatan semata? Cara mempertahankan dan mengembalikannperuaahaan banyak, emang situ gapunya temen yg kaya kyu ampe terima aja itu cewe minta dinikahin,nara beneran cuman anak tiri kan? Tunggu sampe gunung meletus dan lava keluar trs gaakan ada yg bisa diperbaiki deh, jujur ya lbh baik sad ending tapi mingi bahagia dibandingkan sama kyu tapi rela dimadu😡

  6. Menurut aku sih alesan aja kyuhyun mau menyelamatkan perusahaan nyatanya sikap dia ke Jinna ga terpaksa gitu malah menikmati peran nya sebagai suami jinna dan ayah tiri buat nara. Aku cuma kasian sama Min gi yang harus setiap hari nahan sedih dan sakit hati. Kyuhyun sama jina benar2 2 orang yg ga punya hati. Mending Min gi pisah aja deh. Dan nemuin pasangan baru yg bener2 sayang sm dia. Kok jadi aku yang dongkol yak 😣

  7. Cekik sampai mati aja nih kyuhyun…… Bikin kesel aja,kasian min gi harus merasakan sakit hati tiap hari…….mending min gi cerai dan pergi dari kyuhyun,min gi jangan diem aja lo bisa balas semua perbuatan kyuhyun dan buat dia menyesal

  8. Kyuhyun emng pengin di cekik .. min gi mau2nya di bodohin kyuhyun..
    Kesell bgt ama kyu knp g kshn ma min gi klo mingi pergi br tahu rasa

  9. entahlah walau ff ini pendek tp nyesek bgt n berhasil bkin aku hampir nangis, kyuhyun udh membodohh Mingi ini bhkan dia terkesan mulai ga peduli dgn mingi n berusaha mempertahankan pernikahannya dgn jina, nara keknya beneran anak kyu. aku sedih bgt kshn mingi, lbh baik tinggalin aja suami pembohong kyk kyu T.T maaf lahir btin thor, akhrnya ff ini di post, nunggu bgt kelanjutannya, semangat

  10. Aku sakit hati kak bacanya rasanya mau nonjok tuh mukak kyuhyun.. min gi km harus sabarr..
    kak apa enggak ada yang menghibur min gi gtu.. sumpah aku kasian sma dia gra sikap kyuhyun yg kayak gitu.. udah pisah aja lah.. pasti masih banyak yg mau sam min gi.

  11. boleh gak aku bilang ceraikan aja kyuhyun, jauhin aja kyuhyun, tinggalin aja kyuhyun, biar tau dia derita yg dialamin Min Gi. Baru kali ini aku pengen mereka cerei demi Min Gi. sumpah berengsek bin gedeg sma kyuhyun jina, alesan berkedok perusahaan bilang aja jina pengen ngerebut kyuhyun. iri aja tuh orang

  12. Greget baca nya ini mingi kok ya bodooh bgt main trima” aja suami poligami.
    next ny bkin mingi sadar kak pergi ninggalin kyuhyun trus kyuhyun ny baru sadar deh bkin dia nyesel jg karna udah nyakitin mingi..
    lanjutttt udah ga sabar hehe

  13. Sakit hati. Pengen maki sumpah . Kenapa bisa kyu ga tegas sekali. Aku lebih baik lihan Min Gi cerai aja sama Kyu. Jina juga terlalu memonopoli Kyu. Cerai atau ga tinggalin aja deh ga tega lihat mingi nya. Bahkan kyuhyun masih nunjukun cinta ke Mingi tapi disisi lain dia jyga kasih cinta yg setara.

  14. Sakit bnget pas bca ini pasti perasaan Min Gi lebih sakit…Nara anak kandung Kyuhyun yah??Menurut aku lebih baik Min Gi cerain aja Kyuhyun trus liat siapa yang dia pilih Min Gi atau Jina kalau dia cerain Min Gi.. buat dia menyesal dan akhirnya cerain Jina….Tpi kayaknya Kyuhyun ada perasaan lebih ke Jina deh

  15. Kalo aku jd min gi lebih baik minta cerai dan pergi sejauh jauhnya dengan joon dari hidup kyu, bodo amat deh si kyu ama wanita itu mau ngapain ke yg penting min gi dan joon bisa hidup tanpa harus ada bayangan kyu biar joon ga bs dapat kasih sayang appa nya lg mulai sekarang nantinya juga kasih sayang kyu akan terbagi dgn anak wanita jalang itu.

  16. pergi dah dari rumah itu, balik ke keluarga masing2, toh kalau mingi + joon ngilang dia masih punya istri, anak kandung juga kan?

    nggerus mulu ini ff nya, sakit beneran lama2 xD

  17. Sakit hati baca nya ya Allah T.T
    Kapan siihh si Mingi nyerah, sumpah nunggu moment dia nyerah sama Gyu, biar si Gyu nyadar -itupun kalo dia masih sadar kalo ada mingi dihidupnya dia-
    Kok jd berharap ada orang ketiga dipihak nya Min Gi ya, cowo gituloh kaka author, 😂😂

  18. jujur Aku benci kondisi seperti han min gi aku bukan penganut paham poligami dan sejenisnya. Aku pikir kyuhyun akan konsisten dengan hatinya,ternyata dia sangat mengecewakan.aku ragu klo alasannya karna anak dari kim jina.
    Kyuhyun pantas untuk ditinggalkan.astaga han min gi..jgan khawatirkan status ayah untuk joon.kyuhyun tetap akan jadi ayah bagi joon.kendali ada ditanganmu.joon bisa merasakan kehadiran ayahnya dengan mengijinkan mereka untuk saling ketemu, saling membagi kasih dan bisa menjalankan tanggung jawab dan hak masing2.aku hanya ingin menghukum kyuhyun dengan tidah memilikimu lagi. jika masih belum puas bisa juga setelah joon beranjak besar dan bisa mengerti,kau bisa pelan2 menjauhkan mereka(kyuhyun dan joon).hahahahhahHHahah…

    1. Aku yg jadi emosi..astaga..klo ke inget kyuhyun menikmati tubuh jina bawaannya pengen ngeledakin rumah saat itu juga.hahahhahahaha…
      Han min gi..apa kau tidah merasa jijik terhadap suami mu yg sudah meniduri wanita lain??bahkan aku tidak ingin di sentuh olehnya lagi.akan selalu teringat gimana dia berkhianat.

      Hahahahah…ita..aku terbawa perasaan nih bacanya…ih…bisaan aja ini ff…hahahhahaha…
      Gak sabar buat tau lanjutannya…
      Ditunggu next partnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s